Terjerat Cinta Sang Duda Presdir

Terjerat Cinta Sang Duda Presdir
69* kedatangan benalu


__ADS_3

irena dan felix telah tiba di indo dan menyewa hotel tidak jauh dari kantor wijaya


"aku sudah tidak sabar melakukan rencana ini"ucap batin irena dengan tersenyum licik


masih pagi pagi sekali irena sudah rapi dengan pakaian kurang bahan nya begitu pun dengan felix rencana nya akan ke kantor wijaya jm 9


lebih cepat lebih baik batin irena dan felix berguman dengan licik nya,,


"kita pergi jam berapa ded"


"sebentar lagi sayang,wah sangat cantik pasti leon tidak akan melepas kan mu nanti,,deddy sudah tidak sabar ingin berbesan dengan keluarga wijaya, Ha haaaa" tawa jahat dari felix


"pasti deddy kita lihat saja nanti,,aku pun tidak sabar ingin menjadi nyonya wijaya" dengan PD nya irena memakai baju kekurangan bahan itu memperlihat kan belahan buah nya yang menyembul


anak memakai baju seperti itu di sebut cantik dan seksi oleh felix,seorang deddy yang benar benar menjerumuskan anak nya ke jalan yang salah...


felix dan irena menuju prusahaan wijaya dengan PD nya melenggokan tubuh nya yang di ikuti asisten felix...


kebetulan ajeng lagi berada di lantai bawah prusahaan wijaya ingin ke ruangan bagian ke uangan


"selamat pagi tuan maaf tuan felix, ada yang bisa saya bantu" ucap ajeng


"apakah nathan sudah datang"


"ah maaf tuan,tuan nathan tidak ke kantor hari ini hanya ada tuan arleon.apakah tuan sudah membuat janji"


ajeng tau dengan felix karna prusahaan nya ada di bawah naugan wijaya,tapi ajeng begitu risih dan malu melihat penampilan irena putri dari felix.,sesama wanita ajeng begitu malu melihat ada orang yang berpakaian kurang bahan seperti itu sangat menjijikan batin ajeng..


"ya sudah nanti saya akan menghubungi nathan kalau begitu,saya fikir nathan ada di kantor,sayang mari kita pulang nanti kita ke sini lagi"


"baik la kalau begitu tuan,saya juga mau ke ruangan itu,"tunjuk ajeng ke ruangan bagian ke uangan


"deddy sebentar,irena ingin ke toilet irena sangat mules"dengan memelas irena mengedip kan matanya ke felix


felix tersenyum mengerti kode dari irena anak nya


"maaf nona di mana toilet putri ku membutuh kan nya"


"di sana tuan dan nona irena jalan lurus berbelok di sana toilet nya" ajeng tidak curiga memberitahu kan arah ke toilet,felix mengangguk paham


bagus batin felix memang di sana ada tangga darurat menuju lantai atas menuju ruangan leon.,


"buruan pergi ke sana sayang,deddy akan menunggu di dalam mobil ya"


"iya ded seperti nya aku akan lama deddy,irena salah makan sesuatu"


"tidak apa apa sayang,"felix pergi dari hadapan ajeng begitu pun dengan irena langsung pergi dengan PD nya mengeol kan tubuh kurang bahan milik nya


felix langsung mengirim pesan ke irena bahwa di sana ada tangga darurat menuju lantai atas ruangan leon..


irena tersenyum licik,bagus batin irena berucap,saat melewati ruangan dapur samar samar irena mendengar orang berbicara,


"gus buatin tuan kopi seperti biasa ya nanti antar kan ke ruangan tuan arleon"


"baik bang"


wah pucuk di cinta ulam pun tiba, krekk


"maaf nona,nona siapa ya dan ada keperluan apa ke ruangan dapur"


"saya ingin membuat minum,deddy saya lagi ada pertemuan dengan tuan kalian saya jenuh menunggu nya dan berjalan ke sini ingin membuat minum"


"baik la nona silahkan tunggu biar kan kami yang membuat nya"


"tidak perlu saya lebih suka membuat nya sendiri tunjukan saja apa yang saya perlukan,kopi siapa ini"


"itu untuk tuan leon nona"irena mengangguk di tangan nya sudah memegang botol tutup nya sudah irena buka


"ambil kan saya gelas sekarang dan teh beserta gula nya" perintah irena saat semua nya lengah irena memasuk kan cairan itu ke kopi leon,.irena dengan buru buru menutup nya dan memasukan lagi ke dalam tas milik nya


"ini nona maaf saya akan mengantar kan kopi ini dulu ke tuan leon"irena mengangguk


irena hanya mengambil air putih meminum nya membuat yang melihat aneh,katanya ingin membuat teh manis tapi malah pergi,batin OB di sana


irena berjalan pelan mengikuti OB itu dari belakang saat di balik pintu belokan menuju ruangan leon,irena berhenti mengintai dari sana


"maaf bu ajeng ini kopi pesanan tuan"


"langsung masuk aja mas"


"baik bu,"


irena yang melihat tersenyum,berhasil masuk ke perangkap seorang irena,tunggu beberapa menit kita akan bermain sayang,kamu akan menjadi milik ku..


ajeng begitu santay mengerjakan tugas tugas nya tiba tiba ajeng mendengar suara aneh dari ruangan leon,ada apa dengan tuan leon batin nya penasaran karna pintu juga tidak tertutup rapat kembali oleh OB


irena tersenyum puas berhasil batin nya melihat ajeng yang kelimpungan.,

__ADS_1


"tuan ada apa ini,kenapa tuan melepas baju tuan"


"keluar ajeng jangan sampai ada yang masuk ke ruangan ini dan cari tau siapa yang berani memasukan obat perangsang ke minuman laknat itu" teriak leon membentak ajeng,leon tidak mau sampai kelepasan dengan ajeng melakukan sesuatu di luar kendali nya


ajeng begitu geram siapa yang berani berani berlaku keji seperti itu batin nya.samar samar ajeng masih mendengar suara erangan dari leon yang makin memanas.ajeng binggung harus apa,ingin masuk pun tidak berani ajeng tidak mau mengambil resiko..


ajeng bukan tipikal yang suka memfaat kan kesempatan,dia mengunci ruangan leon dengan sidik jari nya


"ya khanza siapa lagi kalau bukan khanza toh mereka sebentar lagi akan menikah"


senyum ajeng saat ingat ke gadis cantik itu saat ajeng ingin menghubungi khanza


" hai ajeng di mana leon"


"kenapa anda ada di sini nona" ucap ajeng tidak suka melihat ke irena


"aku ingin bertemu leon sekarang"


"anda tidak bisa menemui tuan leon"


"apa hak anda melarang saya,anda di sini hanya seketaris minggir" bentak irena


ajeng hanya tersenyum duduk di kursi nya lagi menekan tombol menghubungi dev saat tersambung ajeng tidak mengasih jeda ke dev


" kesini sekarang penting tidak pakai lama darurat"


ajeng langsung mematikan sambungan nya,dia kembali melihat ke irena yang berusaha ingin masuk ke ruangan leon sambil berteriak kencang memangil nama leon,sangat menjijikan ucap ejeng melihat tingkah itena


"buka kan pintu ini ******"geram irena ke ajeng


"buka sendiri nona,apa yang anda ucap kan tadi,tidak salah bukan kah anda yang ******" plak ajeng menampar wajah irena dengan emosi


irena ingin membalas ajeng tapi naas nya dev datang dengan cepat mencekal tangan irena


"lepas kan berengsek,kalian akan menyesal"teriak irena murka


"tahan wanita iblis ini sebentar dev,aku akan menghubungi seseorang"dev mengangguk,dia penasaran ada apa batin nya tapi dia urungkan melihat wajah murka ajeng


ajeng menghubungi no khanza


"assalamuallaikum kak,ada apa kak tumben nlp"


"wa'allaikumsalam,dengar kan kakak jagan di potong mengerti"ucap dingin ajeng


"iya kak ada apa"


deng jantung khanza berdetak"baik kak aku kan kesana sekarang,jangan biarkan leon sampai keluar dari ruangan nya"


"bagus,cepat jangan lama lama,kakak tidak menjamin leon akan kelepasan dengan wanita di luaran sana"


"iya kak,ini khanza brangakat''khanza mematikan ponsel nya


"ada apa nak," farah begitu kuatir melihat wajah panik khanza begitu pun dengan natalia dan istri guardein


mereka sedang bersantai di kediaman wijaya sedangkan para laki laki sudah ada di hotel mengurus persiapan pernikahan mario dan kiara


"mah,khanza pinjam mobil satu boleh,khanza mau ke kantor menemuai leon ada sesuatu yang mendesak"


"ada apa nak,"


"nanti khanza ceritakan mih,tolong sangat mendesak" wajah melas khanza


"pergi lah nak,hati hati apa perlu di antar sopir saja ya nak,"


"tidak usah mom"


khanza mengambil kunci mobil dari farah,khanza berlari keluar menuju mobil keluarga wijaya


natalia juga ikut berlari"ikuti nak khanza buru" bentak natalia ke pengawal nya,pengawal dengan sigap mengikuti mobil khanza yang sudah mengebut,semoga tidak ada apa apa,melihat khanza yang membawa mobil nya begitu ngebut


"kita susul ke kantor,biar princess dengan shela princess juga sudah baikan" ucap farah


semua mengangguk setuju,farah sudah berpamitan dengan mikayla untung nya mikayla anak yang nurut tidak rewel minta ikut


natalia membawa mobil nya menuju prusahaan wijaya yang di mana ada farah dan istri guardein di dalam nya...


khanza sudah tiba di lobi prusahaan semua menunduk hormat saat siapa yang datang,mereka semua sudah tau khanza calon istri dari bos nya


khanza tidak sempat menyapa langsung berlari menuju ruangan presdir,samar samar khanza mendengar ada yang berteriak marah marah


"siapa dia jeng"


"saya calon istri leon"teriak irena


"jangan mimpi anda nona,leon mana tertarik dengan anda,apakah anda tidak sadar dengan penampilan anda seperti seorang pengoda" khanza meremeh kan irena


irena yang begitu geram tidak di tahan dev lagi ingin melayang kan tangan nya ke wajah khanza tapi kyanza dengan sigap memutar tangan irena

__ADS_1


"anda berhadapan dengan orang yang salah nona"


khanza mendorong tubuh irena dengan kasar samapai tubuh irena terpental"aaawwww sialan tunggu pembalasan ku ******"


"anda yang ******,silah kan akan ku tunggu apa yang akan anda lakukan,plak" khanza menampar wajah irena dengan geram


"usir wanita ini bang"perintah khanza ke dev


ajeng yang melihat nya tersenyum melihat begitu sadis nya calon istri dari tuan nya begitu pun dengan dev pengawal wijaya tidak menyangka khanza yang mereka kenal lembut ayu bisa sesadis itu


"dengan senang hati neng khanza"


"lepas kan tangan mu dari tubuh ku,aku tidak sudi di sentuh oleh mu,aku bisa sendiri pergi,,ingat aku akan membalas semua nya" geram irena langsung pergi


"dengan senang hati wanita tidak tau diri,aku pun tidak sudi memegang tubuh murahan mu itu" ejek dev ke irena


khanza sudah tidak mempedulikan ocehan irena yang penting leon nya,batin khanza


"kak di mana leon"


ajeng membuka pintu itu lagi dengan sidik jari nya"masuk lah dek,maaf kan kakak ya,kakak binggung harus minta bantuan siapa lagi selain kamu calon istri leon"


"iya kak gk apa apa,khanza berterimaksih ke kakak dari pada leon menyentuh wanita wanita itu lebih baik dengan ku,khanza tidak sudi leon melampias kan ke wanita seperti itu,,kunci lagi pintu nya kak jangan sampai ada yang masuk siapa pun itu"


"iya dek,kakak dan dev akan berjaga jaga di sini"


khanza mengangguk memasuki ruangan leon,ajeng kembali mengunci pintu itu dengan sidik jari nya..


khanza melihat baju leon ada di mana mana berceceran,ruangan nya pun begitu acak acakan,di mana kamu mas,aku datang mas,khanza nya mas leon sudah datang,batin khanza berguman


samar samar khanza mendengar suara air dan erangan suara leon dari ruangan kamar di kantor nya.,khanza berjalan pelan pelan memasuki kamar itu khanza mendengar rintihan leon yang begitu tersiksa menahan sesuatu di bawah aliaran air


"aaaa aku tidak kuat panas" teriak leon dengan kencang


khanza yang melihat nya begitu kasihan,,maaf kan khanza bun,ayah maaf kan hamba mu ini ya allah,


air mata khanza menetes dia harus melakukan nya di mana hubungan nya pun belum di nyatan sah..


khanza melepas seluruh pakaian nya menjadi toples tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuh indah nya..


khanza berjalan bergetar,aku harus yakin aku tidak mau kalau mas leon memuas kan dengan wanita lain,khanza mengatur nafas nya berjalan langsung memeluk tubuh leon yang membelakangi khanza


sama hal nya leon pun tidak memakai apapun,tubuh leon menegang tiba tiba ada yang memeluk nya dari belakang


"sayang ini khanza mu mas"khanza mengusap dada leon sambil memeluk tubuh leon menyandar kan kepala nya di pundak leon


"honey kenapa kamu ada di sini,keluar sekarang honey mas tidak mau sampai kelepasan"bentak leon ke khanza


khanza sama sekali tidak takut dengan bentakan leon"laku kan lah sekarang sayang,ambil lah hak mu hari ini,aku melepaskan nya untuk mu hari ini juga mas,ambil lah"


ucap lembut khanza,khanza tau pengaruh dari obat perangsang itu sangat berbahaya apa bila sampai leon melepas kan nya ke wanita lain,khanza juga tau gimana panas nya tubuh leon yang membara


"apakah kamu yakin honey,"leon mengelus wajah cantik khanza yang berada di bawah guyuran air bersama nya


"ambil lah mas hak mu hari ini mas,khanza sudah siap dengan sepenuh hati"senyum khanza mengelus area sensitif milik leon


leon tidak membuang buang waktu lagi., tubuh nya makin panas butuh pelepasan..leon langsung membopong tubuh basah khanza menuju kamar yang ada di ruangan nya...


berbeda di luar ajeng terus menunduk saat dev trus memandangi wajah nya dengan gerogi,ajeng tau dev mencintai nya bahkan sudah beberapa kali dev menyatakan cinta ajeng belum memberi jawab an antara iya atau tidak nya


"dev jangan melihat ku seperti itu" geram ajeng yang mulai jengah


"Hahaaa abang dev menyukai rona merah di wajah mu sayang"dev mengedip kan mata nya


"dev cukup jagan trus mengoda ku" kesal ajeng ingin melempar kan pulpen di depan nya


"baik lah sayang jangan marah,ceritakan ada apa ini sebenar nya"dev begitu penasaran dengan bos nya


ajeng mencerita kan semua nya tiba tiba leon berteriak kepanasan saat setelah meminum kopi yang di buat kan OB..


dev begitu geram qkan mencari tau siapa di balik ini semua,dev juga menanyakan ada apa keperluan irena datang ke kantor,ajeng juga menceritakan ke dev kedatangan irena dan felix ke kantor ingin menemui nathan


dev mengangguk paham,tapi dev curiga dengan kedua nya di mana dev juga tau irena dan felix begitu gencar ingin mrndapat kan leon..


kalian sudah masuk ke kandang singa yang salah senyum licik dev...


bersambung......


jangan lupa like dan komen nya ya,mohon buat dukungan nya tinggal kan setiap jejak nya🙏


🥰


🥰


🥰


🥰

__ADS_1


__ADS_2