
Naira Wijaksono adalah Putri tunggal dari keluarga terpandang yang sudah berjaya sejak berakhirnya kepemimpinan Presiden Soeharto. Keluarga Wijaksono menyumbangkan 30% kekayaan mereka untuk usaha kecil dan menengah agar bangkit berdiri dari keterpurukan akibat krisis moneter. Hingga saat ini, pengusaha kecil dan menengah tadi sudah bangkit dan berada dibawah naungan Wijaksono Group.
Wijaksono Group merupakan perusahaan perdagangan, ekspor dan import barang branded original. Ada banyak Perusahaan di Indonesia yang ingin bekerja sama dengan Wijaksono Group. Namun sangat sulit menjalin kerjasama dengan Perusahaan adikuasa ini.
Direktur utama dari Perusahaan ini pun tidak semua orang mengenalnya. Hanya kalangan elitlah yang mengenal Tuan Abdi Wijaksono. Karena kesibukan Tuan Abdi Wijaksono selalu berpergian keluar negeri, membuat identitasnya tidak mudah dikenali oleh masyarakat. Apalagi profil pribadinya sangat tertutup dari media. Tidak ada satupun media yang menunjukkan gambar atau pun foto pribadi dari pemilik Wijaksono Group ini.
Walau begitu, Putri tunggal pemilik Wijaksono Group ini tidak menutupi identitas Naira Wijaksono dari media. Semua orang sudah mengenal sosok Naira dari media. Naira memang menunjukkan kemampuannya, walau dia masih tergolong muda. Naira sudah mampu mengembangkan bakatnya didunia bisnis, bahkan mendapatkan penghargaan First Winner: Business Women level up. Sejak mendapatkan penghargaan itu, nama Naira semakin dikenal oleh masyarakat dan sering dilirik oleh media.
Naira Wijaksono, siapa tidak mengenal wanita muda ini. Usianya saat ini sudah memasuki 24 tahun. Memilih berkarir di dunia bisnis, membuat Naira ikut berpergian keluar negeri untuk urusan Perusahaan keluarganya. Naira sangat jarang berada di Jakarta. Padahal saat ini status Naira sudah menjadi istri dari penerus Perusahaan Shefard.
Universitas Gadjah Mada menjadi wadah bagi Naira untuk menyelesaikan studi strata satunya. Tidak banyak mahasiswa yang dekat dengan Naira, karena status Naira yang tergolong dari kalangan atas. Di Perguruan tinggi inilah Naira dan Winston bertemu untuk yang pertama kalinya. Winston saat itu sudah semester akhir dan Naira baru semester dua.
"Pret ... pret ...." bunyi peluit dari salah senior jurusan Informatika.
"Kalian sudah tahu hari ini hari pertama kalian untuk pengenalan kampus. Apa kalian tidak membaca syarat dan ketentuannya. Pada poin ketiga dikatakan dengan jelas, setiap mahasiswa baru harus memakai sepatu cats berwarna hitam. Yang tidak sesuai aturan, untuk seniornya segera bertindak" teriak senior yang satu menggunakan toa agar semua orang mendengar.
"Sudah menjadi kebiasaan, ck ... ck ... selalu anak laki-laki yang banyak melanggar" ucap Rangga sembari menseruput minuman coca colanya.
"Apa kau berharap lebih" ucap Winston tidak menatap sama sekali pada keramaian itu.
Winston memang tidak terlalu suka dengan keramaian. Saat ini mereka sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir. Winston kekampus hanya untuk mengurus sidang skripsinya.
"Wins, ayolah bro, kau tidak bisa lihat, arahkan pandanganmu sekali-kali pada mereka" ucap Rangga sembari mengarahkan pandangan Winston kearah mahasiswa baru yang sedang berbaris.
"Tidak ada yang menarik" ucap Winston melihat barisan itu, hanya mahasiswa laki-laki yang ada.
"Ya ampun, Tuan Muda Winston, jangan lihat barisan jurusan Teknik Mesin, jelas tidak ada ceweknya. Noh, perhatikan lagi dengan seksama, barisan jurusan informatika, ada banyak ceweknya bro" ucap Rangga sembari tersenyum licik.
Winston pun mengarahkan pandangannya dan melihat barisan jurusan informatika. Karena tidak ada yang menarik, Winston menarik pandangan kesekitar ruangan tempat dia nongkrong.
"Apa segitu tidak menariknya, padahal diantara mereka ada yang cantik Wins" ucap Rangga mengangkat bahunya karena Winston sama sekali tidak tertarik.
__ADS_1
"Kau sudah menghabiskan waktuku, apa kita boleh beranjak dari sini" ucap Winston sembari merapikan pakaiannya.
"Wins, sabar dulu bro, ini hari terakhir kita di kampus, setelah sidang kau dan aku akan sibuk. Kau akan pergi keluar negeri dan aku akan melanjutkan studiku, walau aku keluar negeri juga" ucap Rangga untuk menahan Winston agar tetap duduk di kursinya.
"Padahal putri tunggal keluarga Wijaksono sudah jalan semester 3 di kampus ini, bahkan Naira sudah mengejar Winston dan memberikan kode padanya, tapi Winston masih tetap menolak, walau sebenarnya akulah yang selalu sibuk mencomblangi mereka, kalau begini kapan Winston dapat pacar" batin Rangga sembari memandangi kembali barisan mahasiswa baru.
"Rangga, kau mau menargetkan siapa lagi, apa kau mau main-main dengan mereka, sudah banyak yang jadi korbanmu" ucap Winston langsung berdiri dari kursinya.
"Hei, tunggu dulu" ucap Rangga menahan Winston. Pandangan Rangga langsung berbinar-binar melihat seorang wanita memasuki kantin tempat mereka nongkrong.
"Kau ini kenapa sih?" gerutu Winston langsung menepiskan tangan Rangga dari bajunya.
"Dibelakangmu, ada cewek cantik bro, jangan lewatkan" ucap Rangga berbisik pada Winston sembari mengedipkan mata.
"Aku sudah sering menghadapi tingkahmu ini, aku tidak mau jadi korbanmu" ucap Winston tidak mau melirik kebelakang.
Wanita yang dimaksud Rangga ternyata Naira. Naira sudah memasuki kantin sembari memesan minuman. Setelah Naria masuk, ada lagi mahasiswi lain yang masuk. Mahasiswi itu memasuki kantin bermaksud untuk bersembunyi karena dia terlambat tiba di hari pertamanya sebagai mahasiswi baru.
"Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi" sahut seseorang dari balik ponselnya.
"Lagi-lagi dia menolak panggilanku, senang ya melihatku menderita begini" gerutu Sella sembari memperhatikan sekitar.
"Keberuntungan ada dipihakku, ternyata ada juga yang memakai sepatu cats berwarna hitam, tapi ... diakan pria, apa aku bisa meraih sepatu itu. Sella kau tidak pernah gagal, bahkan untuk masalah kecil, ayo coba dulu" batin Sella sembari memesan minuman.
Setelah Sella memesan minuman, Sella pun mencoba menghampiri targetnya.
"Demi sepatu cats, aku harus berhadapan dengan pria itu, kalau dia tampan, aku tidak sia-sia menebarkan kecantikanku ini, tapi kalau dia jelek ... aduh tarik nafas dalam-dalam, demi permintaan si tua bangka harus kuliah dulu, kalau bukan karena perintah si tua bangka itu, aku tidak perlu terlambat kemari. Mana aku harus menyembunyikan identitasku. Baju apaan ini, kenapa jelek sekali, mana harus pakai kaca mata cupu ini, matakukan tidak minus ... huhu ... Mohan ... awas saja kau, akan kupatahkan tulangmu nanti" gerutu Sella dalam hati.
Saat Sella berbalik, Sella malah menabrak Naira.
"Hei, kau tidak bisa lihat, ada orang disekitarmu" ucap Naira merapikan rambutnya.
__ADS_1
"Maaf, mataku minus" ucap Sella sembari merapikan kaca matanya.
"Tunggu dulu, kau bukan mahasiswa lama, bukannya semua mahasiswa baru sedang berbaris" ucap Naira memperhatikan penampilan Sella. Naira juga ikut sebagai penanggung jawab. Naira bertugas sebagai team kesehatan.
"Gawat, diakan senior yang ada di gerbang tadi" batin Sella.
Saat Sella sampai di gerbang utama kampus, ternyata semua senior sudah berdiri untuk menghukum junior yang terlambat di hari pertama ospek.
"Sudah susah payah masuk kekampus ini sambil memanjat tembok, kalau ketahuan juga dengan senior ini, jangan panggil aku Sella" batin Sella.
"Nai, kita disini" ucap Rangga melambaikan tangan.
"Bagaimana bisa kau menebak, dari penampilan saja sudah terlihat, aku disini sebagai petugas kebersihan kantin ini" ucap Sella sembari melirik pada waitress yang ada disamping mereka.
"Kantin ini sudah menjadi tempat kami nongkrong, hanya kalangan elit yang masuk ke kantin ini, bagaimana bisa kantin ini memperkerjakan seorang wanita cupu sebagai tukang bersih-bersih. OB disini harus pakai seragam neng, dilihat dari usiamu, kau jelas lebih muda dariku" ucap Naira kembali memperhatikan penampilan Sella.
"Aku baru bekerja hari ini, aku belum mendapatkan seragamku. Lagi pula apa kau punya bukti bahwa aku sebagai mahasiswi baru disini" ucap Sella menyembunyikan ponselnya kedalam sakunya.
"Bukti, baiklah akan aku lihat data mahasiswi baru sesuai dengan wajahmu ini" ucap Naira langsung beranjak melewati Sella.
"Nai, kau mau kemana? bukannya kau mau bertemu dengan yayang bebmu ini" ucap Rangga sembari jari telunjuknya mengarah pada Winston.
"Aku akan kembali segera" ucap Naira melambaikan tangannya pada Rangga.
"Huh, sepertinya senior itu tidak mudah dikelabui, aku harus memaksa pria itu menyerahkan sepatu catsnya, setelah itu aku diam-diam menyelinap bergabung kebarisan" batin Sella.
Bersambung .........
Hai Reader 🤗
Mohon dukungan kalian untuk like dan komentar ya 🙏
__ADS_1
See You 👋👋👋