Terjebak Cinta Tuan Muda Duda

Terjebak Cinta Tuan Muda Duda
Bab 15. Kancing Baju


__ADS_3

Senja akan muncul setelah matahari lelah berekspresi menjalankan tugasnya. Momen ini terjadi ketika matahari mulai redup, akan muncul keindahan yang melambangkan cinta. Bagi sebagian orang akan menyempatkan waktunya untuk menikmati senja. Namun tidak semua orang bisa menikmati momen senja, karena senja itu hanya sebentar saja.


Begitu juga mobil yang Winston kemudikan. Biasanya perjalanan dari lapangan golf Jogorawi menuju kediaman keluarga Sondakh hanya memakan waktu sekitar satu jam. Namun sampai senja muncul, mobil itu masih terjebak ditengah-tengah macet. Wajar terjebak macet, memang di saat-saat senja muncul, disitulah waktunya masyarakat kota Jakarta pulang dari tempat kerjanya menuju kediaman masing-masing.


Ada begitu banyak bunyi klakson sepanjang perjalanan. Senja yang muncul hari ini pun tidak dinikmati, orang-orang lebih fokus melakukan aktifitasnya. Kemunculan senja bagi mereka adalah hal biasa. Hingga mobil yang Winston kemudian memasuki jalan tol. Perasaan Winston baru legah sudah keluar dari sarang macet.


"Wanita ini tidak bicara sedikit pun" batin Winston sesekali memperhatikan wajah Sella. Sella duduk sembari menatap kesamping. Winston yang fokus menyetir tidak menyadari bahwa Sella sebenarnya sudah tidur dengan lelap.


Sella menikmati tidurnya didalam mobil itu. Sedikit pun Sella tidak sadar dengan sekitarnya. Tidak lama kemudian mobil itu pun tiba di kediaman keluarga Sondakh. Winston langsung melepaskan pengait seat beltnya.


"Kenapa dia diam saja, apa aku harus membukakan pintu untuknya" batin Winston masih menunggu Sella untuk beranjak dari mobilnya. Namun tubuh Sella tidak bergerak sama sekali. Winston pun mendekati tubuh Sella.


"Astaga, Wanita ini malah ketiduran" ucap Winston berbicara sendiri sembari menatap wajah Sella. Tidak tega untuk membangunkan Sella Winston pun kembali ke posisinya.


"Aku harus gentleman, tidak baik membangunkan wanita yang tidur" ucap Winston lagi. Winston pun memberikan waktu pada Sella, agar Sella bangun sendiri. Waktu berjalan sudah 30 menit.


"Aku sudah ada janji malam ini" ucap Winston mengingat undangan teman-temannya tadi sore. Sembari memperhatikan jam tangannya, Winston pun mendekati Sella.


"Dia lumayan juga ... aku tidak asing dengan wajah wanita ini ... apa kami sebelumnya pernah bertemu" batin Winston.


"Ah, apa yang aku pikirkan. Sudah setua ini aku masih seperti remaja. Sejak kapan aku memikirkan wanita. Aku harus membangunkannya" ucap Winston.


"Hei, bangun ...." ucap Winston sembari menepuk-nepuk tangannya pada lengan Sella.


"Um ...." Perlahan Sella membuka matanya.


"Kau ...." teriak Sella mendapati wajah Winston dengan tajam menatap padanya. Ketika Sella memperhatikan penampilannya, kancing atasan bajunya sudah terbuka.


"Nona Sella kenapa kau teriak" ucap Winston langsung membuka pengait seat belt pada tubuh Sella. Sella langsung buru-buru memasang kancing bajunya.


"Apa kau tidak mau turun" ucap Winston langsung keluar dari mobilnya. Sella tidak menggubris.


"Tunggu dulu, kenapa aku berada di dalam mobilnya" ucap Sella masih belum sadar. Sella sudah terlihat kebingungan.


"Aku rasa selama tidur tadi dia bermimpi, sekalian saja aku kerjai" batin Winston sembari mengembangkan senyumnya.


"Apa yang terjadi, kenapa pakaianku berantakan" batin Sella. Winston langsung membuka pintu mobil.


"Kau masih berpura-pura polos" bisik Winston sembari mengangkat tubuh Sella kepelukannya.


"Wait ... kenapa kau menggendongku. Ini bukannya kediaman kakekku" ucap Sella sembari memperhatikan sekitar. Mata Winston langsung berbinar melihat belahan kedua gunung kembar milik Sella sudah muncul dari balik kancing baju Sella yang terbuka.


"Turunkan aku!" perintah Sella. Namun wajah Winston sudah merona. Winston tetap membawa Sella beserta tas selempang milik Sella memasuki kediaman keluarga Sondakh.


"Bukannya pria itu Presdir Shefard."


"Aku dengar dia sudah duda."


"Benar dia sudah duda, tapi kenapa dia bersama Nona Sella."


"Apa mungkin mereka ada hubungan."


Bisik semua orang memperhatikan kedatangan Winston dan Sella.


"Kya ...." teriak Sella sadar kancing bajunya terbuka lagi.


"Lumayan juga" seringai Winston memperhatikan tingkah Sella. Winston sadar kancing baju Sella sudah terbuka.

__ADS_1


"Apa mungkin setiap wanita setelah selesai olahraga bentuk dadanya semakin membesar, bahkan baju yang dikenakan tidak muat lagi, atau kau sengaja memakai pakaian kecil agar terlihat besar" ucap Winston menggoda Sella.


"Cabul, tutup matamu" ucap Sella langsung menutup mata Winston.


"Baju ini yang kekecilan" ucap Sella lagi sembari tangannya yang satu memegangi atasan bajunya.


"Kenapa kau bertingkah seperti gadis polos. Barusan kita sudah melakukannya, bahkan kau sangat agresif. Tidak perlu malu-malu, aku sudah melihat semuanya" ucap Winston mengerjai Sella. Winston sengaja meninggikan suaranya agar semua orang tau.


"Apa ...." Semua orang langsung terkejut mendengar ucapan Winston. Mereka pun kembali bergosip.


"Tutup mulutmu ini ...." teriak Sella langsung menutupi wajah Winston dengan kedua tangannya.


"Kalau kau begini, aku tidak bisa memperhatikan jalan" ucap Winston tetap berjalan.


"Brengsek ...." teriak Sella langsung menggigit dada Winston.


"Ah ... kau bahkan menggigit dadaku, kau tidak tahu malu, ada begitu banyak trik untuk menggoda pria, kau bahkan menggigit bagian itu di depan umum" ucap Winston. Winston sudah tertawa melihat tingkah Sella sudah gelisah dipelukannya.


"Aku sangat benci padamu" ucap Sella langsung membonyok- bonyokkan wajah Winston. Seorang pelayan pria sudah berlari untuk menghampiri Winston dan Sella. Ternyata Winston salah arah.


"Tuan, tolong berhenti dihadapan kalian ada kolam renang" ucap pelayan itu.


"Awas air ...." teriak semua orang.


"Kya ...." teriak Sella ketika keseimbangan tubuh Winston sudah oleng.


"Cras ...." tubuh mereka sudah kejebur kedalam kolam renang. Sella pun menutup hidungnya ketika sampai di dasar kolam.


"Ha ... ha ...." Winston dan Sella langsung mengatur pernafasan mereka ketika muncul kepermukaan air. Air kolam itu tidak terlalu dalam.


"Kau tidak apa-apa" ucap Winston mengkhawatirkan keadaan Sella.


"Nona anda baik-baik saja" ucap pelayan pria tadi menghampiri mereka. Mata Winston langsung terbelalak melihat pakaian Sella sudah tembus pandang.


"Astaga, kenapa pakaiannya jadi seksi, aku abaikan takutnya saat dia sadar, dia akan bilang aku cabul, tapi jika dibiarkan bisa-bisa" batin Winston.


Sella pun menepi, belum sempat Sella meraih dinding kolam, Winston langsung membalikkan tubuh Sella. Sella sangat terkejut karena Winston tiba-tiba memeluknya.


"Ada apa denganku, kenapa jantungku berdebar" batin Sella. Sadar dengan situasi saat ini, Sella pun langsung buru-buru mendorong tubuh Winston.


"Kau mau apa" ucap Sella. Winston pun ambil posisi untuk membelakangi Sella.


"Jangan lihat kemari, tolong suruh pelayan wanita membawakan piyama baru" seru Winston pada pria itu. Pria itu pun langsung berbalik badan.


"Emang kenapa kalau dia melihatku" gerutu Sella belum sadar dengan dirinya.


"Baik Tuan" seru pria itu membalas ucapan Winston. Pelayan itu pun beranjak pergi.


"Ehem, kau jangan salah paham, aku tidak sengaja melihatnya. Tidak, tidak salah lagi aku bahkan sudah tahu bentukmu" ucap Winston. Mendengar ucapan Winston barusan Sella pun memperhatikan tubuhnya. Mata Sella langsung melotot melihat tubuhnya sudah tembus pandang.


"Hah ... Winston brengsek ...." teriak Sella langsung menceburkan tubuhnya kedalam air. Baju yang Sella kenakan memang sangat tipis. Apalagi jika terkena air, tubuh Sella tampak tidak memakai busana.


"Sedari tadi kau terus berteriak padaku" ucap Winston sembari mengusap kedua telinganya.


"Pria brengsek sepertimu tidak pantas di baikin. Mimpi apa aku semalam, bisa-bisanya aku mendapat sial setiap bersama denganmu" ucap Sella.


"Bukan semalam kau mimpi, tapi barusan di dalam mobilku, kau bahkan tidak sadar, aku rasa sisa air liurmu masih ada di dalam mobilku" ucap Winston langsung menepi ke dinding kolam.

__ADS_1


"Ketika kau bangunkan aku tadi, harusnya kau tidak perlu menggendongku. Mungkin hal ini tidak akan terjadi" ucap Sella sembari memperhatikan pelayan wanita datang membawakan piyama untuknya.


"Kalau aku tidak menggendongmu, apa kau akan keluar, kau masih saja bengong, aku ini orang yang sibuk. Aku juga terpaksa menggendongmu. Tubuhmu juga sangat berat" ucap Winston sembari menggelengkan kepalanya. Sella sangat kesal dengan ucapan Winston barusan.


"Pria ini benar-benar" batin Sella.


"Tenang saja, aku tidak akan tertarik dengan tubuhmu. Harusnya kau beruntung sudah aku perlakuan dengan baik. Kalau pun diberi nilai dari A sampai D, aku rasa kau pantas mendapatkan nilai D" ucap Winston langsung naik dari kolam. Winston langsung meraih piyama baru dari pelayan.


"Hah ...." Sella semakin emosi. Tangan Sella mengepal siap-siap untuk menghajar wajah Winston.


"Kau bahkan menggigit bibirmu" ucap Winston sembari mengeringkan rambutnya. Sella hanya bisa diam menahan diri. Sella belum berani keluar dari air karena Winston masih berdiri didekat kolam.


"Oya, aku lupa mengatakan padamu, kau harus sering-sering olah raga, supaya ukuranmu enak dipandang mata. Kalau kau tidak mau terlihat kecil, sebaiknya pakai ukuran yang lebih besar, haha ...." tawa Winston mengingat kancing baju Sella.


"Tuan Winston yang terhormat, sepertinya kau sudah cukup mengguruiku. Mau aku jelek atau cantik apa hubungannya denganmu. Aku sangat berterima kasih, karena kau orang pertama yang mengataiku. Aku merasa baik-baik saja dengan penampilanku. Ada begitu banyak wanita diluar sana yang menginginkan bentuk tubuhnya seperti penampilanku saat ini. Aku hargai pendapatmu, kalau pun aku jelek dimatamu, aku tetaplah aku. Apa aku harus mengubah ukuran tubuhku untuk menyenangkanmu, hah ... anda siapa?" Oceh Sella panjang lebar. Ternyata ocehan Sella itu hanya dalam bayangannya saja.


"Nona Sella" ucap pelayan pada Sella.


"Eh, iya" ucap Sella masih berada didalam air.


"Kau bahkan melamun didalam air. Kau tidak perlu mengantarkan aku, sampaikan salamku pada kakekmu nanti" ucap Winston untuk undur diri.


"Tidak ada yang mengharapkan kehadiranmu disini, justru bagus kau segera kembali" ucap Sella. Pelayan itu pun memberikan Sella piyama baru. Sella langsung memakaikan piyama itu. Setelah itu Sella keluar dari kolam renang.


"Wah, Nona Sella, jaga ucapanmu, sekarang kehadiranku belum berarti, takutnya besok aku yang paling kau rindukan" ucap Winston langsung melambaikan tangannya. Winston pun beranjak pergi menuju mobilnya.


"Ih ... amit-amit" ucap Sella sembari mengelus dadanya. Sella pun meraih air mineral kemasan botol dari pelayan. Sella langsung meneguk air itu untuk menenangkan dirinya.


"Ah, aku sangat benci padanya, kenapa ada pria seperti dia sih ...." Sella langsung menginjak botol minuman itu.


"Brengsek ... dasar brengsek ...." oceh Sella pada botol itu. Sella membayangkan botol minuman itu sebagai tubuh Winston.


"Nona, botol minuman itu tidak bersalah" ucap pelayan itu terheran-heran melihat sikap Sella.


Sella tidak sadar bahwa dari lantai 2 ada yang memperhatikan tingkahnya barusan.


"Tuan Besar, Presdir Winston sudah keluar dari lobi" ucap Mohan pada pak Sondakh.


"Carikan gaun yang pas untuk Sella diacara pertemuan perusahaan besok. Jangan sampai hal kecil seperti ini terjadi lagi. Kalau bisa cari gaun yang tertutup. Winston tidak suka pada wanita yang berpakaian terbuka" ucap pak Sondakh.


"Saya minta maaf Tuan, baju yang Nona pakai hari ini memang murni kesalahan saya" ucap Mohan.


"Aku tidak mau kesalahan yang sama terjadi lagi, kalau bisa buat kesalahan baru" ucap pak Sondakh.


"Maaf Tuan" ucap Mohan langsung undur diri. Pak Sondakh pun langsung geleng-geleng kepala melihat sikap Sella menginjak-injak botol minuman.


"Hum, kalau begini terus, aku yakin tidak akan ada pria yang bertahan dengannya. Emosinya sangat meluap, entah siapa yang dia tiru" oceh pak Sondakh dari lantai dua.


Bersambung.......


"Waktu itu hanya utang yang belum bisa dibayar. Waktu itu memang sudah dilalui, tapi sulit dilupakan, pahit dikenang. Waktu itu adalah tidak sempat minta maaf pada orang tersayang, akibatnya jadi penyesalan" by Purnama Sitinjak.


Hai reader 🤗


Author kembali lagi. Ada gak ya yang nungguin episode selanjutnya🤔


Kayaknya nggak deh, canda enggak 🙉

__ADS_1


Di like ya, berikan juga komentar kalian☺️


Tunggu episode selanjutnya ya, see You 👋👋👋


__ADS_2