
Seminggu berlalu dengan cepat, namun keadaan Hana dan Ikram tidak ada yang berubah. Hana menjauhkan diri dari Ikram bahkan dalam seminggu hanya dua kali bertemu Dessy dan Nara di kos Hana. Sampai saat ini di malam minggu Hana belum mau bertemu dengan Ikram, padahal teman-temannya sudah berusaha semaksimal mungkin membujuk Hana untuk berbaikan dengan Ikram. Sayang, belum ada yang berhasil membuat Hana mengalah kepada Ikram.
Ikram yang tau Hana menghindarinya mencoba memberi ruang sendiri kepada Hana sampai akhirnya Ikram sudah tidak lagi sabar dengan sikap Hana. Hari ini, tepat di hari sabtu, Ikram meminta bantuan kepada Ratih dan Mila untuk meninggalkan kos agar Ikram bisa datang dan mengobrol berdua dengan Hana.
Syukurnya kedua teman kos Hana bisa diajak kerjasama, mereka menghubungi Ikram dan memberitahukan kepada Ikram bahwa Ikram sudah bisa datang ke kos untuk ngobrol dengan Hana. Benar saja, tak lama dari kepergian Mila dan Ratih Ikram datang ke kos Hana membawa makanan dan minuman.
Sebenarnya Ikram sangat enggan membahas permasalahan mereka yang dikarenakan orang baru di dalam hidup Hana. Namun Ikram sudah memutuskan untuk menjaga jaraknya dengan Hana, gimana pun dia seorang lelaki dan Hana perempuan pasti akan menimbulkan banyak kesalahpahaman.
Di depan kamar kos Hana, Ikram mengetuk pintu dengan perlahan sembari memanggil nama Hana berulang kali.
"Tok tok tok, Han, Hana, tolong bukain pintunya dong ini aku Ikram." Ucap Ikram.
Hana yang dari tadi sudah mendengar suara mobil Ikram yang di parkir kebingungan dengan kedatangan Ikram. Sama halnya dengan Ikram, Hana juga sangat malas membahas keributan mereka kemarin. Tak lama dari Ikram mengetuk pintu kos Hana, Hana langsung membuka pintu kamar kosnya.
"Ada apa kamu kemari??" tanya Hana dingin kepada Ikram.
"Aku males kita diaman terus begini, kasihan Dessy dan Nara selalu mikirkan kita dan pengen kita baikan. Aku mau masalah kita selesai Han, emang kamu mau begini terus." Jawab Ikram menatap lekat mata coklat Hana.
Hana menghela nafasnya dan keluar mengajak Ikram bicara di ruang tamu yang memang di sediakan pihak kosan untuk tamu yang datang. Begitu mereka duduk Ikram mengeluarkan makanan dan minuman yang dia bawa untuk mereka berdua.
"Tuh minum dulu, biar gak panas." Ucap Ikram.
__ADS_1
Tanpa menjawab perkataan Ikram Hana langsung meminum, minuman yang diletakkan Ikram di atas meja. Tanpa basa basi, Ikram langsung mengatakan niatnya kepada Hana.
"Aku minta maaf kalau kata-kataku ada yang keterlaluan. Bukannya aku gak mengingat kesalahanku, tapi aku gak terlalu mengingat apa yang aku katakan ke kamu saat aku dalam keadaan emosi dan sepertinya cukup menyakiti kamu. Aku minta maaf karena untuk pertama kalinya aku gak bisa menahan perkataanku ke kamu." Ucap Ikram.
"Sudahlah lupakan saja, aku udah lama kok maafin kamu, tapi kamu kan tau gimana aku kalau ngambek sama kalian. Makasih udah mau datang temui aku untuk selesaikan kesalahpahaman kita." Jawab Hana.
"Syukurlah kalau gitu, makan malam di luar yok mumpung masih jam tujuh malam. Sekalian ajak Dessy dan Nara, karena sebenarnya mereka sedang ada di mobil sekarang." Ucap Ikram.
"Ya sudah ayo, tapi jam sembilan malam antar aku ke kos ya. Aku gak permisi ke pacarku, jam sepuluh malam nanti dia bakal telepon aku. Ntar kami berantem kalau tau aku di luar semalam itu." Hana memberi penjelasan kepada Ikram.
Ikram sangat tidak setuju dengan pernyataan yang baru saja di lontarkan Hana, namun karena tidak ingin bertengkar lagi, Ikram memendam perkataan yang sangat ingin dia katakan ke Hana. Kali ini Ikram mencoba mengalah dan tidak ingin ikut campur dengan masalah percintaan sahabatnya itu.
"Iya Han, baiklah." Jawab Ikram singkat, dan mereka langsung pergi menuju parkiran.
Kali ini mereka tidak makan di kafe Ikram, mereka makan di restoran ala Jepang, mereka makan ramen bersama. Dessy dan Nara sangat bahagia melihat kedua temannya sudah berbaikan, namun tetap saja Nara merasa bahwa sikap Ikram sudah berubah drastis sejak hari itu.
Ikram tidak terasa hangat seperti biasanya, lebih cenderung hampir cuek dan dingin. Entahlah, itu hanya perasaan Nara atau memang mereka semua merasakan hal yang sama. Namun hari itu Nara tidak ingin membicarakan prasangka yang dia rasakan tentang Ikram. Nara berusaha agar aura Ikram yang mencekam itu tertutupi dengan keceriaan mereka bertiga.
Begitu sampai di tempat makan, mereka ngobrol dengan asiknya, saling berbincang dan bercanda. Malam ini acara makan malam mereka cukup membuat suasana jadi terobati. Yang tadinya sedikit mencekam lama-lama ternyata mencair juga. Di tengah obrolan dan candaan yang sudah habis, Hana meminta bantuan ke Ikram.
"Kram besok kan minggu, kamu buka kafe gak??" tanya Hana.
__ADS_1
"Rencana enggak, kayaknya aku mau istirahat deh, sekalian kasih off ke anak-anak juga seminggu ini rame terus soalnya. Emang kenapa??" Jawab Ikram, yang kembali memberi pertanyaan ke Hana.
"Besok temani aku yok nyari tas, tas cowok soalnya makanya aku ajak kamu. Kamu tingginya 175 kan, cowokku tingginya sama kamu. Mau ya temani aku besok." Pinta Hana dengan lembut.
"Pacaran baru mau jalan dua bulan, udah beli ini itu, kenapa sih Han kok buru-buru banget??" tanya Ikram dengan lembut.
"Aku kemarin video call sama Dhito, aku lihat sekilas tasnya udah agak robek, aku jadi pengen beliin dia tas Kram." Jawab Hana.
"Ulu ulu, Hana kita perhatian banget ya" Ucap Dessy mencairkan suasana.
"Udahlah Kram temani sana gih besok, ntar sahabatmu ini jalan sendirian loh. Kalau di culik gimana." Bujuk Nara agar Ikram sedikit luluh.
Hana menatap Ikram dengan memasang wajah dan senyum manisnya. Lesung pipi di sebelah kiri pipi Hana membuat siapapun pasti akan luluh di hadapannya.
Ikram menghela nafasnya dan berkata, "Iya iya, baiklah, besok pulang kamu ibadah kan. Aku jemput kamu aja di gereja." Ucap Ikram.
Hana tersenyum puas mendengar jawaban dari Ikram, Hana tersenyum dan kembali menghabiskan cemilannya. Ikram sedikit cemburu dengan perhatian Hana yang terlalu berlebihan ke Dhito. Entah mengapa Ikram merasakan kecemburuan yang selalu membuatnya ingin marah ketika mendengar nama Dhito. Sepertinya hanya Ikram yang tidak tau bahwa dia memiliki perasaan lebih terhadap Hana.
"Udah selesai belum makannya, udah jam mau jam sembilan ini. Soalnya tadi ada yang minta pulang jam sembilan." Ucap Ikram setengah menyindir.
Karena semua sudah selesai makan, Hana langsung mengajak semua teman-temannya untuk pulang. Hampir saja Hana lupa bahwa dia harus sudah ada di rumah sebelum jam sepuluh malam.
__ADS_1
Bersambung..
Akankah percintaan Hana dan Dhito bisa terus berlanjut?? Ikuti kisahnya terus ya teman-teman ❤️. Maaf ya teman-teman liburnya terlalu lama, saya sudah pulih makanya bisa kembali menulis karya. Terimakasih sudah mau menunggu dengan sabar ya teman-teman.