
" jadi sekarang apa yang harus aku lakuin ke kamu" ucap Raka sambil menatap langsung ke mata Tiara
"aku nggak kabur" ucap Tiara terbata bata
"lalu ini namanya apa" tanya Raka
"aku cuma butuh waktu untuk menenangkan diri" ucap Tiara lemah
"jadi pergi di H-5 pernikahan tanpa memberitahu itu menenangkan diri, dari apa" tanya Raka
"kamu lebih memilih pergi daripada menyelesaikan masalah, lebih memilih kabur daripada bertanya ke aku, lebih memilih percaya orang lain daripada pasanganmu sendiri" Ucap Raka
"Tiara kamu udah janji ke aku kalo kita akan memberi kesempatan ke hubungan kita,kamu juga udah janji nggak akan pernah kabur" ingat Raka
"tapi sekarang apaa" lanjutnya sambil membuka kancing pertama baju tidur Tiara
"Raka lepasin dulu,kita bisa bicara baik baik" Ucap tiara terbata bata
"hhmm...." jawab Raka membuka kancing kedua
"Raka Stop atau Aku teriak ya" ucap Tiara
"believe me nggak ada gunanya" aku masuk tanpa paksaan dan setau mereka kita itu suami istri" ucap Raka dingin
"Raka Please kamu dah janji bakal ngasi aku waktu untuk yang kayak ginian"ucap Tiara mulai ketakutan
"kamu juga janji nggak bakal ninggalin aku lagi,dulu aku mau saat kita pertama kali ngelakuin ini adalah saat yang romantis dan kamu udah siap,tapi sekarang kayaknya aku nggak ada jalan lain yang bisa buat kamu nggak pergi lagi,ayo kita ciptain bayi kecil" ucap Raka dingin
"Raka jangan aku yang salah,tapi kamu yang salah duluan" ucap Tiara nangis
__ADS_1
"then tell me" ucap Raka sedikit menghentikan tindakannya
"kamu selingkuh, kamu ketemu orang yang jelas jelas aku nggak suka,orang yang slalu nunjuin kalo aku nggak ada cocok cocoknya sama kamu,kamu lebih milih dia dari aku, kamu juga udah janji jagain aku tapi kamu biarin mama Raya sama nenek gangguin aku,kamu nggak suka aku" ucap Tiara di sela sela tangisannya
"Astaga sayang kalo kamu nggak suka kamu bilang,jangan kabir gitu aja" ucap Raka yang kaget dengan ungkapan Tiara
"aku nggak pernah selingkuh dari kamu,nggak dulu nggak sekarang,cuma ada kamu" Ucap Raka sambil membangunkan Tiara dan memeluknya
"bohong,dulu kamu slalu bilang dia segalanya dulu kamu bawa dia kemana mana, kamu biasa cium cium dia,biasa t*durin dia, mana pernah kamu gitu ke aku" ucap Tiara
"kamu janji bakal setia ke aku tapi kenapa dia muncul, kenapa kamu ladenin,kau ngerti perasaanku nggak sih, harga diriku, mukaku kamu taruh dimana" Tangis tiara
"Sayang maaf aku yang salah"ucap Raka pelan
"aku nggak kabur,aku cuma nenangin diri, paling 2 hari ntar aku balik, harusnya kamu kan seneng aku pergi,bisa jalan sama dia terus kan, emangnya kamu kira enak jadi aku" ucap Tiara kesal
"sayang denger" ucap Raka sambil memegang pipi Tiara
"kemarin aku emang ketemu dia,tapi itu bukan mauku,ayahmu mengundangku untuk makan siang,dan ternyata dialah yang datang,aku harus bersabar karena itu ayahmu,tapi skarang nggak lagi,dan aku sudah nyelesaiin semua urusan sama dia, percaya ya dia nggak bakal bisa nganggu kita lagi" ucap Raka
"dan darimana pikiran aku nggak pernah tertarik sama kamu, jangan bilang kamu nggak nyadar aku ngejar kamu mati matian untuk apa" tanya Raka Gemes
"aku sayang kamu Tiara Senja Winata,kamu dan bukan karena perjodohan keluarga kita, aku mau kamu terbiasa sama aku dan aku mau kamu slalu jujur sama perasaanmu dan nggak pernah lari dari aku, semua orang boleh takut ke aku,tapi kamu nggak" ucap Raka lembut
"masalah tante Raya,kamu tenang, nggak boleh ada satu pun orang yang bisa seenaknya sama kamu,sekarang kamu tidur, besok kita balik ke jakarta" ucap Raka sambil menidurkan Tiara
"tapi ingat Tiara,hari ini aku buat satu pengecualian ke kamu,aku harap lain kali nggak akan ada pelarian aneh aneh lagi, bahaya bagi keselamatanmu juga" ucap Raka dan memeluk tiara dari belakang
"Raka" ucap Tiara
__ADS_1
"ya"
"suatu hari nanti kalo kamu nggak suka aku lagi, jangan bilang ke aku ya,pergi aja baik baik" ucap Tiara lirih
"Sayang percaya aku,hanya satu hlnyang bisa misahin kita,cuma kematian,jadi sekarang tidur kaku capek" ucap Raka lembut
"Raka...maaf soal baju dan yang lain lain ya" ucap Tiara mulai tertidur
.....
"ehem itu leher atau apaan ya" goda tristan saat sarapan
"kayaknya klian harus segera nikah, kita tetap orang yang memegang adat timur" ucap Andrew sedikit kesal
"lah yang bikin susah nikah kan bapak ente" jawab Nayla asal
"mbak ini Masih pagi jangan bikin gara gara ya, nanti ada yang ngambek lagi" ucap Rindu sambil nahan ketawanya
"udah sarapan dulu,dan loe dua gue belum bikin perhitungan sama elo ya" ucap Tiara serem
"ya gimana ti,laki loe serem gitu,tapi doa kuga dah janji ke kita kalo nggak bakal apa apain loe,paling nyerempet dikit" kilah Nayla
"lah trus sekarang laki loe dimana, kok loe kesini sendiri" tanya Nayla
"sendiri pala loe,tuuh liat"ucap Tiara menunjuk beberapa penjaganya
"Dia lagi Rapat sama bang Armand Vcall'ucap Tiara sambil mengunyah sarapannya
"mbak titi aku mau ngomong,aku serius mbak,aku udah keluar dari rumah,aku muak, kemarin Diandra juga maunya ikut,tapi dia takut ntar gosip dia pihak ketiga di hubungan kalian makin keluar" ucap Andrew serius
__ADS_1
"Andrew bukannya mbak nggak percaya kamu,tapi jujur yang mbak lawan sekarang itu mamah Raya, apa kamu sanggup" ucap Tiara dan Andrew hanya bengong
"aku nggak percaya mama bisa berbuat gitu ke mbak Titi, jadi aku akan buktiin mamah nggak kayak gitu,tapi kalo seandainya mamah gitu,aku tau aku harusnya nggak minta gini, tapi demi kami aku dan Diandra, mbak titi bisa nggak terlalu parah ngukum mamah" ucap Andrew pelan