Terjerat Cinta CEO Aneh

Terjerat Cinta CEO Aneh
Part 33


__ADS_3

''Mas, kenapa kamu bawa bawa pistol di balik jas kerja mu?'' tanya Amira saat dirinya dan Edward berbaring di atas ranjang king size.


Amira berbaring di atas dada bidang sang suami yang polos tanpa pakaian yang menutupi.


''Sengaja Sayang, untuk berjaga-jaga, supaya hal yang tak diinginkan tidak terjadi, seperti tadi itu,'' jawab Edward. Edward tidak mengatakan kepada sang istri kalau dirinya merupakan seorang mafia, Edward takut Amira marah dan takut kepadanya.


''Hm . . . Begitu.'' Amira seakan mengerti, ia mengangguk kecil kepalanya. Tangannya mulai nakal, bergerak membelai dada bidang sang suami, hingga membuat Edward merasa geli. Edward mengecup pucuk kepalanya dengan penuh kasih sayang. Cinta nya benar-benar sudah sangat dalam kepada sang istri.


''Bikin anak yuk,'' bisik Edward.


''Enggak ah, capek,'' tolak Amira.


''Tapi Mas pengen,'' lirih Edward memasang wajah mengiba.


Melihat itu, akhirnya Amira mengangguk kecil seraya tersenyum malu. Wajahnya merona.


Edward mulai melancarkan aksinya, ia langsung saja mengecup bibir ranum sang istri, bibir mereka saling beradu lekat cukup lama. Saling bertukar saliva dengan nafas memburu. Mata tertutup.

__ADS_1


Usai bercumbu, Edward menarik bra yang menutupi dua gundukan kenyal milik sang istri, lalu ia menenggelamkan wajahnya di sana, ia begitu menikmati setiap inci tubuh mulus sang istri.


Amira hanya bisa memejamkan mata sembari menikmati sentuhan lembut yang sang suami berikan. Sentuhan lembut yang membuat nya merasa candu dan mabuk kepayang. Ingin lagi dan lagi. Tetapi Amira tak punya keberanian untuk meminta duluan kepada sang suami, setiap sang suami menginginkan, ia selalu menolak, pura-pura tidak mau, padahal sebenarnya ia sangat menginginkan itu.


Sepasang suami istri tersebut larut dalam permainan panas dengan tubuh dibanjiri keringat.


Mereka melakukan dalam berbagai macam gaya, bahkan untuk penutupan, Edward menggendong tubuh Amira ke kamar mandi, mereka melakukan hubungan suami istri di dalam kamar mandi dengan gaya yang berbeda dengan tubuh di guyur air dari shower, menikmati sensasi yang tentu berbeda pula.


Edward benar-benar berhasil membuat Amira kewalahan.


***


Setibanya di dalam ruangan Leon, orang tua Leon menyambut kedatangan Edward dan Amira dengan senyum ramah, mereka tidak marah dan tidak menuntut Edward karena Edward sudah membayar semua biaya rumah sakit, selain itu Edward juga telah memberikan uang yang cukup banyak kepada orang tua Leon sebagai tanda permintaan maafnya.


''Bagaimana kabar Kak Leon?'' tanya Amira, kini Amira dan Edward sudah duduk di kursi yang ada di sisi brankar. Amira memang memanggil Leon dengan sebutan Kakak, karena Leon merupakan seniornya di kampus.


''Alhamdulillah, sudah mulai membaik Amira. Kamu apa kabar? Aku lihat kamu semakin cantik saja,'' ucap Leon, ia melirik ke arah Edward sebentar, bisa ia lihat wajah tampan Edward mengeras saat ia memuji Amira.

__ADS_1


''Syukurlah kalau begitu. Alhamdulillah aku juga baik dan bahagia. Ah . . . Kakak bisa saja,''


''Maaf baru sempet jenguk, soalnya kami sibuk,'' ujar Edward dengan wajah datarnya.


''Tidak apa-apa Tuan Edward yang tampan. Dengan kalian datang saja aku sudah merasa senang. Oh ya Tuan, jaga Amira baik-baik ya, karena kalau Tuan tidak bisa menjaganya dengan baik, maka aku yang akan menjaganya,'' Leon melempar canda kepada Edward.


''Mau ini lagi kamu,'' ucap Edward seraya mengacungkan buku tangan nya.


''Eh . . . Boleh, kalau Tuan mau merasakan dinginnya jeruji besi,''


''Dasar bocah!''


Lalu mereka tertawa, termasuk orang tua Leon juga. Hubungan mereka tampak sudah mencair dan cukup akrab. Mereka memilih berdamai tanpa menyimpan dendam. Meskipun sebenarnya Leon masih menyimpan rasa suka terhadap Amira.


***


Di tempat berbeda, Arumi dan Angga lagi dalam perjalanan menuju suatu tempat. Mereka akan pergi ke desa terpencil untuk melancarkan rencana keji mereka.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan, Arumi merasa begitu takut, takut kalau proses pengguguran janin yang ada di delam rahim nya tidak berhasil. Arumi duduk dengan gelisah. Angga yang menyadari itu berusaha menenangkan sang kekasih, ia mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Karena menurut informasi yang ia dapat, dukun beranak yang akan mereka temui adalah merupakan dukun yang sudah berpengalaman, sudah banyak janin janin yang berhasil ia bunuh tanpa membunuh sang ibu.


Bersambung.


__ADS_2