Terbelenggu Asmara

Terbelenggu Asmara
Episode 18


__ADS_3

Sepulang Hana Ibadah, Hana sudah melihat mobil Ikram diparkiran di depan gedung gereja. Hana berlari kecil dan langsung menghampiri Ikram. Melihat Hana berlari kecil menuju ke arahnya, Ikram langsung membuka kaca mobilnya.


Sesampainya Hana di samping mobil Ikram dan hendak membuka pintu, Ikram berkata," ngapain sih lari begitu, jatuh ntar malu."


Hana langsung merubah tatapannya menjadi kesal, Hana masuk ke dalam mobil Ikram dan sedikit menggerutu.


"Bukannya di bilangin awas jatuh, malah di doain jatuh sahabatnya." Ucap Hana sedikit berbisik.


"Hei, aku gak ada ya doain kamu jatuh, aku cuma bilang kalau jatuh malu ntar." Ikram mengoreksi kata-kata Hana.


"Ya sama aja kan, itu namanya doain aku jatuh." Ucap Hana semakin ngotot ke Ikram.


"Bedalah, kalau doain tuh begini. Semoga aja jatuh biar malu." Jawab Ikram.


"Begitu tuh kalau doain" tambahnya.


"Udah ah, buruan jalan ke toko aku mau beli tas, tapi aku laper kita makan dulu." Ucap Hana.


"Memang gak jelas.." Gerutu Ikram.


"Udah ikut aja gausah bawel." Ucap Hana sembari merapikan makeup nya.


Ikram langsung melajukan mobilnya, Entah mengapa semenjak Ikram marah kepada Hana, Hana dengan sadar mengurangi intensitasnya menelepon Dhito di depan Ikram. Hana sebisa mungkin hanya chattan dengan Dhito saat bersama Ikram. Karena ternyata perkataan Ikram sedikit membekas di pikiran Hana.


Sesampainya mereka di mall, mereka berdua makan di tempat biasa mereka dulu nongkrong saat SMA. Di tengah makan mereka Ikram memulai pembicaraan yang cukup serius dengan Hana. Sampai Hana sendiri bingung menjawabnya, karena Hana tidak mau sahabat-sahabatnya khawatir padanya.


"Gimana pacar kamu Dhito, dia baik gak sama kamu??" tanya Ikram.

__ADS_1


"Baik kok, aku bahagia." Jawab Hana.


"Beri aku contoh kebaikan dia sama kamu, sampai kamu bisa bilang dia baik." Ucap Ikram.


"Kenapa harus pake-pake contoh sih.." Hana menggerutu.


"Jangan tutupi kesalahan atau perlakuan seseorang kalau hati kamu aja merasa itu gak benar. Jangan memaklumi orang yang kamu anggap pacar, padahal bertemu aja belum tapi sudah takut mengeluarkan pendapat." Ucap Ikram mengingatkan agar Hana berprilaku bijaksana, tidak sembarangan dengan hati dan dirinya sendiri.


"Iya, iya, dia baik karena memang memperlakukanku dengan baik sampai hari ini dia masih sama memperlakukanku dengan baik. Tidak menyinggung hal aneh yang akan merugikan mental dan tubuhku. Dia juga hangat bagiku Kram, perhatiannya, bercandaannya hangat di hatiku. Dan aku benar-benar bahagia sampai hari ini bersamanya." Jawab Hana dengan mata yang berbinar saat mulai menceritakan sosok Dhito kepada Ikram.


Dengan melihat mata Hana yang berbinar saat menceritakan Dhito membuat Ikram yakin Hana benar-benar bahagia. Ada kelegaan di hati Ikram dengan melihat Hana yang berkata jujur kepadanya.


"Syukurlah kalau begitu, jadi kapan kalian bertemu??" tanya Ikram.


"Bulan dua belas ini dia akan pulang ke Sumatera, jadi dia akan langsung singgah dan natal bareng aku baru setelah tahun baru di tanggal tiga dia baru pulang ke rumahnya. Dia berencana begitu." Jawab Hana.


"Tenang kan ada video call, lagian lima bulan itu gak lama tau. Setahun saja cuma sebentar kan." Ucap Hana.


Ikram ikut tersenyum melihat sahabatnya tersenyum saat bicara dengannya. Karena gemes melihat Hana, tanpa berpikir Ikram langsung mengacak rambut Hana.


"Aduh, adikku sudah besar ternyata." Ucap Ikram mengacak rambut Hana.


"Ikram.." gerutu Hana sedikit berbisik sembari merapikan rambutnya.


Setelah selesai makan mereka langsung pergi mencari tas yang akan dikirimkan Hana untuk Dhito. Tadinya setelah mendapatkan tasnya Ikram memberi saran untuk langsung di packing dan dikirim namun Hana menolaknya. Hana mau packing dan mengirimnya sendiri dengan baik. Ikram sebagai sahabat hanya bisa memberi saran namun tidak mau memaksa sahabatnya. Hana sosok yang romantis, dia suka mengirimkan sesuatu dengan menulis surat di dalamnya.


...****************...

__ADS_1


Pukul setengah dua siang Hana sudah sampai di kosnya, minggu ini Hana memang tidak pulang ke rumah karena Ratih dan Mila juga tetap stay di kos. Hana sudah mendapat restu ibunya untuk berpacaran dengan Dhito, Saat pertama kali mengenal Dhito, Hana langsung meminta pendapat ibunya. Syukurnya Hana mendapat sambutan baik dari ibunya, Hana bahkan sudah menceritakan mengenai pekerjaan yang dilakukan Dhito. Ibu Hana hanya berpesan, agar Hana tidak memaksa kalau memang sudah tidak lagi suka atau bahagia. Namun selagi Hana bahagia ibu Hana akan merestui setiap hubungan yang mau Hana mulai.


Namun Hana belum berani terbuka kepada sang ayah, ayah Hana tipe ayah yang serius dan tidak banyak bicara. Hana sedikit segan dan takut jika harus memulai pembicaraan kepada ayahnya. Hana lebih cenderung menyampaikan hal yang ingin Hana bicarakan dengan ayahnya melalui sang ibu.


Dengan perasaan yang bahagia Hana mulai merangkai kata-kata manisnya sebelum membungkus barang yang hendak dia kirimkan kepada Dhito. Hana menulis surat cinta untuk pertama kalinya setelah hampir enam tahun Hana single. Apapun yang menyangkut Dhito berhasil membuat Hana berbunga-bunga, baru kali ini Hana jatuh cinta dengan hebatnya kepada seseorang.


Mila menghampiri Hana yang sedang asik di kasur sembari tersenyum sendiri.


"Lagi apa tuh, dari tadi kok senyum-senyum sendiri." Ucap Mila sembari mengintip apa yang dilakukan Hana.


Hana yang sadar Mila mengintip langsung menutup kertas yang sedang dia tulis menggunakan bantal.


"La, jangan gitu, aku malu. Gak boleh lihat-lihat La." Ucap Hana sembari menutupi surat cintanya dan menatap Mila sahabatnya.


"Ya ampun Han udah tahun berapa ini, harus ya pake-pake surat cinta segala." Ucap Mila meledek Hana.


"Biarkanlah, aku mau nulis surat cinta biar beda dari yang lain. Biar berkesan di hati Dhito." Ucap Hana dengan senyum khas nya.


"Wajah mungil, kayak anak-anak, tapi jiwa kayak anak tahun 80-an heran aku." Gerutu Mila.


Hana tidak menanggapi perkataan sahabatnya itu, dia asik tenggelam dalam merangkai kata-kata untuk Dhito sang kekasih.


Akankah Dhito semakin terpesona, atau malah menganggap kepribadian Hana membosankan??


Bersambung..


Ikuti terus ceritanya ya teman-teman, terimakasih untuk semua teman-teman yang masih sabar menunggu update cerita dari saya.

__ADS_1


__ADS_2