Terjerat Cinta CEO Aneh

Terjerat Cinta CEO Aneh
Part 25


__ADS_3

Amira berjalan melewati orang-orang yang ada di pesta dengan kepala menunduk, bahkan saat melewati meja rombongan Edward, Amira melewati begitu saja tanpa menyapa mereka, Amira membawa langkah kakinya keluar dari ruangan.


Melihat sang istri yang begitu saja meninggalkan dirinya, Edward pun bergerak, ia berdiri, ia mengambil tas sang istri yang tergeletak di atas meja setelah itu ia mengejar Amira. Tanpa berpamitan kepada Irma dan yang lainnya, Edward berlalu begitu saja. Yang terpenting menurutnya sekarang adalah sang istri.


Irma, Arumi dan Angga merasa penasaran apa yang terjadi kepada Amira, apa yang dikatakan oleh Handoko sampai-sampai Amira terlihat begitu terluka.


''Rasain luh, pasti Papa telah memarahinya!'' Arumi tersenyum miring, ia merasa senang melihat Amira yang tengah bersedih.


''Kok kamu ngomong gitu, Arumi?!'' Angga bersuara, terkadang Angga suka heran melihat Arumi yang tak pernah suka sama Amira. Meskipun Angga adalah kekasih Arumi, akan tetapi selama ini Angga tidak pernah membenci Amira, ia menganggap Amira sudah seperti saudara nya sendiri.


''Ah udah lah, kamu enggak usah ikut campur urusan keluarga aku, yank,'' Arumi mengibas tangan nya di depan wajah.

__ADS_1


Setelah itu ia mengajak Angga berjalan mengelilingi lokasi pesta, Angga juga akan mencari Mama dan Papa nya, ia akan mempertemukan Arumi dengan kedua orang tuanya.


Sedangkan Irma masih duduk di tempat semula, tidak lama setelah itu Handoko datang lalu duduk di kursi tepat di sebelah Irma.


''Apa yang terjadi, Mas?'' tanya Irma menatap Handoko lekat.


''Dasar anak durhaka Si Amira itu, bisa-bisa nya dia menolak permintaan, Mas. Mas meminta agar dia membujuk Edwar supaya Edward memberikan dana ke perusahaan kita lagi, tapi Amira dengan tegas mengatakan tidak mau. Dasar tidak tahu terimakasih, sekarang dia bisa hidup bahagia bergelimang harta bersama Edward karena siapa lagi, kalau bukan karena Mas yang telah mempertemukan mereka,'' Handoko berkata dengan gigi terdengar bergemeletuk, ia masih marah.


''Kamu sih selama ini terlalu memanjakan dia,'' Irma menimpali.


''Lalu setelah ini apa rencana mu Sayang?'' tanya Irma lembut seraya mengelus pipi sang suami yang di penuhi jambang halus. Dari dulu Irma memang selalu berkata lembut dan manis kepada Handoko, hingga membuat Handoko begitu mencintai nya.

__ADS_1


''Belum tahu juga Sayang. Tapi yang pasti Mas akan terus meneror Amira supaya ia mau membujuk Edward, agar Edward bersedia menyumbangkan dana lagi ke perusahaan kita. Soalnya uang yang ia beri waktu itu sudah habis kita gunakan liburan ke luar negeri,'' jelas Handoko.


''Baiklah, kamu memang harus bersikap keras kepada Amira,'' Irma semakin menghasut Handoko. Handoko yang memang bucin sebagai seorang suami mengangguk mendengar perkataan sang istri.


***


Di tempat berbeda, di parkiran hotel, Edward meraih tangan Amira, lalu ia memeluk Amira dari belakang.


''Ada apa Sayang?'' tanya Edward lembut.


''Pria itu, dia semakin bersikap semau nya Mas, dia meminta aku agar aku membujuk kamu supaya kamu bersedia menyumbangkan dana lagi ke perusahaan nya,'' sahut Amira apa adanya. Menurutnya tidak ada gunanya ia sembunyikan kebenaran tentang kelakuan sang papa kepada suaminya.

__ADS_1


''Kamu tenang saja, Mas tidak akan pernah menyumbang dana lagi ke perusahaan Handoko, yang ada Mas akan menuntut kembali apa yang pernah Mas beri, sesekali terkadang kita harus bersikap keras dan tegas supaya Papa kamu sadar apa kesalahannya sebagai orang tua,'' ucap Edward, dan hal itu berhasil membuat Amira merasa senang. Apa yang dikatakan oleh Edward memang benar adanya. Kalau dibiarkan bisa-bisa Handoko semakin jauh tersesat, dan semakin boros menuruti apa yang di mau oleh Irma dan Arumi.


Bersambung.


__ADS_2