Terhina di keluarga suami

Terhina di keluarga suami
Bab 30


__ADS_3

Sejak kejadian dimana Hendra dan Lulu di grebek oleh warga kini perasaan Hendra pun menjadi tak karuan, apa lagi mengingat jika saat penggerebekan itu banyak warga yang mengabadikan kejadian Hendra dan Lulu bahkan semenjak mereka berdua belum memakai apapun.


Bahkan kini Hendra sedikit parno ketika akan membuka handphone apa lagi kalau melihat sosial media milik nya, bagaimana jika kejadian semalam ada yang memviralkan akan di taruh di mana muka Hendra.


Hendra memberanikan diri untuk melihat sosial media yang terdapat di handphone betapa tenang nya hati Hendra ketika tak mendapati apapun di sana.


Hendra pun berangkat kerja seperti biasa karena menurut nya tak akan ada kejadian atau orang iseng yang meng upload kejadian memalukan diri nya dan Lulu.


Seperti biasa Hendra berjalan dari lobi menuju ruangannya akan tetapi Hendra merasakan hal yang aneh ketika dia merasakan tatapan tajam dari setiap gerombolan orang yang berada atau yang melewati diri nya menatap sinis bahkan jijik ketika dia melewati mereka.


Bahkan ada yang di antara mereka saling berbisik, akan tetapi ketika Hendra mendekat orang-orang itu pun seketika terdiam. Yang membuat Hendra lebih aneh lagi ketika Hendra mendekati sahabat yang selalu bersama nya menghindari diri nya ketika Hendra mendekati nya.


Kini di depan Hendra ada satu orang karyawan yang pendiam dan Hendra pun menyapa nya berniat untuk bertanya sebenarnya ada apa di kantor ini sehingga mereka berbisik dan seperti jijik ketika menatapnya.


Hendra pun mendekati Rendra, Rendra adalah karyawan yang pendiam tak banyak neko hanya fokus ke pekerjaan yang dia kerjakan saja.


"Hay dra, lagi sibuk kaya nya nih" ucap Hendra berbasa-basi di depan meja Rendra.


"Eh ada pak Hendra, iya nih pak ada yang harus saya selesaikan secepatnya biar kerjaan bisa cepat beres juga" ucap Rendra menatap sekilas Hendra dan kembali fokus ke komputer milik nya.


"Hm... Ren... Aku mau tanya.... Itu yang lain lagi pada ngomongin apa sih? Kok waktu aku lewat semua pada diem gitu? Terus aku ngerasa kaya natap aku tuh kaya gimana gitu, tapi pas aku tanya gak ada satu pun yang menjawab" Tanya Hendra yang mengeluarkan semua yang ada di pikirannya.


"Hm.... Saya juga kurang tau ya pak hend tapi tadi aku denger-denger sih vidio viral gitu. Tapi gak tau juga karena saya masih mengerjakan pekerjaan saya dan belum bisa membuka handphone" ucap Rendra yang menghentikan aktifitasnya di atas keyboard, menatap Rendra yang masih berdiri di samping meja nya.


Memang ketika Hendra menanyakan sesuatu dia tak berharap banyak sama Rendra karena dia tau kalau Rendra itu tak akan terlalu perduli dengan sekitar nya.


"Emang mereka semua lihat vidio itu dimana ren?" Tanya Hendra kembali walau Hendra tak berharap banyak dari pertanyaannya yang akan di jawab oleh Rendra sendiri.


"Kata nya di sosmed udah berseliweran pak, tinggal buka aja nanti juga nongol sendiri vidio nya" Rendra kembali menatap komputer milik nya sambil mengerjakan pekerjaan yang tadi dia kerjakan.


"Kamu kok serius sekali Ren mengerjakan pekerjaan kamu itu?" Lama memperhatikan Rendra yang tengah serius mengerjakan pekerjaan akhirnya Hendra pun menanyakan apa yang ada di pikirannya itu.

__ADS_1


"Saya mau ijin setengah hari kerja pak, maka nya saya harus selesaikan pekerjaan saya sebelum jam istirahat" ucap nya sambil terus mengerjakan pekerjaan yang ada di hadapannya itu.


" Oya aku lupa kemarin kan kamu minta ijin ya sama saya, buat hari ini pulang setengah hari? Ya sudah lanjutkan pekerjaan mu, aku mau masuk ke ruangan ku dulu" Hendra menepuk pundak Rendra dan berlalu dari hadapan karyawannya itu.


_____


Semakin siang semakin banyak yang bergosip dan menatapnya jijik dan entah apa lagi yang membuat penasaran Hendra semakin memuncak, ya bagaimana gak penasaran banget kalau setiap mereka berbisik pasti akan menatap keruangan Hendra dan itu tertangkap mata oleh Hendra sendiri yang membuat Hendra tak konsen untuk bekerja.


Saking penasaran yang sudah di ubun-ubun Hendra pun cepat-cepat mengambil handphone yang berada di kantong nya dan segera membuka sosial media tapi tetap tak menemukan apapun di sana yang mencurigakan atau tentang kejadian kemarin.


Akhirnya Hendra pun mencoba menghubungi Lulu dengan menggunakan aplikasi yang berlambang telpon berwarna hijau, akan tetapi betapa kaget nya Hendra ternyata ketika Hendra mengirimi Lulu pesan bukan centang satu atau dua yang dia dapati melainkan gambar jam dan itu membuat Hendra mengecek kuota yang dia punya.


Hendra hanya dapat menghela nafas ketika melihat ternyata kuotanya habis, pantas saja sedari tadi Hendra tak menemukan informasi apapun di sosial media nya.


Gegas Hendra menyambungkan wifi yang ada di kantor tersebut ke handphone milik nya agar mengetahui informasi yang sedang menjadi hot itu.


Setelah tersambung gegas Hendra membuka sosmed milik nya dan berapa membuat nya pucat Pasih, berkeringat dingin bahkan untuk berdiri saja Hendra seperti tak bertulang.


Tiba-tiba saja orang yang menjadi rival nya datang dan tak pernah sekali pun Wendy memberikan rasa hormatnya kepada Hendra semenjak Hendra menjabat sebagai manager serta dapat menikahi Lisa.


"Eh Lo kok pucet gitu hend? Kenapa? Lo sakit ya?" Wendi bertanya tetapi syarat makna di dalam nya.


"Ngapain sih Lo disini? Bukannya sana kerja!!" ucap Hendra dengan ketus nya melihat Wendy yang berada di depan ruangannya.


"Wets tenang broooo gue kesini kan baik-baik" ucap nya dengan wajah tengil kepada Hendra, sedangkan Hendra yang mendengarkan ucapan Wendy pun hanya dapat mencebikkan mulutnya.


"Cepat kata kan apa yang membawa kamu sampai ke ruangan ku, aku tak punya banyak waktu" ucap Hendra dengan ketus ny.


"wo.... Wo..... Sorry sorry gue kesini sebenarnya penasaran aja sih..... Tapi gue juga mau tanya nya bingung gimana ya?" ucap Wendy sambil tersenyum penuh ejekan yang membuat Hendra malas untuk menanggapinya.


"Sudah lah cepat katakan" ucap Hendra yang sudah malas meladeni Wendy yang terkekeh sambil menundukkan kepala nya, akhirnya Wendy mengangkat kepala sampai Hendra melihat wajah aneh Wendy yang menatap hendra.

__ADS_1


"Gue cuma mau tanya loe ada kontak tu cewe gak? Ya walaupun body nya gak bagus-bagus amat ya tapi kaya nya goyangan dia itu mantap banget ya? Gue penasaran terus berapa loe sewa?" Hendra yang mendengar ucapan Wendy tentang Lulu pun seketika berdiri dan menatap tajam ke arah Wendy.


Bugh....


Bugh....


Bugh....


Tanpa aba-aba Hendra berdiri dari tempat duduk nya dan melayangkan bogem mentah di kanan kiri dan perut wendy, beberapa karyawan yang melihat perkelahian mereka pun ada yang langsung mendekat dan melerai perkelahiannya yang terjadi dan ada sebagian hanya menonton serta memekik ketakutan.


Hendra yang tengah di kuasai emosi kini pun di tahan oleh dua orang karyawan yang memegangi tangan Hendra sedangkan Wendy pun di tahan oleh karyawan lainnya.


"Loe ini kenapa sih hend? Heran gue, gue kan cuma nanya kenapa loe sampai emosi kaya gitu?" ucap Wendy yang masih di tahan tubuh nya oleh salah seorang karyawan di sana, Wendy pun mengelap ujung bibirnya yang berdarah.


"Lagian loe main cewe padahal kita-kita tau loe kan udah punya istri, jadi apa salah nya kalau gue coba tuh cewe kan loe itu jajan" ucap Wendy kemudian yang semakin membuat emosi Hendra memuncak.


"Jaga ucapan loe ya, berani loe ngomong...." ucapan Hendra terhenti ketika Wendy berbicara kembali.


"Wah kalau bukan jajan berarti loe selingkuh dong?" Ucapan Wendy membuat orang yang berada di sekitar mereka pun berbisik-bisik.


Hendra yang sudah emosi meluap pun menghentakkan tangannya yang sedari tadi di pegang oleh karyawan lain pun terlepas dan langsung menerjang kembali Wendy, Wendy yang belum siap pun terjatuh baju hantam itu pun tak terelakan.


karyawan dan karyawati di sana tak ada satu pun yang mampu melerai perkelahian itu, tetapi suara tepuk tangan yang menggema di sela-sela perkelahian mereka pun mampu menghentikan perbuatan Hendra dan melihat siapa orang yang bertepuk tangan itu.


"Hebat..... Hebat sekali kalian, ini kantor ya bukan lapangan MBA, lagian kalian ini seperti remaja saja menyelesaikan masalah dengan perkelahian."


"Pak Wahyu ..," ucap Hendra dengan suara terbata-bata.karena pak Wahyu adalah atasan Hendra yang tak kenal ampun ketika melihat bawahnya jika terbukti salah.


"Hendra kamu ikut saya, yang lain tolong Wendy bawa ke klinik dan setelah itu tolong antarkan ke ruangan saya" ucap nya sambil meninggalkan kerumunan sedangkan Hendra mengikuti pak Wahyu.


Sebagian dari mereka pun membantu Wendy dan yang lain melanjutkan pekerjaan mereka yang belum selesai

__ADS_1


__ADS_2