
"kurang ajar lihat saja.aku tidak akan membiarkan kalian bahagia" geram irena murka
"mereka semua harus menderita,mereka tidak tau kekejaman seorang felix"begitu pun felix sangat murka tersenyum licik
dimana orang kepercayaan felix memberi kabar bahwa,kerja sama antara felix dengan Guardein dan nathan sudah di putus kan sebelah pihak.,
semua saham yang guardein dan nathan tanam kan di prusahaan felix semua nya sudah di tarik..
nathan juga memberi pesan ke felix dan irena itu hanya sekedar peringatan kecil untuk felix dan irena supaya tidak bermain main dengan keluarga wijaya atau pun guardein..
"di mana irena tidak bisa mendapat kan salah satu nya,maka di antara kedua wanita itu harus mati deddy"mata irena berkilat murka
"deddy juga tidak akan tinggal diam,tenang saja orang suruhan deddy sudah mencari tahu orang terdekat khanza atau kiara,deddy sudah mendapat kan informasi nya"
"apa itu deddy,dan siapa orang terdekat wanita wanita sialan itu"
"vera,vera sudah mati,di mana deddy akan mengirim kan seorang wanita yang menyamar sebagai sahabat vera,di sana dia akan mendekati khanza atau kiara,agar membawa salah satu nya ke sesuatu tempat dengan alasan vera meninggal kan sesuatu untuk khanza,di sana orang suruhan deddy akan menghabisi salah satu nya,Ha haaaaa"
tawa felix mengelegar tidak sabar menunggu saat malam hari,"bagus ded,ha haaaa aku sudah tidak sabar melihat kehancuran seluruh keluarga itu,hari bahagia menjadi hari kehancuran dan berduka bagi mereka"di ikuti dengan irena tertawa puas
mereka percaya ini akan berhasil seratus persen,,felix mengabai kan panggilan dari istri nya,yang penting dia harus melaksanakan niat nya dulu,begitu pun dengan irena...
istri felix sudah tau bahwa anak dan suami nya berada di indo dan telah menjebak anak sahabat nya ya itu putra dari farah.,
kemurkaan nya yang selama ini dia tahan tahan begitu membara mendengar cerita dari farah atas kelakuan felix dan irena...
istri felix juga mendukung semua saham yang di tanam kan guardein dan nathan di tarik semua.,untuk memberi peringatan suami nya dan irena supaya sadar...
tapi bukan nya sadar malah menjadi jadi dengan kelakuan jahat irena dan felix untuk mencelakai salah satu putri bastian,istri nya juga tidak tau bahwa suami dan anak nya akan berbuat sekejam itu...
"irena berharap kedua nya mati bersama ded"
"deddy juga ingin nya begitu,tapi lebih cepat kita memilih salah satu nya,deddy juga sudah mengirim kan photo ciri ciri kedua nya" senyum licik felix makin mengembang
"setelah salah satu nya mati kita siap siap pergi dari negara ini,kita juga tidak akan pulang dulu ke jerman,menemui mommy mu,tau sendiri mommy mu seperti apa susah di ajak kerja sama nya"
"irena setuju ded,irena juga sangat kesal dengan mommy,dia hanya memikir kan orang lain tapi tidak dengan anak dan suami nya,kita akan pergi kemana ded"
irena begitu kesal dengan mommy nya,bahkan irena tidak ada sopan sopan nya dengan sang mommy,irena dengan berani membentak mommy nya yang irena anggap tidak berguna sama sekali...
"kita akan pergi ke sebuah desa pelosok dan menganti identitas kita,deddy juga sudah mencair kan uang yang berjumlah sangat banyak setelah itu deddy memasukan sebagian uang ke rekening yang baru dengan identitas deddy yang baru,mereka akan bisa melacak kita saat deddy langsung mengirim kan uang ke rekening deddy yang baru yang berjumlah uang yang besar langsung ke identitas deddy yang baru nanti nya,jadi deddy mencair kan dulu semua nya"jelas felix panjang lebar
"wah deddy sangat keren dan hebat deddy,irena banga dengan deddy,benar sekali deddy,mommy juga pasti akan ikut campur melacak keberadaan kita.,luar biasa deddy sangat cerdas"irena memeluk deddy nya dengan gembira
"aku seorang irena dan deddy ku felix tidak sabar melihat kehancuran kalian semua, Ha haaaa" tawa irena dan felix mengelegar kencang...
__ADS_1
felix dan putri nya irena sudah mempersiap kan semua nya untuk keberangkatan mereka ke sebuah pelosok desa yang terpencil..
di mana malam acara pun telah tiba di kediaman bastian mulai ramai dengan kedatangan tamu tamu nya,baik itu tetangga dari panti asuhan kerabat semua nya datang..
guardein,nathan,jhordan dan seluruh keluarga nya sudah datang juga,arkhan dan aini ada di kediaman bastian dari siang hari sepasang pengantin baru itu telah tiba..
semua begitu antusias mereka tidak tau saat ini nyawa dari salah satu putri bastian sedang terancam,begitu pun leon dan mario tidak curiga saat ini akan ada bahaya sudah mendekat, salah satu calon istri mereka berdua...
sindi tersenyum licik saat melihat khanza,,
berbeda dengan kiara saat ini sedang di kamar bersama umi nya euis,belum turun ke bawah...
sindi sudah menyiap kan semua nya di mana atas bantuan dari orang kepercayaan felix supaya khanza atau kiara percaya dengan nya...
salah satu photo vera sudah di edit dengan sangat rapi,seolah olah vera benar benar akrab dengan sindi,di mana di dalam photo itu senyum sindi dan vera berpelukan sangat bahagia..
sindi mulai mendekati khanza,dimana acara pengajian sudah berlangsung dari tadi,khanza duduk di antara semua karyawan kiara dan khanza di sana juga ada para tetangga bastian,sedangkan seluruh keluarga nya ada di ruang tengah semua...
"hay dek,apa kabar"bisik sindi ke khanza
"ah,iya alhamdilillah baik kak,kakak siapa ya,apakah kakak salah satu mantan murid bunda"binggung khanza tiba tiba ada yang datang menyapa nya
"bukan dek,kakak bukan mantan murid bunda,tapi kakak mengenal khanza"ucap sindi dengan suara yang di buat sangat lembut
"memang nya kakak siapa" sindi tersenyum melihat wajah binggung khanza,sindi mengeluarkan ponsel nya.
"vera,aku mengenal vera kak,dia sahabat baik khanza"khanza berkata lirih menitikan air mata nya
"kakak sahabat nya vera dari padang dek,ambu juga menitip kan sesuatu untuk kado pernikahan khanza,dan menitip kan pesan" air mata buaya sindi terus mengalir
"ambu tau kamu akan menikah milihat di acara tv dek,kakak juga baru sampai tadi pagi dari padang rencana tadi siang kakak mau ke sini tapi kakak masih lelah,jadi kakak baru bisa ke sini" khanza menghapus air mata sindi
"setiap pulang ke padang vera selalu menceritakan tentang kamu dek,kakak sangat sedih sahabat kecil kakak harus pergi untuk selama nya"
"khanza juga begitu kak,masih belum percaya dengan semua ini,apa kabar ambu dan keluarga di padang kak"
"alhamdulilah sehat semua dek,kakak masih banyak ingin menyampai kan sesuatu ke kamu dek,tapi tidak enak di sini ramai apa lagi kita bicara bisik bisik,berasa tidak sopan,ambu menitip kan pesan untuk kamu dek"
"benar sekali kak,ikut khanza ke taman ya"
"boleh dek,biar kita bebas ya bercerita dan menyampai kan pesan ambu"khanza mengangguk setuju,sedangkan sindi sudah tersenyum licik,berhasil bantin nya tertawa puas.,
di mana acara pengajian pun hampir selesai,sindi mengikuti khanza,khanza juga sudah berpesan ke karyawan nya,,
akan pergi ke taman sebentar takut keluarga nya mencari khanza...
__ADS_1
aku tidak bisa membuang buang waktu.batin sindi, saat sudah ada di taman sedikit jauh dari belakang rumah bastian sindi langsung membekap mulut khanza dan mengunci pergerakan khanza..
di mana sindi melihat di sekeliling taman juga sudah aman,sindi sudah mengeluarkan pistol nya yang sudah di rancang supaya tidak menimbulkan suara...
sindi juga salah satu anak buah seorang mafia yang di sewa felix,bela diri nya juga tidak di ragukan lagi,dengan mudah melumpuh kan badan khanza...
khanza mengeleng geleng minta di lepas kan,sindi tersenyum licik"dasar gadis bodoh begitu mudah nya tertipu,asal kamu tau ya,aku tidak mengenal siapa itu vera,kamu tau siapa yang menyuruh ku kusini"bisik sindi dengan dingin
khanza sudah ketakutan badan nya bergetar,meminta tolong tapi tidak bisa,air mata khanza terus mengalir meminta tolong.
,"ya allah tolong hamba mu ini ya allah,ayah,bunda kakak tolong khanza khanza takut"isak tangis khanza
"sangat menyedih kan,aku di perintah kan untuk membunuh di antara kalian berdua,kau atau kakak tersayang mu,apakah kamu mengenal felix dan irena apa bila kenal bagus mereka menginginkan nyawa mu"senyum licik sindi melihat tangis khanza
"temuilah sahabat mu di alam baka sana,waktu ku tidak banyak lagi"sindi mengarah kan pistol nya ke arah kaki betis khanza
khanza berteriak menahan sakit nya yang begitu dahsyat,tapi suara nya tidak keluar,hanya air mata yang mengalir deras,tubuh khanza sudah begitu lemah,lagi lagi sindi memiringkan tubuh nya,supaya peluru itu tidak mengenai tubuh nya,bagian perut khanza yang tertembak dan bahu nya juga...
benar benar begitu kejam seorang sindi,begitu sadis nya,setelah melihat khanza mulai melemah sindi melepaskan khanza yang ambruk di tanah,
sindi merekam khanza yang sudah tidak berdaya,sindi berlari ke pinggir pagar taman milik khanza,sindi melihat pohon yang ada di dekat tembok memanjat nya dengan cepat,hap sindi mengapai tembok tinggi itu dengan mudah,
di sana sudah ada mobil anak buah sindi yang menunggu,sindi dengan sigap melompati mobil nya dengan sangat mudah...
"aman,langsung ke markas,"sindi melepas topeng wajah nya dengan puas dan mengirim video ke irena dan felix
tidak selang beberapa menit ponsel nya berbunyi,sindi tersenyum saat melihat rekening nya sudah terisi...
"seratus juta"ucap puas sindi setelah mengirim kan video ke felix dan irena
mobil sindin melaju dengan cepat,sindi pun melempar kan topeng itu dengan kencang ke dalam taman milik khanza,,tepat sasaran topeng wajah itu berada di atas bunga bunga milik khanza.........
bersambung.......
mohon dukungan nya,like, komen,vote nya ya
jangan lupa tinggalkan setiap masukan nya dan ikuti setiap alur cerita ku
-Aku ingin di cintai
-Princess miliarder
🙏
🥰
__ADS_1
🥰**