
🏙️ Kediaman Shefard
Tidak lama kemudian, mobil yang membawa Winston sudah tiba dikediaman Shefard. Kediaman Shefard terletak di kota Jakarta bagian Selatan. Walau kota Jakarta sudah padat dengan bangunan yang menjulang tinggi, serta penduduk, namun untuk kediaman Shefard terletak di lokasi yang strategis. Kediaman Shefard masih memiliki lahan kosong serta taman bunga yang luas. Setiap hari ada 20 orang karyawan yang dipekerjakan oleh Winston untuk membersihkan kediaman ini.
"Selamat datang Tuan Muda" ucap ibu Aurora menyambut kedatangan Winston di gerbang utama kediaman. Winston tidak melirik sedikit pun pada ibu Aurora. Security langsung membuka portal agar mobil yang membawa Winston bisa masuk.
"Masih saja repot mengerjakan yang bukan pekerjaannya" gerutu Winston pada ibu Aurora. Ucapan Winston barusan tidak didengar oleh ibu Aurora karena ibu Aurora sudah sibuk menemani para pelayan.
Sesampainya di lobi kediaman Shefard. Winston semakin kesal melihat tamu yang tak diundang sudah menungguinya di ruang tamu.
"Kenapa Tuan Besar ada disini, apa sebenarnya yang terjadi, barusan kemarin kelar masalah perusahaan Wijaksono Group, sekarang masalah apa lagi yang muncul" batin Saha mengikuti Winston beranjak memasuki ruang tamu.
"Aku ada disini bukan karena aku mau" ucap Tuan Glen sembari mematikan api rokoknya.
"Akulah yang mengundang papa kemari" ucap Naira sembari menyilangkan kakinya.
Winston pun memilih untuk duduk disamping Naira. Saha langsung membantu Winston untuk melepaskan jas yang dikenakan oleh Winston.
"Kau sangat sibuk, aku yakin kau datang kesini karena hal penting" ucap Winston pada intinya. Dapat diketahui hubungan Winston tidak baik dengan ayahnya selain hubungan sedarah saja.
"Aku tidak perlu menjelaskannya padamu, biarkan dia yang bicara" Tuan Glen langsung menjentikkan jarinya. Tiba-tiba seseorang sudah masuk bergabung dengan mereka sembari membawa koper hitam.
"Wins, aku sengaja meminta papa kemari karena aku akan menceraikanmu hari ini juga" ucap Naira. Mata Naira mulai berkaca-kaca. Naira langsung mengalihkan perhatiannya pada pengacaranya.
"Naira tahan sedikit, jangan sampai aku menangis dihadapan pria yang aku cintai ini" batin Naira.
"Apa ... apa maksudmu?" ucap Winston pada Naira.
Winston sangat terkejut mendengar ucapan istrinya barusan. Winston menatap pada papanya. Tuan Glen Shefard hanya menari-narikan jari telunjuknya menekan sofa yang dia duduki.
__ADS_1
Pernikahan Winston dan Naira adalah pernikahan bisnis, namun pernikahan mereka awalnya sudah dilandasi rasa suka. Sebelumnya Nairalah yang selalu mengejar Winston. Naira termasuk wanita pertama yang dekat dengan Winston dan mampu membuat Winston jatuh hati padanya. Walau selama 2 tahun menikahi Naira, Winston belum sepenuhnya mengekspresikan rasa cintanya pada Naira. Tapi sekarang, Winston tidak menyangka, wanita yang selama ini selalu mengejar-ngejarnya sudah menyerah.
"Pengacara sudah tiba ditempat ini, dia akan menjelaskan semuanya" ucap Naira membiarkan pengacara itu waktu dan tempat.
"Nai ... apa kau serius dengan ucapanmu ini! Apa kau sudah meminta pendapatku terlebih dahulu, aku tidak percaya dengan semua ini"
"Crang ...." Gelas yang ada di meja sudah jatuh kelantai, Winston langsung meluapkan emosinya, tanpa dia sadari tangannya ikut terluka karena pecahan dari gelas yang dia hempaskan.
Untuk yang pertama kalinya Naira melihat sosok Winston yang sesungguhnya selama menjadi suaminya. Winston tidak pernah sedikit pun marah padanya. Walau Naira sebenarnya tahu bahwa Winston adalah pria yang emosian. Namun selama menikah Winston tidak pernah menunjukkan identitasnya yang asli pada Naira.
"Wins, tenanglah ... tanganmu bahkan berdarah" ucap Naira sembari memegangi tangan Winston.
"Nai, selama 2 tahun ini apa artinya aku bagimu, aku sudah mengenalmu. Katakan saja kalau kau dipaksa olehnya" ucap Winston menatap pada papanya.
"Terlalu banyak drama" ucap Tuan Glen sembari menghidupkan api rokoknya.
"Wins, stop ...." ucap Naira menahan tubuh Winston agar tidak mendekat pada Tuan Glen. Sedikit lagi jarak Winston dengan Tuan Glen bertemu, akan terjadi baku hantam. Saha sudah mengambil ancang-ancang jika Winston melakukan penyerangan, begitu juga dengan pengawal milik Tuan Glen.
"Semakin kau marah menjadi semakin menarik, pertunjukan apa lagi yang akan kalian tunjukkan padaku" ucap Tuan Glen sembari tersenyum pada Winston.
"Orang tua ini, sepertinya sudah keenakan ...." ucapan Winston langsung terpotong.
"Tuan Muda, tolong kendalikan diri anda, ada begitu banyak pengawal Tuan Besar, apa Tuan Muda tidak bisa melihat situasi" bisik Saha sembari menahan tubuh Winston. Para pengawal milik Tuan Glen langsung memasukkan senjata api mereka kembali kedalam baju mereka.
"Wins, aku dengan sengaja mengundang papa kemari tanpa ada tekanan atau pun permintaan dari papa. Aku sudah memutuskan hal ini sejak aku berada di London. Pernikahan kita juga hanya pernikahan bisnis. Kita sudah menikah selama 2 tahun ini dan aku belum juga mengandung" ucap Naira sembari menunduk.
"Naira, lihat aku" Winston langsung meraih wajah Naira. "Sejak kapan aku membahas anak denganmu, pernikahan kita masih seumur jagung, kita pasti memiliki anak, kita belum mencoba saja" ucap Winston.
"Wins ...." Naira langsung memegangi tangan Winston. "Ini sudah menjadi keputusanku. Kau tidak perlu lagi mensponsori perusahaan ayahku, dengan begini kau tidak terbebani lagi. Terima kasih sebelumnya sudah mau menerima diriku dan membalas cinta kita" ucap Naira sembari melepaskan tangan Winston.
__ADS_1
"Nai, aku tidak mau bercerai denganmu, apa kau tidak memikirkan perasaanku ...." ucap Winston menarik tangan Naira.
"Wins, kita akhiri saja pernikahan ini sampai disini, kelak kita tidak perlu bertemu lagi satu sama lain. Pengacara juga sudah ada disini, aku tidak akan meminta apa pun padamu" ucap Naira. Sadar dengan ucapan Naira, Winston langsung melepaskan tangannya. Naira langsung beranjak dari ruang tamu. Tidak ada satu pun orang yang tahu kalau air mata Naira sudah bercucuran.
"Kau sudah senang sekarang ... kapan sih kau menghilang dari bumi ini, kalau bukan karenamu, semua ini tidak akan pernah terjadi ...." ucap Winston langsung menghempaskan meja tamu itu. Membuat semua benda yang ada di atas meja langsung berserakan.
"Kau meluapkan kekesalanmu padaku. Ada begitu banyak wanita yang bisa kau nikahi lagi, bahkan dia tidak bisa memberikan anak padamu" ucap Tuan Glen langsung bangkit dari duduknya.
"Aku punya anak atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganmu. Bilang saja kau tidak mendapatkan keuntungan lagi dari istriku karena perusahaan ayahnya sudah bangkrut" ucap Winston menatap tajam pada Tuan Glen.
"Kau mengenalku bukan hari ini saja, apa kau berpikir aku hanyalah peduli dengan keuntungan perusahaan saja, aku juga peduli dengan penerusku. Kau harus ingat, aku tidak pernah meminta wanita itu untuk mengajukan perceraian. Kalau aku mau sedari awal aku sudah menyuruhmu menceraikannya. Untuk apa aku menekan wanita lemah sepertinya" ucap Tuan Glen.
"Wanita lemah, bukannya orang yang kau nikahi adalah wanita kuat, buktinya kau tidak bisa mempertahankan nyawanya. Kau bahkan tidak melihat nyawanya untuk yang terakhir kalinya" ucap Winston menyinggung kematian mamanya Nyonya Rika.
"Lagi-lagi kau menyinggung wanita itu, hidupmu sama saja seperti pengecut. Cepat urus masalah perceraianmu ini, jangan sampai membawa masalah pada perusahaan" Tuan Glen langsung beranjak dari ruang tamu.
"Aku tidak akan menceraikannya ... tidak akan ...." teriak Winston sembari meninju tembok ruang tamu.
"Tuan Muda ... tenanglah, tangan anda akan hancur, anda hanya menyiksa diri anda" ucap Saha menahan tubuh Winston.
"Kalau bukan papa, siapa yang menyuruh Naira untuk bercerai, apa mungkin papa mertua. Tidak ... papa mertua tidak pernah kembali ke Indonesia. Beliau selalu sibuk dengan urusan bisnisnya. Walau Wijaksono Group sudah bangkrut, ada banyak bisnisnya yang masih dia jalankan. Apa Naira benar-benar ingin bercerai denganku tanpa tekanan dan kemauan dia sendiri" batin Winston.
Bersambung .........
Hai reader 🤗
Jumpa lagi kita, jangan lupa jadikan favorit untuk kelanjutan novel ini. Mohon like dan komentar kalian agar novel ini semakin berkembang. 🙏
See You 👋👋👋
__ADS_1