
"Sedikit lagi, sepatunya lepas" ucap Sella dalam hati sambil melepaskan sepatu yang Winston pakai.
"Bisa-bisanya wanita ini masih sanggup meraih sepatuku" batin Winston masih menutup matanya menikmati ciuman mereka. Rangga malah memandangi aksi Sella menekan tubuh Winston, bahkan tubuh Winston sudah dikunci.
"Siapa sebenarnya wanita cupu ini, dia menguasai ilmu bela diri, bahkan aku tidak sanggup menahan tubuh Winston sebelumnya" Rangga pun meraih ponselnya untuk mengabadikan momen paling langka itu.
"Aku akan mengabadikan momen ini, Tuan Muda Winston, ini momen terburukmu dalam sejarah hidup, haha ...." Rangga terus mengambil gambar Sella sedang berada di atas tubuh Winston.
"Seandainya saja wanita ini tidak menekan tubuhku, aku tidak tahu dari mana wanita ini mendapatkan ilmu bela diri menekan tubuh seseorang, apa mungkin wanita ini keturunan elit" Winston membuka matanya, pandangan mereka pun bertemu saat Sella melepaskan bibir Winston.
"Huh ... kau lumayan tampan, setidaknya ciuman pertamaku tidak salah sasaran pada pria jelek" Sella langsung melap bibirnya.
"Cih, urat malumu sudah putus rupanya, bisa-bisanya kau masuk kekampus ini" Winston mencoba untuk bangkit, namun tubuhnya masih terkunci.
"Aku akan kembalikan sepatumu ini nanti" Sella langsung bangkit berdiri.
"Nona, bagaimana bisa kau seberani ini, setidaknya bangunkan dia dulu" Rangga pun membantu Winston untuk bangkit berdiri.
"Beritahukan pada Tuan Muda mu itu, rasa bibirnya sangat hambar" Sella pun menjulurkan lidahnya pada Winston.
"Hambar ...." Winston malah menggertak gigi putih miliknya. Emosi Winston sudah meledak. Winston hanya bisa pasrah, karena sebagian otot-otot pada tubuhnya sudah lumpuh.
"Nona, kau jangan pergi dulu" Rangga sudah putus asa melihat tubuh Winston tidak bergerak sedikit pun seperti batu. Sella tidak menggubris sedikit pun. Sepasang sepatu cats milik Winston sudah menjadi milik Sella. Sella pun buru-buru kabur keluar dari kantin itu.
"Wins, kenapa kau jadi orang bodoh begini" ucap Rangga sembari memijat titik akupuntur pada dada Winston. Winston langsung menarik nafas.
"Tidak ada gunanya kau memijatku, kau datangkan saja Dokter Welis" Winston pun menyerahkan ponselnya pada Rangga.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa wanita itu, bahkan kau adalah keturunan elit, dia bisa menekan titik akupunturmu" Rangga masih mencoba membantu Winston.
"Apa yang kau tunggu, apa kau mau membuatku mati, aku sudah sekarat begini. Yang kubutuhkan saat ini hanya Dokter Welis!" Ucap Winston penuh penekanan.
"Baiklah, aku akan menghubunginya" Rangga langsung melaksanakan perintah Winston barusan. Panjang lebar Rangga menjelaskan pada Dokter Welis melalui ponsel Winston.
Lima menit kemudian, Rangga pun memanggil pengawal milik Winston untuk membantu mengangkat tubuh Winston kedalam mobil.
"Dokter Welis mengatakan bahwa kau harus dirawat dikediamanmu. Butuh waktu lama untuk memulihkan tubuhmu" ucap Rangga sembari mengangkat tubuh Winston.
"Suruh orang-orangku untuk mencari tahu mengenai wanita cupu itu" Winston pun menahan dadanya karena sudah sesak. "Apa ini kebetulan, bukannya keturunan elit hanya aku dan mama saja, ilmu bela diri yang kumiliki masih level dasar, tapi wanita itu, sepertinya dia bukan wanita biasa" batin Winston.
Tidak lama kemudian, mobil Winston sudah membawanya keluar dari kantin. Rangga sempat berpapasan dengan wanita cantik yang baru saja keluar dari toilet perempuan.
"Apa mataku akhir-akhir ini mulai kabur, bukankah di kampus ini hanya Naira wanita yang paling cantik, kenapa bertambah satu lagi. Tunggu dulu, aku tidak pernah melihat wanita itu, kalau saja Winston tidak sekarat, aku pasti mendapatkan kontak wanita itu" batin Rangga sembari menatap tubuh wanita itu dari kaca spion mobil.
"Hihi, Sella tidak mungkin namanya Windows, apa sih yang aku pikirkan, aku harus segera menyelinap masuk kebarisan" batin Sella. Sella masih celingak-celinguk melihat sekitar.
"Sekolah itu sungguh sangat membosankan, 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, ditambah lagi kuliah selama 4 tahun" Sella mulai memainkan jarinya untuk menghitung.
"Astaga 16 tahun waktuku kuhabiskan untuk sekolah, iya kalau lulus kuliah selama 4 tahun, kalau lebih dari itu. Sebenarnya apa yang kakek tua bangka itu rencanakan, aku bisa saja kuliah tanpa harus tatap muka. Adam Malik saja sebagai agen CIA tidak pernah mengenyam bangku sekolah, si tua bangka memang merepotkan" gerutu Sella. Penampilan Sella sudah berubah dari culun menjadi gadis yang cantik dan menawan.
"Tuan Muda ... Tuan Muda ...." ucap Saha sembari membangunkan tubuh Winston.
"Kita ada dimana?" Winston masih belum sadar. Wajah Winston sudah penuh keringat.
"Tuan Muda, sepertinya Tuan Muda butuh istirahat yang cukup" Saha memberikan sapu tangannya pada Winston.
__ADS_1
"Karena perintah Tuan Besar, sudah 2 hari ini Tuan Muda tidak istirahat, belum lagi hubungan pernikahan Tuan Muda sedang tidak baik" batin Saha memperhatikan penampilan Winston.
"Kenapa aku malah teringat dengan wanita cupu itu, kejadian itu sudah lama sekali. Aku malah bermimpi tentangnya. Sampai sekarang aku tidak tahu identitasnya. Kemarin tubuhku juga dikunci oleh seseorang yang tidak aku kenal, apa mungkin orang yang semalam berkaitan dengan wanita itu juga" batin Winston.
"Bukannya ini ada di Bandara" kesadaran Winston sudah kembali.
"Benar Tuan Muda" Saha langsung membukakan pintu mobil untuk Winston.
"Ini sudah pukul 17.35 wib, itu artinya aku sudah tidur di dalam mobil ini selama 90 menit dari keberangkatan kita tadi, bukannya kau bilang istriku akan tiba 45 menit lagi" Winston melirik jam tangannya.
"Maaf Tuan Muda, Nyonya mengabari saya bahwa pesawat yang Nyonya tumpangi delay selama 30 menit" ucap Saha sembari menunduk.
"Kau malah membiarkan aku ketiduran, Naira mungkin sudah menungguku" Winston sudah terlihat cemas karena terlambat tiba di Bandara. Winston pun langsung beranjak dari parkiran menuju Terminal. Saha ikut beranjak mengejar Winston.
Tidak lama kemudian, Winston sudah tiba di Terminal. Terminal itu sudah dipadati oleh pengunjung yang berlalu lalang. Ada yang menunggu kedatangan kerabat mereka dari luar negeri sembari memasang papan nama kecil sebagai baliho supaya mudah dikenali, ada juga yang menulis ucapan selamat datang.
"Tuan Muda, sepertinya para Wartawan untuk menggali informasi sudah berpencar disekitar Terminal ini. Apa kita tidak menunggu Nyonya Muda diparkiran saja" Saha memberikan saran pada Winston.
"Itu tidak perlu, akan lebih bagus jika media tahu bahwa aku benar suaminya Naira" Winston sudah memperhatikan setiap penumpang yang sudah keluar dari pintu bagian Crub Bandara.
"Selama ini Tuan Muda tidak mau menunjukkan identitasnya sebagai pasangan dari penerus Wijaksono Group. Walau Perusahaan itu dulunya masih bersinar, namun sekarang Perusahaan itu sudah redup, bahkan Tuan Muda sudah banyak mengeluarkan dana untuk berinvestasi, sampai sekarang pendapatan Perusahaan itu semakin melemah. Tuan Muda tetap setia mencintai Nyonya Muda, meski Tuan Besar menyuruhnya untuk menceraikan Nyonya Naira. Bahkan karena kabar itu, Nyonya Naira mulai memberikan jarak pada Tuan Muda" batin Saha sembari melirik kesekitar.
Bersambung .............
Hai reader π€
Jangan lupa like dan komentar ya, di Vote juga boleh βΊοΈ
__ADS_1
See you again πππ