Terjebak Cinta Sang Tuan Tanah

Terjebak Cinta Sang Tuan Tanah
14


__ADS_3

😍😍😍😍😍


JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN DAN VOTE YA


tengkiss


🥰🥰🥰🥰


....


"Hmmm, begitu ya?" Satu alis matanya terangkat. "Baiklah, kita akan membicarakannya nanti setelah jamuan usai. Saya harap, Nona Rachel untuk tidak meninggalkan tempat tanpa seizin saya."


Setelah mengatakan itu, Lucas melangkah pergi, kembali ke area jamuan. Setelah pria itu cukup jauh, sikap formalku pun buyar.


Bahuku melorot saat napas lega berembus. Lantas kuraih pinggiran dinding untuk berpegangan, menempelkan dahi di sana, sembari bernapas lewat mulut.


"Lady Adelaide Lorraine Watson! Kau bikin ulah apa lagi kali ini!" sergah Tatiana, khawatir. Dia menyentuh pundakku dengan tidak sabar. "Jelaskan padaku sekarang."


Aku menoleh. "I am sorry my dear, sorry ... secret garden yang kumasuki tadi pagi ... maksudku, tanah itu ... ternyata sudah jadi milik Tuan Kingston sekarang," ujarku lemas.


"What? Jadi ... maksudmu ... rumah ini juga?"

__ADS_1


Aku mengangguk lemah.


"Oh, maafkan aku Adel," kata Tatiana sembari memelukku. "Ini pasti berat buatmu. Maafkan aku, aku tidak tahu."


"Its okey Dear," jawabku begitu pelukan kami terlepas. "Yang kukhawatirkan adalah dia menuntut dan mengancam untuk menjebloskanku penjara."


"Oh, tidak! Itu tidak boleh terjadi. Lagi pula saat kau masuk ke sana kan tidak tahu jika tanah itu sudah berpindah kepemilikan." Tatiana menggeleng sembari menutup mulutnya dengan tangan.


Sungguh, dalam keadaan panik pun attitude-nya patut diacungi jempol. Kadang aku merasa kalau Ana memang sangat cocok untuk menjadi seorang putri, atau ratu. Entahlah, pembawaannya begitu alami dan karismatik.


"Yah, tapi sepertinya Sir Kingston tidak berpikir seperti itu. Entahlah, Tatiana. Aku bingung. Apa yang harus kulakukan? Uncle John bisa membunuhku kalau tahu keadaanku seperti ini." Aku memijit kening.


"Dia tidak perlu tahu, My Dear. Bukankah sudah kau kirimkan surat lewat kurir? Kau bebas di musim.panas ini!" pekik Tatiana.


"Oke. Jadi bisa dibilang posisi nama keluarga pamanmu aman. Sekarang, bagaimana dengan tuduhan Sir Kingston? Dia bilang apa?" tanya Tatiana.


"Dia tadi sedang menginterogasi saat kau tiba-tiba muncul. Dari gelagatnya, dia merasa sedang dimata-matai. Entahlah, jika usai acara makan siang nanti aku asih ditahan di sini, kumohon bantulah aku dengan menutupi keberadaan ku di sini dari Uncle John," pintaku memelas.


"Tentu saja My Dear, aku akan selalu mendukungmu. Semoga saja, Sir Kingston bisa menerima penjelasanmu dan segera melepasmu. Pokoknya kabari aku segera." Tatiana menggengam tanganku untuk memberikan semangat. Dia sungguh murah hati, tipe sahabat yang akan sulit tergantikan.


"I put my life in your hand." Dia memang bisa kuandalkan.

__ADS_1


"Oke! Sekarang mari kita kembali ke jamuan, sebelum makin banyak orang bertanya-tanya. Lagi pula, wajahmu sangat pucat. Pasti sudah lapar," katanya mencairkan ketegangan


Aku tersenyum sembari menampakkan gigi. "Kau benar, aku sangat kelaparan. Dan masalah ini, membuatnya lima kali lebih parah. Otak yang bekerja, butuh asupan lebih," candaku.


Tatiana tertawa lirih sembari menutup mulutnya dengan tangan. Lagi-lagi manner yang sangat sempurna.


"Come!" Dia menggandeng tanganku, lalu kami berjalan beriringan kembali ke tempat jamuan.


"Main course sudah dihidangkan?" tanyaku.


"Yeah, beef steak ukuran besar dengan saus black pepper, kesukaanmu."


"Yah! Kau menyiksaku my Lady," ucapku sembari mengelus-elus perut, mencoba menenangkan suara protes yang terdengar sangat nyaring.


"Hihihi."


Tawa tertahan Tatiana membuatku semakin ingin cepat-cepat sampai di meja. Air liur sudah berkali-kali kutelan. Jika bukan gara-gara Sir Kingston, pasti saat ini aku sudah kekenyangan. Ah, sungguh sebuah paradoks. Dia juga yang mengadakan jamuan makan ini.


... bersambung ....


😍😍😍😍😍

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN DAN VOTE YA


tengkiss 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2