
Setelah kembali dari pemakaman, Winston langsung menuju ke Perusahaan Shefard. Kebetulan acara launching jam tangan Perusahaan Shefard akan di launching hari ini pukul 11.00 wib. Sejak Sella menginjak kakinya, Winston selalu memikirkan sosok Sella. Bahkan nama Sella pun sangat sulit untuk dia ingat.
"Aku sangat penasaran dengan wanita itu, beraninya dia menginjak kakiku" gerutu Winston sembari mengolesi salep antibiotik untuk kakinya.
"Tok ... tok ...." suara ketukan dari luar pintu.
"Masuk" ucap Winston masih memijat kakinya.
"Tuan Muda, apa perlu saya panggil Dokter Welis" ucap Saha memperhatikan kaki Winston yang sudah memar.
"Itu tidak perlu" ucap Winston sambil merapikan kakinya.
"Bagaimana dengan kakimu?" Winston pun memperhatikan tubuh Saha masih sedikit gemetar. Winston langsung tersenyum mengingat tindakan Sella tadi pagi. Melihat Winston senyum membuat Saha semakin malu.
"Tuan Muda, apa anda tertarik dengan wanita bar-bar itu, dia bukan wanita biasa. Ah ... ini sangat memalukan, bisa-bisanya wanita itu menghempaskan tubuhku" ucap Saha dengan gugup.
"Aku yakin wanita itu bukan wanita sembarangan" ucap Winston kembali dengan ekspresinya yang semula. Winston tidak pernah sekalipun tersenyum. Namun Sella sudah mampu mengubah suasana hati Winston hari ini.
"Terakhir kali Tuan Muda tersenyum itu saat Nyonya Naira kembali, namun sekarang wanita yang bernama Sella ini mampu membuat Tuan Muda takluk tidak melawan sedikit pun" batin Saha. Saha pun membantu Winston untuk merapikan pakaian yang dikenakan oleh Winston.
"Bagaimana dengan identitasnya?" tanya Winston sembari memasang kancing jasnya.
"Saya sudah mencek semua situs internet dan pemberitaan dari media. Hasil yang saya temukan, nama lengkap wanita itu adalah Micella Sondakh, biasa di panggil Sella. Nona Sella selama 4 tahun ini berada di Jerman untuk mengurus bisnis Perusahaan Sondakh. Namun untuk riwayat media sosial Nona Sella sangat tertutup rapat. Bahkan latar belakang dan profilnya baru muncul di laman web resmi Perusahaan Sondakh semalam Tuan Muda" ucap Saha memberikan informasi yang dia dapat.
"Jadi, selama ini identitasnya disembunyikan" ucap Winston.
"Benar Tuan Muda" ucap Saha sembari menyerahkan foto profil Sella melalui ponselnya.
"Hum ... sepertinya aku pernah melihat wajahnya, tapi dimana" ucap Winston bergumam sendiri.
"Kalau tidak salah, Nona Sella merupakan alumni S1 Informatika UGM. Usia Nona Sella saat ini sudah menginjak 25 tahun. Dari usianya, diketahui Nona Sella lulus S1 selama 3 tahun" ucap Saha.
__ADS_1
"Selidiki kehidupannya sebelum 4 tahun belakangan" ucap Winston.
"Baik Tuan Muda, akan saya usahakan. Namun perlu Tuan Muda ketahui, untuk acara launching nanti, bagian humas Perusahaan memberitahu bahwa tamu undangan dari Perusahaan Sondakh tidak dihadiri oleh Tuan Sondakh" ucap Saha.
"Bagaimana dengan kerja sama Perusahaan?" tanya Winston mencemaskan hubungan kerja sama dengan Perusahaan Sondakh. Perusahaan Sondakh merupakan salah satu Perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang jasa transportasi. Bidang utama Perusahaan Sondakh adalah pelayaran dengan kapal pesiar. Sangat disayangkan jika kerja sama kedua Perusahaan gagal. Winston akan kehilangan dana miliaran rupiah.
"Kerja sama tetap berjalan, Nona Sella yang akan menggantikan Tuan Sondakh" ucap Saha. Raut wajah Winston langsung berubah dari cemas menjadi berseri-seri.
"Wanita bar-bar, kita akan bertemu lagi" batin Winston sembari tersenyum memandangi wajah Sella yang ada di dalam ponsel Saha.
"Kenapa Tuan Muda senyum-senyum sendiri. Kapan ponselku dikembalikan" batin Saha. Beberapa menit kemudian, sadar Saha masih berdiri dihadapannya, Winston langsung mengembalikan ponsel Saha.
"Sambungan rekaman CCTV ruang konferensi pers kekomputerku" ucap Winston sembari beranjak menuju mejanya. Di atas meja sudah tertulis lengkap Winston sebagai Presdir Shefard.
"Baik Tuan Muda" ucap Saha langsung mengotak-atik ponselnya. Tidak butuh waktu lama, hanya 2 menit, komputer milik Winston langsung terhubung dengan rekaman CCTV ruang konferensi pers. Winston pun mengerjakan tugasnya, sembari memperhatikan ruang konferensi pers. Winston melirik ke jam tangannya, hari masih pukul 10.40 wib. Winston pun memperhatikan hasil rekaman CCTV, sosok yang dia tunggu belum juga muncul, hanya ada tamu undangan dan wartawan stasiun televisi yang mengisi ruangan itu.
"Ada apa denganku, kenapa aku sangat berharap wanita itu datang. Bahkan wangi tubuhnya masih melekat dihidungku" batin Winston. Winston pun beranjak dari mejanya. Namun berkas kesepakatan kerja sama masih tinggal di atas meja. Winston kembali ke mejanya untuk mengambil berkas itu, saat Winston mengarahkan pandangannya pada komputer, Winston sangat terkejut, Sella sudah memasuki ruang konferensi pers. Winston langsung tersenyum melihat kehadiran Sella. Belum lagi, penampilan Sella sangat berbeda dari penampilan tamu undangan.
"Wins ... apa yang kau pikirkan" ucap Winston pada dirinya. Saha yang berada di dalam ruangan itu langsung geleng-geleng kepala melihat perubahan sikap Winston. Mereka pun menuju ruang konferensi pers.
###
Acara launching itu dibuka oleh MC. Tamu undangan sudah mengisi semua kursi. Bahkan tidak ada satu pun kursi yang tersisa, sementara itu untuk para pengawal Sella mereka memilih berdiri memantau dari kejauhan.
"Hadirin yang berbahagia, jam tangan terbaru ini khusus dirancang untuk pria yang sibuk dengan jam kerja. Merek jam tangan ini sudah mendapatkan dukungan lebih dari 10 Perusahaan terkenal di Asia, dan 10 Perusahaan terkenal di Indonesia" ucap salah satu MC pria pembawa acara.
"Benar sekali, jadi jam tangan ini mempermudah konsumen untuk beraktivitas, karena jam tangan ini sangat ringan di tangan, ada cahaya laser ketika jam tangan ini berada didalam air. Jadi ketika jam tangan anda jatuh kedalam kolam, atau sekalipun jatuh kedalam laut. Jam tangan ini langsung bercahaya, sehingga konsumen masih bisa menemukan jam tangan ini dengan mudah" ucap MC wanita menimbuhi MC pria. Gambar dari jam tangan sudah muncul di layar. Semua orang bisa melihat desain terbaru dari jam tangan itu.
"Kalian juga tidak perlu khawatir, buat kalian kaum wanita, karena Perusahaan Shefard masih menyediakan desain yang lain untuk wanita pakai. Sebelum mengetahui apa nama merek dari jam tangan ini, kita sambut dulu model-model kece kita ini" ucap MC pria.
Model pria dengan pakaian santai serta pakaian kantor pun langsung keluar dari balik layar sembari memakai jam tangan rancangan Perubahan Shefard. Di iringi musik, model-model itu langsung bergantian memamerkan jam tangan yang mereka kenakan.
__ADS_1
"Prok ... prok ...." tepuk tangan meriah dari tamu undangan setelah Winston muncul pada barisan terakhir. Winston pun memakai jam tangan baru sembari memamerkan jam tangan itu pada kamera.
"Cekrek ... cekrek ...." semua media langsung fokus pada Winston.
"Hadirin yang berbahagia, sebelum saya memberitahukan merek jam tangan terbaru yang sudah kami rancang. Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan kalian semua" ucap Winston sembari memandang kepada tamu undangan.
"Prok ... prok ...." tamu undangan pun tepuk tangan.
"Jadi dia Winston Shefard" batin Sella menatap Winston. Winston balas tersenyum pada kemera.
"Saya berharap jam tangan Midas ini akan menjadi jam tangan nomor 1 di hati masyarakat. Sebelum pengesahan merek jam tangan ini, saya persilahkan pada investor untuk segera bergabung" ucap Winston lagi.
Tamu undangan yang menjadi investor dan relasi kerja sama pun ikut bergabung ke panggung. Begitu juga dengan Sella. Sella pun beranjak berbaris paling samping.
"Maaf Nona, lebih baik Nona berdiri ditengah" ucap MC pria pada Sella. Sella pun memperhatikan sekitar, ternyata MC berbicara padanya. Tidak ingin berdebat Sella pun menuruti perintah MC tadi.
"Kenapa juga hanya aku seorang wanita, kakek sebenarnya mau menjebakku" batin Sella memperhatikan sekitarnya, semuanya kaum pria.
"Baik, sama-sama kita hitung, tiga ... dua ... satu ...." seru MC wanita. Tali pita peresmian merek jam tangan Midas itu pun langsung terputus digunting oleh Winston.
"Prok ... prok ...." tepuk tangan dari tamu undangan. Mereka pun berfoto bersama.
"Lebih dekat lagi" ucap salah satu wartawan. Winston malah meraih pinggang Sella. Sella pun memperhatikan wajah Winston dengan jelas. Winston balas tersenyum pada Sella.
"Apa aku pernah bertemu dengan pria ini. Kenapa aku tidak marah dia rangkul. Seumur hidup, baru kali ini aku dirangkul oleh pria" batin Sella.
Bersambung ...........
Hai reader π€
Jangan lupa like dan komentar ya, di Vote juga boleh βΊοΈ
__ADS_1
See You πππ