
Hari pun sudah menunjukan waktu pulang jam kantor yang membuat ku bersemangat untuk pulang ke rumah tepat nya rumah Lulu karena tadi makan siang kami sudah janjian akan menghabiskan malam ini di rumah nya.
Tak barfikir lama aku pun mengendarai mobilku ke kantor Lulu untuk menjemputnya terlebih dahulu agar kami bisa pulang bersama, Lulu tinggal sendiri karena orang tua nya lebih memilih tinggal di rumah mereka yang hanya beda kelurahan saja dengan Lulu.
Kami pun melewati warung yang ada beberapa ibu-ibu di sana seperti sedang bergerombol bergosip atau mengobrol entah lah tidak aku perduli kan memang warung itu hanya berbeda beberapa blok saja dengan rumah Lulu.
Kami pun keluar dari dalam mobil dan masuk ke rumah Lulu tanpa memperdulikan ibu-ibu tadi, aku langsung duduk di ruang tamu sedangkan Lulu ke dapur mungkin akan membuatkan aku minuman.
Aku yang sudah tak kuat lagi menahan hasratku pun mendatangi Lulu yang tengah asik membuat minuman untuk aku.
"Ma....s jangan buat kaget dong" ucap Lulu manja ketika aku memeluk nya dari belakang dan mencium leher jenjang nya.
Lulu yang mendapatkan serangan itu dari aku pun hanya menggelinjang geli.
"Mas mandi dulu gih..... Bau acem tau gak...." Lulu berbalik badan dan mendorong aku untuk menjauhkan aku dari nya.
"hm.... Baik lah tapi kalau sudah mandi aku tak akan memberikan kamu ampun ya dek" ucapku sambil menatap genit ke arah Lulu yang tersenyum.
Aku pun sejenak melupakan masalahku bersama Lisa, aku terbuai oleh tu*uh Lulu yang berada di hadapanku apa lagi kini Lulu tak mengenakan tutup kepala nya.
Di rumah Lulu terdapat beberapa kamara dan tiga kamar mandi, salah satu nya berada di kamar bawah, kamar atas yang tak lain kamar utama Lulu, dan di dapur.
Aku pun meminum air teh yang Lulu akan berikan sama aku setelah aku meminum nya aku pun berlalu menuju kamar atas di mana kamar Lulu untuk membersihkan diri.
Tak lama setelah aku membersihkan diri, aku pun keluar betapa terkejutnya aku melihat pemandangan di depan, Lulu sudah menggunakan baju dinas malam yang sering di pakai oleh seorang istri untuk menyenangkan hati suami nya.
Tanpa pikir panjang aku pun langsung mendekat ke arah Lulu entah siapa yang memulai kami pun bergumul dengan lenguhan dan ******* di setiap detik nya.
__ADS_1
"Mas....." desah Lulu ketika akan mendaki puncak nya
"Sebentar sayang mas juga sebentar lagi" ucapku sambil memompa tu*uh Lulu yang berada di bawahku.
Entah sudah berapa kali kamu melakukan hal ini sampai aku mendengar suara seseorang di pintu kamar Lulu.
"Owh jadi ini yang kalian lakuin.... Kalian sudah mengotori kampung ini dengan perbuatan kalian!" ucap orang itu yang bisa membuat fokusku terpecah, aku pun gegas mencari baju dan buru-buru ke kamar mandi untuk memakai pakaianku sedangkan Lulu langsung menutup tubuhnya menggunakan selimut yang terdapat di kaki nya.
"Cepat kalian panggil pak RT, pak RW sama orang tua Lulu ke sini, ini tak bisa di biarkan" ucap ibu-ibu yang berada di sana entah siapa aku belum keluar kamar mandi karena malu.
"Heh cepat keluar jangan lama-lama kamu di dalam" salah satu dari mereka menggedor pintu kamar mandi agar aku cepat menyelesaikan memakai baju, aku pun dengan lemas membuka pintu dan langsung di seret ke luar kamar mandi sedangkan Lulu juga sudah memakai baju walaupun dengan keadaan kacau.
kami pun di seret ke ruang tamu dan di dudukan berdua di sana dengan tatapan mengintimidasi semua warga yang hadir di sana.
"Dasar ya janda gatel udah lama gak di garuk kaya nya ini jadi kelakuan nya kaya gini" ucap salah satu ibu-ibu yang ada di sana.
"Mas..... kalau muka gak ganteng gak apa-apa mas tapi jangan kelakuan juga yang nambah mines gini mas"
"Ada apa ini ibu-ibu, bapak-bapak semua?" ucap nya
"Ini loh pak RT ada janda gatel yang dengan seenak nya berzina di kampung kita, apa lagi aku sering sekali liat mas ini ke sini pak RT" ucap ibu-ibu itu entah siapa aku gak tau nama nya.
Aku ingin sekali menjawab semua omongan warga disini yang membuat telinga ku pengang dan panas, kenapa semua nya marah? Sedangkan aku dengan Lulu melakukannya suka sama suka gak merugikan mereka juga. Tapi mereka yang marah ketika aku mengangkat kepala ku nyali ku ciut ketika melihat bapak-bapak yang rata-rata berbadan atletis dan membuatku menelan salifa dengan susah payah.
Akhirnya aku hanya terdiam tak mengeluarkan suara apapun tak lama setelah gunjingan yang membuat telingaku panas ada tiga orang memasuki rumah Lulu dua laki-laki satu sebaya dengan ayahku dan yang satu lagi masih seumuran dengan diriku aku perkirakan sedangkan ibu-ibu yang ada di antara dua laki-laki itu kemungkinan seumuran dengan mamah.
Seperti nya dua orang itu adalah orang tua tua Lulu karena mereka duduk di hadapan aku dan Lulu.
__ADS_1
"Jadi begini ibu bapak, kami disini semua berkumpul karena sering melihat mbak Lulu membawa laki-laki ke rumah nya terutama ibu-ibu warga sini, jadi kami selaku warga dan selaku ketua warga disini saya ingin menanyakan siapa laki-laki ini yang sering mbak Lulu bawa agar tak menjadi gosip yang berkepanjangan jika mas nya ini adalah suami dari mbak Lulu" ucap pak RT.
"Tapi ini kenapa anak saya penampilannya berantakan sekali pak? apa anak saya di aniaya oleh dia?" tunjuk ibu Lulu kepada ku tetapi aku hanya dapat menundukan kepala tak berani menatap nya sedangkan di belakangku para ibu-ibu saling menahan tawa dan ada yang sudah mengeluarkan suara nya ketika mendengar pertanyaan ibu nya Lulu itu.
"Hm.... Begini ibu bapak tadi kami beberapa kali mengetuk pintu rumah mbak Lulu dan memanggil nama nya tak ada sahutan dan tak ada orang yang membuka kan pintu jadi kami berinisiatif untuk membuka pintu itu dan ternyata tak di kunci" ucap pak RT.
"Iya terus kami semua mencari keberadaan mbak Lulu di setiap sudut rumah takut nya terjadi penganiayaan eh pas kami terdiam ternyata mendengar suara pertempuran di Medan perang dan setelah kami mencari sumber suara itu ternyata mbak Lulu dan si mas nya sedang perang badar berdua" ucap ibu-ibu yang tadi cekikikan.
"Maksudnya bagaimana pak RT? Saya tidak mengerti" sambil mengernyitkan dahi nya bapak Lulu bertanya seperti nya pak Dito mulai paham kemana arah pembicaraan ini.
Salah satu warga yang mungkin susah tak sabar lagi dengan keadaan ini memberikan handphone nya dan memberikan kepada orang tua Lulu, suara erotis dan sentakan para warga tadi terdengar sangat jelas di sana apa lagi volume handphone tersebut seperti nya di perbesar.
Pak Dito tanpa bisa aku menghindar Pun segera berdiri dan memberikanku sebuah bogem mentah.
Bugh
Bugh
Bugh
Tiga kali hantaman di perut, pipi kanan dan kiri ku yang membuat bibirku mengeluarkan sedikit darah dan terhuyung ke belakang, ternyata walaupun umurnya susah tak muda lagi tetapi tenaga bapak nya Lulu sangat lah kuat mungkin karena dia petani yang biasa bekerja keras sehingga tenaga nya masih lumayan.
Untung beberapa warga yang ada di sana membantu memegangi pak Dito agar tidak terus-terusan memukul ku kalau tidak di cegah mungkin aku sudah babak belur di tangan bapak nya Lulu itu.
"Lulu dimana harga diri kamu sebagai wanita, segitu rendah nya kah kamu sehingga mau melemparkan diri kepada laki-laki macam dia!!" bentak pak Dito yang masih meronta mungkin ingin menghajar ku kembali.
"Aku mencintai mas Hendra pak" cicit Lulu yang masih bisa didengar oleh semua warga dan orang tua nya dan tubuh Lulu pun kini menggeser lebih dekat kepadaku.
__ADS_1
"Hendra???? Hendra mantan kamu dulu? Yang lintang Lantung tidak jelas itu?" ucap Bu mayang yang membuatku meradang mendengar ucapan nya.
"Sekarang sudah enggak Bu, mas Hendra sekarang sudah jadi manager sebuah perusahaan yang besar dan penghasilannya juga sudah melebihi Lulu" ucap Lulu membela diriku di depan orang tua nya.