
Selesai sesi foto bersama, Sella langsung menepiskan tangan Winston dari pinggangnya sembari mengembangkan senyumnya pada Winston.
Winston pun sibuk meladeni rekan bisnisnya. Sementara itu, Sella malah sibuk memainkan ponselnya. Walau Mohan ikut mendampinginya, Sella tidak ingin berbincang. Ketika melihat media sosialnya.
"Putus, sejak kapan mereka putus" batin Sella sembari mencari informasi mengenai hubungan Nikolas dengan salah seorang model dewasa asal Jerman.
Diketahui, Nikolas merupakan alumni UGM, seangkatan dengan Sella. Nikolas menjadi sutradara di salah satu media swasta di Jerman. Selama kuliah di UGM Sella sudah jatuh cinta dengan Nikolas, karena hanya Nikolas lah yang mendekatinya, walau penampilannya sangat cupu. Namun karena Sella tidak memiliki keberanian, Sella tidak pernah menyampaikan rasa sukanya pada Niko sampai mereka lulus kuliah. Ketika Sella mengetahui bahwa Nikolas berada di kota yang sama dengannya di Jerman, Sella sangat senang. Sella pun menghubungi Nikolas dan menyampaikan padanya, bahwa Sella berada di Jerman juga. Hubungan mereka semakin baik, namun mereka tidak pernah bertemu.
Hingga suatu waktu, saat Sella ulang tahun. Sella pun mengundang rekan kerjanya, termasuk Nikolas. Selama di Jerman, hari ulang tahun Sella yang ke 23 itu menjadi hari pertama mereka bertemu setelah sekian lama. Nikolas datang menghadiri acara ulang tahun itu dengan seorang wanita berparas cantik.
"Nik, lu dateng juga, gua kira lu gak bakalan datang" ucap Sella sembari memeluk tubuh Nikolas. Sella tidak memperhatikan pasangan yang Nikolas bawa.
"Hari ini aku harus mengatakan pada Niko kalau aku suka sama dia" batin Sella.
"Selamat ulang tahun Sella" pelukan mereka pun lepas.
"Makasih ya, lu udah mau jauh-jauh datang kesini" ucap Sella lagi merasa bersalah.
"Buat lu apa yang nggak bisa gua lakuin" ucap Nikolas. Wanita yang menjadi pasangan Nikolas pun ikut balas memeluk Sella sembari mengucapkan selamat ulang tahun. Sella pun balas tersenyum pada wanita itu.
Mereka pun sibuk berbincang-bincang sampai larut.
"Sella, gua gak nyangka lu secantik ini, gua kira penampilan lu gak akan berubah" ucap Nikolas sembari tertawa kecil memperhatikan penampilan Sella.
"Lu harusnya senang dong, gua bisa merubah penampilan gua, supaya lu gak malu kalau sewaktu-waktu lu ajak gua jadi pasangan lu" ucap Sella menahan diri.
"Hah ... pasangan, emang lu belum ada pasangan" ucap Nikolas mengejek.
"Lu kan tahu, gua jomblo selama ini. Hanya lu doang yang dekat sama gua" ucap Sella sembari menunduk.
"Sella, diusia lu yang sekarang, masa lu gak punya pasangan" ucap Nikolas tidak percaya.
"Yah, karena belum ada yang singgah. Kalau lu mau jadi pasangan gua, gua sangat berharap" ucap Sella gugup.
"Maksud lu ...." ucap Nikolas belum mengerti dengan ucapan Sella. Sella pun memberanikan diri menatap wajah Nikolas.
"Nik, selama ini gua selalu menyimpan rasa dihati gua ini. Gua suka sama lu sejak kita pertama kali bertemu. Lu mau gak jadi pasangan gua" ucap Sella sembari meraih tangan Niko.
"Lu masih waras Sella, apa lu mau ngerjain gua" ucap Nikolas.
"Nik gua seriu ...." ucapan Sella terpotong karena seseorang datang menghampiri mereka.
"Sayang, ini sudah larut" ucap seorang wanita pada Nikolas. Sella pun memperhatikan wajah wanita itu. Ternyata wanita itu teman wanita sebagai pasangan Nikolas. Sella sangat terkejut mendengar ucapan wanita itu.
"Sella, aku lupa memperkenalkannya padamu. Dia Wina kekasihku" ucap Nikolas sembari meraih tangan Wina. Wina balas memeluk pinggang Nikolas.
"Wah ... Ha ha ... kekasih ya. Nik, selamat ya, semoga hubungan kalian langgeng, mengenai ucapanku barusan, itu hanya leluconku" ucap Sella sembari menepuk pundak Nikolas.
"Aku tahu itu, kalau begitu kami pamit dulu, hari sudah larut" ucap Nikolas undur diri. Sella pun melambaikan tangannya. Air mata Sella pun langsung mengalir membasahi pipinya melihat Nikolas pergi.
"Nona ... Nona Sella" ucap Mohan sembari melambaikan tangannya pada wajah Sella.
"Eh ... ya ...." ucap Sella sembari meletakkan ponselnya kedalam selempangnya.
"Presdir Winston sudah menunggui Nona di ruangan rapat" ucap Mohan sembari memberikan berkas kerja sama pada Sella. Sella pun memperhatikan sekitar ruangan konferensi.
"Kemana semua orang" tanya Sella langsung bangkit berdiri sambil merapikan penampilannya.
"Sebenarnya saya ingin membangunkan Nona, namun karena Nona tertidur, Presdir Winston meminta agar tidak membangunkan Nona sampai Nona bangun sendiri" ucap Mohan mengikuti langkah Sella.
"Astaga, kau kan bisa membangunkan aku, aku sudah menghabiskan waktuku selama 30 menit" ucap Sella sembari memperhatikan jam tangannya.
"Maafkan saya Nona" ucap Mohan.
__ADS_1
"Bisa-bisanya aku mengingat hal paling memalukan dalam hidupku, bahkan aku sampai ketiduran" batin Sella.
Sesampainya Sella di ruangan Presdir. Saha langsung menyambut Sella.
"Silahkan masuk Nona Sella" ucap Saha.
"Kenapa pria ini sangat familiar" batin Sella sembari memperhatikan penampilan Saha.
Saha langsung mempersilahkan Sella untuk duduk, Sella pun duduk di sofa. Winston masih berbicara dengan rekan bisnisnya. Tidak berapa lama kemudian, setelah selesai dengan urusan bisnisnya, Winston langsung menghampiri Sella.
"Nona Micella, maaf anda sudah menunggu" ucap Winston langsung duduk di sofa berhadapan dengan Sella. Sella masih diam sembari menyerahkan surat perjanjian kerja sama.
"Wanita ini langsung pada intinya" batin Winston.
"Kita belum kenalan, aku Winston Shefard" ucap Winston mengulurkan tangannya. Sella pun melirik pada tangan Winston.
"Tanpa kita berjabat tangan pun, aku sudah kenal denganmu dan kau tentunya sudah mengenalku. Tebakanku tidak mungkin salahkan" ucap Sella mengabaikan uluran tangan Winston barusan.
"Benar juga katamu, kita tidak perlu formal" ucap Winston langsung menarik tangannya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Winston pun langsung main mata pada Saha. Saha langsung mengangguk sembari mengajak Mohan untuk keluar dari ruangan.
"Kenapa mereka harus keluar" ucap Sella melihat Mohan ikut keluar.
"Bukannya kau tidak menyukai sekretarismu itu" ucap Winston sembari melepaskan jasnya.
"Sepertinya kau sudah menyelidiki segalanya tentang diriku" ucap Sella sembari mendekat pada Winston. Sella langsung meraih dasi Winston. Mengingat kejadian tadi pagi, Winston langsung ambil kendali. Tangan Sella langsung Winston raih.
"Nona Sella, kau sedang apa" ucap Winston sembari menatap pada bibir Sella yang seksi.
"Bibir wanita ini sangat menggoda" batin Winston.
"Apa yang aku lakukan, ingin rasanya aku mencekik lehernya, tapi kakek mengatakan padaku untuk tidak bertindak kasar. Aku tidak boleh salah bertindak, bisa jadi dia sudah menyelidiki segalanya" batin Sella.
"Aku hanya mencoba merapikan dasimu, aku tidak suka yang berantakan" ucap Sella sembari menarik tangannya.
"Waktu terus berjalan, lebih baik kita selesaikan kerja sama kita" ucap Sella langsung menyodorkan penanya. Winston pun membaca perjanjian kerja sama yang di ajukan oleh Perusahaan Sondakh.
"Dia lumayan tampan ... bukan lumayan, memang sangat tampan. Bagaimana bisa dia menjadi duda. Ah, kenapa aku harus peduli dengan urusan pribadinya, bagaimana pun ayahnya adalah musuhku. Tujuan utamaku datang kesini untuk menaklukkan pria ini. Kerja sama ini akan memakan waktu selama 2 bulan. Kemungkinan kami akan sering bertemu, apa aku harus menjebaknya seperti cinta satu malam. Astaga ... apa yang aku pikirkan" batin Sella.
"Aku sudah membaca kerja sama ini. Untuk saran model prianya, aku terima" ucap Winston.
"Syarat dan ketentuan berlaku, dalam menjalankan bisnis tentunya keuntungan hal utama. Kita lihat selama 2 bulan ini, terobosan pasar Perusahaan Sondakh sudah mencapai Asia. Dengan adanya merek jam tangan Midas ini, aku yakin setiap pelanggan VIP kapal Kelud kami akan memesan jam tangan ini. Bukan hanya itu saja, manajemen Perusahaan akan membantu untuk memasarkan. Tentunya akan menguntungkan Perusahaan Shefard juga" ucap Sella.
"Dalam berbisnis, Perusahaan Shefard sangat ketat dengan pendapatan Perusahaan. Dengan adanya kerja sama ini, saya yakin Perusahaan Sondakh tidak mengalami kerugian" ucap Winston langsung menanda tangani surat perjanjian kerjasama. Sella pun ikut menandatangani kontrak itu.
"Tadi pagi wanita inilah yang sudah menginjak kakiku, juga menghajar Saha. Tapi melihat tangannya yang kecil itu, rasanya itu tidak mungkin. Dia juga bersikap sewajarnya seperti wanita pada umumnya. Apa dia menyembunyikan identitasnya. Mari kita lihat sampai kapan dia berpura-pura" batin Winston.
"Kita perlu merayakan kesepakatan ini" ucap Winston langsung beranjak dari sofa.
"Merayakan ...." alis Sella naik sebelah melihat sikap Winston. Begitu terkejutnya Sella melihat tingkah Winston.
"Hei ... apa yang kau lakukan ...." teriak Sella melihat Winston melepaskan pakaiannya.
"Aku hanya mengganti pakaianku" ucap Winston menghiraukan kehadiran Sella.
"Hanya mengganti katamu, aku ini masih tamumu, dimana sopan santunmu" ucap Sella langsung berbalik membelakangi Winston. Winston tidak membalas ucapan Sella. Winston pun menghampiri Sella.
"Dia masih menutupi matanya" batin Winston memandangi sikap kikuk Sella.
"Kenapa tiba-tiba sangat wangi" ucap Sella.
"Kau bisa membuka matamu" ucap Winston langsung meraih tangan Sella.
"Kau ...." ucap Sella langsung menarik tangannya dari genggaman Winston. Pakaian yang Winston kenakan sudah berubah menjadi kasual.
__ADS_1
"Dia tidak suka disentuh" batin Winston.
"Kita perlu merayakan hari ini" ucap Winston sembari mendekat pada Sella. Wajah Winston hampir saja bertemu dengan wajah Sella.
"Kenapa pria ini sangat dekat padaku" batin Sella. Hampir saja Sella terlena dengan ketampanan Winston. Dengan sigap, Sella menarik dirinya lalu membuang muka.
"Kau kenapa dekat-dekat denganku" ucap Sella mengalihkan perhatiannya pada sekitar ruangan sembari tangannya mendorong tubuh kekar Winston.
"Ayo kita makan siang" ajak Winston langsung menarik kedua tangan Sella hingga Sella bangkit dari sofa.
"Presdir Winston, aku baru kenal denganmu, bisa-bisanya kau bertindak terlalu dekat begini dengan tamumu" ucap Sella mencoba menarik tangannya. Namun tenaga Winston sangat kuat meraih tangannya.
"Kenapa tenaga pria ini sangat kuat" batin Sella.
"Apa dia akan menghajarku" batin Winston sudah ambil ancang-ancang untuk menghadapi Sella. Sella pun menatap pada Winston.
"Aih ...." Sella meringis kesakitan karena tekanan tangan Winston sangat bertenaga.
"Sepertinya aku sudah sedikit keterlaluan, tapi dia tidak melawan padaku" batin Winston sembari melepaskan tangan Sella.
"Maafkan aku, tadi kau terlihat tidak suka disentuh, aku hanya ingin mengajakmu makan" ucap Winston.
"Kalau bukan karena perintah kakek, aku sudah menginjak kakimu itu" batin Sella menahan diri.
"Aku menolak ajakanmu, masih ada urusan penting yang harus aku lakukan" ucap Sella sembari meraih tas selempangnya.
"Belum ada yang berani menolakku, hanya kau seorang saja. Baiklah, kali ini aku lepaskan. Namun aku masih penasaran dengan sikapmu" batin Winston. Sella pun membereskan berkas miliknya.
"Presdir Winston, sekretarisku akan sering berkomunikasi denganmu, jika terjadi hal mendadak bisa menghubunginya" ucap Sella untuk undur diri.
"Nona Sella, tunggu dulu, sepertinya gaunmu sangkut" ucap Winston sembari memegangi bahu Sella.
"Apa maksudmu" ucap Sella merasakan resleting gaunnya sudah lepas.
"Bagaimana ini, resleting gaunmu sudah rusak" ucap Winston sembari memegangi gaun Sella.
"Apa ...." ucap Sella langsung berbalik badan. Namun Sella tidak bisa meraih resleting gaunnya.
"Jangan bergerak dulu" ucap Winston mencoba memperbaiki. Namun Sella malah merasakan tangan Winston sudah meraba pundaknya.
"Waw ... mulus juga" ucap Winston.
"Cabul ...." teriak Sella langsung menginjak kaki Winston.
"Aduh ...." teriak Winston merasakan rasa perih di kakinya.
"Dasar brengsek ...." ucap Sella sembari menutupi tubuhnya dengan tas selempangnya. Sella langsung menghubungi Mohan.
"Menahan diri juga ada batasannya" batin Sella.
"Aku hanya mencoba membantumu" ucap Winston sembari memelas memegangi kakinya.
"Mohan, segera masuk dan bawakan gaun baru untukku! Gak pake lama!" perintah Sella dari ponselnya pada Mohan.
"Ternyata dia memang bar-bar, kakiku ini belum sembuh, sudah di injak lagi. Keahlianku merusak resleting gaun wanita masih oke juga, taktikku ini berhasil juga mengungkapkan sikapnya" batin Winston.
Bersambung ..............
Hai reader 🤗
Jangan lupa like dan komentar ya 🙏
Jadikan favorit juga untuk update selanjutnya.
__ADS_1
See You 👋👋👋