
Hari sidang Hana akhirnya pun hampir tiba, hari ini tepat H-1 sidang Hana. Hari yang sangat-sangat di tunggu oleh Hana dan keluarganya. Hana tidak pulang ke rumah, karena dia tidak mau repot di hari sidangnya, namun Hana sendiri tidak tau kalau papa dan mamanya pulang dan akan menghadiri sidangnya.
Malam ini Hana sibuk mempelajari dan membaca ulang hasil skripsi yang ia tulis. Hana sangat gugup, namun teman-temannya percaya dan yakin Hana tidak akan mengalami kesulitan saat ia menjelaskan, karena memang bidang yang Hana tekuni sangat ia sukai dan cintai. Bahkan Hana sudah menghasilkan uang dengan bekerja freelance selama dia berkuliah.
Handphone Hana berdering, sebuah panggilan dari sang kekasih. Dengan cepat Hana mengangkat telepon itu.
"Halo bang, sudah sampai kos kah??" tanya Hana.
"Sudah, kamu gimana persiapannya untuk besok yang??" tanya Dhito kembali.
"Ini aku lagi belajar yang" jawab Hana.
"Baguslah, oia yang maaf ya besok abang gak bisa datang ke sidangnya kamu. Karena udah mau libur bulan dua belas jadi abang harus kejar target tahun ini. Gakpapa kan sayang??" Ucap Dhito merasa tidak enak kepada Hana.
"Gakpapa bang, sama-sama kita berusaha untuk masa depan kita ya. Abang disana kerja, aku disini berusaha buat lulus." Ucap Hana sembari tersenyum sumringah.
"Makasih ya sayang udah ngertiin keadaan abang, semangat untuk besok ya. Lanjutin lah belajarnya, tidurnya jangan larut banget ya besok kamu jadi gak fokus kalau kurang tidur." Dhito memberi sedikit nasehat untuk Hana.
"Siap bos, bye, Love you sayang.." jawab Hana.
"Love you to sayang" sambung Dhito.
Tidak hanya Dhito, Ikram pun mengirim sebuah pesan untuk menyemangati Hana. Begitu pun dengan papa dan mamanya, setelah selesai belajar mama dan papa Hana menelepon Hana dengan panggilan video. Kedua orangtua Hana sudah mengetahui hubungan Hana dan Dhito, keduanya juga tidak menyampaikan keberatan apapun Hana jadi semakin terbuka kepada keduanya.
__ADS_1
Hana memberitahu ke papa dan mamanya bahwa Dhito tidak dapat hadir di hari sidangnya layaknya seperti mama dan papanya.
"Mama, papa gak bisa hadir besok kan, Dhito juga gak bsa datang besok. Tega amat sih gadak yang nemani aku." Sindir Hana.
Hana sama sekali tidak mengetahui dan sadar bahwa mama dan ayahnya sudah pulang dna sedang berada di kamar mereka. Sepertinya Hana lupa karena akan suasana dan warna kamar mama, papanya karena memang sejak kuliah Hana tidak pernah masuk lagi ke kamar mama dan papanya. Di tambah lagi Hana pulang hanya seminggu sekali.
Mama dan ayah Hana pun terus ngerjain Hana, Hana sangat mudah percaya dan tidak pernah curiga pada siapapun itu sebabnya memberinya sebuah kejutan adalah hal yang sangat mudah.
"Maaf ya sayang, gimana dong kerjaan papa kamu banyak banget. Gimana mau pulang coba, gakpapa ya ini sendirian dulu nanti wisudanya kan mama dan papa hadir." Ucap Mama Hana penuh keyakinan.
"Iya deh, yaudah, Hana mau tidur dulu ya ma, pa, Love you." Ucap Hana.
"Love you more sayang mama." Jawab mama Hana.
Hana pun istirahat untuk menyambut hari yang sangat menegangkan baginya besok.
Hana mendapatkan jadwal sidang di jam sepuluh pagi, jam delapan pagi Hana sudah bersiap dan setengah sembilan sampai di kampusnya. Hana di temani oleh Mila dan Ratih mengurus hal-hal yang di perlukan Hana. Hana sudah melupakan kejadian dimana Ratih memotret Hana dan Dhito saat sedang video call. Walaupun ada kecurigaan Hana karena Ratih sampai saat ini tidak membahas apapun, namun semua Hana simpan seorang diri saja, kali ini Hana membiarkan hal itu berlalu begitu saja.
Hana mendapatkan banyak sekali dukungan dan semangat dari orang-orang sekelilingnya, hal tersebut membuat Hana semakin percaya diri. Hana sangat bersyukur di kelilingi orang-orang yang baik, tulus dan selalu mendukungnya untuk maju.
Sidang Hana pun tiba, saat Hana memasuki ruangan Ikram, Dessy, Nara dan kedua orangtua Hana mulai berkumpul menyiapkan surprise untuk Hana. Namun benar saja, Dhito sang kekasih tidak dapat hadir di hari bersejarah dalam hidupnya.
Sidang Hana berjalan sangat lancar dan cukup cepat, begitu Hana keluar ruangan dan dinyatakan lulus, Hana sangat terkejut melihat mama dan ayahnya di hadapannya dengan membawa hadiah untuknya.
__ADS_1
"Mama, papa, katanya gak bisa datang." Ucap Hana sembari berjalan menghampiri mama dan ayahnya, Hana langsung memeluk mereka dengan erat.
Dari luar Hana tampak baik-baik saja selalu di tinggal kerja dengan kedua orangtuanya namun siapa yang tau isi hati seseorang. Ternyata Hana sangat merindukan kedua orangtuanya, begitu memeluk mama, tangisan Hana pecah.
Semua yang ada disana terbawa suasana sedikit terharu dengan sikap Hana yang sangat merindukan mama dan ayahnya.
"Loh loh kakak kok nangisnya begini lihat mama, ini antara lihat mama dan karena Dhito gak datang nih pasti." Goda mama Hana.
Spontan semua yang berada disana tertawa kecil mendengar perkataan ibu Hana. Hana yang masih menangis belum bisa membalas perkataan ibunya. Hana hanya memukul kecil lengan ibunya.
"Kram lihat ini teman kecilmu, sudah dewasa dia sudah punya pacar. Pacarmu mana, kenalilah ke om." Celetuk ayah Hana yang berhasil membuat Hana dan lainnya jadi tertawa.
"Oalah om, susah kalau ngenalin nya sekarang belum enak panggilannya, nanti ya setelah tunangan biar bisa di panggil calon istri." Jawab Ikram sedikit bercanda.
Suasana pun akhirnya cair, Hana mendapat banyak hadiah dari sahabat-sahabatnya. Hana juga banyak mendapat selamat dari senior dan junior di kampusnya. Walaupun tidak terkenal namun Hana lumayan di sukai di kampusnya terutama di jurusannya. Sikap Hana yang apa adanya, polos dan ceria membuat siapapun di dekatnya akan merasa terhibur.
Setelah selesai berfoto bersama teman-temannya dan semua yang hadir di sidangnya, satu persatu pergi melanjutkan aktivitasnya. Hana, Ikram, Dessy, Nara, Mila, Ratih dan kedua orangtuanya memutuskan untuk pergi ke kafe Ikram. Ikram memang sudah berencana membuat makan malam di kafenya untuk Hana. Jadi walaupun kafenya tutup, Ikram tetap meminta para pekerjanya untuk datang di jam satu siang.
Begitu mereka sampai, mereka sudah di sambut oleh para pekerja Ikram, disana Ikram ternyata juga sudah mendekorasi kafenya untuk menyambut Hana. Terlihat sebuah kata-kata khusus untuk di Hana di dekat meja tamu yang biasanya di tempati Hana saat berkunjung di kafe Ikram.
Melihat hadiah dari Ikram Hana terharu, Hana langsung memeluk Ikram untuk mengucapkan terimakasih. Namun jangan salah paham pelukan Hana ke Ikram memang terlihat seperti adik yang memeluk kakak laki-lakinya. Kedua orangtua Hana yang sudah terbiasa menyaksikan hal itu tidak terkejut lagi, namun ternyata hal itu tidak biasa bagi Mila dan Ratih.
Keduanya cukup terkejut dengan sikap Hana, namun keduanya juga berusaha biasa aja karena tanggapan dari sahabat Hana serta keduanya orangtuanya sudah seperti terbiasa dengan perlakuan keduanya. Tidak lupa Hana juga menelepon Dhito walaupun di tidak dapat hadir disana.
__ADS_1
Hari ini Hana sangat menikmati perayaan untuknya, walaupun baginya masih kurang karena ketidakhadiran Dhito namun Hana sangat bersyukur di kelilingi orang-orang yang sangat menyayanginya.
Bersambung..