
"aku mohon khanza kamu harus kuat,lihat keluarga mu menantikan kamu zha,leon juga sangat terpukul,ako mohon bertahan"air mata arkhan terus mengalir,tangan nya masih fokus mengeluarkan peluru di tubuh khanza
dokter yang lain juga masih fokus menangani khanza,meskipun mereka semua ikut merakan sedih juga tapi semua dokter terus berusaha menyematkan khanza...
bagi mereka khanza malaikat yang di kirim untuk keluarga wijaya.,yang tadi nya leon begitu pemarah,arongan,dingin tidak menerima kesalahan sedikit pun dengan semua karyawan nya,berubah melunak,tidak segan segan leon juga akan menyapa setiap dokter yang bertemu dengan nya..
"ya allah hamba mu mohon,bantu kami ya allah,bertahan khanza,aku mohon,jagan biarkan leon yang dulu akan kembali,kami memohon khanza bertahan"isak tangis arkhan melihat khanza kejang kejang,seluruh tubuh khanza juga sudah penuh di pasang dengan alat alat medis..
begitu dalam peluru menembus badan khanza sedikit lagi mengenai jantung khanza,,badan arkhan sudah tidak sanggup melakukan nya,di gantikan dokter andi,dimana peluru juga menembus betis tulang kering khanza,belum lagi di bahu nya...
Arkhan menangis pilu melihat kondisi khanza yang sudah di anggap adik kandung nya sendiri,di mana arkhan cuma anak tunggal,,,
di luar ruangan tunggu seluruh keluarga masih menunggu dengan cemas,setiap doa tidak lepas dari mulut mereka.,leon terduduk di lantai rumah sakit menundukan kepala,menanggis pilu natalia dan farah dengan setia memeluk nya..
euis dan kedua mertua nya ada di ruangan depan kamar khanza yang di siap kan husus untuk seluruh keluarga yang di ikuti kiara juga.,mereka terus berzikir,mengaji tidak henti henti nya yang di pimpin sang kakek...
meskipun air mata mereka terus mengalir tapi tetap dengan husyhu membacakan setiap lembaran ayat suci Alquran dengan di iringi doa dan zikir memohon kepada allah yang maha kuasa.,
guardein,nathan dan jhordan kembali lagi ke rumah sakit,natalia yang melihat mengelengkan kepala.,mereka tau arti dari gelengan kepala dari natalia,guardein duduk di samping bastian,dia menundukan kepala nya tidak tau harus menyapa atau berbicara apa.,cuma diam menghela nafas..
nathan dan jhordan masuk ke ruangan khanza.,mereka melihat arkhan yang terduduk menunduk dengan badan bergetar karna menangis.,jhordan dan nathan juga tau di mana arkhan begitu menyayangi khanza seperti adik kandung sendiri...
"hapus air mata mu son,terus berdoa mohon pertolongan nya,kita semua juga sama terpukul nya"jhordan mengusap kepala arkhan dengan sayang...
"iya son,cuci wajahmu lakukan yang terbaik,bantu adik mu membuka matanya kembali"ucap nathan ke arkhan
"aku akan membunuh nya melebihi dari ini,akan ku bantai semua nya yang bersangkutan"mata arkhan begitu membara,membuat dokter yang lain bergidik ngeri...
"kita sudah menemukan nya,tinggal menunggu detik detik menjemput ajal nya dengan siksaan dari anak buah kita,cepat lakukan yang terbaik untuk adikmu"bisik jhordan ke arkhan
arkhan mengangguk berjalan gontai ke kamar mandi,yang ada di ruangan khanza membasuh wajah nya
"bismillah,kalau kamu sayang kita maka bertahan lah dek,kami menantikan mu.,abang akan selalu menjadi dokter terbaik buat kamu dek.,kita sayang khanza jadi jangan membuat abang kecewa" Arkhan kembali menangani khanza,dimana dulu khanza sempat keritis dan koma,arkhan juga sama cemas nya,
tapi hari ini,hati nya sangat kalut sakit,pilu melihat khanza yang terbujur kaku,dia tidak sanggup kehilangan seorang adik yang arkhan urus selama 2 thun,sampai khanza bagun dari koma nya...
nathan dan jhordan keluar lagi dari ruangan itu setelah melihat arkhan sudah membaik dengan fokus menangani khanza"bertahan lah nak,kami menunggu mu"
dari satu jam ke dua jam,bahkan sudah empat jam belum ada tanda tanda satu pun dokter yang keluar ruangan membuat semua nya makin cemas,.
__ADS_1
"siapa yang darah nya cocok dengan khanza,setok darah masih kurang,khanza kehabisan darah"ucap arkhan
"ambil darah ku ar.darah kami sama"kiara keluar kamar masih memakai mukena
"ayah juga sama darah nya dengan khanza nak"
"biarin kiara saja yah,mari ar,"kiara berjalan ke ruangan husus di ikuti seorang suster juga.,bahkan mukena nya masih melekat di kepala tidak di lepas kiara
"berbaring lah biar aku cek kondisi kamu dulu,apa lagi kamu tadi sempat pingsan"
"tidak usah cek,cek kondisi aku ar,aku sehat,cepat"bentak kiara
"lakukan sus"
"baik dok,"
mario berlari keruangan kiara,dia takut kiara drob lagi,"honey"
"diam yo"ucap dingin kiara,kiara tau apa yang akan mario katakan,mario cuma pasrah meskipun dia sangat cemas ke kiara..
setelah pengambilan darah,kiara di bimbing ke ruangan di dapan kamar khanza kembali oleh mario"nak kamu baik baik saja kan nak"
"iya nak,kamu tidak pusing kan"
"jangan putus putus kita terus berdoa ya,ikut umi ya kamu harus istirahat sayang"bunda nya dan euis begitu cemas melihat wajah kiara yang pucat,euis membimbing kiara untuk istirahat
enam jam pun sudah berlalu,arkhan berjalan gontai di ikuti beberapa dokter,sebagian masih di ruangan khanza,arkhan terduduk lemas di bangku tunggu dekat dengan bastian...
"nak katakan,khanza baik baik saja kan,
"khanza baik baik saja kan,calon istriku tidak kenapa kenapa kan arkhan,"tangis leon tidak sabar menunggu arkhan berbicara
begitu pun yang lain,terus bertanya ke arkhan dengan kondisi khanza saat ini...
"aku tidak akan membiarkan khanza pergi apa pun itu yang terjadi,khanza kita harus bisa melewati nya,demi allah aku tidak akan ridho sedikit pun,khanza kita harus kembali lagi ke seperti semula,"tangis arkhan langsung pecah,badan nya bergetar hebat..
"maaf saya harus mengatakan nya,melihat tuan arkhan tidak bisa menjelas kan nya,,nona khanza saat ini sedang keritis,di mana peluru hampir menembus jantung non khanza,begitu pun tulang dari kaki nya begitu parah,peluru juga menembus bagian pundak non khanza,kami akan melakukan yang terbaik,kita jagan lepas tetap berdoa"jelas panjang lebar dokter andi
"aku mohon lakukan yang terbaik untuk putri ku"mohon bunda dan euis
__ADS_1
"umi,bunda,arkhan tidak akan mudah melepas kan putri mu,aku akan berusaha membuat nya membuka mata kembali,bantu aku umi,bun supaya aku kuat menangani khanza kita"Arkhan menangis memeluk tubuh bunda dan umi nya,mereka semua juga ikut turut menangis kembali...
kiara yang mendengar Khanza keritis lagi lagi badan nya ambruk yang sedang lemah,"allahuakbar kiara"teriak semua nya di mana kiara membentur kursi tunggu di dekat nya..
dokter andi dengan sigap menyuruh mario ikut ke ruangan sebelah nya,kiara di bopong mario...
kecemasan makin bertambah, melihat ada darah yang keluar dari kening kiara..
"ya allah apa lagi ini ya allah"tangis sang bunda dan umi nya mengikuti keruangan kiara...
"dokter arkhan cepat masuk,non khanza makin keritis"dokter mira memangil arkhan
arkhan berlari masuk ke ruangan itu kembali"khanza,ya allah,ambilkan alat itu,"
tit tit tit suara yang begitu menakut kan terus berbunyi,arkhan terus menekan jantung khanza dengan alat kejut"bismillah,kamu kuat dek,abang mohon khanzaaaa"
di ruangan itu begitu tegang dimana detak jantung khanza sempat tidak berdetak lagi,sama hal nya yang di luar,"ya allah apa lagi ini ya allah,hambamu mohon cukup ya allah"isak nenek nya khanza yang luruh ke lantai
"nenek,"tangis aini memeluk sang nenek yang luruh di lantai
lagi lagi leon pun terduduk di lantai menangis,memanggil nama khanza"hamba mu mohon ya allah,tunjukan kuasa mu ya allah,hambamu tidak akan sanggup melepas nya"
"Khanzaaaaaaa,abang mohon dek kembali lah,"teriak arkhan sangat kencang terus menempelkan alat itu tidak henti henti nya..
leon berlari masuk mendengar teriakan arkhan,begitu pun bunda nya saat keluar ruangan kiara mendengar teriakan arkhan langsung berlari
"khanzaaaaa bunda mohon nak kembali lah sayanggg"
"honey kenapa kamu kejam ke aku honey,katanya kita akan menua sampai kita mempunyai anak cucu kelak,khanzaaaa"
"nggk dek kamu harus kembali lagi khanza"bentak arkhan penuh emosi menempel kan alat kejut itu tidak pakai perasaan...
dimana alat di samping nya juga sudah lurus tidak berbunyi lagi,bunda nya sudah tidak kuat melihat tubuh kaku khanza,langsung pingsan di pelukan suami nya...
bastian membopong tubuh istri nya dengan deraian air mata,,yang melihat nya paham saat bastian mengelengkan kepala...
"dia pergi,khanza kita pergi bu,pak"tangis bastian masih membopong tubuh istri nya yang pingsan..
"tidak bang,tidak khanza ku pasti masih hidup,putri ku tidak boleh pergi"teriak euis berlari ke ruangan khanza......
__ADS_1
bersambung........
mohon dukungan nya jagan lupa like,komen vote nya juga.,tinggalkan setiap jejak komentar nya🙏🥰