Terbelenggu Asmara

Terbelenggu Asmara
Episode 7


__ADS_3

Minggu sore Hana berencana kembali ke kos, namun sebelum kembali Hana memastikan Mila dan Ratih kembali ke kos hari ini atau tidak. Hana mengambil ponselnya dan menelepon Mila terlebih dahulu.


"Halo La.." Ucap Hana.


"Ya Han.." Jawab Mila.


"Hari ini kamu balik ke kos gak??" tanya Hana.


"Kamu mau balik, kalau kamu balik hari ini, aku juga balik. Kalau Ratih tadi udah bilang ke aku, besok dia balik dari rumahnya langsung ke kampus." Jawab Mila.


"Yaudah deh, aku besok aja juga. Aku besok nunggu kalian di kafe biasa ya." Ucap Hana.


"Oke Han, bye." Ucap Mila.


"Bye.." Sambung Hana dan langsung mematikan ponselnya.


Teman-temannya sudah balik sejak pagi, Hana berada di rumah nenek. Tapi karena besok pagi dia pergi lebih pagi bersama Dessy dan Nara, Hana packing baju yang akan di bawanya untuk seminggu ke depan.


Hana mengabari Dessy dan Nara kalau besok dia balik ke kos pagi. Dessy dan Nara sudah berencana pergi dengan Ikram jika hari ini Hana kembali ke kos karena motor mereka, mereka tinggalkan di kafe ikram.


Saat Hana, kakek, dan bibinya hendak makan malam bersama, suara ketukan pintu terdengar dari luar. Beberapa kali ketukan itu terdengar sayup-sayup suara seorang lelaki memanggil nama Hana. Hana sangat mengenal suara itu, ya benar itu adalah ikram.


Hana langsung bergegas membukakan pintu depan untuk Ikram. Begitu pintu terbuka Hana langsung fokus melihat ke arah dua kantong kresek yang di bawa Ikram.


"Makanan kah??" tanya Hana dengan mata berbinar.


"Iya makanan, martabak mesir kesukaanmu nih." Ucap Ikram menyodorkan satu kantong kresek yang dia pegang.


Hana langsung mengambil kantong kresek itu dan membawanya ke dapur. Diikuti Ikram dari belakang menuju dapur.


"Kram makan malam bareng yuk, ini bibi masak banyak." Ucap bibi Hana.


"Iya bi.." Jawab Ikram dan langsung duduk di samping Hana.


Ikram memang sudah terbiasa makan di rumah Hana, namun kebiasaannya tidak pernah berubah. Setiap dia mau mampir ke rumah Hana, Ikram selalu membawa makanan kesukaan Hana. Entah mengapa hal itu tidak bisa di lewatkan Ikram, karena sudah terbiasa sejak mereka kecil.


Mereka makan bersama, setelahnya Ikram dan Hana mengobrol di teras rumah berdua sambil nyemil martabak yang di bawa Ikram.

__ADS_1


"Gimana udah dapat pacarnya??" tanya Ikram setengah meledek Hana.


"Emangnya nyari pacar kayak nyari batu apa, langsung dapat gitu." Ucap Hana setengah kesal.


Ikram tertawa,"Mau ku carikan tidak??" tanya Ikram kembali.


"Tidak usah, gak perlu repot-repot." Jawab Hana dengan tatapan sinis.


"Kalau kamu pacaran nanti, sebaiknya kamu hati-hati saat menangis ya. Jangan sampai tau aku, aku gak jamin cowokmu gak babak belur kalau ku lihat kamu nangis gara-gara ulah dia." Ucap Ikram tiba-tiba menjadi serius.


Hana yang memang sudah mengerti Ikram hanya dengan mendengar suaranya, Hana sudah tau kalau perkataannya itu serius. Hana langsung menelan Saliva nya dengan berat.


"Kalau nangis saat pacaran kan wajar saja Kram. Tapi kamu tidak boleh marah kalau kamu juga jadi alasan pacarmu nangis. Jadi kamu juga harus hati-hati, jangan menyakiti perasaan wanita yang sayang sama kamu." Ucap Hana sedikit tegas.


"Iya aku tau, pokoknya kamu harus pandai jaga diri ya. Harus bisa, kalau dia macam-macam miscall aku. Aku akan langsung jemput kamu." Ucap Ikram mode serius.


"Iya iya, udah kayak papa aku aja kamu Kram." Ucap Hana.


Ikram hanya menatap Hana dan kemudian mereka kembali mengobrol banyak hal. Dari pasangan, bisnis sampai nostalgia pertemuan dan persahabatan mereka berempat. Ikram pulang cukup larut malam karena keasikan mengobrol dengan Hana.


Pagi ini Hana menjemput dan mengantar Dessy dan Nara ke kampus terlebih dahulu, karena mereka masih masuk pelajaran. Ada mata kuliah yang mereka ulang, sementara Hana langsung ke kos untuk meletakkan barang-barangnya setelahnya ke kafe Ikram untuk mengerjakan skripsinya.


Namun tiba-tiba dosen pembimbing skripsinya meminta untuk para mahasiswa yang sedang skripsi ikut bimbingan di kampus. Hana langsung bergegas ke kampus menemui dosennya, Hana menghabiskan waktunya di kampus sampai sore.


Saat Hana hendak mau pulang di mobil ponselnya berdering, sebuah panggilan dari Ikram.


"Han, kok tumben gak ke kafe??" tanya Ikram.


"Iya, hari ini aku bimbingan sama dosenku, jadi hari ini aku gak ke kafe ya langsung ke kos." Jawab Hana.


"Iya yaudah kalau gitu, mau aku singgahi gak bawakan pasta carbonara??" tanya Ikram.


"Enggak Kram makasih, aku mau langsung golek aja." Jawab Hana.


"Yaudah hati-hati kamu." Ucap Ikram.


"Iya, kamu juga hati-hati." Ucap Hana kembali.

__ADS_1


Hana sudah memberitahukan hal ini kepada Ratih dan Mila, jadi mereka tidak menunggu ke kafe dan langsung ke kos. Sampainya di kos seperti biasa Mila sedang bertelepon dengan pacarnya yang sudah kembali ke perantauan.


Hana hanya mendengarkan sekilas dan setelahnya pergi mandi, selesai mandi Hana duduk di hadapan Mila saat itu Hana memang mendengar dua lelaki sedang berbicara dengan Mila. Ingin bertanya tapi Hana memilih untuk bertanya nanti setelah Mila selesai menelepon dengan pacarnya.


Tak lama Ratih pun datang berkunjung ke kamar Mila dan Hana, Ratih golek tepat di samping Hana yang juga sedang golek dengan wajah menghadap ke Mila.


"Yang mana, yang mau kamu kenal bang??" tanya Mila.


Spontan Hana langsung menatap ke arah handphone Mila dan bertanya, "Ngapain kamu La???" tanya Hana.


"Ooo yang ini, ada tuh nomornya sama teman kamu. Minta aja ya sama dia, pas banget yang ini memang nyari pasangan." Ucap Mila.


"La, ngapain sih??" tanya Hana sudah setengah berteriak.


"Bentar lagi ada yang telepon tuh, angkat jangan di abaikan ya. Kali ini bukan aku atau pacarku yang mau kamu kenalan, tapi dia sendiri yang mau kenalan sama kamu." Jawab Mila.


Entah mengapa tiba-tiba jantung Hana berdetak dengan kencang sambil menatap handphonenya. Satu panggilan pun masuk, Hana menatap layar itu sebentar dan kemudian mengangkat telepon itu.


"Halo.." Ucap Hana gugup.


"Ini aku, save nomorku ya. Aku jalan pulang dulu ke kos, nanti sampai di kos aku bakal kabarin kamu." Ucap seorang lelaki.


"Oh iya, hati-hati ya.." Jawab Hana.


Telepon itu pun terputus, namun Hana tersadar setelah telepon itu mati dan menatap nomor itu. Dalam hati Hana berkata, "aku kenapa sih, siapa namanya ya."


Mila yang sudah selesai mengobrol dengan pacarnya pun tertawa melihat ekspresi langka temannya.


"Save aja, dia orang Batak sama kayak kamu. Save aja nomornya dengan marganya." Usul Mila.


Hana langsung menyimpan nomornya, Hana sedikit heran dengan dirinya yang tiba-tiba gugup karena seorang lelaki yang belum dia lihat wajahnya. Sedangkan lelaki yang dia lihat wajahnya saja tidak membuatnya gugup, namun tanpa sadar Hana malah menunggu sebuah pesan dari lelaki tersebut.


Bersambung...


Ikuti terus ceritanya ya teman-teman, jangan lupa dukung cerita saya dengan like, komen, share, vote dan tambahkan ke favorit teman-teman.


See you di next episode 🥰.

__ADS_1


__ADS_2