Terhina di keluarga suami

Terhina di keluarga suami
Bab 25


__ADS_3

P.O.V Hendra


Sebenarnya sejak pertama Lisa pergi dan aku jatuhkan Talah pada nya, aku ingin menyusul Lisa dia pasti berada di rumah pamannya tetapi ketika aku akan pergi mamah selalu menghalangi dan berbicara yang tidak-tidak tentang Lisa sehingga aku pun mengurungkan niatku.


Aku juga berfikir kalau Lisa butuh untuk menenangkan pikiran dan hati nya nanti suatu hari dia pun akan kembali lagi ke rumah ini tetapi bukan surat pengadilan yang aku harapkan.


Entah berapa lama aku menantikan balasan yang Lisa kirim untukku sampai tak terasa aku terlelap tidur handphone yang sedari tadi aku genggam pun terlepas dari genggaman tangan.


Dering ponsel yang sejak tadi aku tunggu pun mengusik tidurku ternyata yang mengirimi ku pesan adalah Lisa, aku pun langsung terduduk dan bersandar di tempat tidur dengan senyum yang mengembang karena Lisa mau membalas pesanku.


(Maaf tak ada lagi yang perlu kita bicarakan mas, semua nya sudah jelas dan aku pun sudah mengerti di mana posisi ku di hati dan keluarga mu) balasan Lisa yang membuat kantuk ku tadi masih bergelayut hilang sirna seketika membaca pesan yang di kirim oleh Lisa.


(Lis hayo lah bukannya manusia itu tempat nya salah dan dosa? Jadi mas mohon maafkan mas Lis) ucapku membalas pesan Lisa.


(Bukankah di dalam agama kita juga harus saling memaafkan dek?)


(Iya memang benar kita harus saling memaafkan mas tetapi kita juga di ajarkan harus menghargai seorang istri mas?)


(ayo lah Lis mas mohon jangan keras kepala begini mas akui mas salah karena terlalu percaya omongan mamah dan membuat kamu jadi sakit hati tetapi bukankah kita bisa memulainya dari awal?)


(Maaf mas mungkin ini yang terbaik untuk aku dan mas sendiri dan aku mohon mas jangan mempersulit persidangan nanti)


Aku membaca pesan yang di kirim Lisa pun menjadi sangat frustasi membaca nya dengan apa lagi aku harus meyakinkan lisa karena menurutku hanya Lisa yang bisa mengurus aku, rumah dan keluarga ini tetapi kenapa sekarang Lisa sangat keras kepala bagaimana lagi aku harus membujuknya.

__ADS_1


Apa sekarang cinta mu sama aku udah hilang Lis? Secepat itu kah? Dulu aku dengan mudah nya meminta maaf padamu dan kamu juga akan mudah luluh kenapa sekarang kamu keras kepala Lis...


Aku seperti tak menemukan Lisa ku yang dulu, entah kemana Lisa ku itu. Aku hanya bisa menatap tak percaya saat ini pada perubahan sikap Lisa apa sedalam itu luka yang aku torehkan kepada mu Lis.


***


seperti hari biasa nya aku berangkat kerja tetapi hari ini ketika jam istirahat kantor aku nongkrong di restoran sebrang tempatku bekerja dan tak sengaja bertemu dengan Lulu disana.


"Hai mas..." ucap nya ketika aku sedang melamun memikirkan nasib keluarga ku kedepan, aku pun menoleh mendengar suara yang tak asing bagi ku


"o hai lu ..,." ucap ku ketika menoleh melihat siapa orang yang telah menepuk pundak ku


Semenjak Lisa keluar dari rumah aku pun mulai intens dekat dengan Lulu dan hari ini kami memang janjian di restoran ini hanya untuk mengobrol kalau hal lain pun kami bisa janjian di luar hehehehe.


"Kamu kenapa mas? Kok kaya nya gak bergairah sekali?" ucap Lulu menatapku dengan penuh tanya.


"Tidak apa-apa kok lu, mungkin karena akhir-akhir ini aku banyak kerjaan jadi terlihat lesu" ucapku sekena nya.


"Aku boleh tanya sesuatu sama mas?"


"Boleh silahkan"


"Apa benar mas sama mbak Lisa mau cerai?" aku mengerutkan alisku darimana Lulu tau sedangkan aku tak pernah bercerita tentang perceraian ku dengan Lisa kepada Lulu.

__ADS_1


"Maaf mas bila pertanyaanku membuat mas berat menjawab nya, aku tau kalau mas dan mbak Lisa mau cerai itu dari mamah Erna, dia bercerita kalau mas dan mbak Lisa akan berpisah" ucap nya menjawab pertanyaanku tadi sedangkan aku hanya dapat menghela nafas panjang mendengar ucapan Lulu yang menyebut nama mamah.


"Iya memang benar aku san Lisa akan berpisah, Lisa sendiri yang menggugat cerai" ucapku kemudian karena percuma aku tutupi pasti mamah akan bercerita semua nya sama Lulu.


"Apa mas tak bersemangat seperti ini karena akan berpisah dengan mbak Lisa? Apa mas masih mencintai mbak Lisa? Sehingga mas berat menerima semua keputusan mbak Lisa ambil?" tanya Lulu beruntun.


Sebenar nya kalau di bilang aku masih mencintai Lisa, memang aku akui aku masih mencintai Lisa tetapi apa aku tega memberitahu kan Lulu tentang apa yang aku rasakan saat ini?


"Bukan begitu dek, aku cuma kehilangan Lisa saja karena sejak Lisa pergi aku tak ada yang mengurus, seperti sarapan, baju untuk ke kantor aja gak ada yang gosok kalau bukan aku bawa Ke loundri sedangkan kalau aku minta tolong mamah yang mengerjakan semua itu kan kasian mamah kalau harus mengerjakan semua itu" ucapku kemudian


"Iya juga ya mas kasian mamah Erna jika harus mengerjakan semua pekerjaan rumah lagian kenapa mbak Lisa gak mengkonfirmasi dulu tentang kesalah pahaman itu mas? Ya seenggak nya mbak Lisa bisa membersihkan nama baik nya kan?" ucap nya sambil memegang lembut tanganku yang berada di atas meja.


"Hm... Aku juga gak tau dek, kenapa Lisa begitu mungkin karena dia sudah termakan hasutan keluarga pamannya itu sehingga dia mengambil jalan terakhir yang menurutku tak perlu karena semua ini adalah salah paham semata"


"Sabar ya mas, mungkin mbak Lisa masih terbawa emosi dan itu semua hanya gertakan mbak Lisa saja karena hati nya kini sedang emosi. Lagian mbak Lisa selama ini juga kan bergantung dari mas, mbak Lisa dari mas nikah kan gak bekerja jadi gak mungkin kan kalau mbak Lisa akan meninggalkan mas, mau makan apa dan mau membayar pengacara pakai apa jika mbak Lisa menggugat cerai mas?"


Aku terdiam mendengar ucapan Lulu barusan, benar apa yang di katakan lulu mau pakai apa lisa membayar pengacara untuk menggugatku di pengadilan nanti dan akan Makan apa dia kalau sampai enggak sama aku? Sedangkan paman nya hanya seorang pelayan di resto dan gaji nya juga tak seberapa, sepupu nya itu sudah berkeluarga enggak mungkin kan membiayai Lisa? Monolog ku dalam hati.


"Sudah lah mas, aku gak mau lihat mas bersedih terus kaya gini mas..." ucap nya sambil terus menggenggam tanganku.


"Hm.... Mas .... Bagaimana kalau saat kita pulang ke rumah ku saja,sebagai bentuk aku menghibur kamu" ucap Lulu sambil menaik turun kan alis nya membuat senyum ku terbit karena aku tau apa yang di maksud oleh nya.


Setelah aku mengenal Lulu terkadang aku membandingkan Lulu dengan Lisa, Lulu selalu berinisiatif menawariku berhubungan suami istri sedangkan Lisa??

__ADS_1


Apa karena pekerjaan rumah yang banyak sehingga dia lelah dan tak ada tenaga lagi untuk melayani ku? Tapi bukankah itu semua tanggung jawab Lisa melayani suami dalam kamar dan pekerjaan rumah juga?


__ADS_2