Terjerat Cinta CEO Aneh

Terjerat Cinta CEO Aneh
Part 34


__ADS_3

Sore hari, pukul lima sore.


Setelah melewati perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Angga dan Arumi sampai di tempat tujuan.


Mobil yang dikendarai oleh Angga berhenti di depan rumah yang begitu sederhana. Rumah yang setengah nya berdinding bata dan setengahnya lagi berdinding papan.


Rumah itu terletak di ujung desa, terpencil dari rumah rumah warga yang lain.


Angga dan Arumi keluar dari dalam mobil, mereka memarkirkan mobil mereka di bawah pohon mangga yang ada di halaman rumah, di bawah pohon mangga tersebut, juga terdapat sebuah mobil yang terparkir terlebih dahulu, entah mobil milik siapa. Mungkin di dalam ada pasien lain.


''Ayo kita masuk Sayang,'' Angga menggenggam tangan Arumi yang terasa dingin.


''Aku takut,'' lirih Arumi dengan wajah begitu gelisah.


''Tidak apa-apa, kamu harus yakin kalau semua akan baik-baik saja. Ini yang terbaik, kalau anak yang ada di dalam kandungan mu dibiarkan besar, maka masa depan kita akan rumit karena kehadirannya,'' Angga meyakinkan.


Arumi mengangguk kecil, lalu ia dan Angga berjalan menuju pintu.

__ADS_1


Setibanya mereka di depan pintu, saat mereka hendak mengetuk pintu, tiba-tiba pintu tersebut terbuka dari dalam, lalu dua orang muncul dari balik pintu.


''Augh! Sakit sekali Mas,'' seorang wanita berucap dengan wajah menahan sakit, dengan satu tangan berada di perut. Pria yang ada di sampingnya membimbing dia berjalan dengan begitu hati-hati. Sepertinya mereka sepasang kekasih yang baru saja habis menggugurkan janin mereka.


Pria itu mengangguk begitu melihat kehadiran Angga dan Arumi. Lalu ia membopong tubuh wanita yang tengah menahan rasa sakit ke dalam mobil, dari ujung kaki wanita tersebut, bisa Arumi lihat, darah segar menetes hingga membasahi lantai.


Melihat itu, Arumi jadi bergidik, semakin bertambah lah rasa takut nya.


''Ayo,'' ajak Angga lagi.


''Mas,'' Arumi tampak ragu.


''Oke, baiklah! Aku bersedia melenyapkan anak ini!'' Arumi berkata dengan suara bergetar, susah payah ia menahan tangis. Kata-kata keras yang Angga ucapkan barusan membuat nyali nya menciut, membuat hati nya sakit. Arumi yang dulu terkenal begitu angkuh, kini terlihat seperti wanita yang menyedihkan.


Mereka lalu memanggil sang pemilik rumah, dan tidak lama setelah itu seorang wanita yang berusia sekitar enam puluh tahun keluar dari rumah dan ia mempersilakan Arumi dan Angga masuk.


Begitu mereka sudah tiba di dalam rumah, wanita yang bernama Mbok Ijah tersebut menjelaskan apa yang akan ia lakukan kepada Arumi nanti untuk proses pengguguran janin. Sebelum proses itu dilakukan, Mbok Ijah meminta uang bayaran terlebih dahulu, uang bayaran yang tidaklah sedikit.

__ADS_1


''Berapa Mbok?'' tanya Angga.


''Sepuluh juta saja,'' jawab wanita yang gigi serta bibir nya terlihat hitam karena keseringan mengunyah sirih.


''Kok mahal banget Mbok?'' protes Arumi.


''Kamu kira menggugurkan janin itu kerjaan gampang?'' wanita itu terlihat marah.


''Ya sudah, ini Mbok.'' Angga tidak mau berdebat lagi, akhirnya ia memberikan uang berjumlah sepuluh juta kepada Mbok Ijah. Mboh Ijah menerima uang tersebut dengan senyum mengembang.


Lalu setelah itu, ia meminta agar Arumi mengikuti nya menuju sebuah ruangan, dan Angga di minta untuk menunggu.


Setibanya di dalam ruangan pengap lagi kotor serta berbau amis, Arumi di minta untuk melepaskan pakaiannya, Mbok ijah memerintah Arumi agar menutupi tubuh nya dengan kain sarung yang ia berikan.


Berbaring Arumi di atas ranjang kayu, ranjang yang diatasnya terdapat kasur yang sangat tipis, kasur itu pun dibalut dengan tikar.


Mbok Ijah mengambil minyak, ia meminta agar Arumi melepaskan ****** ******** juga, dan karena tidak ingin berlama-lama di tempat aneh itu, akhirnya Arumi melakukan apa yang Mbok Ijah perintah. Jantung Arumi berdetak lebih cepat, ia merasa sangat sangat takut saat Mbok Ijah mengoles minyak tersebut ke perut nya, lalu tangan Mbok Ijah mulai menekan nekan perut Arumi dengan kuat, Arumi mengaduh menahan rasa sakit yang teramat sangat.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2