
"Cekrek ... cekrek ...." Bunyi kamera ada dimana-mana ketika Naira membuka kaca matanya sembari berjalan melewati para wartawan.
"Nona Naira, apa benar anda akan bercerai dengan suami anda."
"Keadaan keuangan Wijaksono Group sedang tidak stabil 2 tahun belakangan ini, dan suami andalah yang menjadi investor terbesar sebagai penyelamat. Apa mungkin karena keadaan keuangan Wijaksono Group melemah yang menyebabkan rumah tangga anda renggang."
Naira tidak merespon pertanyaan yang wartawan ajukan. Naira sengaja membuka kaca matanya untuk melihat keberadaan Winston, karena Saha sudah memberitahukan padanya bahwa Winston yang menjemputnya.
"Nona Naira, Wijaksono Group sudah mau bangkrut, apakah anda masih bisa bersikap seperti seorang Nona Besar, setidaknya berikan kami penjelasan. Kalau bukan karena anda istri dari Perusahaan Shefard, saat ini status anda tidak lebih tinggi dari itu."
Langkah kaki Naira pun berhenti mendengar ucapan wartawan barusan. Naira langsung melayangkan tangannya pada kerah baju wartawan itu.
"Karena Perusahaan Shefard ...." ucap Naira meninggikan suaranya. Semua orang sangat terkejut dengan tingkah Naira.
"Kau ingin tahu statusku, berani sekali kau meremehkan aku, sampah sepertimu ini tidak pantas menjadi seorang wartawan" Naira langsung menghempaskan wartawan itu, namun id card wartawan itu sudah berada di tangan Naira.
"Nyonya, sebaiknya anda menjaga sikap, ini ditempat keramaian" bisik salah satu pengawal pada Naira untuk menengahi.
"Dia bekerja sebagai magang, suruh media tempatnya bekerja untuk segera memecatnya!" Naira pun langsung melepaskan tangannya dari kerah baju wartawan itu. Wartawan itu masih muda, dia sudah gemetar menghadapi sikap Naira barusan.
"Nona Naira ternyata berbeda dari yang aslinya, bukannya dia lembut."
"Mungkin karena keadaan keuangan Wijaksono Group membuatnya tertekan."
"Ternyata orang bisa berubah, sudah jatuh miskin baru terlihat watak aslinya, selama ini terlalu kesenangan sih menikmati kekayaan ayahnya."
"Hust, lebih baik kalian diam, sebelum nasib kalian sama dengan anak magang itu."
Bisik semua orang menggosip.
"Tolong berikan jalan ...." Para pengawal pun membuka jalan untuk Naira.
__ADS_1
"Nona Naira, tolong jangan pecat saya. Saya hanya mengikuti skrip, ini liputan pertama saya sebagai anak magang" ucap wartawan tadi sembari berjongkok menghadap pada Naira.
"Skrip katamu, apa kau tidak bisa membaca dengan baik, aku Naira putri tunggal Wijaksono Group, aku tidak membutuhkan simpati dari siapapun, bahkan itu dari Perusahaan Shefard. Ayahku pasti bisa mengembalikan Wijaksono Group kemasa jayanya. Tulis itu sebagai bahan beritamu" Naira langsung melemparkan id card wartawan itu.
"Maafkan saya, saya akan ubah skripnya" ucap wartawan itu.
"Ck ... ck ... aku tidak ingin melihat wajahmu ini lagi" Naira langsung beranjak sembari melihat sekitar.
"Nai ...." Teriak seseorang pada Naira. Naira tidak menghiraukan ucapan Winston barusan.
"Naira ...." Winston menarik tangan Naira.
"Apa sih ...." ucap Naira langsung berbalik badan. Hampir saja Naira ingin meluapkan emosinya pada orang yang memanggilnya barusan. Namun karena Winston yang Hadir, Naira pun menahan dirinya.
"Pria ini ternyata sudah disini, betapa rindunya aku padamu" batin Naira. Winston pun mendekap tubuh Naira dalam pelukannya.
"Kau sudah kembali" bisik Winston pada Naira. Naira menghela nafas dalam-dalam untuk meredamkan emosinya.
"Aroma tubuhmu masih sama, setelah ini entah kapan lagi aku bisa menikmati aroma tubuhmu ini, rasanya aku ingin bunuh diri saja saat ini" Naira pun menarik wajahnya dari pelukan Winston. Pandangan mata mereka pun bertemu. Mereka tidak sadar, bahwa para wartawan masih berada disana sedang meliput kemesraan mereka.
"Jika kau melakukan hal romantis begini, orang-orang akan berpikir bahwa rumah tangga kita baik-baik saja, bukannya kita menikah karena urusan bisnis keluarga kita" Naira langsung menurunkan tangan Winston dari wajahnya. Setelah itu Naira langsung melangkah. Winston sangat terkejut dengan sikap Naira padanya. Winston mengernyitkan dahinya karena melihat sikap Naira bukan seperti biasanya.
"Bukannya itu Tuan Muda Shefard, aku tidak menyangka dia ternyata sangat tampan, ini pertama kalinya aku melihat dia."
"Tapi, kenapa Nona Naira meninggalkannya, apa hubungan mereka tidak baik ya ...."
"Ada apa dengannya, dia bukan Naira yang aku kenal, apa mungkin di London terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui" Batin Winston memandangi mobil yang Naira naiki. Mobil itu pun berhenti dihadapan Winston. Kaca samping mobil sudah terbuka.
"Wins, aku akan menunggumu di rumah" kaca mobil langsung Naira tutup. Mobil itu pun langsung melaju menjauhi Winston meninggalkan Bandara.
"Tuan Muda, mobil anda sudah siap" ucap Saha pada Winston. Kedua tangan Winston langsung dia keluarkan dari saku celananya.
__ADS_1
"Kenapa tidak sesuai rencana, bukannya kau mengatakan semuanya baik-baik saja" bibir Winston sudah bergetar karena getaran giginya.
"Maafkan saya Tuan Muda, saya mendapatkan laporan perjalanan Nyonya Muda dari London sesuai dengan mata-mata yang sudah kita kirim" Saha langsung menunduk pada Winston.
"Apa kau yakin orang yang kau suruh menjadi mata-mata adalah orang kita, jarak Jakarta dan London memang jauh, tapi untuk mengikuti satu orang wanita saja kalian tidak mampu" Nada ucapan Winston penuh dengan takanan, membuat para pengawal yang berada di sampingnya ikut gemetar.
"Maaf Tuan Muda" mereka serentak minta maaf pada Winston.
"Selain kata maaf apa tidak ada kata lain yang bisa kalian ucapkan ... apa dengan meminta maaf semua masalah bisa kalian selesaikan!" Bentak Winston.
"Duak ...." kaki Winston langsung mendarat pada pengawalnya. Para pengawal itu hanya bisa meringis kesakitan.
"Tuan Muda ini salah saya, tidak ada hubungannya dengan mereka, saya akan berikan informasi terbaru mengenai laporan keseharian Nyonya Naira selama di London" Saha langsung berjongkok meminta maaf.
"Kapan saja aku bisa menggantikan posisi kalian, jika kalian sudah bosan bekerja denganku, kalian boleh katakan padaku, ada banyak pereman yang bisa kubayar, selama ini aku sudah memanusiakan kalian dengan hormat, jangan sampai aku menganggap kalian sebagai binatang" Winston langsung masuk kedalam mobil.
"Jangan pecat kami Tuan Muda ...." ucap para pengawal itu serentak ikut menunduk.
"Apa yang kalian tunggu, haih ...." gigi Winston kembali bergetar melihat anak buahnya masih diluar.
"Eh ... maaf Tuan Muda" para pengawal itu pun ikut masuk kedalam mobil yang lain. Begitu juga dengan Saha. Saha langsung duduk di kursi paling depan dekat supir. Ketika Saha melihat kaca depan mobil, raut wajah Winston masih marah. Hal itu membuat Saha tidak berani membuka suara.
"Tuan Muda, kita kemana sekarang?" supir pribadi Winston terpaksa memberanikan diri bertanya pada Winston. Winston pun memalingkan wajahnya melihat bagian kaca mobil untuk membalas ucapan lawan bicaranya.
"Apa kau tidak dengar ucapan wanita itu barusan" Winston menatap tajam pada supirnya.
"Baik Tuan Muda, saya mengerti" ucap supir itu. Setelah itu mobil yang membawa Winston itu pun melaju menuju kediaman Shefard.
Bersambung ........
Hai reader π€
__ADS_1
Untuk mendapatkan up selanjutnya jangan lupa subscribe. Like dan komentar kalian sangat author butuhkan untuk perkembangan novel iniβΊοΈ
See You πππ