
Coklat hangat sudah tersaji di atas meja Hana, Ikram membiarkan Hana seperti itu karena memang ingin memberi waktu kepada Hana. Selain itu Ikram juga masih bersiap untuk membuka kafenya, tak lama dari kedatangan Hana, Dessy dan Nara juga sudah sampai di kafe Ikram dan akhirnya kafe Ikram di buka setelah kedatangan keduanya.
Karena hari ini yang bekerja sebagai waiters hanya Dessy dan Nara jadi mereka bisa langsung menghampiri Hana setelah berganti pakaian kerja. Karena jika ada karyawan lain, mereka segan bersantai-santai padahal Ikram sendiri tidak mempermasalahkan hal itu.
"Han, kenapa kok lesu banget gini???" tanya Nara.
"Iya, tumben lesu, biasanya berapi-api, berbunga-bunga sampai susah di bilangin." Ucap Dessy menambahi.
"Wee aku kesal sama teman kampusku yang satu kos denganku, aku kesal banget sama Ratih, tapi aku gak mau nuduh atau berprasangka sama dia. Siapa tau dia iseng mau ngerjain aku yakan." Jawab Hana.
"Emang kenapa sih, coba ceritain dulu biar kami bisa tau." Ucap Dessy.
"Nih lihat nih.." Hana menyodorkan handphone dan record sleep call nya dengan Dhito. Namun Hana mempercepat sampai pada kejadian itu.
Tampak dari wajah Dessy dan Nara yang sedikit kaget melihat rekaman video itu, tanpa mereka berdua sadari Ikram juga berada di belakang mereka dan mengamati hal yang sama. Dessy dan Nara mencoba mengulang beberapa kali sampai akhirnya Ikram berbicara.
"Oh ini yang buat tuan putri jadi kesal dari tadi." Celetuk Ikram.
Hana langsung memanyunkan bibirnya dan melihat ke arah Ikram. Tidak ingin membuat Hana semakin badmood Ikram langsung mematahkan prasangka para wanita yang sedang bersamanya.
"Biasa kali tuan putri, seorang teman begitu, iseng aja kali dia untuk bahan ledekan. Ntar juga keluar tuh yang di fotonya di grup kalian tunggu aja. Gausah overthinking deh ah" ucap Ikram sambil mengacak rambut Hana.
"Iya kali Han, iseng dia mau isengin kamu tunggu aja dan lihat aja dulu. Semoga apa yang kamu khawatirkan salah." Ucap Dessy menenangkan Hana.
Mendengar perkataan sahabat-sahabatnya Hana memutuskan untuk mengamati dan melihat apa yang sebenarnya ingin dilakukan Ratih. Hana juga gak mau dia sampai berpikiran negatif kepada sahabatnya sendiri.
Hana, Dessy, Nara dan Ikram mengobrol dan bercanda sembari menunggu pelanggan kafe datang. Karena memang biasanya kafe ramai di jam dua siang sampai jam delapan malam. Dan selalu sepi di jam 11 sampai jam 1 siang.
Sudah sangat lama Hana tidak berkumpul dengan teman-temannya, Hana berencana menghabiskan waktu di kafe sampai jam lima sore sembari menunggu teman kosnya menyelesaikan urusan mereka di kampus.
"Jadi Han kapan kamu sidang??" tanya Ikram.
"Aku dapat jadwal bulan sebelas akhir di antara tanggal 27 dan 28 Kram." Jawab Hana.
"Beneran akhir bulan ya, tapi masih lama ya sekitar dua bulan lagi." Celetuk Nara.
__ADS_1
"Iya Ra" ucap Hana.
"Jadi gimana Dhito, datang gak dia???" tanya Dessy.
"Belum tau des, aku belum bilang Dhito nanti aku bilang ke dia rencananya." Jawab Hana.
"Oh begitu" Ucap Dessy.
Pelanggan pun akhirnya satu per satu berdatangan, untuk mengisi waktu luang Hana menjadi pekerjaan part time sukarela disana. Walaupun Hana sukarela tapi Ikram selalu membayar Hana dengan makanan dan bahkan tiket nonton mereka bersama.
...****************...
Hari ini, hari yang cukup melelahkan bagi Hana, sampainya di kos Hana sudah mendapati Mila berbaring sembari memainkan handphonenya.
"Lama banget pulangnya, sibuk di kafe ya Han??" tanya Mila.
"Iya La, tadi kafe lumayan rame. Oh iya aku udah dapat jadwal sidang tapi di bulan 11 akhir La." Ucap Hana.
"Lama amat ya akhir bulan, tanggal-tanggal berapa tuh kira-kira Han." Ucap Mila.
Sebenarnya Hana malas sekali membahas Ratih, namun karena penasaran Hana pun menanyakan Ratih pada Mila.
"Ratih mana La??" tanya Hana.
"Katanya tadi dia balik ke rumahnya, lusa baru balik lagi ke kos Han." Jawab Mila.
"Kok tumben tiba-tiba gini.." Ucap Hana sedikit keheranan.
"Gak tau tuh bocah, random banget dia hari ini, aneh lagi tingkahnya." Ucap Mila menambahi.
Mendengar perkataan Mila bukannya menenangkan Hana, namun menambah pemikiran negatif Hana terhadap Ratih. Namun Hana tidak menceritakan hal tersebut kepada Ratih, karena Hana mau mengumpulkan bukti yang benar-benar nyata. Hana sama sekali tidak mau menuduh Ratih tanpa ada bukti yang kuat dan nyata untuk lebih meyakinkan Hana dan Mila.
Memendamnya dari Mila sudah cukup sulit bagi Hana, namun Hana tetap menahan diri untuk tidak bercerita agar tidak terjadi kesalahpahaman besar akibat pemikirannya sendiri. Hana bebersih dan menenangkan dirinya dengan cara mandi dan makan, makanan yang dia inginkan hari ini.
Di kamar mandi Hana memesan beberapa makanan, Hana juga menanyakan kepada Mila apa yang hendak Mila pesan. Setelah mandi Hana dan Mila makan sembari menonton drama kesukaan mereka.
__ADS_1
Hubungan Hana dan Dhito pun berjalan sangat baik, mereka selalu menukar kabar. Dhito yang sibuk tidak pernah lupa untuk menghubungi Hana. Begitu juga pun Hana yang terkadang suka tiba-tiba menelepon Dhito.
Suatu Hari Dhito dengan tiba-tiba menelepon Hana sepulang kerja sambil mengendarai sepeda motornya. Dhito meminta Hana menemaninya di perjalanan, Hana pun menurutinya. Sejak itu Hana selalu menemani Dhito dan menelepon Dhito terlebih dahulu sebelum Dhito meneleponnya. Mereka sangat menikmati hubungan jarak jauh mereka, walaupun sama sekali belum pernah bertemu namun ajaibnya Hana semakin hari semakin menyukai dan menyayangi Dhito. Begitu pun Dhito terhadap Hana.
Baru kali ini Hana mencoba hubungan jarak jauh, ternyata tidak seperti yang Hana pikirkan. Hana juga tidak menyangka bahwa dirinya lebih excited dengan hubungan jarak jauhnya dari pada hubungan yang biasa di jalin. Kali ini Hana yakin pada dirinya bahwa dia bisa bertahan dengan Dhito.
Telepon Hana berdering sebuah panggilan dari kekasih hati, dengan senyum sumringah Hana langsung mengangkat telepon Dhito dan berbaring di kasurnya. Hana dan Dhito saling bercanda dan bercerita tentang apa yang mereka lewati hari ini. Hal rutin yang tidak pernah terlewatkan oleh mereka.
"Sayang, aku sudah dapat jadwal sidangku." Ucap Hana.
"Kapan yang??" tanya Dhito.
"Akhir bulan sebelas yang, antara tanggal 27 atau 28." Jawab Hana.
"Oh begitu, yang abang gak bisa janji ya bisa datang atau enggak di sidang kamu. Soalnya abang libur di pertengahan bulan dua belas." Ucap Dhito dengan lirih.
"Iya sayang gakpapa, jangan di paksain toh bulan dua belas kan abang pulang di situ saja kita rayakan bersama sama anniversary hubungan kita yang ke setengah tahun." Jawab Hana, walaupun sebenarnya Hana sedikit kecewa. Harapan Hana ada pendamping saat sidang pupus sudah karena Dhito sepertinya memang benar tidak bisa meluangkan waktunya.
Sedikit kecewa namun tidak mengurangi rasa suka dan sayang Hana terhadap Dhito. Namun tetap saja ada harapan kecil di hati Hana bahwa Dhito akan memberinya sebuah surprise di hari sidangnya.
Bersambung..
Ilustrasi Pemeran Utama
Hana Christy Shalom
Ikram Cahya
Ardhito Hasiholan
__ADS_1
Semoga ilustrasi pemeran dalam novel ini sesuai dengan bayangan teman-teman ya. Terimakasih sudah mampir dan baca cerita saya. Dukung terus karya saya ya teman-teman.