
....
"Dasar aneh! Ada pria tampan di depan, dan kau malah mengagumi patung taman?" Tatiana kembali berbalik.
"Oke, Ladies. Perkenalkan sahabatku Sir Lucas Kingston. Dia pemilik Manor yang indah ini," kata Mr. Avindale memperkenalkan sahabatnya.
"Good afternoon, Mr. Kingston," jawab kami semua hampir bersamaan.
"Selamat datang, Ladies. Sebuah kehormatan bagiku, menerima seorang pelukis kenamaan dan murid-muridnya, di sini. Semoga kalian menikmati jamuan yang sudah disiapkan. Mari, Mr. Avindale," kata Lucas.
Ya, pria itu namanya Lucas ternyata. Orang yang sama, kutemui di Secret Garden tadi. Ini sebuah kebetulan yang tidak menyenangkan. Semoga saja dia tidak mengenaliku. Kalau sampai dia ingat, posisiku benar-benar terancam. Pelanggaran yang kulakukan cukup berat memang, masuk properti privat tanpa izin.
__ADS_1
Aku terhenyak saat Tatiana menyeretku. Kami berdua berjalan di belakang rombongan, mengikuti Lucas dan Mr. Avindale, melewati jalan setapak menuju bangunan utama.
Ah, kenapa aku berani menyebut nama depannya? Tidak sopan! Sir Kingston, ya aku harus ingat itu. Sengaja kulambatkan langkah dan berjalan di belakang Tatiana, agar leluasa mengamati sekitar.
Ya, tidak salah lagi. Ini adalah Manor tempatku dulu tinggal, sebelum pindah ke mansion paman. Waktu itu mungkin usiaku masih tujuh atau enam tahun. Entahlah. Hanya ada kilasan ingatan saat Mama mengatakan kalau kami hanya akan tinggal berdua di sini—bersama para pelayan juga tentunya. Lalu seperti ada kabut yang menyelimuti memori, dan langsung melompat pada ingatan saat beberapa orang berpakaian tentara mengunjungi kami.
Selanjutnya yang paling jelas adalah terbangun di rumah Uncle John dan dia mengatakan kalau mulai saat itu aku harus tinggal bersamanya. Dia bilang Mama sudah meninggal sehingga secara hukum, dia yang menjadi waliku. Pernah satu ketika aku bertanya pada Bibi Katherine. Dia bilang mama meninggal karena sakit, dan mewanti-wanti agar aku tidak mengungkit hal itu. Aku tidak berani bertanya lebih jauh, karena mereka sepertinya tidak terlalu suka membahas hal itu. Terutama saat kulihat sendiri beberapa tentara sering mengunjungi mansion paman.
Saat para tentara berseragam merah itu datang, aku selalu diungsikan ke paviliun di luar mansion. Lewat jalan rahasia, lanjut naik kuda melewati pinggir hutan. Walau demikian aku lebih suka di paviliun, lebih bebas dan bisa jalan-jalan ke luar. Sampai akhirnya, paman memutuskan untuk memperkenalkanku sebagai keponakan jauh dan melakukan debut.
Aku hanya tersenyum masam, menanggapinya. "Maafkan saya, my Lady," ujarku menggodanya.
__ADS_1
"Stop it!" jawabnya jengah. "Eh, lihat itu!
Wow!"
Mataku berpaling ke arah yang ditunjuk Tatiana. Rupanya, kami dibawa menuju halaman belakang Manor yang memiliki kolam renang. Di sekeliling kolam telah tertata meja-meja banquet, yang dipayungi gazebo mini. Masing-masing meja oval itu, memiliki empat kursi bulat yang terbuat dari kayu tanpa sandaran.
Wah, cukup unik juga selera Sir Kingston. Seingatku, tidak ada kolam renang di sini. Mungkin dia merenovasi halaman ini setelah memilikinya.
"Silakan, memilih meja Anda, Ladies," kata Mr. Avindale.
Langsung aku menyeret Tatiana ke meja yang terdekat dengan kami. Sementara yang lain berebutan semeja dengan meja Mr. Avindale dan Sir Kingston.
__ADS_1
...bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak komen like dan vote ya... semoga suka 🥰🥰🥰🥰