Terbelenggu Asmara

Terbelenggu Asmara
Episode 16


__ADS_3

Di perjalanan menuju kos Hana membeli minuman dingin dan beberapa makanan, karena dia tidak sempat makan di kafe Ikram setelah membantu teman-temannya beberes menutup kafe. Begitu sampai di kos Hana langsung duduk dan menghela nafas.


Di kos sudah ada Ratih dan Mila yang sedang menonton drama korea bersama. Melihat ekspresi dan sikap Hana membuat Ratih dan Mila menghentikan sejenak drama yang sedang mereka tonton.


"Kamu kenapa Han kok wajahnya bete gitu." Tanya Mila sembari mengambil minuman yang di bawakan Hana untuk mereka.


Begitulah Hana walaupun sedang kesal-kesalnya, jika hendak pulang ke kos membawa makanan dia tidak pernah melupakan teman-temannya.


"Aku berantem sama Ikram tadi di kafe." Jawab Hana dengan wajah memelas.


"Hah, gimana, gimana, kamu dan Ikram berantem?? Karena apa??" Ucap Mila yang sangat terkejut dengan pernyataan Hana.


"Bisa juga ya kalian berantem, aku pikir mustahil kalian berantem." Celetuk Ratih sembari tertawa tipis.


"Bisalah tih, Ikram tuh aslinya nyebelin banget tau." Jawab Hana.


"Jadi gimana ceritanya, kenapa bisa berantem.." Ucap Mila yang sangat penasaran.


Hana menceritakan kejadian di kafe, Ikram yang mulai berbeda saat Hana mengangkat telepon Dhito. Padahal Hana tidak mengangkat dan bicara dengan Dhito di hadapan teman-temannya dan tidak juga terlalu lama hanya beberapa menit. Namun sudah membuat Ikram sekesal itu kepadanya.

__ADS_1


Hana juga mengatakan kepada Mila dan Ratih mengenai perkataan Ikram yang menurut Hana sangat menyebalkan. Hana merasa dia tidak pernah melupakan teman-temannya, Hana selalu singgah ke kafe Ikram dan mereka saling mengobrol.


Beruntungnya Hana dia memiliki teman yang tidak mau mengadu domba, atau membuat Hana lebih condong ke salah satu circle nya saja. Mila malah memberikan respon yang cukup mengejutkan Hana, yang tadinya Hana pikir Mila dan Ratih pasti akan membelanya.


"Coba deh Han kamu ngomong baik-baik ke Ikram, kalian ngobrol berdua, tanyakan padanya kenapa dia sekesal itu pada kamu. Tapi kalau menurutku dari cerita kamu, wajar sih Ikram merasa seperti itu. Coba kamu pikirkan kalian sudah berteman bertahun-tahun, dari saat itu kalian belum pernah memiliki pacar yang serius dan dalam waktu lama kalian sama-sama jomblo. Aku paham hal ini pasti akan terjadi di antara kalian berdua, tapi sepertinya Ikram hanya tidak terbiasa melihat kamu memiliki perhatian lebih ke orang lain yang baru kamu kenal, walaupun dalam konteks ini Dhito adalah pasangan kamu." Ucap Mila.


"Iya juga sih Han, aku setuju dengan perkataan Mila, sepertinya Ikram hanya sedikit terkejut dan tidak terbiasa melihat sisi kamu yang berbeda. Sementara selama bertahun-tahun dia melihat sisi kamu yang tidak berubah dari kalian kecil." Ucap Ratih memberikan pendapatnya.


Hana terdiam sejenak, Hana juga merasa apa yang di katakan teman-temannya masuk akal.


"Tapi La, Tih, Ikram kan bisa saja ngomong baik-baik padaku, tidak harus dia bicara seperti itu. Dia yang paling mengenalku tapi kenapa dia yang tidak bisa mengutarakan maksudnya dengan baik-baik. Dia kan tau aku juga pemarah kalau dia bersikap seperti itu." Jawab Hana.


"Iya Han kita paham kok perasaan kamu, tapi Han mungkin Ikram sudah lama ingin mengatakan hal itu kepada kamu tapi dia segan takut kamu salah paham. Kemarin pas sekali mungkin dia sedang lelah atau sedang kesal dengan seseorang melihat sahabatnya seperti sibuk dengan dunianya membuat dia takut kehilangan kamu Han. Dia takut kamu jauh dari mereka, kamu kan juga sudah lama berteman dengan Ikram kamu yang lebih memahami dia dari pada kami Han." Ucap Mila menasehati Hana dengan lembut.


Hana sedikit merasa tenang karena dia sudah mencurahkan sebagian kekesalannya kepada Mila dan Ratih. Mereka pun makan bersama, setelahnya mereka menonton drama bersama-sama sampai larut malam.


...****************...


Di kafe Ikram, Dessy dan Nara yang masih duduk di kafe Ikram menunggu amarah Ikram reda, namun di malam itu juga Dessy sangat ingin menyelesaikan masalah kedua temannya. Dessy rasa sudah bisa bicara, akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Ikram, sudah bisa aku bicara samamu??" tanya Dessy serius, sedangkan Nara hanya mengamati keduanya.


"Mau bicara apa sih des" jawab Ikram sembari mengurut dahinya.


"Kamu kenapa sih Kram begitu ke Hana, kamu kan tau Hana baru aja pacaran. Aku juga ngerasa kok Hana berlebihan tapi ya gimana dia baru kali ini pacaran setelah dewasa kan. Kita SMA dia jomblo, kuliah aja sampai semester delapan baru dia pacaran. Wajar kan kalau dia over bahagia." Ucap Dessy.


"Iya des, aku paham tapi aku gak mau dia berlebihan begitu, aku takut des dia sakitnya juga berlebihan kedepannya. Kamu kan udah pengalaman soal hubungan, kamu tau kan dalam hubungan itu bisa gagal, aku gak mau kalau dia gagal dia sakit hatinya parah. Kalian tau betul dia sepolos apa." Jawab Ikram.


"Iya aku ngerti kok kamu khawatir, tapi jangan gitu lagi ya Kram. Kalau kita mau negur Hana coba pelan-pelan aja, yang lembut kita gak pernah keras atau kasar sama dia. Jangan sampai dia semakin salah paham lebih dalam sama kita." Dessy mencoba untuk menenangkan dan menasehati Ikram.


"Iya, iya, nanti aku minta maaf sama Hana." Jawab Ikram lembut.


"Baguslah kalau begitu." Ucap Dessy.


"Udah beres kan masalahnya, yok lah kita pulang udah malam ini." Ucap Nara.


Mereka pun langsung bergegas beberes untuk pulang. Ikram semakin kepikiran dengan Hana, Ikram merasa bersalah karena sedikit keras kepada Hana. Bagaimana Ikram tidak merasa bersalah, selama mereka berteman ini pertama kalinya Ikram marah keras dan seserius itu.


Sikap Ikram yang seperti itu semakin membuat Dessy dan Nara yakin bahwa sebenarnya Ikram memiliki perasaan lain kepada Hana.

__ADS_1


Bersambung..


Terimakasih untuk teman-teman yang sudah setia menunggu dan membaca cerita saya, saya mohon maaf untuk beberapa hari ke depan tidak dapat update. Karena saya harus operasi, semoga teman-teman semua sabar dalam menunggu update cerita dari saya.


__ADS_2