
P.O.V Lisa
Bagi sebagian orang mungkin pikiran ku terlalu kekanak-kanakan dan gegabah hanya karena hadir nya orang ke tiga aku sampai mengambil keputusan bercerai padahal semua bisa di bicarakan dengan baik-baik toh mereka belum melangkah ke jenjang yang serius.
Tapi menurutku keluarga mas Hendra sudah banyak menorehkan luka yang sangat dalam kepada ku, bahkan keluarga nya pun mendukung perselingkuhan mas Hendra selama ini.
Kenapa mereka mendukung mas Hendra berselingkuh? Hanya karena aku tak kunjung hamil padahal kami menikah belum lama dan anak adalah Kuasa Yang Maha Esa, aku pun tak bisa berbuat apa apa kalau bukan kehendak Nya.
Tetapi ibu mas Hendra sudah getol menjodohkan mas Hendra dengan wanita lain yang menurut mamah mas Hendra adalah wanita yang sangat baik di banding dengan diriku ini.
Sebenarnya ketika aku mengajukan perceraian ini aku sempat ragu, ragu jika keluarga mas Hendra tak terima aku menggugat cerai anak mereka dan mempersulit proses nya.
Apa lagi waktu undangan pengadilan datang mas Hendra mengirimi ku pesan agar mencabut gugatan perceraian itu, apa dia tak berfikir bagaimana perasaanku selama ini hidup dengan keluarga toxic nya? Dan juga disini aku yang dia sakiti, aku yang dia duakan, aku yang dia selingkuhi dan dia pula yang mengucapkan talak padaku tanpa aku bisa memberikan alasan yang sebenarnya.
Aku pun menjawab bahwa keputusan ku ini sudah tak bisa di pengaruhi oleh siapapun lagi dan aku pun meminta maaf Hendra tak mengganggu proses perceraian ini.
Tak ku sangka jika hubungan kami akan berakhir seperti ini lelehan air mata tak bisa aku bendung lagi ketika mengingat semua kenangan aku dan mas Hendra tetapi aku berjanji jika ini air mata kesedihan ku yang terakhir untuk mas Hendra dan tak akan pernah ada lagi air mata untuk nya.
Sebelum tidur aku pun membasuh muka ku agar esok tak terlihat terlalu sebab aku tak ingin paman khawatir tentang keadaan ku saat ini.
Seperti biasa pagi ini aku dan bi Hany membuat nasi goreng spesial seafood untuk seluruh keluarga paman.
Dan tak lupa aku pun menyajikan susu hangat untuk paman, untuk mbak Winda aku membuatkan susu hamil sedangkan aku dan mas Reno akan minum teh manis hangat.
"Hai Lis...."Ucap mbak Winda yang baru keluar dari kamar nya.
"Hai mbak"
"Hari ini kegiatan kamu apa dek?" ucap mbak Winda sambil duduk di meja makan dan mencomot buah-buahan yang ada di sana.
"Paling aku cek resto yang ada di sini mbak soal nya kan Aini ada di cabang yang baru buka" ucap Lisa.
Entah mengapa mbak Winda selalu semangat jika membahas soal resto yang Lisa dirikan itu.
"Oya cabang itu udah mulai beroperasi ya Lis? Jadi kamu sama Aini berbagi tugas gitu?"
"Ya begitu lah mbak, kalau gak gitu kan sudah mbak lagian kalau aku disana pasti bolak balik soal nya sekarang aku kan juga lagi ngurus gugatan perceraian ku sama mas Hendra maka dari itu aku meminta Aini yang ngendel cabang disana. Kalau resto yang disini aku bisa bolak balik" ucap Lisa panjang lebar kepada Winda
Sedangkan Winda hanya manggut-manggut mendengarkan penjelasan ku.
"Alhamdulillah kalau begitu ya dek, semoga usaha resto kamu makin berkembang" ucap Winda sambil tersenyum memandangku.
__ADS_1
" De gimana kalau kita refreshing bertiga, cewe cewe aja gitu. Seru kali ya" ucap mbak Winda dengan mata berbinar.
"Maksud mbak? Kita jalan-jalan bertiga aja gitu? Emang mbak boleh sama mas Reno?" ucapku
"Ya kita refreshing nya ke mall dong. Seperti salon berbelanja spa gitu Lis, kaya nya seru tuh mas Reno juga pasti gak akan melarang kalau kita refreshing ke mall kan gak jah juga" mbak Winda memberikan ide nya sedangkan aku berpikir akan ide mbak Winda tersebut.
"Ide kamu bagus sekali nda" ucap paman yang baru saja keluar dari kamar nya dan menuju meja makan dimana aku dan mbak Winda sedang berbincang.
"Kamu ikut saja Lis, hitung-hitung kamu melemaskan otot yang tegang karena permasalahan yang sudah menyita waktu kamu beberapa hari ini" ucap paman kembali.
"Ya sudah kalau begitu aku ikut nanti aku hubungi Aini agar dia datang kesini biar bisa refreshing bareng aku dan mbak Winda" ucapku kemudian.
Hari ini Aini kembali dari kota cabang resto kamu yang dia kelola dan hari ini juga aku,mbak Winda dan Aini pun pergi ke salon langganan mbak Winda, disana semua pegawainya adalah wanita jadi aku tak perlu takut jika akan membuka hijab ku.
Setelah merilekskan otot di tubuh kami, aku, mbak Winda dan Aini pun berencana akan berbelanja memanjakan mata dan menguras dompet.
Seperti nya hal kaya gini sudah lama sekali enggak aku lakuin menyenangkan diri sendiri. Dulu ketika aku sudah menikah dengan mas Hendra aku terlalu sibuk dengan mengurus suami dan keluarga nya Sampai hal sekecil ini sudah lama tidak aku lakukan.
Setelah puas kami ke salon, dan berbelanja kini kami pun menuju restoran yang menyajikan aneka makanan jepang walaupun mbak Winda tak memakan makanan mentah tapi disana pun ada makanan yang sudah makan jadi mbak Winda masih bisa makan bersama kami di resto jepang yang tersedia di mall tersebut.
kami di resto pun saling bercerita, bersenda gurau dan saling tertawa satu sama lain, aku seperti baru bebas dari tekanan yang membelenggu hari dan kaki ku selama ini.
Tanpa campur tangan keluarga toxic mantan suami ku itu yang selalu melarang ku untuk keluar rumah dan selalu memeras tenaga ku untuk membersihkan dan mengerjakan berbagai kegiatan rumah yang sudah seperti neraka bagi ku saat itu.
Pagi ini aku terbangun dengan pikiran dan tubuh yang sangat amat fresh di banding sebelumnya dan membuatku bersemangat untuk hari ini setelah aku menyelesaikan sholat subuh aku pun mengecek sebentar handphone ku dan aku memfokuskan satu nama yang tertera di layar ponsel ku itu ternyata mas Reno.
(Lis, Sepertinya tanpa kita membalas perlakuan manusia laknak satu itu. aib nya terbuka sendiri) mas Reno sambil mengirimkan link vidio yang membuat ku penasaran.
Aku pun mengklik link tersebut dan betapa terkejutnya aku melihat vidio mas Hendra dan Lulu terpampang nyata di dalam nya dan berbuat tak senonoh dan di dalam vidio itu pun memperlihatkan bahwa mereka tengah di kepung oleh warga disana.
Mereka berdua sedang melakukan hubungan suami istri dan tanpa filter semua orang yang melihat vidio ini pasti dapat melihat aurat mereka yang kemana-mana sungguh ini vidio yang sangat menjijikan bagi ku.
Aku langsung keluar sambil terus saja beristighfar, seperti itu kah mereka merayakan kepergianku tanpa rasa bersalah sama sekali sampai mereka lupa jika mereka belum lah resmi sebagai suami istri, aku hanya dapat menggelengkan kepala dan terus saja beristighfar di buat nya.
Aku pun menghela nafas panjang mungkin ini memang pas untuk aku melepaskan mas hendra dan pilihan paling terbaik untuk kami, lelaki yang hanya mengejar hawa nafsu sesaat saja.
(Apa ini semua cukup membuktikan untuk menggugat mas Hendra, mas?) Tanya ku membalas chat dari mas Reno.
(Tentu aku sangat yakin malah ini bukti yang sangat lah mendukung kamu lepas dari orang seperti Hendra itu) balas mas Reno kemudian.
Hari dimana yang aku tunggu-tunggu pun datang ya apa lagi kalau bukan hari persidangan ku bersama mas Hendra.
__ADS_1
Aku didampingi paman serta mas Reno yang sebagai pengacara ku sedangkan mas Hendra sampai saat ini di tunggu kedatangannya belum juga menunjukan batang hidung nya.
Apa mungkin dia tidak datang setelah vidio viral nya bersama selingkuhannya itu atau kah dia memang telat datang?
"Seperti nya si kutu kupret itu gak akan datang lis" ucap mas Reno yang pandangannya lagi mengedar ke setiap penjuru ruangan sidang ini.
"Kutu kupret?" ucapku sambil mengernyitkan alisku menatap mas Reno yang menyebutkan nama yang begitu asing bagi ku.
"Itu mantan suami mu loh Lis, si Hendra" ucap mas Reno yang membuat ku tersenyum.
"Mungkin dia malu untuk keluar rumah mas secara kan dia sudah terkenal sekarang" ucapku menahan tawa.
"Kalian ini ya kalau sudah dekat aja susah sekali di pisahkan udah kaya ibu-ibu komplek yang bergosip. Sudah pada diem sebentar lagi kan giliran Lisa" ucap paman yang memisahkan aku sama mas Reno yang tengah asik membicarakan mas Hendra yang kini menjadi artis dadakan di sebuah platform.
Sampai sidang perceraian ini di lakukan pun mas Hendra tak juga datang untuk menghadiri persidangan ini hingga ketukan palu hakim bergema untuk persidangan kedua yaitu putusan atas gugatan perceraianku akan resmi di putuskan.
Air mata bahagia pun tak dapat aku bendung ketika mendengar putusan itu di ketuk oleh hakim ketua, aku keluar ruang persidangan dan langsung berhambur memeluk paman yang sudah menunggu di luar tak dapat ku gambarkan betapa bahagia nya diri ini ketika telah terlepas dari keluarga toxic itu.
"Sudah sudah jangan menangis lagi, janji sama paman apapun masalahmu akan selalu berbagi dengan paman dan mas mu jangan kamu pendam sendiri seperti kemarin dan air mata ini adalah air mata terakhir yang jatuh dari mata indah mu jangan menumpahkan air mata kembali" ucap paman dengan senyum yang menenangkan ku.
Aku hanya dapat tersenyum dan menganggukkan kepala kepada paman.
"Sudah dong.... Nangis nya kita kan menang masa nangis sih" ucap mas Reno yang membuat aku dan paman melepas pelukan kami.
Mas Reno membawa dua buah botol minuman dingin sebab tadi setelah ketuk palu aku pun tak melihat mas Reno di ruang tersebut mungkin mas Reno keluar terlebih dahulu dan membelikan kami minuman dingin itu.
"Dek lap tuh ingus nya gak malu apa udah gede juga ish" ucap mas Reno yang membuat ku otomatis memegang hidungku tetapi di sana aku tak merasakan apapun ketika aku menatap mas Reno dia hanya cekikikan melihat tingkahku.
"Reno.... Kamu ini ya sebentar lagi mau jadi orang tua masih saja jail sama adek nya sendiri" ucap paman sambil menggelengkan kepala melihat tingkah mas Reno.
"Iya deh maaf ya dek, aku cuma gak mau dia selalu nangis yah...." ucap mas Reno sambil mengacak kepala ku yang tertutup hijab, aku pun menghambur ke pelukan mas Reno.
"Terimakasih mas.... Atas dukungan kalian juga aku bisa melewati masa ini" air mata itu kembali mengalir tanpa henti.
"Ish.... Dek.... Jorok iiiiiii udah udah yuk kita pulang nih sambil minum dulu" ucap mas Reno sambil memberikan minuman yang sedari tadi dia bawa.
Aku pun mengambil nya karena mas Reno juga telah membukakannya untuk aku minum sedangkan paman sudah meminumnya terlebih dahulu.
kami pun melangkahkan kaki bersama meninggalkan gedung pengadilan yang menjadi saksi bahwa sebentar lagi aku akan menjadi single kembali.
Tak ada rasa sedih atau pun penyesalan di hati ku ini yang ada adalah ras bahagia serta lega di hati semoga menjadi awal kebahagiaan ku.
__ADS_1