Terjerat Cinta CEO Aneh

Terjerat Cinta CEO Aneh
Diturunkan


__ADS_3

Bug!


Bug! Bug!


Aku membuka mata saat aku mendengar suara pukulan demi pukulan terjadi di dekat ku. begitu aku telah membuka mata, aku melihat Tuan Edward telah memukul pria asing yang sudah berani bersikap kurang ajar terhadap aku. Pria itu juga membalas pukulan Tuan Edward saat ada kesempatan, mereka telah berkelahi, saling mendaratkan pukulan demi pukulan ke tubuh masing-masing.


Aku begitu panik melihat pemandangan di depan mataku, aku takut suamiku kenapa-kenapa. Akhirnya aku bersuara.


''Hentikan!'' teriakku seraya menarik tubuh suamiku, agar ia berhenti berkelahi dan segera menjauh dari pria yang wajahnya telah babak belur.


''Minggir, Amira! Aku harus memberi pelajaran kepada pria kurang ajar ini, berani nya dia menyentuh istriku,'' Tuan Edward berkata seraya menepis kasar tangan ku. Aku lalu sedikit menjauh darinya setelah mendapatkan perlakuan seperti itu.


''Apa kata lu? Dia istri lu? Hah, maaf Bro, gue tidak tahu kalau dia istri lu, makanya punya istri cantik itu di jaga, jangan di biarkan berkeliaran seperti wanita malam lainnya, untung saja lu cepat datang, kalau tidak mungkin aku sudah menikmati tubuh mulus nya,'' pria asing itu membalas perkataan Tuan Edward dengan tersenyum sinis.


''Dasar brengsek!'' Tuan Edward mendaratkan lagi pukulan demi pukulan di pipi pria yang posisi tubuh nya sudah berada di bawah tubuh Tuan Edward. Tuan Edward sudah berhasil mengalahkan nya. Pria asing itu berteriak meminta ampun, setelah itu Tuan Edward meninggalkan pria itu begitu saja, bahkan dia juga meninggalkan aku. Ia berjalan dengan langkah kaki lebarnya dengan kedua telapak tangan masih mengepal, seperti nya ia masih belum puas melampiaskan emosi nya.

__ADS_1


Aku mengejarnya, aku mendengar pria yang tubuh nya telah terkapar bersuara.


''Mending kamu tinggalkan saja pria aneh seperti dia!'' ucapnya, aku pun tak mengindahkan perkataan nya itu.


Aku terus berjalan mengejar langkah kaki Tuan Edward, aku melihat punggung nya sudah mulai menjauh, tapi aku tahu ia berjalan keluar dari ruangan yang penuh dengan hiruk-pikuk serta kelap-kelip yang sangat tidak aku sukai.


Begitu aku sudah sampai diluar, ternyata Tuan Edward telah menunggu aku di luar. Ia berdiri di sisi mobilnya, tarikan nafasnya tampak terengah-engah, meskipun begitu, wajahnya masih terlihat tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.


''Masuk,'' Tuan Edward membuka pintu mobil lalu ia mendorong tubuh ku dengan kasar ke dalam mobil. Aku pun hanya pasrah ia perlakukan seperti itu. Ia juga menutup pintu mobil dengan kasar sehingga mengeluarkan bunyi berdentum.


Tuan Edward menyalakan mobil lalu memutar setir, mobil yang di kemudi oleh Tuan Edward melaju dengan kecepatan tinggi di atas jalanan ibukota, aku pun ketakutan karena nya.


''Heh, dasar wanita murahan, katanya mau ke toilet, tapi nyatanya kamu malah mencari kesempatan untuk menggoda pria lain, apa kamu tidak merasa puas dengan aku seorang!'' Tuan Edward berkata dengan wajah memerah.


''Tuan salah paham! Aku tidak serendah itu!'' aku mencoba meluruskan.

__ADS_1


''Hentikan bualan mu itu wanita murahan!'' bentak Tuan Edward seraya memukul setir, sehingga membuat aku kaget dan takut.


''Turun kan aku di sini! Tuan begitu keterlaluan mengatakan aku wanita murahan. Aku tidak terima tuduhan itu!'' jujur, dada ku terasa sesak saat Tuan Edward menuduhku sebegitu rendah nya.


Setelah aku berkata seperti itu, benar saja, Tuan Edward langsung saja menginjak pedal rem secara mendadak, hingga mengeluarkan suara decitan yang cukup keras. Kepala aku pun ikut terantuk di dasbor mobil karena ulahnya, aku mengelus kening ku yang terasa sakit.


''Oh, jadi kamu menantang aku? Baiklah, sana keluar!'' bentak Tuan Edward lagi dengan gigi terdengar bergemeletuk. Ia mendorong kasar tubuhku agar segera keluar dari dalam mobil nya.


''Okey!'' balasku. Aku balas menatap mata Tuan Edward tanpa rasa takut. Pria seperti Tuan Edward ini harus di lawan, jangan di biarkan dia berbuat sesukanya. Meskipun aku merasa begitu sedih saat ini, tapi aku harus terlihat tegar.


Aku keluar dari dalam kendaraan roda empat yang begitu mewah itu dengan perasaan teramat dongkol. Kali ini aku benar-benar tidak mau lagi diperlakukan dengan semena-mena oleh Tuan Edward. Semua ini terjadi karena kesalahannya, ngapain tadi dia malah mengajak aku ke tempat yang sama sekali tidak aku suka.


Mobil Tuan Edward telah melaju menjauh meninggalkan aku, aku pun tak bisa melihatnya lagi.


Untungnya Tuan Edward menurunkan aku di jalanan yang tidak terlalu sepi. Ia meninggalkan aku di pinggir jalan di dekat taman kota. Dari tempat ku berdiri, aku melihat gerobak-gerobak berjejeran di pinggir jalan. Gerobak-gerobak kang cilok, kang siomay dan lainnya.

__ADS_1


Akupun berjalan mendekati gerobak-gerobak tersebut, aku akan membeli siomay dan cilok, untuk mengisi perutku. Siapa tahu dengan menyantap jajanan sederhana tersebut mood ku bisa lebih baik, aku juga harus memutar otak, malam ini aku harus menginap di mana, karena di dalam dompet ku hanya ada uang tunai sebanyak lima ratus ribu, kartu ATM yang diberikan oleh Tuan Edward kemarin lupa aku bawa, kartu ATM itu seinggat ku aku simpan di dalam laci, kartu ATM yang kata Tuan Edward tak akan pernah habis meskipun sudah di gunakan untuk membeli apapun.


Bersambung.


__ADS_2