Terjerat Cinta Sang Duda Presdir

Terjerat Cinta Sang Duda Presdir
83*bangun


__ADS_3

"haus,aku haus"bisik khanza saat terbangun dari tidur nya...


tapi tubuh khanza begitu sulit di gerak kan,perut nya terasa linu,pundak nya begitu sama hal nya dengan sebelah kaki nya...


tengorokan khanza begitu sangat kering,karna harus,ingin bicara pun khanza begitu sulit,"aku sangat haus ya allah,aku ingin minum" ucap lirih khanza tidak ada suara nya...


jam 2 pagi khanza baru membukak kan mata nya,khanza mencari orang orang di sekeliling nya,khanza tau saat ini dia di rumah sakit...


khanza melihat keluarga nya sedang sholat,jam berapa ini,batin khanza bertanya tanya...


di mana saat melihat keluarga nya begitu sedang husyhu melaksanakan sholat tahajud..


khanza berusaha mengambil air minum yang tidak jauh dari tempat tidur nya,khanza benar benar merasa haus saat ini...


gelas itu sedikit lagi bisa di gapai khanza,tangan nya bergetar menahan sakit,terus dia gerak kan mengapai gelas itu yang sudah mengenai ujung jari nya...


"semangat khanza,sedikit lagi,"ucap batin nya,menetes kan air mata nya menahan sakit


praaaannngggg,gelas itu bergeser terlalu pinggir membuat gelas nya sampai terjatuh ke lantai,pecahan kaca pun berhamburan...


keluarga khanza yang sedang husyhu sholat pun begitu terkejut,di mana sholat mereka juga hampir selesai mengucap kan salam.,


semua keluarga menyebut istigfar terkejut dengan suara pecahan gelas.,"ya allah honey"


teriak leon,saat melihat air mata khanza mengalir menahan sakit"kamu sudah bangun honey,kamu haus sayang"


leon berlari mengambil air minum buat khanza,dia tidak sadar saat kaki nya menginjak pecahan beling,leon begitu bahagia melihat khanza sudah bangun.,leon tidak memikir kan darah di telapak kaki nya yang sudah mengalir kena pecahan beling..


"honey minum dulu sayang,"khanza meminum nya dengan bantuan bunda khanza, leon dan umi nya juga..


guardein,nathan,dan jhordan langsung ke luar dari kamar nya setelah selesai sholat tahajud di ikuti dengan istri istri nya saat mendengar keributan.,


begitu pun dengan kiara,mario dan bastian sudah mendekati khanza...


mereka semua mengucap syukur saat khanza sudah sadar,jhordan menemuai anak nya di ruangan sebelah..


"Arkhan,nak ini papih"


"iya pih bentar,"ucap arkhan di mana arkhan dan aini juga selesai sholat tahajud


"iya pih ada apa,"aini juga langsung menemuai mertua nya masih memakai mukena nya


"ada apa pih.,kak khanza tidak kenapa kenapa kan pih"kuatir aini

__ADS_1


"khanza sudah sadar nak,"


"alhamdulilah,ya allah,"aini berlari ke ruangan khanza yang di ikuti jhordan dan arkhan


mereka semua belum sadar dengan kaki leon yang penuh darah,"alhamdulilah dek ahir nya kamu sadar juga," senyum arkhan


Arkhan langsung memeriksa khanza,dengan teliti,arkhan tersenyum.menyuntikan obat ke selang infusan khanza,supaya khanza tidak merasakan sakit bekas tembakan di tubuh nya..


"ya allah darah apa ini"panik nenek nya khanza


semua menunduk melihat bercak darah yang begitu banyak,arkhan mengecek tubuh khanza tapi tidak ada darah yang keluar dari luka khanza


"ya allah leon,kaki kamu nak,"umi euis melihat kaki leon,leon juga begitu terkejut baru menyadari kaki nye terkena pecahan beling


"mas ar,"lirih khanza kuatir


"tidak apa apa honey,ini hanya luka kecil ya,jangan kuatir sayang,"


"iya dek,biar abang yang obati luka calon suami kamu dulu ya," khanza mengangguk


"duduk sini ar,"ucap arkhan memerintah kan leon...


tapi orang tua leon tidak kuatir,begitu pun guardein,jhordan dan istri istri mereka.,luka segitu bagi mereka tidak apa apa buat anak laki laki.,


selesai kaki leon di obati dan ruangan pun sudah bersih,di bersih kan pihak dari OB rumah sakit wijaya...


"nak apakah ada yang sakit sayang,"ucap bunda nya dan umi euis bertanya ke khanza


"tidak umi,bun"senyum khanza


"dek,alhamdulilah sayang,kakak senang melihat kamu susah sadar sayang,"air mata kiara menetes


khanza mengeleng kan kepala nya ingin menghapus air mata kiara,"kakak jangan menangis ya,khanza tidak kenapa kenapa"


"honey,mas merindukan kamu sayang,jangan buat mas ketakutan lagi honey,mas tidak sanggup honey"tubuh leon bergetar mengecupi tangan khanza


"mas,khanza tidak kenapa kenapa,khanza tidak akan kemana kemana mas"senyum khanza dengan suara lemah nya


"zha kamu jangan banyak gerak dulu ya,badan kamu juga belum benar benar pulih zha,kamu sekarang istirahat ya,jangan dulu banyak bicara ya"


khanza hanya mengangguk mengucap kan terimaksih ke arkhan dengan suara yang begitu kecil.,tapi arkhan dan semua nya masih bisa mendengar....


"biar kan khanza istirahat dulu,dia baru bangun dari masa keritis nya,"jelas arkhan ke semua nya.,arkhan menyuntik kan kembali obat melalui selang infus yang di pasang di tubuh khanza,supaya khanza bisa istirahat sampai besok pagi dengan tenang..

__ADS_1


semua nya bernafas lega saat melihat khanza kembali tertidur,dan sudah kembali sadar dari masa masa keritis yang begitu menegang kan...


"dek ikut kakak ke ruangan abang mu ya"bisik farah ke natalia


"ada apa kak"


farah memperlihat kan iphone nya ke natalia,di mana ada panggilan masuk,iphone farah sengaja tidak memakai nada dering,mengigat keluarga besan nya juga sedang beristirahat menjaga menantu nya,farah tidak mau mengganggu seluruh keluarga besan nya dengan suara nada dari iphone milik farah...


natalia menganguk mengerti apa maksud dari farah,farah ijin keluar saat sahabat nya menghubungi dia.,farah berjalan menuju ruangan suami nya yang di ikuti natalia di belakang nya.,


"Assalamuallaikum gel"


"waalaikumsalam far,apa kabar far,"senyum Engel,melihat wajah sahabat nya


"Alhamdulilah baik sayang,ada apa gel"


"far,aku minta maaf yah,"lirih Engel menundukan kepala nya,di mana farah bisa melihat wajah sedih sang sahabat..


"minta maaf kenapa gel,kamu tidak ada salah sayang,di sini yang salah anak dan suami mu yang membuat celaka menantu ku,bukan kamu sayang"


"tapi aku malu far,dengan kamu,dengan seluruh keluarga kamu dan besan mu juga,aku tidak bisa mengawasi felix dan irena dengan benar,sehingga menantu mu menjadi seperti itu,"air mata engel menetes masih terus menunduk


"sayang,lihat aku jangan menunduk seperti itu,apa bila kamu masih menganggap aku sahabat baik mu gel angkat kepala mu jangan menunduk"


"far,aku benar benar malu,apa bila kamu ingin membenci ku tidak apa apa far,apa yang harus aku lakukan far,untuk menebus kelalai an ku,"


"sayang,sampai kapan pun aku tidak akan bisa membenci mu,kamu sahabat terbaik ku,kamu sahabat yang paling baik untuk ku,boleh kah aku menanyakan sesuatu dengan mu gel"


"terimaksih far,apa itu far aku akan menjawab nya,"


engel sudah siap apa yang akan di tanyakan sahabat nya itu,engel juga bisa menebak saat melihat wajah ragu farah ingin mengatakan sesuatu.,


insya'allah aku siap ya allah,apa bila ini tentang irena putri ku atau felix suami ku,aku akan menjawab setiap pertanyaan farah,batin engel meyakin kan diri nya....


bersambung.....


mohon buat dukungan nya,like komen vote nya juga ya...


jangan lupa tinggal kan jejak komentar nya dan setiap masukan nya🙏🙏🙏🥰


ikuti juga novel aku yang satu nya🙏


~Aku ingin di cintai

__ADS_1


__ADS_2