
jam menunjukan pukul 11 malam di mana tiga keluarga besar itu sedang menunggu seorang gadis yang tertidur dengan nyaman...
arkhan kembali lagi ke sisi tempat tidur khanza,
"15 menit lagi," ucap arkhan melihat jam di pergelangan tangannya...
sedangkan mikayla sudah tertidur dengan nanny shela di kamar salah satu hotel wijaya begitu pun putra max yang di temani mammy nya,.
Aini mengambil air minum buat khanza"terimakasih cantik,"ucap arkhan mengedip kan matanya ke aini
"itu buat kak khanza pak dokter,bukan buat dokter,"kesal aini
"makin marah makin cantik,aku ingin cepat menikahi mu,"
"mimpi saja sana pak dokter,"aini makin di buat kesal
"kita mimpi bersama sayang,"
"arkhan cukup merayu anak gadis orang,kasian aini,"tegur guardein
"tau kamu ini,gak ngeliat situasi ngerayu anak gadis orang,"ucap istri guardein
"lagi situasai gini aja kamu sempat sempat nya ngerayu aini,kalian bertiga ini membuat orang tua sakit kepala,"nathan tidak habis fikir dengan kelakuan leon,mario dan arkhan
"sudah diam,kamu juga arkhan kalo mau merayu anak gadis orang liat liat tempat,"kesal farah merasa jengah dari tadi ribut terus..
"ya udah,nanti kita lanjut ya cantik,setelah khanza sadar,"arkhan masih gencar merayu aini sambil mengedipkan matanya
"arkhan,"bentak semuanya,sedangkan yang di bentak cuma menyengir...
yang lain hanya mengelengkan kepala melihat tingkah arkhan,dalam hati bastian dan istrinya,tiga calon menantu sifat nya tidak jauh berbeda,sambil tersenyum mengelengkan kepalanya...
max cuma jadi penonton,sudah tidak aneh batinnya melihat kelakuan arkhan tidak jauh berbeda dengan leon,mario.,
selalu membuat kepala orang tua sakit,pusing
leon mengabaikan semua nya masih setia menemani khanza mengusap sayang kepala khanza..toh khanza juga tidak terganggu dengan keributan itu,karna efek obat yang di suntikan arkhan...
begitu pun kiara dan mario membiarkan keributan itu,kiara memejamkan matanya bersandar di dada mario di bangku taman dekat mereka sambil menunggu khanza bangun...
berlahan lahan khanza membuka kan matanya.,
,"honey," ucap lembut leon.,leon membantu khanza duduk memberi nya minum...
kiara berjalan mendekati adik nya khanza.,di mana di sisinya sudah ada bunda dan leon.,begitu pun arkhan didekat tempat tidur khanza
"ada yang pusing atau ada yang di rasa zha,"
arkhan bertanya ke khanza..
"tidak ada,aku tidak pusing," jawab khanza.,
arkhan mengangguk,semua itu tidak lepas dari pandangan aini melihat arkhan,dengan suara lembut,sabar,,aini tersenyum melihatnya calon suami idaman batin aini..
__ADS_1
"baik lah,apakah kamu siap," khanza mengangguk
"tarik nafas pelan pelan buang secara berlahan,"
khanza mengikuti apa kata arkhan,khanza sedikit tenang...
arkhan mengangguk ke kiara.,kiara yang paham mendekat ke khanza memegang tangan khanza dengan sayang,,,,semua menunggu dengan diam
"kamu ingat gedung itu sayang,"ucap lembut kiara
khanza mengangguk"kamu juga ingat kita pernah ke sana dengan vera," kiara kembali bersuara dengan suara tertahan menahan air matanya agar tidak lolos.,mario mendekat ke kiara mengusap sayang pundak kiara...
semua itu tidak lepas dari pandangan mata semua orang,semua tersenyum,,,sedangkan khanza lagi lagi mengangguk,buliran air matanya mulai menetes....
"lihat kakak sayang,jagan menunduk dek,ceritakan ke kita apa yang kamu ingat sayang,"khanza menatap kiara,di samping nya ada leon dan bunda.,kiara mengangguk ke khanza...
"tapi kalo kamu tidak siap gak usah cerita dulu dek,"
"iya nak jagan di paksakan kalo kamu belom siap sayang,"bunda memeluk sayang putri bungsunya
"honey,jagan menangis,kalo kamu belom siap gak apa apa tapi jangan di pendam sendiri,di sini banyak yang sayang kamu honey,kamu bisa terbuka dan berbagi,melepaskan semua beban itu.,"
khanza mengangguk.,menarik napas nya secara berlahan membuang nya kembali...
khanza memejamkan mata nya sesaat..khanza menatap ke sekeliling nya"aku akan cerita,"ucap suara parau khanza....
dimana vera masuk dalam mimpi alam bawah sadarnya.,khanza mulai menceritakan semuanya apa yang dia rasakan di alam bawah sadarnya..,
khanza juga ingat saat saat dia akan pergi ke padang,semua diam mendengarkan cerita khanza..
saat di dalam bis..
"khanza aku ngantuk banget,gak apa apa kan aku tidur,30 menit lagi bis kita berangkat.,"ucap vera
"ya udah kamu tidur aja ver,biar aku yang jagain.,"
khanza melihat wajah ngantuk dari sahabat nya begitu kasian,di tambah ke lelahan
"soal nya aku hbis minum obat zha,gk apa apa kan aku tidur," vera idak enak hati ke khanza,tapi apa daya matanya begitu berat mengantuk
"ver,kamu kayak ke siapa aja,lagian bis kita bentar lagi berangkat,dari pada bengong di bis mending kita istirahat,perjalanan kita masih jauh ver,udah tidur aja,jagan kuatir,aku akan jagain kamu ya," ucap lembut khanza ke vera...
"ya udah terimaksih ya zha,"
"iya ver,udah istirahat aja ya.,aku jagain kamu di sini.,kamu juga kayak cape baget,"
ucap sayang khanza ke sahabat nya..
"ya udah aku tidur ya zha,terimakasih khanza,"senyum vera ke khanza
"iya sana tidur., lagian bus kita juga gk bakalan istirahat,nanti istirahat saat di dalam kapal,dari terminal ke pelabuhan deket ini kurang lebih 2 jam jadi bus kita gk berenti, gak istirahat,"
vera mengangguk memejamkan matanya.,khanza mengecek jam nya 20 menit lagi batin khanza.,sedangkan penumpang sudah naik semua ke dalam bus,,sopir pun sudah mengecek penumpang sudah naik semua...
__ADS_1
"waduh kebelet pipis lagi," batin khanza.,mau tidak mau khanza turun lagi menuju toilet.,kebayang aja nunggu 3 jam nahan pipis batin khanza...
"ver,vera,aku pipis dulu ya,kebelet baget,aku titip tas ya,di dalam nya ada dompet sama ponsel,"ucap khanza
"ya udah sana,nanti ngompol lagi,ni 5ribu buat bayar toilet,aku tau kamu gk punya receh,"
vera menyerah kan uang ke khanza.,dengan mata sayunya
"terimaksih ver,udah tidur lagi aja sana,aku bentar doang ini,"vera mengangguk karana matanya begitu berat
tas vera dan khanza di buat bantal oleh vera.,khanza tersenyum melihat wajah cantik sahabat nya itu
khanza menuju toilet terminal.naas nya pada penuh,aduh gimana ini,mana kebelet bangat batin khanza...
khanza ingat di seberang terminal dekat mini market ada toilet.,khanza mengecek jam di tangan nya masih cukup batinnya..
khanza melihat di sebrang jalan sana sepi.,
mungkin waktu jam kerja sudah masuk jadi kendaraan yang bekerja tidak terlalu ramai,khanza tersenyum berjalan buru buru menuju sebrang jalan.,
naas nya saat di tengah jalan ada mobil dengan kecepatan tinggi.,bruaaakkkkk," bundaaaaaaaaa,"
teriak khanza,setelah itu khanza tidak ingat apa apa karna begitu cepat kejadiannya badan khanza begitu lemas kepalanya begitu sakit akibat kencang nya terpental...
kesadaran khanza berlahan menghilang...
khanza melihat ke semuanya.,"aku tau saat di bus pasti vera sedang tertidur nyenyak.,bahkan saat bus jalan pun vera pasti tidak menyadari keberadaan khanza." ucap khanza dengan lirih..
"bahkan sopir pun tidak menyadari keberadaan salah satu penumpang nya yang tidak ada.,karna mereka semua sudah mengecek seluruh penumpang semua sudah naik.,"
"sampai di dalam kapal pun vera pasti tidak menyadari kalo khanza tidak ikut serta dalam bus menuju padang,karna saat itu vera sangat lelah dan ngantuk,.vera juga pasti berpikir khanza ada di samping nya" air mata khanza terus menggalir
"entah la kalo aku tidak menabrak mu saat itu honey,mungkin allah sudah mengatur nya kita berjodoh dengan cara hal seperti itu,"batin leon berguman
begitu pun bastian berucap dalam hatinya bersependapat dengan leon...
"kak vera kak,bunda veraaaaaa" tangis khanza langsung pecah....
"allah sudah mengaturnya nak,balak,jodoh,rizki,maut kita tidak tau kapan semua itu akan terjadi nak," bunda memeluk khanza dalam pelukannya begitupun leon dan kiara memeluk tubuh bergetar khanza
"benar kata bunda dek,kita tidak bisa menolak takdir dek,kita semua terpukul,sedih,atas kepergian vera,gadis cantik nan manja," ucap kiara menahan tangis pilunya...
"maaf in aku ver maaf,aku jahat ya,veraaaaa," teriak khanza dalam tangis nya langsung pecah
"honey,kita tidak bisa menolak takdir honey,kita berdoa buat vera sayang ya,"leon tidak kuat melihat kesedihan gadis nya...
semua melihat ikut menanggis...tanpa aini sadari dia sudah ada di pelukan arkhan.,aini pun merasakan kesedihan,meskipun mengenal vera cuma sebentar tapi rasanya begitu menyentuh atas kebaikan vera,vera pun sudah menganggap aini seperti adik nya sendiri....
arkhan mengusap kepala aini.,menenangkannya.,semua belom menyadari masih larut dalam kesedihan.........
bersambung......
mohon dukungannya jagan lupa mampir juga ke novel aku yang satunya.,like dan komentar nya jagan lupa tinggal kan jejak nya ya🙏🙏😘😘🥰🥰
__ADS_1
-Princess miliader