Terhina di keluarga suami

Terhina di keluarga suami
Bab 27


__ADS_3

"Sudah tenang semua nya sekarang lebih baik nak Hendra menghubungi orang tua atau keluarga nak Hendra biar kita mendapatkan mufakat dalam masalah ini" ucap pak Rw yang menenangkan para warga yang sejak tadi aku dengar seperti lebah yang berdenging di belakang aku dan Lulu.


Aku pun menghubungi mamah agar segera kerumah Lulu tak lupa aku pun meminta mamah supaya kemari beserta ayah.


Sedangkan pak Dito sedari tadi menatapku penuh permusuhan dan dengan tatapan yang seperti ingin memakan ku, sejam sudah aku dan yang lainnya menunggu kehadiran orang tua ku, aku pun berharap-harap cemas takut mamah dan ayah tak kemari.


Akhirnya aku mendengar suara motor yang yang terparkir di depan rumah Lulu dan tak lama mamah dan ayah masuk memang belum terlihat wajah nya oleh ku tetapi suara nya sangat familiar ketika mengucap salam disana.


Aku mendongakkan wajah ku untuk melihat orang tua ku yang masih berada di ambang pintu masuk, wajah ibu yang terlihat cemas mungkin karena melihat wajahku yang babak belum, sedangkan ayah melihat bingung mungkin karena di sini banyak orang yang berkumpul.


"Assalamualaikum" ucap ayah sambil melangkah ke dalam rumah Lulu tetapi langkah dan mata nya terlihat linglung.


"Wallaikumsalam" ucap semua orang yang berada di dalam rumah Lulu.


"Silahkan duduk pak, Bu. Apa ini orang tua nya mas Hendra?" ucap pak RT sambil mempersilahkan ibu dan bapak ku untuk duduk di tempat yang masih kosong.


"Benar pak, ini istri saya Erna dan saya sendiri Chandra, kalau boleh tau ini ada apa ya pak?" ucap bapak


"Sebelum nya perkenalkan juga saya ketua RT disini maaf malam-malam sudah mengganggu waktu istirahat bapak dan ibu tetapi ini juga harus saya lakukan agar bisa bermusyawarah dengan orang tua nak Hendra dan mbak Lulu dengan cepat"


"Kalau mau musyawarah, ya musyawarah aja dong tapi jangan memukul wajah anak saya sampai seperti ini juga pak" ucap mamah Erna dengan sewot nya karena melihat wajahku yang babak belur.

__ADS_1


Aku pun menatap ke arah ibu agar ibu diam dan tak lagi berbicara biar tak lebih memperkeruh suasana disini.


"Begini bapak, ibu sekalian kami di sini para warga memergoki mbak Lulu dan mas Hendra sedang melakukan hal yang tidak senonoh di rumah ini. Dan kami disini ingin bermusyawarah tentang hubungan mereka agar tak menjadi gunjingan warga" ucap pak RT.


Tanpa aba-aba bapak berdiri lalu melangkahkan ke arahku dan langsung menarik kerah baju ku tanpa aku sangka bapak menamparku di hadapan banyak orang


Plaaak


Plaak


Dua tamparan mendarat bebas di pipi kiri dan kanan ku dengan sempurna tanpa bisa aku mengelak lagi.


"Apa yang kamu lakukan hend? Surat pengadilan baru kemarin terkirim ke rumah tetapi sekarang kamu melakukan hal yang sangat menjijikan seperti ini dengan perempuan lain?" ucap bapak murka, mata nya merah seperti ingin menelanku hidup-hidup, aku hanya dapat menundukan kepala ku tak bisa menatap wajah bapak.


"Jika bisa aku pukuli dia, akan aku lakukan sampai dia mat*. Sebenarnya aku bingung bagaimana cara mu mendidik semua anak-anak mu ini sih! Aku yakin dari Lisa ingin bercerai hingga hubungan nya dengan perempuan itu tak ayal semua ini ada campur tangan dari mu Bu" bapak menunjuk ke arah Lulu yang sejak tadi masih terisak menahan tangis nya.


"Apa sekarang kamu bangga Erna? kamu sudah berhasil melempar kotoran ke muka ku dengan sangat baik, aku ingin anak-anak ku menjadi kebanggaan keluarga bukan mencoreng keluarga seperti ini!" ucap bapak menggebu-gebu sekarang kemarahan bapak beralih kepada ibu.


"Tapi.... Mas...."


"Dan kamu hend, apa sekarang kamu sudah menjadi he*an yang tak punya pikiran? Proses cerai mu belum selesai tetapi kamu sudah melakukan hal yang sangat menjijikan ini!!" bapak mengeluarkan semua unek-unek nya di hadapan semua orang yang menambah dengungan para warga yang melihat kami.

__ADS_1


"Apa kamu sudah tak bisa menahan hasratmu!!! Ingat hend lusa..... lusa itu baru sidang perdanamu dengan Lisa!! Belum ketuk palu saja kamu sudah tidur dengan perempuan lain!!"


Aku dan ibu hanya bisa terdiam padahal tadi ibu bersuara lantang membelaku, tapi setelah bapak meluapkan amarah nya ibu pun hanya dapat menundukkan kepala nya sama seperti aku sekarang.


"Maaf pak, anak saya ini memang sudah tak mempunyai otak untuk berfikir, anak saya akan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan dan saya yang akan menjamin dia bertanggung jawab kan nya" ucap bapak yang tegas.


"Maaf pak sebelum nya, nak Hendra ini status nya apa ya? Lajang atau kah sudah menikah? Ucap bapak nya Lulu yang menatapku tajam tapi suara nya lembut kepada bapak.


"Sebenarnya Hendra ini sedang proses cerai dan lusa adalah sidang perdana nya"


"Waduh ternyata baru proses cerai" celetuk ibu-ibu yang ada di belakangku saat ini.


"Tetapi menurut saya akan lebih baik lagi jika mereka di nikahkan secepat nya, saya sendiri juga sadar bukan sepenuhnya salah Hendra tetapi Lulu juga bersalah disini karena sudah mengijinkan Hendra untuk masuk ke rumah nya, jadi bagaimana jika pernikahan kedua nya di percepat agar menghindari fitnah" ucap bapak nya Lulu tetapi muka ayah nya Lulu tetap terlihat tak bersahabat ketika melihatku.


"Itu saya setuju pak, dan menurut saya itu juga lebih baik karena mereka telah melangkah jauh, tetapi maaf mungkin Hendra tak bisa menikah secara negara saat ini karena terkendala perceraian nya bersama istri nya yang sekarang" ucap bapak dengan ramah tetapi menurutku bapak masih menahan amarah nya kepada ku


"Kalau begitu tidak apa secara agama saja dulu pak, nanti kalau sudah akta cerai Hendra keluar baru lah kita nikahkan secara negara? Bagaimana?"


Akhirnya keputusan pun di ambil Minggu depan kami akan menikah secara agama di kediaman orang tua Lulu karena kalau di rumah Lulu seperti nya sudah tak mungkin karena orang tua kamu sudah malu karena kelakuan kami.


****

__ADS_1


Hari ini aku dan mamah duduk berdua di meja makan membahas tentang pernikahan ku dan Lulu yang sebentar lagi akan kami lakukan di kediaman orang tua lulu.


Mamah terlihat sangat bahagia karena Lulu sebentar lagi akan menjadi mantu di kediaman ini dan yang aku tau memang itu adalah keinginan mamah yang sudah sangat lama.


__ADS_2