Terhina di keluarga suami

Terhina di keluarga suami
Bab 37


__ADS_3

"Begini saja pak Chandra jika pak Chandra tidak percaya dengan kami, bapak bisa cek cctv di restoran biar tidak ada yang menuduh keponakan saya mencelakai mantan ibu mertua nya atau mencari perhatian mantan suami. Kalau pun keponakan saya memang ada bukti kalian bisa melaporkan hal itu ke kantor polisi, bagaimana pak Chandra?" ucap paman dengan tenang nya.


"Halah banyak sekali alasan kalian menutupi kesalahan si Lisa ini, kalau salah ya salah saja gak usah di bela begitu, bukannya di arahkan ke jalan yang benar ini malah di bela terus bagaimana dia bisa jadi orang yang baik kalau kesalahannya saja selalu kalian bela begitu" ucap Lulu semakin ngereog kemana-mana.


"Ya ampun pak Chandra maaf saya jadi ikut campur loh pak, itu mantu baru mulutnya kok lemes banget ya, sampe bisa menggurui ayah saya gitu, kaya dia paling bener sendiri saja. Bagaimana kalau pak Chandra atau gak Hendra sebagai suami nya harus mengajari sopan santun mulut istri nya dulu biar nanti suatu saat gak bikin malu di luar, mending kalau bikin bangga nah kalau bikin malu apa enak tu" ucap mbak Winda yang mungkin mulai panas juga mendengar ucapan sedari tadi yang di lontar kan Lulu untuk paman.


"Ish lagi hamil bukannya banyak istirahat di rumah malah keluyuran gak-" belum sempat Lulu menyelesaikan ucapannya Bu melati yang sudah gemas pun menyambar ucapan Lulu itu.


"Ish..... Beneran gemes aku denger ucapan nya kok kaya kaleng rombeng ya dari tadi" ucap Bu melati sambil melirik Lulu yang kini sedang memanyunkan mulut nya dan berbalik bergelayut manja kepada Hendra.


"Maaas liat tuuuu temen ibu masa aku di katain kaleng rombeng mas...." ucap Lulu sambil menggoyang-goyangkan tangan Hendra.


"Hend, bawa sana istri kamu bikin tambah pusing kepala ayah saja dengar semua omongannya itu sedari tadi" pak Chandra sambil memijit tengah alisnya, sedangkan tangan satu nya mengisyaratkan agar Hendra pergi dari tempat itu serta membawa sang istri.


Baru beberapa langkah Hendra dan Lulu hendak pergi pintu ruang rawat yang sedari tadi tutup pun terbuka dan menampilkan suster dan dokter yang bersamaan keluar dari ruangan itu.


Pak Chandra dan keluarga pun mendekat serta Hendra yang telah melangkah pun berbalik arah mendekati sang dokter serta suster itu.


Sedangkan Lisa, paman, Aini, mbak Winda, mas Reno dan Bu melati hanya duduk di bangku penunggu pasien sebab mereka tak ada keperluan lain selain mengantarkan Bu Erna tadi.


"Lis, gimana kalau kita pamit saja seperti nya Bu Erna juga udah siuman tu kita gak ada keperluan lain lagi kan? Gerah tau gak sih mbak lama-lama disini. Mana ada mulut lemes lagi" ucap mbak Winda meminta keluarga nya untuk pulang karena tak ada keperluan lain lagi disana setelah memastikan Bu Erna siuman.


"Ya sudah kalau begitu yuk kita pamitan dulu mbak, gimana mas paman Aini? Kita langsung pulang saja? Karena Bu Erna pun sudah sadar dari pingsannya?" ucap Lisa mengajak seluruh keluarga nya untuk pergi dari sana.


"Aku setuju kalau itu sih Lis sebab aku juga udah panas telinga nih denger nenek sihir itu Sedari tadi baca mantra" ucap Aini kembali, Kini mereka semua pun bangkit dan ingin meminta ijin untuk pulang.


"Eh ada nak Lisa.... Sini nak duduk dulu di sebelah mamah" ucap Bu Erna tersenyum ramah ke arah Lisa, sedangkan Lisa yang di sebut nama nya pun kini sedang mengerutkan dahi nya mendengar ucapan Bu Erna yang tak biasa.


"Maaf Bu, kami kesini hanya ingin berpamitan saja sama kalian semua, sebab ibu pun sudah sadar dan terlihat tidak ada yang menghawatirkan, disini juga sudah ada keluarga ibu yang menunggu ibu" ucap paman, terlihat raut wajah Bu Erna yang berubah drastis mendengar penuturan yang paman berikan sedang Lisa hanya tersenyum mendengarnya.


"Tapi Lisa tetap di sini kan?"ucap Bu Erna yang membuat orang yang ada di ruangan itu heran.


"Mah... Kok Lisa tetap disini sih bagaimana kalau dia nanti genit-genit sama mas Hendra?" ucap Lulu yang marah dengan ucapan mamah mertua nya.


Sedangkan Lulu mendengar ucapan mantan mertua nya itu pun mengerutkan dahi nya dan merasa merinding dibuat nya.


"Sudah diam kamu Lulu. Lis bagaimana mau kan kamu menemani mamah disini?" ucap Bu Erna sambil tersenyum berharap kalau Lisa mau menemaninya di klinik itu.

__ADS_1


Lisa yang sedang di tatap oleh mantan ibu mertua nya pun merasa risih atas sikap yang tiba-tiba saja berubah drastis itu.


"Maaf Bu seperti nya saya tidak bisa lama-lama disini sebab masih banyak urusan yang mesti saya urus setelah ini. Jadi saya beserta yang lain permisi pamit" ucap Lisa sopan dan meninggalkan ruang rawat Bu Erna itu.


"Tapi Lis...." ucap Bu Erna yang seketika itu menghentikan langkah Lisa yang hendak melangkahkan kaki keluar.


"Sudah lah mah jangan paksa Lisa untuk disini, mungkin memang benar dia banyak urusan yang mesti dia selesaikan tanpa bisa di tunda lagi" ucap pak Chandra menengahi.


"Tapi yah bagaimana dengan biaya mamah disini?" ucap Bu Erna kembali yang membuat Aini seketika memutar tubuh nya menghadap kelurga Hendra.


"Tenang saja Bu biaya perawatan ibu sudah kami selesaikan, jadi kalau ibu sudah di nyatakan sembuh oleh dokter ibu bisa langsung pulang tanpa memikirkan biaya klinik ini" ucap Aini tegas Lisa hanya tersenyum mendengar ucapan Aini yang sudah mewakili diri nya.


"Ow begitu ya mbak Aini, kalau begitu terimakasih. Oya sebagai bentuk terimakasih kami bagaimana kalau kalian khusus nya Lisa di antar oleh Hendra sampai ke mobil?" ucap Bu Erna lagi yang membuat wajah Lulu mulai merah padam mendengar ucapan mamah mertua nya itu.


"Ma.....h kok mas Hendra suruh anter mereka sih, mamah gak memikirkan perasaan aku sebagai istri nya apa? Harus nya mamah menghargai perasaan aku dong mah, dia cuma mantan istri mas Hendra mah" ucap Lulu tak terima dengan ucapan sang mamah mertua. Lulu mulai menghentak-hentakan kaki nya ke lantai.


"Lulu... Bukan masalah mantan lu.... Tapi ini sebagai bentuk terimakasih mamah saja sama Lisa kok kan dia yang bawa dan biayain mamah disini" ucap Bu Erna berdebat dengan Lulu menantunya sendiri


"Gak, gimana kalau dia itu menggoda mas Hendra agar bisa balikan lagi dengan dia. Aku gak terima mah, aku gak mau mas Hendra sampai balikan lagi sama Lisa ya" ucap Lulu menggebu-gebu.


"Bukan begitu nak kita ini kan pernah berhubungan baik dengan menjadi keluarga jadi kalau sekarang kita menjalin lagi silaturahmi yang terputus itu bukankah tidak jadi masalah?" Lisa semakin tak mengerti jalan pikiran Bu Erna.


'Apa mungkin tadi mamah Erna ini otak nya bergeser ya? bukankah selama ini dia yang selalu bikin aku sakit? Dan apa ini kenapa perlakuannya menjadi aneh gini' gumam Lisa dalam hati melihat sikap mantan ibu mertua nya berubah total.


"Mah!!!" bentak Lulu yang sudah geram melihat dan mendengar ucapan mamah mertua nya itu.


"Mah, dia itu mantan mah cuma mantan mas hendra. Mana ada mantan yang berhubungan baik mah!!" ucap Lulu yang sudah tak bisa membendung lagi amarah nya.


"Aroma-aromanya bakal ada yang balikan nih setelah ini" ucap Aini tepat di telinga Lisa.


"Hm.... Ai walaupun di dunia ini cuma tinggal Hendra, aku lebih memilih menjanda seumur hidupku tau" ucap Lisa yang membalas bisikan sahabatnya ini.


"Heh kamu wanita murahan, wanita gatal, kamu kasih apa sama mamah mertua ku ini sampai-sampai dia begini HAH!!" ucap Lulu sampai mata nya seperti akan copot dari tempat nya dan menunjuk-nunjuk Lisa yang ada di hadapannya.


"Heh yang wanita murahan gatal itu siapa Hah?!!! Lagian jangan asal nuduh kamu ya sama Lisa kami disini itu karena Bu Erna itu pingsan di tempat kami lagian siapa lagi yang mau dengan modelan si Hendra itu, di kasih pun aku jamin sepupu aku ini gak akan mau" ucap mbak Winda tak kalah lantang nya dengan Lulu.


"Maafkan mantu saya ini mbak...." karena mungkin Bu Erna itu tak tau nama mbak Winda jadi beliau tak menyebutkan nama mbak Winda.

__ADS_1


"Sudah lah Bu Erna jangan bersikap sopan seperti itu, aku tau Bu Erna sedari awal pun tak menyukai Lisa jadi mulai saat ini saya minta sama keluarga ibu jika suatu saat kita ketemu lagi saya harap ibu dan keluarga bersikaplah seolah-olah kita tak pernah kenal" ucap mas Reno yang kini maju terdepan di hadapanku. Sebenarnya Reno sudah mulai muak dengan sikap Bu Erna yang sedari tadi berpura-pura mengambil simpati Lisa.


"Heh pede banget sih kalian siapa juga yang mau kenal sama keluarga kalian itu HAH!! Artis bukan, orang penting apa lagi!! Jadi jangan kepedean ya" Ucap Lulu semakin nyaring saja suara nya di ruangan itu.


"Sudah puas kamu sedari tadi mulut berbisa mu itu selalu berbicara? Aku sudah cukup bersabar ya Lulu untuk mendengar reogan mu sedari tadi. Apa kamu tak punya kaca? Atau suami mu itu tak mampu membelikan mu kaca? Apa kamu tidak berfikir salama ini siapa yang yang merebut siapa Hah!! Sekarang lihat lah aku diam pun kamu kepanasan, bagaimana jika aku berbuat sesuatu mungkin kamu akan salto-salto. Tapi jangan takut Lulu aku tak berminat kok dengan suami mu itu, ambil saja walaupun kamu kasih ke aku aku akan berpikir ribuan kali untuk kembali padanya" ucap Lisa menohok.


"kalau emang bener kaya gitu tolong dong jangan tebar pesona di depan suami aku"Ucap Lulu kembali suara nya tak pernah sedikitpun.


Lisa yang mendengar ucapan Lulu pun tertawa terbahak-bahak pasal nya dia tak sedikitpun berminat dengan Hendra kembali setelah apa yang di lakukan oleh mantan suami dan ibu mertua nya itu.


"Enggak ada untung nya aku tebar pesona dengan suami mu, lagian kenapa kamu gak urus suami kamu itu dengan baik agar mata nya tak kesana kemari. Ingat Lulu dia bisa meninggalkan aku untuk bisa dengan kamu yang kaya (Lisa melihat Lulu dari atas hingga kebawah sambil tersenyum sini) ya gitu deh ya, jadi jangan sampai yang aku alami ini akan kamu rasakan pula"


Lulu yang mendengar ucapan Lisa yang meremehkan diri nya pun sudah sangat merah padam muka dan nafasnya mulai tersengal-sengal akibat menahan emosi.


Tiba-tiba saja Lulu mendekati Lisa sambil menggeratkan gigi-gigi nya serta tangannya sudah mengepal sangat kuat beruntung pak Chandra langsung memegangi Lulu yang siap menerjang ke arah Lisa.


"Arrrrgh si*lan kau lisa, kemari kau apa kau kira aku takut dengan kamu!! HAH!! Enggak, aku gak takut sama sekali dengan kamu!!" teriakan Lulu mengundang banyak orang yang sedang berobat di klinik itu. Tak berselang lama perawat dan satpam yang sedang bertugas pun mendatangi kami.


"Maaf ibu, mbak, bapak dan mas tolong jaga ketenangan di klinik ini ya"


"Dia dulu yang membuat kegaduhan disini sus usir saja dia" ucap Lulu sambil menunjuk wajah Lisa yang terlihat tenang dan tersenyum ke arah Lulu, sedangkan suster itu hanya melirik temannya yang lain dan menggelengkan kepala nya.


Suster itu pun langsung mengambil tindakan dengan menyiapkan suntikan untuk Lulu dan mendekati nya pelan-pelan.


"Iya Bu tenang ya...." ucap suster itu sambil menyuntikkan obat penenang kepada Lulu tak berselang lama Lulu pun kini melemah dan tertidur akibat obat yang diberikan oleh suster tersebut.


"Ish kok aku jadi merinding ya liat istri si Hendra yang sekarang, sampai segitunya dia" ucap Aini.


"Sudah lah mari kita tinggalkan saja tempat ini, sudah banyak waktu yang terbuang jika kita tetap bertahan disini" ucap mbak Winda mengajak semua orang untuk pergi meninggalkan, mereka pun meninggalkan tempat itu.


"Lis sebaiknya kamu hati-hati dengan keluarga mantan suami mu itu dan waspadalah dengan mereka" ucap paman yang sedang duduk di samping mas Reno yang sedang membawa mobil.


"Ya bener itu Lis, mas kok ngerasa aneh ya semenjak mantan mertua kamu itu siuman, kaya nya ada yang sedang dia incar dari kamu" ucap mas Reno sambil terus fokus mengendarai mobil nya.


"Nah mbak setuju sama ayah dan mas Reno Lis, seperti nya mereka mengincar kamu deh Lis, terutama ibu nya si Hendra itu, apa lagi ya dia sekarang tau kalau kamu itu pemilik restoran" ucap mbak Winda mengeluarkan pemikirannya.


"Sudah sudah kalian gak usah khawatir walaupun mas Hendra bersujud di kaki Lisa, Lisa gak akan kembali lagi sama mas Hendra itu, sudah cukup yang kemarin, Lisa gak akan masuk ke lubang untuk yang kedua kali"

__ADS_1


__ADS_2