Terjerat Cinta Sang Duda Presdir

Terjerat Cinta Sang Duda Presdir
ngidam


__ADS_3

Arkhan langsung memeriksa kondisi khanza dengan teliti,tapi tidak ada yang aneh,batin arkhan...


"buka bagian perut nya ar,"perintah arkhan ke leon


leon mengangguk,yang di bantu umi dan bunda nya,di mana mereka sedikit kesulitan membukak baju pengantin itu,


untung nya khanza memakai celana panjang jadi kaki nya terbungkus dengan celana.,


para suami masih menemani tamu tamu begitu pun dengan bastian meskipun saat ini hati nya tidak tenang,farah dan istri guardein juga ikut mendampingi kiara menenangkan kiara supaya tidak kuatir


apa lagi kiara sedang hamil muda saat ini,natalia,aini,bersama umi,nenek dan bunda nya berada di kamar menemani khanza...


"mih tolong hubungi dokter mia sekarang,ponsel arkhan ada di kamar atas," ucap arkhan ke natalia setelah memeriksa kondisi khanza


"kenapa dengan istri ku arkhan,"


"kita tunggu dulu dokter mia,ar biar jelas kondisi khanza saat ini,semoga tebakan ku benar,"


"maksud kamu apa nak," umi euis masih kuatir melihat khanza masih pingsan..


"ni bilang sendiri son dengan dokter mia,"


"bentar umi ya,arkhan angkat tlp dulu nanti arkhan jelas kan," umi euis mangangguk saat arkhan akan bicara terpotong dengan sambungan tlp dari mia


"ya dok ada apa,"


"mia tolong bawa kan tes kehamilan ke hotel wijaya ya,"


"siapa yang hamil dok,"


"menantu wijaya,kamu kan dokter kandungan,sekalian bawa alat alat nya,cepat ya jangan lama lama,"


"siap dok,di laksanakan,"arkhan langsung mematikan. ponsel nya sepihak menyerah kan ke mamih nya kembali..


"son,khanza hamil nak"


"arkhan benar itu,istriku hamil"


"abang kak khanza hamil,"


"iya nak jawab, apakah khanza hamil"


mereka begitu penasaran dan tidak sabar saat mendengar percakapan arkhan dan dokter mia.,


"benar ar,kalau melihat kondisi kesehatan khanza tanda tanda nya sedang hamil saat memeriksa bagian perut khanza,kita tunggu dokter mia untuk lebih jelas nya," ucap arkhan merangkul pinggang aini


"semoga tebakan mu benar khan,semoga khanza hamil,"leon mengusap kepala khanza dengan sayang mengecupi kening istri nya


"Amiinnn,"jawab semua nya


tidak lama dokter mia datang yang di antar pengawal wijaya menuju kamar khanza...


"loh qo pingsan," ucap dokter mia melihat kondisi khanza


natalia menjelas kan kenapa khanza pingsan,itu juga tiba tiba khanza pingsan saat di mana sedang menyalami tamu...

__ADS_1


mia mengangguk paham langsung memeriksa perut khanza"benar tebakan dokter arkhan,nona khanza sedang hamil,selamat tuan leon.,"


senyum mia ke semua nya"nona khanza juga kelelahan kenapa dia sampai pingsan begini,kondisi kandungan nona khanza juga sangat lemah," jelas dokter mia


"ya allah terimaksih ya allah,terimakasih mia," leon menitik kan air mata bahagia nya


"sama sama tuan,untuk lebih lanjut kita usg untuk melihat berapa usia kandungan nona khanza,tapi tebakan ku usia kandungan nona khanza memasuki 2 minggu,benar tidak dokter arkhan,"


"tebakan ku juga begitu ar,kandungan khanza memasuki 2 minggu, kapan kalian melakukan nya,"


"satu hari sebelum acara pengajian,"ucap leon yang di angguki bunda nya


"bearti saat khanza keritis benih itu mulai jadi ar,tapi khanza seperti nya tidak tau dengan kondisi nya,di mana kejadian itu sudah memasuki 2 minggu lebih terhitung dari sekarang,"jelas arkhan..


umi dan nenek nya khanza juga sudah tau tentang di mana leon di jebak irena,jadi wajar apa bila khanza bisa hamil saat ini...


mereka semua lagi menunggu khanza bangun,di mana natalia juga kembali ke bawah ingin memberitahu farah,kiara dan istri guardein yang menunggu kabar kondisi khanza saat ini...


waktu begitu cepat berlalu di mana khanza juga sudah pulang kembali ke rumah baru nya saat ini,


khanza tidak menyangka bahwa diri nya sedang hamil,sama hal nya khanza juga menagis terharu mengetahui ada janin yang bersemayam di rahim nya...


kiara kembali pulang ke rumah nya begitu pun dengan keluarga bastian,setelah mengantar khanza ke rumah baru nya.,mereka semua kembali berpamitan pulang...


"sehat sehat ya nak," khanza mengelus perut rata nya tersenyum


"mas sangat senang sayang,ahir nya princess akan menjadi seorang kakak dan ada teman bermain nya sayang,terimaksih sayang buat semua nya,"


"khanza juga senang mas,iya mas ahir nya princess akan menjadi seorang kakak,"senyum khanza membiarkan leon mengecupi perut rata nya


"apakah kamu tidak mengidam ingin sesuatu sayang,"


"apa itu sayang,katakan,"


"khanza mau mangga muda mas,"


"ya sudah mas belikan ya,"


"tidak mau beli mas,"


"terus kalau tidak beli dapat dari mana sayang,"


"waktu kemaren malam kita pulang khanza melihat buah mangga di depan komplek mas,"


firasat leon tidak tenang saat mendengar khanza menyebut buah mangga di depan komplek" ya sudah mas menyuruh pengawal ya mengambil nya,"


"tidak mau mas,"


"terus mau nya gimana sayang,"


"khanza mau nya mas sendiri yang mengambil dan memanjat nya,tapi jangan sampai ada yang melihat nya,"mohon khanza begitu melas


"tapi kan itu sangat tinggi sayang,masak iya mas memanjat nya malam malam sayang"


"ya sudah kalau mas tidak mau tidak apa apa,"lirih khanza hampir menangis

__ADS_1


"ya sudah iya iya sayang,jangan nangis ya,mas ambilkan mangga nya,"leon menghapus air mata khanza yang menetes


"benar mas,mas tidak bohongkan,"khanza kembali ceria.,leon tersenyum melihat khanza yang begitu antusias kembali


"iya sayang,mas tidak berbohong sayang,"


"terimaksih mas,khanza sayang mas,tapi ingat harus mas sendiri yang memanjat dan mengambil nya,"khanza memeluk leon dengan senang


"mas juga sayang kamu hon," kalo gak cinta mana mau aku bela belain manjat mangga malem kayak maling,batin leon membatin


"ya sudah pergi sekarang mas, ambil mangga nya,"


"sekarang sayang tidak nunggu besok saja,sekarang kan malam sayang,besok pagi pagi mas ambil kan ya," tawar leon ke khanza


pasal nya sekarang sudah jam 8 malam,mana pohon mangga nya tinggi,harus memanjat sendiri tidak boleh di wakilkan di tambah tidak boleh ada yang melihat.,


kesan nya seperti pencuri,meskipun pohon mangga itu di tanam buat umum juga...


"mas,"lirih khanza lagi lagi ingin menangis


"ya allah sayang,iya iya mas pergi ni,mas pakai celana panjang dulu ya," leon berdiri ingin ke lemari mengambil celana nya


"tidak boleh mas,kelamaan sekarang ih," khanza lagi lagi menitikan air mata nya,bayangan khanza terus tertuju ke buah mangga yang ada di depan komplek depan..


"sayang masa iya mas cuma memakai kolor," melas leon ke khanza


"tidur di luar malam ini,jangan dekat dekat khanza,"


"iya iya mas pergi,"


"tunggu mas,"


"apa lagi sayang,"


"bawa ponsel nya,nanti hubungi khanza kalau sudah di atas pohon,"


leon mengambil ponsel milik nya dengan pasrah,kalau tidak lagi hamil dan tidak cinta tidak akan sudi nurutin kemauan kamu sayang,untung nya aku cinta banget,"batin leon nalangsa


khanza tersenyum senang tanpa berdosa sedikit pun mengecupi wajah leon...


"mas pergi ya,"


"iya mas,ambil yang banyak ya,"


"bener ni mas pergi hon,"


"maaaasssss,"


"iya iya mas pergi,cup" leon mengecup istri nya.,


"ya allah nak,kamu qo seneng baget ngerjain deddy," lirih leon berjalan gontai turun ke bawah


di mana keluarga nya juga belum tidur masih berkumpul di ruang tamu.,


mereka semua aneh melihat wajah lesu leon menuruni tangga,di mana leon juga masih memakai kolor selutut di padukan kaos polos warna putih....

__ADS_1


"sabar leon,ini demi anak dan istri tersayang mu,"lagi lagi leon membatin


bersambung


__ADS_2