
Hana tertidur hingga jam makan siang, Ikram yang tadinya tidak tega membangunkan Hana. Kini dengan terpaksa mengganggu tidur Hana karena sudah terlalu lama Hana tertidur di kantornya.
Ikram yang belum pernah membangunkan seorang wanita, terutama Hana bingung bagaimana caranya. Apalagi saat ini Hana dalam keadaan sakit, perlahan Ikram mengguncang tubuh Hana dengan menarik tangannya, Hana tak kunjung bangun.
Tidak ingin menyentuh teman wanitanya terus menerus akhirnya Ikram mencari bunyi alarm yang sangat bising di ytube dan mendekatkannya ke telinga Hana. Dengan senyuman tipis di bibirnya Ikram membunyikannya, ternyata cara itu sangat efektif dan berhasil.
"Aduh, bising banget sih ah" gerutu Hana sembari membuka matanya.
"Bangun, bangun tuan putri udah siang banget." Ucap Ikram.
"Iya, iya, bising banget handphonemu ya nanti ku lempar keluar itu." Jawab Hana dengan kesal.
Ikram hanya tertawa mendengar ocehan Hana, begitu duduk Hana melihat makanan sudah tersedia di mejanya. Yang tadinya kesal kini Hana melirik ke arah Ikram dan tersenyum. Hana yang memang lapar, langsung menyantap makanan kesukaannya itu.
Di tengah makan siangnya, tiba-tiba Hana teringat akan seseorang yang sedang dekat dengannya. Hana langsung meletakkan sendoknya dan sibuk mencari handphonenya.
"Kenapa sih Han, makan dulu, habiskan dulu ini baru cari handphonemu." Ucap Ikram.
Hana tidak dapat menjawab Ikram, karena mulutnya penuh dengan makanan yang masih ia kunyah. Setelah menelannya, Hana langsung menjawab Ikram.
"Iya Kram, tapi pasti ada chat dari gebetan aku. Aku gak mau dia salah paham ntar di kiranya aku php lagi." Jawab Hana.
Ikram yang gak bisa menahan Hana hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Tidak ingin kesal dengan sahabat kecilnya, Ikram memutuskan meninggalkan Hana dan mengurus kafenya.
"Ya sudah, ini habiskan ya tuan putri, saya mau mengurus kafe saya dulu." Ucap Ikram.
"Baik bos." Jawab Hana dengan senyuman khasnya.
"Gausah sok manis." Celetuk Ikram sembari mengacak rambut Hana.
Hana hanya bisa membereskan rambutnya dan melirik tajam ke arah Ikram. Ikram pergi meninggalkan Hana, Hana langsung membuka chatting nya dan sangat terkejut ada beberapa pesan dari Dhito.
__ADS_1
"Han, kamu gakpapa kan, kata teman kamu, kamu pingsan dan kepalamu berdarah." Pesan Dhito di jam 8.30 pagi.
"Han aku dengar kamu udah di rumah sakit dan udah bangun, kalau udah enakan balas chatting ku ya." Pesan Dhito di jam 9.00 pagi.
Hana yang baru membaca pesan Dhito tersenyum sumringah karena gebetannya khawatir seperti harapannya.
"Hana jangan lupa makan siang ya, di minum obatnya, kalau udah lihat chat aku langsung balas ya." Pesan Dhito di jam 11.00 menuju siang.
Dua panggilan telepon dan tiga panggilan video call dari Dhito di jam 11.30 sampai jam 12.00 siang ternyata tidak membangunkan Hana. Karena Hana baru terbangun pukul 12.15 siang.
Melihat pesan Dhito, Hana langsung tersenyum dan dengan cepat membalas pesan Dhito. Hana bingung, haruskah dia menelepon Dhito atau hanya membalas pesannya. Sejenak Hana terdiam bingung, melihat pesannya yang sampai namun belum di baca oleh Dhito.
Hana menunggu sampai 15 menit pesannya belum kunjung di balas Dhito, walaupun ragu namun Hana merasa tidak enak karena sudah terlalu lama mengabaikan pesan Dhito. Hana menelepon Dhito dengan perasaan gugupnya.
"Halo Dhito" Ucap Hana.
"Halo, Han, gimana keadaanmu??" tanya Dhito, suaranya sayup-sayup terdengar karena yang lebih dominan suara angin yang di dengar Hana.
Dhito tertawa kecil, "Iya Han, ini lagi di jalan kerja. Soalnya aku belum bisa istirahat makan siang." Ucap Dhito.
"Ya sudah, kamu hati-hati ya, nanti saja kita komunikasi lagi saat kamu makan siang." Jawab Hana.
"Baiklah, udah dulu ya Han, syalom." Ucap Dhito.
"Syalom to" Jawab Hana.
Setelah panggilan itu, Hana melanjutkan makan siangnya sambil tersenyum merona. Begitu bahagia Hana dengan lelaki yang tak terduga mendekatinya.
...****************...
Hana yang sudah selesai makan siang membersihkan bekas makanannya, saat sedang bebersih Hana di kagetkan oleh kedatangan kedua temannya yaitu Dessy dan Nara.
__ADS_1
Dessy dan Nara langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, membuat Hana terkejut.
"Hana.." Ucap mereka serentak.
"Astaga, kenapa teriak gitu kaget aku Dessy, Nara." Ucap Hana.
Dessy, Nara malah tertawa melihat ekspresi Hana yang kaget. "Sorry ya, habisnya khawatir sama kamu." Ucap Nara memeluk Hana dari samping.
"Kan aku udah gakpapa, kok kalian udah pulang gak kuliah emang??" tanya Hana curiga melihat kedua sahabatnya sudah di kafe di jam 13.00 siang.
"Kuliah tapi tadi masuk satu pelajaran aja kan cuma 3 sks." Jawab Dessy.
"Gak bolos kan kalian??" tanya Hana memastikan.
"Enggak tuan putri, kami gak bolos." Jawab Nara.
Mereka semua saling tersenyum mendengar ucapan Nara, mereka juga membicarakan soal kedekatan Hana dengan Dhito. Dessy dan Nara cukup syok melihat temannya sudah jatuh cinta hanya dari sebuah video call.
Dessy memberi sedikit nasehat untuk Hana untuk memikirkan ulang mengenai kedekatannya dengan Dhito. Bagaimana pun lebih baik berdekatan dari pada LDR, Hana sudah sangat lama tidak berpacaran masa ketika pacaran harus LDR. Itu yang membuat Dessy dan Nara sedikit keberatan dengan kedekatan Hana dan Dhito saat ini.
Ya tapi tetap aja Hana sulit mendengarkan saran dari sahabat-sahabatnya. Seperti yang teman-teman ketahui jika seseorang sedang jatuh cinta dia gak akan bisa berpikir dengan simpel dan logika apalagi polos seperti Hana.
Walaupun mereka sangat khawatir namun mereka berusaha menerima dan menghargai keputusan Hana. Mereka hanya bisa memberi sedikit pandangan mereka, namun tetap saja Hana yang akan menjalani setiap proses kehidupan yang akan dia lalui.
Sebagai sahabat mereka hanya bisa memantau Hana sedikit demi sedikit. Mereka benar-benar takut membuat Hana tersinggung jika terlalu ikut campur dalam percintaannya.
Setelah banyak berbincang mereka bertiga memutuskan untuk turun dan membantu Ikram di bawah. Dessy dan Nara memulai pekerjaan mereka walaupun belum jam kerjanya, sementara Hana membantu sedikit pekerjaan di dapur karena Hana bosan jika hanya duduk dan berbaring di kantor milik Ikram. Hari ini Hana ingin bersantai dengan tidak memikirkan skripsinya.
Bersambung..
Terimakasih untuk teman-teman yang sudah setia menunggu dan terus memberi dukungan kepada saya. Semoga cerita saya dapat menghibur teman-teman semua.
__ADS_1