
Hana mengirim sebuah hadiah untuk Dhito tanpa memberitahu Dhito terlebih dahulu, karena memang Hana ingin memberi sebuah kejutan untuk Dhito. Yang tau bahwa Hana mengirimkan sebuah hadiah hanya Mila dan kekasih Mila yang memang teman kerja dari Dhito.
Hadiah yang di kirimkan Hana sampai di kos pacarnya Mila terlebih dahulu, pacar Mila yang akan memberikan hadiah ke Dhito sebagai kejutan. Namun Mila juga mengirimkan hadiah untuk pacarnya, jadi ada alasan lain bagi Hana sebagai penjelasan ke Dhito nantinya.
Empat hari sudah berlalu, hari ini paket Hana sudah sampai di kos pacarnya Mila saat jam makan siang. Pacarnya Mila mengajak Dhito bertemu di salah satu kafe tempat mereka anak perantauan biasa berkumpul bersama. Hana juga meminta tolong kepada Mila dan pacarnya Mila untuk melakukan panggilan video call saat pacar Mila memberi hadiah ke Dhito. Pacar Mila bernama Abraham, biasa di panggil Bram.
Tepat pukul 19.30 wib Bram dan Dhito sudah sampai di kafe, Bram memberitahukan hal itu kepada Mila, Mila pun langsung video call Bram. Hana dan Mila sengaja tidak bersuara saat handphone Bram di arahkan ke Dhito.
"Ngapain sih kau" Ucap Dhito ke Bram karena risih melihat Bram mengarahkan handphone ke arahnya.
"Lagi video call sama pacarku lah, nih ada titipan dari Hana." Ucap Bram sembari meletakkan hadiah Hana di meja tepat depan Dhito.
Hana yang memang ikut video call dan melihat reaksi Dhito yang tersenyum merona membuat hati Hana juga ikut deqdeqan. Hana jadi takut apa yang dia berikan tidak sesuai dengan selera Dhito.
Saat itu tanpa di minta Dhito langsung membuka hadiahnya sembari bicara dengan Bram.
"Kok bisa ada di kau ni hadiah??" tanya Dhito penasaran.
"Pacarku juga ngirim hadiah ke aku, kayaknya Hana juga nitip ke Mila makanya langsung sampai di aku. Lagian manalah si Hana tau alamatmu, kalau dia nanya samaku atau samamu ya jadi gak surprise lah untukmu." Jawab Bram.
Mendengar jawaban Bram Dhito semakin tersenyum sumringah. Begitu Dhito melihat isi hadiahnya sebuah tas, Dhito terlihat sangat bahagia. Melihat Dhito yang sangat bahagia, Hana pun jadi tidak sabar dan akhirnya meminta Bram memberikan handphonenya ke Dhito.
"Bang, tolong dong kasih ke Dhito aku mau bicara sebentar dengannya." Ucap Hana.
Dhito tampak terkejut mendengar suara Hana di handphone Bram. Bram langsung memberikan handphonenya ke Dhito, Dhito pun langsung cek nama panggilan saat itu, ternyata yang memanggil adalah Mila pacarnya Bram, di situ perasaan Dhito jadi lebih tenang.
__ADS_1
Seperti tau apa yang sedang di pikirkan Dhito, Mila langsung menyeletuk, "Aku yang telepon Bram, Hana cuma numpang kok. Bukan sengaja Hana nelpon si Bram." Ucap Mila.
"Iya iya, mana pacarku." Jawab Dhito.
Hana langsung muncul di layar ponsel Bram dan berkata, "gimana, kamu suka gak??" tanya Hana.
"Suka banget, makasih yaa, kok tiba-tiba kirim tas kenapa??" tanya Dhito penasaran.
"Aku lihat tas kamu ada yang sobek waktu kita Vidcall, jadi aku beliin tas baru, maaf ya kalau mereknya gak sama tapi aku memang cari yang modelnya sama soalnya takut kamu gak suka kalau model lain. Kamu senang gak??" tanya Hana dengan excited.
"Banget, makasih ya, bentar lagi aku pulang nanti lagi ya kita sambung, aku ngobrol dulu sama Bram. Kalau aku udah sampai kos nanti kamu langsung aku telepon ya." Ucap Dhito.
Hana pun menyetujui perkataan Dhito, sembari menunggu Dhito Hana dan Mila menonton drama Korea kesukaan mereka.
...****************...
"Kok di luar sayang??" tanya Dhito.
"Mila masih nonton ntar dia ke ganggu lagi, lagian aku di depan kok yang gak jauh dari kamar kos." Jawab Hana.
Dhito pun menganggukkan kepalanya, "Sayang, makasih ya kamu udah perhatian banget sama aku. Makasih untuk tasnya, aku suka banget, kamu mau aku kirimin apa, minta aja kalau ada sesuatu yang kamu pengen ya sayang." Ucap Dhito.
"Makasih sayang tawarannya, tapi untuk saat ini aku belum pengen apa-apa kok." Jawab Hana.
Hana bukan tipe wanita yang mau minta hadiah, atau minta sesuatu kepada seseorang. Meminta uang tambahan pada ibu dan ayahnya saja Hana tidak bisa bahkan tidak mau apalagi meminta sesuatu kepada orang lain.
__ADS_1
Hana sangat suka di beri kejutan, tapi dia tidak suka kalau dia yang meminta. Dia sangat segan, malu jika meminta sesuatu kepada orang lain.
Dhito dan Hana mengobrol banyak hal, dari apa kesukaan Hana, kesukaan Dhito sampai rencana liburan mereka di hari Natal. Dhito memiliki rencana untuk pulang Natal sampai tahun baru, namun Dhito berencana merayakan Natal bersama Hana di rumah Hana.
"Sayang, tahun baru ini kamu kemana??" tanya Dhito.
"Di rumah saja sepertinya, sama mamak dan papa." Jawab Hana.
"Tahun baru ini aku pengen ketemu kamu secara langsung, kamu mau gak??" tanya Dhito.
Mendengar perkataan Dhito, Hana langsung tersenyum sumringah, namun Hana juga bingung menjawab perkataan Dhito karena baru pertama kalinya Hana akan membawa pacarnya ke rumah dan bertemu keluarganya. Karena bagaimana pun tidak mungkin Dhito menginap di hotel, di kota yang baru pertama kali dia kunjungi.
"Maulah ketemu sama kamu, ya terserah kamu, kalau kamu bisa datang dan ketemu aku, aku ya pasti mau banget dan senang banget. Tapi aku gak mau ya kalau kamu terpaksa, jangan sampai kamu terpaksa ya yang." Jawab Hana.
"Iya yang, sekali lagi makasih ya yang tasnya." Ucap Dhito.
"Iya yang sama-sama." Jawab Hana.
Dhito pun meminta Hana untuk masuk ke dalam kosnya, karena sudah semakin larut. Hana menuruti perkataan sang kekasih, di dalam kamar Hana juga mendapati Mila sedang menelepon pacarnya.
Malam itu Hana dan Dhito sleepcall dengan tetap video call. Hana tidak segan lagi kepada Mila, karena Mila juga melakukan hal yang sama. Karena lelah tak lama dari berpamitan tidur dengan Dhito dan Mila, Hana langsung tertidur pulas dan gak mendengar apapun lagi.
Hana tertidur tanpa mengetahui bahwa Ratih datang untuk tidur bersama mereka malam ini. Hana punya kebiasaan melakukan record saat dia tertidur, jika handphonenya masih menyala. Hana melakukan itu untuk dapat melihat sosok Dhito yang juga tertidur, karena saat mereka sleep call video call selalu Hana yang tertidur duluan dan tidak sempat melihat sosok pacarnya jika sedang tertidur.
Namun malam itu, Hana merekam hal yang tidak biasa, Hana mendapat suatu bukti nyata yang membuatnya memiliki perasaan yang aneh. Kira-kira apakah hal yang terjadi saat Hana tertidur.
__ADS_1
Bersambung...
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca cerita saya, semoga cerita saya dapat menghibur teman-teman semua. Jangan lupa baca cerita saya yang lainnya ya teman-teman, terimakasih 🥰.