Terjebak Cinta Sang Tuan Tanah

Terjebak Cinta Sang Tuan Tanah
13


__ADS_3

JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN DAN VOTE YA


tengkiss


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


"Sudah kubilang, aku tidak mudah melupakan seseorang, Nona," ucapannya mengirimkan getaran yang membuat seluruh buku kudukku berdiri.


"Ma-maaf, Tuan. A-aku sudah ditunggu teman-teman," kataku setelah berhasil mengumpulkan keberanian.


"Kau tidak akan ke mana-mana sebelum mempertanggungjawabkan semua perbuatanmu, Nona."


Pandangan matanya menghujam, hingga detak jantungku semakin berlompatan.


"Tapi, a-ku, aku ... ."


"Anda ingin masuk penjara?"


Mataku terbelalak seketika.


"Pe-penjara?"


"Iya, tempat orang-orang yang diputuskan bersalah dalam pengadilan menjalani hukumannya. Dibutuhkan bukti kuat agar bisa mengalahkan jaksa penuntut umum, juga meyakinkan juri jika kau tidak bersalah. Atau minimal ada dua saksi kunci, itu pun harus memberikan alibi yang kuat."


Aku menelan ludah dengan susah payah.

__ADS_1


"Dan ... kau pernah ke penjara?" tanyanya, dengan nada rendah yang mengintimidasi.


Entah karena menggeleng cepat-cepat, atau karena pengaruh ancaman pria ini, membuatku sedikit pusing.


"Percayalah, penjara itu bukan tempat yang cocok untuk seorang gadis. Di sana hanya ada sekumpulan pelaku kriminal. Aku tahu itu, karena pernah di sana."


Mati aku! Ya, kali ini aku tamat.


"Jadi, apakah kau mengakui kesalahanmu Nona?"


"Baik-baik, aku mengaku!" jawabku putus asa.


Bibirnya membentuk garis lurus. Bukan sebuah senyuman, tapi lebih seperti sikap meremehkan.


"Jelaskan padaku, kenapa kau masuk tanpa izin! Apakah kau sengaja ingin memata-mataiku? Siapa yang mengirimmu?"


"Apa maksudmu? Aku bukan mata-mata! Aku hanya ... hanya ... ."


"Hanya apa? Teruskan!"


Aku tidak mungkin mengatakan padanya jika dulu aku tinggal di sini. Uncle John sudah mewanti-wanti agar aku tidak pernah menyebutkan identitas lamaku. Terutama pada orang asing. Jika tidak, para tentara merah akan membawaku pergi.


"Nona, bisa kau jelaskan apa urusanmu melewati batas tanah milikku?" Lucas makin mencondongkan tubuh. Kini wajahnya hanya berjarak beberapa senti dariku. Embusan napasnya yang memburu, semakin membuatku susah konsentrasi.


Aku membuka mulut, tapi tidak ada suara yang keluar. Napasku tersekat. Rasanya dada jadi sesak, seolah yang kuhirup bukan udara, melainkan aroma pria di hadapanku.

__ADS_1


"Siapa namamu?" tanya Lucas dengan suara serak.


"Adel!" panggil seseorang.


Spontan Lucas mundur, dan melepaskan kungkungannya. Kami berdiri tegak saling berhadapan.


"Oh, maaf. Maksudku Rachel," koreksi Tatiana. "Dari tadi kucari dirimu, aku khawatir kenapa di toilet lama sekali?"


"Maaf My Lady, saya ada sedikit urusan dengan Nona ini," jawab Mr. Kingston sopan. "Hanya sekedar ingin tahu namanya."


Aku mengangkat dagu, tanpa ragu memperkenalkan diri, "Perkenalkan, saya Rachel Black Leverton. Sepupu jauh Lady Tatiana Marriane Leverton"Β  Sebuah perkenalan formal, setelah kami sama-sama berada dalam posisi etiket yang layak.


"Maafkan saya yang kurang sopan, Lady Tatiana. Silakan Anda kembali ke tempat jamuan. Saya masih memiliki urusan yang sangat penting dengan Lady Rachel," kata Lucas tanpa basa basi.


"Tapiβ€”" Suara protesku terpotong, saat Lucas memberikan tatapan yang cukup mematikan. Jelas-jelas ancaman masuk penjara tergambar di wajahnya.


"Mohon Maaf, Tuan Kingston. Kalau boleh tahu, ada masalah apa Anda dengan sepupu saya?" Eh, maksudku memang Rachel.kadang agak urakan orangnya. Tapi, dia tidak bermaksud untuk tidak sopan," bela Tatiana.


"Hmmm, begitu ya?" Satu alis matanya terangkat. "Baiklah, kita akan membicarakannya nanti setelah jamuan usai. Saya harap, Nona Rachel untuk tidak meninggalkan tempat tanpa seizin saya."


... Bersambung ...


😍😍😍😍😍


JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN DAN VOTE YA

__ADS_1


tengkiss


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2