Terjebak Cinta Tuan Muda Duda

Terjebak Cinta Tuan Muda Duda
Bab 3. Ciuman Pertama


__ADS_3

Sella pun beranjak sembari meraih jus yang sudah dia pesan. Karena hari masih pagi, kantin yang Sella datangi masih belum ramai. Hanya ada beberapa orang mahasiswa lama saja berada di kantin tersebut.


"Belum mencoba, kenapa aku gugup begini" Sella menghela nafas. Sella pun mengumpulkan keberaniannya untuk mendapatkan sepatu cats berwarna hitam yang di pakai oleh pria itu.


"Kenapa dengan wanita ini" batin Rangga melihat Sella mendekati meja mereka.


"Sepertinya aku sudah cukup bermain denganmu, alasan apa lagi yang harus kau buat untuk menahan ku" ucap Winston sembari meraih kunci mobil yang ada diatas mejanya.


"Naira akan kembali kemari, aku memang sengaja menahanmu. Apa kau lupa dengan ucapan Om Glen, kau harus menikahi Naira" ucap Rangga.


"Kau selalu ikut campur dengan urusan pribadiku, jadi ayahku yang menyuruhmu, kau mengajakku kemari hanya untuk rencana ini" ucap Winston langsung memasang tasnya untuk dia sandang.


"Sial, selesai dia sidang, dia tidak akan pernah kembali lagi kekampus ini, aku harus menahannya, Naira juga bakalan menyatakan perasaannya hari ini padanya" batin Rangga. Rangga pun langsung menarik tas yang Winston sandang.


Winston langsung mengerutkan dahinya melihat tangan Rangga masih menahan dirinya. Winston mentatap tajam pada Rangga pertanda agar Rangga melepaskan tangannya.


"Wins, aku tahu kau juga suka pada Naira, kau tidak bisa membohongiku, sebagai temanmu, aku hanya membantumu dan sepertinya Naira juga menyukaimu" ucap Rangga terpaksa melepaskan tangannya karena tatapan mata Winston semakin tajam. Winston tidak menggubris, dia pun merapikan pakaiannya.


"Bro ... apa kau akan terus menghindar, ayolah, kau bukan anak kecil lagi, pengecut banget sih" ucap Rangga sudah menyerah menghadapi tingkah Winston yang selalu menghindar jika menyangkut wanita.


"Pengecut katamu!" ucap Winston meninggikan nada bicaranya.


"Tuan Muda Winston, aku salah bicara" ucap Rangga mempersilahkan Winston sembari menunduk pertanda bahwa Winston sudah boleh pergi.


"Aku cukup sabar menghadapimu, jangan sampai kau melewati batas!" ucap Winston penuh penekanan. Winston pun langsung berbalik badan.


"Bruuk ...." Tanpa sadar Winston menubruk tubuh seseorang.


"Auh ...." Rintih Sella sembari memegangi hidungnya.


"Maaf kau tidak apa-apa?" tanya Winston belum melihat wajah Sella. Winston malah merapikan pakaiannya yang tidak kotor.


"Hei, kau bicara tapi tidak melihat lawan bicaramu, kau pikir aku ini tembok" ucap Sella sembari meninggikan suaranya. Pandangan semua orang yang ada di ruangan itu tertuju pada mereka.


"Wah, baru kali ini ada orang yang meneriaki Tuan Muda Winston" seru Rangga mendekati Sella.

__ADS_1


"Apa pria ini temanmu" ucap Sella pada Rangga. Air mata Sella malah keluar.


"Nona, kenapa air matamu keluar" Rangga langsung mengambil tissue yang ada di meja.


"Aku bukan menangis, hidungku mau patah karena temanmu ini berbalik badan tidak bilang-bilang" oceh Sella. Sella pun menatap pada Winston. Ternyata Winston sudah memperhatikan Sella.


"Aku tarik ucapanku tadi, tebakanku salah mengartikan dia jelek, pria ini sangat tampan, tapi auranya cukup mencekam" batin Sella. Sella pun pura-pura merapikan kaca matanya.


"Ada yang tidak beres dengan wanita ini, dari penampilannya saja, terlihat masih muda, bukannya hari ini hari pertama ospek, apa wanita ini kemari untuk bersembunyi, tapi apa kesalahan yang dia perbuat" batin Winston.


"Nona, apa perlu kami membawamu ke Rumah Sakit" tangan Rangga memeriksa hidung Sella, kemudian Rangga pun melap air mata Sella. Karena tiba-tiba Winston bebalik tadi, serangan dari tubuh Winston memang mengenai hidung Sella. Air mata Sella keluar begitu saja karena tekanan pada matanya saat tertubruk tadi.


"Itu tidak perlu, aku juga sudah minta maaf padanya" ucap Winston. Winston malah menarik tubuh Sella dari Rangga.


"Wins, kau harus lembut sedikit pada wanita, bahkan dia sampai menangis karena kau menubruknya tadi" ucap Rangga langsung menahan tangan Winston.


"Mereka ini mau apa sih, aku hanya butuh sepatu cats yang dia pakai" batin Sella sembari menunduk memperhatikan sepatu yang Winston pakai.


"Temanmu ini masih normalkan?" tanya Sella ketika Winston balas memegangi tangan Rangga. Sella melihat perlakuan Winston begitu lembut pada Rangga. Walau begitu, mata Sella masih tertuju pada sepatu.


Sadar dengan apa yang Sella pandangi saat ini. Winston langsung melihat keluar, arah pandangan Winston tertuju pada barisan mahasiswi baru yang sedang berbaris.


"Untung ada minuman jus ini" batin Sella. Dengan sengaja tangan Sella yang masih memegangi jusnya langsung menumpahkan jus itu pada sepatu cats milik Winston.


"Wanita, kau sudah kutebak" batin Winston kembali menatap pada Sella. Tatapan mata Winston begitu tajam padanya.


"Waduh, padahal sepatu yang Winston pakai baru saja dia beli tadi" ucap Rangga memperhatikan sepatu Winston sudah kotor.


"Maaf aku tidak sengaja ... ya walau pun ini juga karena kalian berdua, jus yang kupegang tidak sengaja tumpah" Sella pun meletakkan gelas yang masih berisi sisa jusnya tadi keatas meja.


"Begini saja, aku akan membersihkan sepatumu. Dengan begini kita sudah impas, kau juga barusan sudah menubruk hidungku, aku sudah terima maafmu barusan" Sella pun meraih tissue untuk melap sepatu Winston.


"Aku sangat sibuk untuk meladenimu, karena kau berbaik hati, aku biarkan kau melap sepatuku ini" Winston kembali duduk di kursinya. Winston mengangkat kedua kakinya yang kotor dihadapan Sella.


"Aku tidak akan mewujudkan impianmu Bonek cupu" bisik Winston ditelinga Sella ketika Sella mendekati sepatunya.

__ADS_1


"Apa katamu, bonek ... cupu ...." tangan Sella malah meremas tissue yang dia pegang.


"Nona, kau tidak apa-apa" ucap Rangga masih kebingungan melihat tatapan mata Winston dan Sella.


"Bodoh, kau mau dikelabui oleh mahasiswi baru" Winston langsung berdiri dari kursi.


"Apa maksudmu?" Rangga mulai tidak mengerti dengan perkataan Winston barusan. Amarah Sella langsung meredam mendengar maksud Winston. Sella pun mulai panik memikirkan cara agar dia bisa segera lepas dari kekacauan yang sudah dia ciptakan.


"Tidak ada cara lain, hum ... Sella kau orang yang nekat, setidaknya pria ini adalah pria tampan, untuk mendekamnya kau perlu menutup mulutnya" batin Sella.


Winston sudah tersenyum melihat mahasiswi baru yang sudah mendapatkan hukuman karena tidak memakai sepatu cats berwarna hitam. Winston berbalik untuk melihat raut wajah Sella.


"Rangga bodoh, bonek cupu ini datang kemari untuk bersembunyi, dia tidak memakai sepatu ...."


"Tidak ...." Sella langsung melemparkan tubuhnya kedada Winston. Winston terpaksa menangkap tubuh Sella, karena gesekan dari kaki meja, kaki Winston ikut tersandung. Tubuh Winston ambruk kelantai. Sella melemparkan tubuhnya penuh dengan tenaga.


"Embh ...." Sella terpaksa mencium Winston. Semua orang yang ada di ruangan itu sudah heboh berdiri menyaksikan aksi Sella. Sella memaksa bibirnya tetap menempel pada bibir Winston. Dengan gesit, tangan Sella mencoba melepaskan sepatu cats milik Winston.


"Astaga, wanita itu sangat liar."


"Bukannya pria itu Tuan Muda Winston calon pacar Naira."


"Gila, biasanya pria yang ambil alih, siapa wanita culun itu."


Semua orang sudah bergosip. Rangga yang menyaksikan aksi Sella pun sangat terkejut melihat Winston sudah dicumbui.


"Siapa sebenarnya wanita ini, berani sekali dia mencium paksa, aku yakin Winston pasti marah besar setelah ini" batin Rangga.


"Bisa-bisanya bonek cupu ini mengambil ciuman pertamaku" batin Winston.


Bersambung ...........


Hai reader 🤗


Author kembali. Jangan lupa like dan komentar ya 🙏

__ADS_1


See You 👋👋👋


__ADS_2