
di mana hari ini khanza sudah bisa pulang kembali ke rumah nya,meskipun luka di tubuh nya belum benar benar sembuh...
tapi arkhan dan nathan sudah menyiap kan semua alat medis yang akan di bawa ke kediaman bastian,di mana arkhan juga tidak tega melihat khanza yang sudah tidak nyaman tinggal di rumah sakit...
toh arkhan juga pulang nya masih di kediaman bastian sampai benar benar khanza pulih untuk memantau kondisi khanza dan setelah urusan pernikahan leon.,mario beres baru arkhan akan kembali pulang ke jerman bersama istri nya...
"buat sementara tidur nya di kamar bawah saja ya nak"ucap bunda nya.,karna khanza juga belum bisa sepenuh nya berjalan dengan benar, untuk diri pun khanza masih kesulitan
"kenapa tidak di atas bun.,di kamar khanza,"
"sayang,dengar kan umi nak,kalau di atas khanza akan kesulitan sayang,apa lagi kalau pakai kursi roda,turun nya juga pasti susah nak,kalau di bawah kan tidak akan sulit sayang mau ngapa ngapain juga.,"jelas umi euis
"benar kata umi dan bunda honey,buat sementara di kamar bawah saja ya sayang.,"
"oh ya sudah kalau begitu,"ucap khanza mengerti.ada benar nya juga batin khanza.,karna dia juga akan ke sulitan naik turun.
di tambah orang orang yang mau membantu nya juga pasti ke sulitan harus ke bawah ke atas lagi.,
"cepat sembuh ya dek,kakak sudah tidak sabar melihat kamu sembuh lagi dan kita juga akan bertetangga an sayang," kiara memeluk khanza dengan sayang...
"khanza juga sama kak,khanza sangat senang,ahir nya kakak sudah menempati rumah baru nya,selamat ya kak.,"khanza juga membalas pelukan kiara..
"terimakasih sayang.,"ucap kiara yang di angguki khanza..
"semoga cepat sembuh ya kak,"
"terimakasih ya dek,"senyum khanza ke Aini
keluarga itu kembali berkumpul di ke diaman bastian di mana ada mikayla juga yang tidak mau pergi selalu menempel dengan mommy nya khanza...
para bapak bapak sedang mengobrol di teras rumah bastian yang di ikuti leon,mario dan arkhan ikut bergabung dengan orang tua nya.,
entah hal apa yang mereka bahas kalau bukan masalah tentang pernikahan khanza dan leon yang akan di barang kan dengan resepsi mario dan khanza...
sedangkan para istri sedang di dapur menyiap kan makan siang bersama,emak emak rempong dari Arkhan,leon dan mario juga ikut turun tangan membantu besan nya masak...
di mana kehebohan ketiga nya selalu terdengar sampai ke luar,tapi bagi keluarga bastian itu sudah menjadi hal biasa melihat begitu heboh nya ketiga besan besan nya...
malah keluarga bastian sangat senang,jdi tidak membuat rasa canggung di antara mereka semua,manjadi lebih akrab saling memberi masukan,bertukar cerita...
para menantu sedang di kamar menemani khanza.,di mana ada kiara,aini dan princess wijaya..
"mikay rindu dengan mommy,oma dan opa selalu melarang mikay,saat mikay ingin ke rumah sakit melihat mommy,kata nya tidak bagus untuk anak kecil berada di sekeliling rumah sakit.,padahal mikay sangat merindukan mommy,"lirih mikayla memeluk khanza ikut tiduran di sisi kasur khanza
"tapi kan mommy sudah pulang sayang,princess jangan sedih lagi ya,mommy tidak ke mana mana nak,mommy juga sama merindukan anak mommy ini,"khanza mengusap tangan mikayla dengan sayang...
"benar kata mommy nak,opa dan oma juga benar,anak seusia princess memang tidak boleh sayang sering datang ke rumah sakit,jangan sedih lagi ya nak,nanti mommy mu ikutan sedih,mommy kan sudah pulang sayang,"
__ADS_1
"iya Ammi kia,mommy zha,mikay tidak akan bersedih lagi,kapan mommy akan ikut kita pulang mommy,Ammi kia sekarang sudah tinggal di rumah baru nya bersama om rio,mikay juga ingin mommy tinggal bersama mikay dan deddy lagi seperti dulu,"
"setelah mommy sembuh ya nak,nanti pasti mommy akan tinggal bersama princess,sabar ya syang,"ucap lembut khanza
"baik mommy,mommy cepat sembuh ya,mikay sayang mommy.,"
"Amiiinnnn,terimakasih nak,mommy juga sayang princess"
mikayla masih betah memeluk khanza sampai sampai anak itu ketiduran di samping khanza.,padahal saat itu di mana mikayla juga sedang bercerita dengan Aini,kiara dan khanza tiba tiba mata nya terpenjam...
membuat yang melihat nya tersenyum sangat gemes,mikayla memang sosok anak yang tidak sulit untuk tidur,saat mikayla mengantuk di mana pun dia akan memejam kan mata nya dengan mudah...
waktu pun begitu cepat malam telah tiba kembali.,di mana keluarga nathan,guardein dan jhordan juga sudah berpamitan dari tadi sore...
"nak mau sholat skarang atau nanti," ucap umi euis saat melihat jam 7:30 malam...
"sekarang saja umi,biar enak nanti langsung istirahat,"
"ya sudah umi bantu duduk di kursi roda,"
"terimaksih umi,maaf jadi merepot kan umi,"
"hus jangan bicara seperti itu nak,tidak ada orang tua yang merasa di repot kan anak nya,jangan bicara seperti itu lgi sayang"
"iya umi," senyum khanza.,
khanza di bantu umi euis menggambil wudhu,meskipun sedikit linu tapi khanza memaksakan nya...
sholat pun khanza masih duduk di kursi roda belum bisa sholat dengan benar,bagian perut,pundak dan kaki nya masih terasa sakit...
"umi temani ya tidur nya di sini,"
"ah tidak usah umi,tidak apa apa khanza tidur sendiri saja,"khanza kasian dengan umi dan bunda nya karna kurang istirahat terlalu banyak menjaga khanza...
"tapi nak,nanti khanza mau ngapa ngapain susah sayang,"umi euis begitu kuatir..
"umi sayang,dengar kan khanza ya,nanti khanza akan memanggil umi atau bunda saat khanza butuh sesuatu ya,umi kurang tidur,kurang istirahat,khanza tidak mau umi sampai sakit,lihat wajah umi khanza yang cantik ini begitu pucat karna kurang istirahat,khanza juga sudah bisa umi duduk sendiri di kursi roda,nanti kalau ada apa apa khanza pasti akan memanggil umi ya.,"jelas khanza yang sama kuatir nya melihat wajah lelah umi euis...
"tapi nak,"
"tidak ada tapi tapi an umi,umi harus istirahat ya,pintu kamar ini juga tidak di kunci,jadi umi bisa mengecek khanza nanti malam baik atau tidak nya,ya umi sayang.,"
"ya sudah kalau begitu, umi istirahat dulu ya nak,khanza juga langsung istirahat,"umi euis mengecup pipi khanza kiri kanan..
"iya umi,selamat malam umi,mimpi indah,"khanza juga memeluk umi nya dengan sayang
"selamat malam juga nak,jangan lupa berdoa ya sebelum tidur,"khanza mengangguk tersenyum...
__ADS_1
khanza mulai memejamkan mata nya,di mana dia juga begitu mengantuk,tidak lama khanza sudah terlelap...
saat bunda dan nenek nya mengecek khanza juga dia tidak terusik sama sekali dalam tidur nyenyak nya....
tepat jam 1 malam tidur khanza terganggu dengan suara aneh,berlahan lahan khanza membukak mata nya...
suara apa itu,batin khanza merinding,pasal nya selama ini khanza tidak pernah mendengar suara aneh seperti itu....
bulu kuduk khanza mulai berdiri saat mendengar suara rintihan,dan *******,khanza mulai membaca ayat kursi...
semua doa dia baca yang terlintas di benak nya,"ya allah kenapa suara nya masih ada,"bisik khanza
khanza ingin bagun ke kamar umi nya atau bunda nya,khanza sedikit menyesal tidak menerima tawaran dari umi nya tadi...
tangan khanza terhenti mengambil kursi roda nya saat mendengar ada suara yang memanggil nama sebutan Abang...
"waduh,sejak kapan kunti punya abang,"lirih khanza makin merinding mendengar rintihan itu...
"sudah tidak beres ini rumah,sejak kapan ada kunti nya,mana manggil manggil nama abang lagi,sejak kapan kunti punya abang," batin khanza berusaha ingin duduk di kursi roda nya...
khanza sedikit kesulitan duduk di kursi itu,di tambah perut nya juga sedikit merasa nyeri,"ya allah kenapa itu kunti qo tidak mempan di bacakan ayat kursi dan ayat ayat yang lain,ya allah lindungi hamba,"
dengan bersusah payah ahir nya khanza berhasil duduk di kursi roda nya,dengan pelan pelan khanza berjalan menuju pintu kamar ruang tamu itu ingin menuju kamar bunda atau umi nya...
lagi lagi tangan khanza terhenti saat sudah sampai di pintu kamar itu,"tunggu,seperti nya aku kenal suara itu,kenapa suara kunti nya berubah menjadi suara aini,"
khanza menepuk jidat nya,"hadeeeuuuhh,aku lupa di kamar samping kan ada aini dan Arkhan," ucap khanza melupakan sesuatu itu..
di mana kamar ruang tamu di rumah nya ada dua saling berdekatan samping sampingan.,yang satu saat ini Aini dan arkhan yang menempati kamar itu yang satu nya lagi khanza sendiri yang mengisi kamar itu sekarang...
khanza mengeleng kan kepala nya,dia kembali lagi ke kasur,di mana suara dari arkhan dan aini makin jelas saling bersautan...
arkhan dan aini juga melupakan bahwa di kamar sebelah nya ada khanza meskipun dari luar suara itu kedap suara tidak terdengar tapi dinding kamar itu saling bersebelahan di tambah suara itu akan keluar dari atap pelafon kamar nya juga...
untung kamar yang lain nya berjauhan jadi tidak ada yang mendengar kan suara perang panas dari arkhan dan aini,tapi sial nya khanza yang bisa mendengar sangat jelas suara sepasang pengantin baru itu...
teriakan terus saling bersautan,rintihan rintihan dari suara itu makin menjadi jadi yang khanza fikir tadi suara kunti mencari abang nya....
bersambung........
jangan lupa like komen vote nya juga ya🙏☺️
tinggalkan setiap jejak dan masukan nya,ikuti cerita novel aku yang lain nya ya🙏🥰
~Aku ingin di cintai
~Pak kyai restui fatimah
__ADS_1