Terjerat Cinta Sang Duda Presdir

Terjerat Cinta Sang Duda Presdir
pantai


__ADS_3

waktu dan hari begitu cepat berlalu bulan ke bulan nya, di mana kehamilan khanza juga sudah memasuki bulan ke 8 tinggal menunggu 1 bulan lagi untuk proses lahiran...


kebahagiaan dari keluarga wijaya dan bastian makin bertambah saat khanza di nyatakan hamil anak kembar.,


nathan dan farah juga sering berkunjung ke indo menjenguk anak menantu beserta cucu nya, khanza juga sudah tidak mengidam yang aneh aneh lagi


setelah memasuki hamil 5 bulan itu terahir kali nya khanza mengidam yang aneh aneh begitu pun dengan kiara dan aini...


umi euis paman dan nenek kakek khanza juga sudah kembali lagi ke sumsel,mereka akan kembali datang saat lahiran khanza dan kiara..


Mikayla juga sering ikut dengan farah dan nathan ke jerman,di mana mikayla sering menangis merindukan oma opa nya...


sedangkan mario dan leon saat ini berada di kantor,khanza berada di rumah kiara bersama bunda nya...


ahir ahir ini kiara sering drob,badan nya selalu lemah,padahal kelahiran nya di tafsir kan akan barang dengan khanza lebih cepat khanza 2 minggu...


"gimana ar,kapan kita berangkat melihat pembangunan proyek yang sekarang sedang berjalan" tanya mario ke leon,kedua nya saat ini sedang di ruangan leon


"nanti kita bicarakan dulu dengan khanza dan kiara.,kita butuh ijin dari istri istri kita yo,kemungkinan besar aku sendiri yang akan datang,mengigat kiara juga lagi sakit"


"benar ar,aku juga tidak akan tenang meninggal kan kiara,meskipun ada bunda yang menemani, andai ada dev di sini mungkin dev yang akan meninjau lokasi"


"ya mau gimana lagi,papah juga butuh dev di jerman mengurus prusahaan di sana,apa lagi papah akan pensiun dari pekerjaan nya"


"benar juga ar,kalau kita memerintah kan ajeng tidak akan mungkin di mana dia juga punya anak, kasian dengan putra nya"


"iya yo,nanti aku coba bicara dengan khanza dulu" ucap leon di angguki mario


dev memang di perintah kan untuk mengurus prusahaan di jerman sebelum mikayla dewasa,di mana prusahaan itu akan di berikan ke princess wijaya...


dev juga di berikan salah satu prusahaan cabang oleh ke luarga wijaya,di mana jasa dan pengabdian dari dev tidak pernah di ragukan lagi...


dev di tugas kan ke jerman juga antara senang dan tidak senang., tidak senang nya dev jauh dari ajeng


senang nya dev tidak akan sering bertemu dengan seli,di mana dev sudah sangat kecewa dengan sosok seli,cinta pertama dev


dev juga tidak mau menanyakan apa alasan dari seli,sepucuk surat yang di berikan seli di masa lalu itu sudah membuat hati dev hancur...


seli juga tidak bisa menjelas kan itu semua ke dev, cukup dia sendiri yang memendam semua nya, apa alasan seli sampai menjauh dari dev 8 tahun yang lalu membuat hati dev kecewa dengan seli...


seli juga tau dev begitu kecewa dengan nya,itu cukup membuktikan di mana dev selalu menghindar dan berkata dengan dingin dengan seli bahkan tatapan dev begitu dingin saat melihat diri nya...


mario dan leon masih membahas tetang proyek pembagunan hotel dan villa di pinggir pantai, di mana pantai itu belum banyak di ketahui orang orang,bahwa ada sebuah pulau dan pantai yang tersembunyi yang sangat indah...


di mana pantai itu juga sering di kunjungi turis turis dari bermacam negara,tapi sayang nya pantai itu belum ada tempat penginapan nya...


iwan salah satu pejabat daerah itu,teman dari leon dan mario saat kuliah di jerman,mengusul kan ke leon dan mario untuk membuka tempat pariwisata di sana...


hitung hitung iwan juga membantu warga nya supaya mendapat kan pekerjaan saat tempat itu di buka menjadi tempat pariwisata yang memang menjanjikan...


di mana tidak jauh dari pantai ada sebuah air terjun yang sangat indah,untuk membuka tempat penginapan dan pariwisata bukan modal yang sedikit...


proyek itu juga sudah berjalan selama 3 bulan,yang di sambut antusias para warga,karna pemuda pemudi di sana tidak akan menganggur dan kesulitan untuk mencari pekerjaan lagi.


"Assalamuallaikum," ucap salam leon di mana leon sudah pulang dari kantor


"waallaikumsalam mas," khanza menyalami leon


"gimana anak deddy tidak rewel kan sayang," leon mengecupi perut khanza


"Alhamdulilah tidak deddy,dedek kembar tidak rewel" jawab khanza menyuara kan suara anak kecil


"Alhamdulilah,cup cup mas makin hari makin cinta dengan mu hon," leon mengecupi wajah khanza yang Chubby


"khanza juga cinta dengan mas" senyum khanza tidak pernah bosan bosan nya mendengar kata cinta dari leon setiap hari nya..


"cup cup cup" leon makin di buat gemes melihat perubahan dari badan khanza dan wajah yang Chubby nya...


khanza tidak pernah risih atau kesal melihat kelakuan leon yang tidak pernah henti henti nya mengecupi wajah bulat milik nya...


"kita ke kamar sayang ya," ajak leon


"iya mas,mas mau mandi dulu atau mau makan"


"mandi dulu sayang,mas belum lapar,anak deddy dan mommy nya sudah makan belum" tanya leon sambil mengusap perut bulat khanza


"sudah deddy,mommy keburu lapar jadi tidak menunggu deddy" senyum khanza berjalan menuju kamar mereka berdua,


di mana kamar khanza dan leon juga sudah pindah ke lantai bawah,mengingat kondisi khanza sangat kesulitan untuk berjalan,tubuh khanza juga mulai membengkak...


"alhamdulilah,kalau lapar jangan di tahan ya sayang,kasian ke kamu dan anak anak kita kalau menunggu mas,"


"iya mas,"


"ya sudah mas mandi dulu ya,duduk di sini jangan terlalu banyak berdiri" leon membimbing khanza duduk di tempat tidur


"terimakasih mas"ucap lembut khanza


"sama sama sayang,cup" lagi lagi leon mengecup khanza,sebelum berjalan ke kamar mandi...


selagi menunggu leon selesai mandi khanza membaca buku panduan kehamilan,gimana cara lahiran dengan secara normal..


khanza dengan teliti mengikuti gerak gerak dari buku panduan ke hamilan itu...


leon yang melihat khanza tersenyum bahagia setelah selesai melakukan ritual mandi nya,leon masih memperhatikan khanza,


"eh mas sudah mandi nya"


"iya sayang,sini kaki nya sayang,"


khanza menuruti leon,kaki khanza di turun kan ke lantai,di mana di bawah nya sudah ada air hangat di dalam wadah yang memang leon minta dari pembantu nya...


setiap hari leon dengan rajin akan mengompres kaki khanza memijat nya secara berlahan semenjak kaki khanza mulai membengkak...


"apakah ini sakit sayang,kenapa makin hari makin bengkak hon," kuatir leon


"itu kata dokter mira hal wajar mas,sudah tidak apa apa mas,kaki khanza juga tidak sakit" senyum khanza ke leon,di mana leon juga selalu mempertanyakan hal yang sama setiap hari nya,yang begitu sangat kuatir meskipun dokter mira mengatakan tidak apa apa...


tapi dengan sabar khanza akan menjawab setiap pertanyaan yang kuatir dari leon,khanza sangat bahagia selalu mendapat kan perhatian dari leon


"hon mas mau membicara kan sesuatu denganmu" leon menatap mata khanza, setelah selesai mengeringkan kaki khanza dan membaluri pakai minyak kayu putih...


"katakan mas,mau bicara apa" senyum teduh khanza...


"rencana nya mas dan mario akan melihat langsung pembangunan hotel dan villa milik kita yang sedang di bagun,berhubung kiara lagi sakit tidak mengkin di tinggal kan oleh mario,jadi mas akan turun sendiri melihat perkembangan dari pembangunan itu,jadi mario yang di kantor mengurus kantor dengan ajeng"


"tapi mas juga kuatir meninggalkan mu honey, kalau ada dev di sini mungkin mas tidak akan langsung turun memantau perkembangan pembangunan itu"


"kira kira kamu mengijin kan tidak sayang,kalau kamu tidak mengijin kan mas tidak akan pergi."


"mungkin mas akan menghubungi papah untuk sementara supaya dev datang ke indo,pergi melihat proyek itu bersama ajeng"


jelas leon panjang lebar ke khanza,sebenar nya khanza sangat berat,tapi khanza tidak boleh egois, di mana kelahiran khanza juga masih sebulan lagi,


apa bila mario yang pergi,khanza tidak akan tega melihat kakak nya yang lagi sakit.,

__ADS_1


"kira kira berapa lama di sana mas"


"3 hari sayang,tapi kalau kamu tidak mau di tinggal, mas tidak akan pergi sayang, mas juga sebenar nya kuatir tidak ingin pergi" ucap leon masih memijat kaki khanza


"sudah tidak apa apa mas di sini juga ada bunda dan ayah,khanza mengijin kan mas kalau cuma 3 hari,nanti khanza menginap di rumah sebelah saja bersama kak kiara dan bunda, khanza juga lahiran nya masih sebulan mas,jadi mas jangan kuatir ya"


senyum khanza meyakin kan leon,supaya leon tidak kuatir meninggal kan nya saat sedang hamil,,


"kapan mas pergi nya"


"rencana nya besok sayang,biar lebih cepat lebih baik,setelah ini mas akan bekerja di rumah menjagamu tidak akan pergi ke kantor lagi,biar ajeng yang mengurus pekerjaan di kantor"


"tapi benar hon tidak apa apa mas pergi" tanya leon sekali lagi masih kuatir dengan khanza


"mas,mas jangan kuatir ya, di sini juga ada mbok siti mas yang menjaga khanza, bunda dan ayah juga ada di rumah sebelah menemani kak kiara, jadi mas tidak usah kuatir oke"


"ya sudah kalau begitu,tapi nanti kabari mas ya sayang kalau ada apa apa"


"pasti mas,mas jangan kuatir ya" khanza memeluk leon dengan sayang begitupun dengan leon..


kabar tentang butik dan toko khanza sekarang beralih yang mengurus bastian dan istri nya,mengingat kedua putri nya tidak memungkin kan untuk mengawasi atau turun langsung ke butik dan toko..


toko khanza di urus oleh bastian sedangkan butik oleh istri nya, mbok siti juga tinggal bersama khanza saat ini bersama muti,


di mana itu juga atas paksaan dari leon dan khanza yang di bantu mario,kiara


khanza meminta mbok siti untuk menemani nya, apa lagi saat leon dan mario sedang di kantor,jadi kiara dan khanza ada teman nya meskipun bunda dan ayah nya juga sering datang melihat ke adaan kiara dan khanza


tugas mbok siti juga tidak banyak di kerjakan mengigat kiara dan khanza selalu melarang mbok siti saat melakukan pekerjaan apapun,


yang nama nya mbok siti yang tidak bisa diam,mabok siti juga akan melakukan pekerjaan rumah dengan sembunyi sembunyai.,meskipun di rumah kiara dan khanza banyak pembantu dan pekerja yang lain nya...


"yah,mbok bunda,leon titip khanza ya,nanti kabari leon kalau ada apa apa,leon di sana juga tidak lama,paling cuma tiga hari"


"nak leon tidak usah kuatir nya,khanza akan baik baik saja di sini,cepat pulang dan hati hati,jagan sampai telat makan ya nak" sang bunda tersenyum ke leon


"iya nak leon,mbok akan selalu menjaga dan memantau nak khanza jangan kuatir ya"


"di sini juga banyak yang memantau khanza nak, hati hati di sana, doa kami selalu mengiringi kamu" jawab bastian


"terimakasih banyak yah,bun,mbok" ucap tulus leon yang di angguki ketiga nya


"sayang benar mas pergi kamu tidak apa apa kan mas pergi" tanya leon masih kuatir nya


"mas jangan kuatir begitu ah,lihat di sini banyak yang menjaga khanza mas,mas di sana hati hati ya,jangan telat makan, doa khanza selalu menyertai mas" senyum lembut khanza menatap leon


"brow maaf ya,aku tidak bisa ikut," ucap mario tidak enak hati


"tidak apa apa,kasian kiara kalau kamu sampai nekat ingin pergi, semoga cepat sembuh ya ra, titip khanza" senyum leon ke kiara dan mario


"terimakasih ya ar,kami akan menjaga khanza hati hati di sana" ucap tulus kiara dan mario..


laon menyalami anggota keluarga nya,begitu pun dengan khanza,leon memeluk khanza dengan erat, seolah olah leon begitu berat melepas kan khanza..


langkah leon juga begitu sangat berat memasuki jet pribadi nya,andai khanza sedang tidak hamil, mungkin leon sudah membawa khanza ke pantai tempat pembangunan itu


sekali sekali leon menoleh ke khanza yang tersenyum melihat leon, padahal saat ini khanza sedang menahan air mata nya supaya tidak menetes...


melihat leon sudah masuk ke dalam jet yang melambai kan tangan nya,ahir nya air mata khanza yang di tahan tahan tumpah juga..


hati khanza begitu sangat berat melihat leon pergi meskipun hanya tiga hari,perasaan kuatir juga selalu khanza rasakan..


"jangan menangis nak,leon cuma pergi 3 hari sayang, jangan sedih ya,kasian dengan cucu bunda, pasti cucu bunda juga ikut sedih merasakan kesedihan mommy nya"


"iya dek,di sini juga kita akan menjagamu sayang,jangan menangis ya dek," kiara memeluk khanza


"kita masuk ya nak khanza,tidak baik banyak berdiri,jangan sedih lagi ya nak"


"terimakasih mbok"


"sama sama nak"


khanza berjalan masuk ke dalam di mana kiri kanan nya ada mbok siti dan bunda..


sedangkan kiara bersama mario di balakang mereka ada bagas,yang tersenyum melihat ke akuran dari anak menantu dan keluarga nya...


perjalanan menuju pantai yang di tuju leon memakan waktu 4 jam,


leon juga di kawal 2 bodyguarde yang mengikuti kemana pun leon pergi...


iwan juga sudah menunggu leon bersama warga yang lain nya,di mana leon sudah mengabari iwan akan datang hari ini...


jet pribadi leon landas di dekat pantai yang sengaja leon siap kan beberapa bulan ini...


"assalamuallaiku" ucap salam leon setelah turun dari jet nya dan melihat iwan


"waallaikumsalam brow,gimana kabar keluarga sehat" iwan menyalami leon


"alhamdulilah sehat wan,"


"Alhamdulilah,mari kita istirahat dulu" ajak iwan di kedai pinggir pantai..


"bu es kelapa dua ya" ucap iwan ke penjaga kedai itu


"baik pak,"


leon melihat di sekeliling yang tidak jauh dari pembangunan hotel..


"jadi banyak pedagang wan" senyum leon


"alhamdulilah brow membawa berkah dan rezeki buat warga setelah pembangunan itu di mulai, jadi warga sini mendapat kan pemasukan" jawab iwan


"alhamdulilah,seperti nya kita akan membuka kedai kedai yang lain wan,untuk pengunjung bersantai makan makan dan minum saat di pantai,kedai nya juga kalau biasa di bentuk seunik mungkin untuk menarik perhatian pengunjung" saran leon


"ide yang bagus itu ar,nanti akan aku bicarakan ke warga yang lain,dan memberikan sketsa kedai seperti apa yang bagus untuk di buat.,menginggat mereka juga ahli nya membuat saung"


"bagus tuh,aku mendukung wan" senyum leon sambil meminum es kelapa dan melihat pemandangan di sekitar nya


ibu ibu penjaga kedai es kelapa tersenyum bahagia mendengar percakapan dari leon dan iwan


leon dan iwan berkeliling melihat perkembangan pembangunan hotel dan villa milik leon, di perkirakan 2 bulan lagi sudah mulai di buka...


leon dan mario juga akan memasang iklan di setiap stasiun televisi dan akan mengait beberapa artis terkenal untuk mempromosikan hotel villa dan pantai itu...


berhubung tempat pembangunan hotel dan villa yang begitu luas leon juga belum sepenuh nya melihat hasil dari pembangunan itu,jadi mereka akan melanjut kan besok lagi di mana hari mulai sore,


leon menginap di rumah iwan, di mana iwan juga sama sudah menikah mempunyai 3 anak yang masih kecil kecil...


warga juga sudah berdatangan di kediaman iwan saat sehabis sholat isya yang memang iwan dan leon yang meminta untuk membahas pembangunan kedai atau saung untuk mereka berjualan...


leon menerap kan ke para warga untuk menjaga kebersihan di sekitaran pantai,karna itu akan berpengaruh untuk para pengunjung yang akan datang...


tidak ada yang nama nya pungli yang akan mengakibat kan pencemaran nama baik pantai atau desa setempat...


apa bila hal itu di langar kan di kenakan denda yang jumlah nya tidak sedikit,mendengar ketegasan dari leon warga sangat setuju

__ADS_1


karna itu juga akan berdampak ke mereka juga apa bila ada pungli dan tidak menjaga kebersihan pantai...


leon juga menerapkan yang wajib membuka kedai usaha di pinggir pantai hanya warga yang di pinggir pantai dan warga desa itu yang kan di berikan kartu husus oleh leon


sedangkan warga luaran itu sudah berbeda lagi tidak di wajib kan,mereka sudah termasuk para pengunjung...


leon juga akan memberikan modal pinjaman tanpa ada bunga nya sama sekali,di saat usaha mereka berjalan lancar maka modal itu wajib di kembalikan tidak memakai bunga..


leon memberikan usul untuk warga supaya membuat kerajinan tangan dari hasil alam setempat.,membuat makanan cirihas oleh oleh setempat..


selain jajanan minuman dan makanan yang akan mereka jual,seperti kerang kerang yang biasa warga konsumsi kulit itu juga akan bermenfaat untuk kerajinan tangan...


semua warga begitu antusias mendapat kan pencerahan dan mendapat kan pinjaman modal dari orang yang begitu baik dermawan seperti leon..


setelah apa yang di sampaikan leon dan iwan selesai pertemuan di bubarkan,warga juga pulang ke rumah masing masing dengan senyum yang bahagia..


leon juga butuh istirahat di mana malam juga semakin larut,balum lagi besok terahir leon berkeliling melihat lihat proyek yang sedang di bangun...


leon juga tidak lupa menghubungi istri tercinta nya, ya itu khanza yang sangat dia rindukan, padahal leon baru sehari meninggal kan khanza


rencana leon yang akan tiga hari di desa itu akan di percepat menjadi 2 hari...


leon juga memberi kabar ke khanza bahwa besok sore leon sudah akan pulang, khanza yang mendengar nya begitu sangat senang,di mana khanza juga merindukan suami nya,


...*************************************************...


...Pulau terpencil...


berlahan lahan leon membuka matanya yang begitu sangat berat di buka,cuaca yang berkabut di desa itu juga sangat mendukung untuk kembali memejam kan mata...


tapi leon memaksakan diri bagun,untuk melaksanakan sholat subuh, setelah nya leon akan menghubungi khanza...


"ngopi ar" tawar iwan memberikan segelas kopi ke leon..


"terimaksih wan,kabut nya sangat tebal, jam berapa matahari akan muncul" tanya leon


"sekarang baru jam 6,kisaran jam 7:30 ar," senyum leon menyeruput kopi nya yang di ikuti leon


mereka berdua duduk di teras rumah iwan, melihat pemandangan kabut pagi di desa itu,,


"tempat ini sangat cocok untuk pengantin baru yang akan berbulan madu wan" tawa leon


""setuju ar, seperti nya villa dan hotel milikmu akan di gemari para pengunjung yang baru menikah," iwan juga ikut tertawa


"bisa saja kamu wan,jangan kan untuk pengantin baru, untuk pengantin lama pun akan betah tinggal di sini"


"cuaca malam dan pagi memang sangat cocok untuk bergelut di dalam kamar," cengir iwan yang di gelengi leon mendengar ucapan iwan


setelah selesai sarapan dan mandi leon kembali lagi ke lokasi tempat pembangunan villa dan hotel yang di temani ke dua pengawal nya


sedangkan iwan akan menyusul setelah pulang dari kantor desa, di mana iwan juga ada sesuatu yang perlu di urus...


di sepanjang perjalanan menuju lokasi yang memang tidak jauh dari rumah iwan, warga terus menyapa leon yang di kawal 2 pengawal nya


dengan ramah leon membalas setiap sapaan dari setiap warga yang bertemu dengan leon..


"sebelum kita ke sini seperti nya aku melihat pulau, apakah kalian melihat juga saat melintasi pulau itu," tanya leon ke si kembar joni dan johan pengawal nya


padahal mereka bukan kembar tapi keluarga wijaya sering memangil mereka kembar dengan rambut yang sama botak nya,


nama awal dari jo semua, wajah kedua nya juga mirip,padahal kedua nya bukan saudara hanya kebetulan mirip...


"iya tuan,kami juga sempat melihat pulau itu,tapi pulau itu terlihat sepi tuan.,"jawab johan


"yang lebih aneh nya lagi pulau itu seperti terawat padahal tidak berpenghuni" timpal joni yang di setujui johan


"kita datangi pulau itu setelah selesai melihat lihat di sekeliling pembangunan,aku penasaran dengan pulau itu" ucap leon


"baik tuan" jawab johan dan joni kompak, di mana kedua nya juga sama begitu kepo dan penasaran seperti leon saat melintasi pulau terpencil yang lumayan jauh dari pantai yang ada di desa yang mereka kunjungi sekarang..


hari makin siang,setelah selesai makan siang di pingir pantai itu dan melihat hasil kinerja dari seluruh pekerja,


yang dimana leon dan mario datang kan husus arsitek pembangunan hotel dan villa milik nya yang di bantu tenaga dari para warga...


mereka juga sama di gajih oleh para pengawal leon jadi tidak hanya membantu,leon kembali berpamitan dengan iwan dan seluruh warga untuk kembali pulang ke jakarta...


"max nanti kita berhenti di pulau yang aku tunjukan kemarin ya,seperti nya jet kita bisa landas di pingir pulau itu" pinta leon ke max


"baik tuan" jawab max,salah satu pilot yang membawa jet milik keluarga wijaya


dari kejauhan pulau itu mulai terlihat,joni dan johan melihat situasi di pulau itu memakai teropong yang ada di jet milik tuan nya


"tuan seperti nya ada penghuni nya" ucap johan


"benarkah, coba aku lihat'"leon mengambil teropong itu dari johan


"coba sedikit rendah max, benar katamu jo ada orang di pulau sepi itu"


leon terus melihat gerak gerik dari penghuni pulau sepi itu,di mana jet milik nya juga sudah sedikit rendah jadi terlihat dengan sangat jelas dan di tambah bantuan dari teropong yang leon pegang..


"sial" teriak leon


"ada apa tuan" tanya johan dan joni yang melihat wajah panik leon


"mereka bersembunyi di atas pohon ini mengarah kan panah ke kita, tinggi kan lagi jet ini max" perintah leon yang panik


"baik tuan"


plecuuusss puluhan panah mengenai baling baling jet yang mulai tidak imbang.,di mana panah itu terbuat dari besi baja


"sial,jumlah mereka banyak" teriak leon, johan dan joni juga ikut melihat banyak wanita yang mengarah kan panah ke jet mereka...


"tuan jet nya tidak bisa imbang" teriak max yang sulit mengendali kan jet nya, di mana baling baling jet itu juga kena panah


"loncat" teriak leon saat situasi darurat melihat jet mereka akan meluncur ke lautan lepas


"tapi tuan,sama saja kita akan mati di tangan mereka kalau kita loncat,kemungkinan kita juga akan mati saat loncat" ucap panik max


"kita fikir kan nanti max,setidak nya kita tidak akan mati meledak dalam jet ini" bentak leon


sedangakn joni dan johan tidak masalah akan loncat juga, yang dia pikir kan adalah leon...


"cepat"teriak leon langsung loncat dari jet pribadi milik nya, yang di ikuti max johan dan joni


booommm,duuuaaaarrr suara dari jet milik leon yang masuk ke lautan lepas dan suara ledakan dari jet itu...


sedang kan leon mulai tidak sadar saat terjatuh ke bawah,di mana ketinggian saat leon loncati juga begitu sangat tinggi terjun bebas tanpa memakai alat pengaman apapun.,badan leon juga terhempas mengenai pepohonan sebelum terjatuh ke rerumputan


teriakan johan dan joni juga masih bisa leon dengar sebelum diri nya benar benar tidak sadar kan diri, leon juga sempat menyebut nama khanza,. sebelum penglihatan nya mulai berkabut,


sunguh sangat naas dan nekat terjun bebas dari ketingian yang di luar kendali,tanpa memakai alat pengaman.


di tambah badan leon juga bertarung dengan pepohonan yang dia terobosi sampai terpental ke bawah....


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like komen vote nya juga ya,πŸ™πŸ˜˜πŸ₯°β˜ΊοΈ


__ADS_2