
Raka POV
"salah satu pelayanku di mansionku tanpa kusadari dia berencana mengganti makanan tiara dengan rasa yang buruk,dia bahkan memberikan gelas dengan sisi yang retak pada tiara,dan anehnya hari itu tiba tiba aku ingin duduk di kursi yang dikiranya tempat tiara duduk,jadi akulah yang terkena kesialan itu " kataku tenang sementara semua terdiam
"wah...pelayan saja tidak menyukaimu ya, mungkin ada yang salah sama sikapmu"ejek nenek winata
"pelayan atau pegawai raka manapun boleh nggak suka aku,selama tuannya masih milikku"kata tiara seolah tak perduli
"tapi nek, seberapa tidak suka pun pelayanku pada tiara,dia calon nyonya rumahku,tidak menyukainya berarti tidak menghormatiku, dan pelayan itu sepertinya suruhan orang" lanjutku lagi
"kak kalau loe nggak bisa jaga mbak ti,biar aja dia kembali ke rumah winata,aku akan menjaganya" Kata Andrew berusaha tetap tenang dan memakan makanan nya
"tunggu...trus nasib pelayan itu gimana?"kata Diandra dengan bersemangat
"aku mengirimnya ke tempat lain untuk Lebih belajar"kataku penuh penekanan
"aku juga mengganti semua pelayanku yang berhubungan dengan hal itu, tidak ada yang boleh mempermainkan aku"kataku lagi
"Tiara kenapa kamu nggak pulang aja, dirumah lebih aman" kata om winata berusaha lembut dan tiara hanya melanjutkan makannya tanpa sekalipun melirik ke arah ayahnya
"itu benar Nak"sambung Tante raya
"mah,maaf aku juga pengen pulang, tapi... bukannya kalian sudah menyerahkan aku ke Raka ya? sebagai anak yang berusaha untuk berbakti,aku bisa apa?,coba deh mamah bilang ke raka,siapa tau dia ijinin aku pulang" kata tiara dengan nada manisnya
"kamu.." kata tante raya dengan kesal
"om..tante...maaf aku nggak mungkin ijinin tiara untuk jauh dari aku lagi,tapi aku berani jamin untuk kedepannya hal itu nggak akan keulang,tiara akan tetap aman"kataku sambil menoleh pada semua bodyguard dan mereka pun langsung menundukkan kepelanya
__ADS_1
"jadi kamu tetap nggak mau pulang,tiara aku nggak tau gimana ayu mendidikmu,tapi adat adat ketimuran kita,tidak mengijinkan pasangan tinggal bersama sebelum resmi menikah"ucap tante raya berusaha bijak
"tante aku tau tante sangat menyayangi Tiara,dan aku sangat berterimakasih untuk itu,tapi saat ini dia tidak tinggal denganku,dia tinggal di rumahnya sendiri,kalaupun sekali 2 kali aku disana,itu hanya untuk mengunjunginya" ucap Raka tegas
"oh ya om,aku mau tanya,rekening pribadi Tiara terblokir sejak kira kira empat tahun lalu,apa om atau tante ada menyimpan buku tabungannya?aku sedikit malas untuk membukakan rekening baru untuk tiara"ucapku santai sambil mulai memperhatikan tante raya dan nenek winata yang mulai gelisah
"apa maksudmu Raka"ucap Om tama
"tiara,kamu menghilangkan buku rekening dan atmmu "tanya nya lagi
"astaga nak,kamu masih aja teledor,lalu gimana kehidupanmu di Singapore 5 tahun ini?astaga untung ibu slalu mentransfer lebih ke rekening mbak ayu"ucap Tante Raya dengan nada menyesal
"kehilangan rekening,masa?liat dia tampak sehat dan baik baik aja,oh lupa calon suami bulenya kan kaya,nggak tau gimana kehidupan kalian di luar sana"kata nenek winata menyela pembicaraan
"calon suami bule dan sekarang mengaku tunangan seorang wiley,aku yang Tua ini jadi bingung dengan perkembangan jaman sekarang"dengusnya
"calon suami bule?"ucap Tiara ketir
"jangankan bertemu bule,untuk bisa makan aku bahkan waktu buat mandi"ucap Tiara lagi
"nggak bisa makan?mungkin itu karena kamu belum terbiasa dengan makanan Singapore " keluh tante raya
"Tiara sayang,kemarin ibu memang pernah melarangmu untuk dekat dengan calon suamimu di singapure,tapi itu ibu lakukan karena adat kita tidak mengijinkan kalian bersama sebelum menikah.tapi ibu sudah meyakinkan ayahmu untuk mengijinkanmu menikahi pilihanmu dan melepaskan pertunangan ini,jadi boleh nggak ibu minta supaya kita menyelesaikan ini semua,biarkan adikmu bahagia ya sayang,ibu mohon"ucap Tante Raya sambil berusaha menutupi masalah rekening
"sudahlah mom,kakakku jelas jelas nggak pernah ke Singapore dan aku sudah mencari jejaknya tapi nihil"ucap Andrew malas dan sudah teralihkan dari masalah utama
"maaf om tante,nggak usah lagi kita bicarain masalah tiara di Singapore karena kita sama sama tau dia tidak pernah disana,aku hanya bertanya tentang rekening Tiara"ucapku malas
__ADS_1
"darimana kamu tau dia nggak di Singapore, astaga...bisa aja dia menutupinya kan"ucap nenek winata menggebu gebu
"ibu tenanglah"ucap Tante Raya terlihat menenangkan padahal dia hanya menyiramkan minyak kedalam api
"aku hanya ingin diandra bahagia,apa itu salah? dan aku nggak mau anak ini mengganggu kebahagiaannya"ucap nenek winata kesal
"nek sebenarnya apa bedaku dan Diandra?kami sama sama cucumu dan aa hanya diandra yang boleh bahagia?lalu bagaimana denganku"ucap Tiara dingin
"Kak...aku nggak akan mengambil Kak Raka darimu,aku dipihakmu"ucap diandra
"Diam... jaga uvapanmu anak bodo*"ucap nenek winata kesal
"dia sudah punya calon suami di singapura,dia bahkan sudah tinggal dengannya,jadi kamu pasti sudah tau maksudku apa dan sekarang tiba tiba dia datang,lalu mengaku dia tunangannya,jangan jangan bule itu sudah membuangkya atau raka ternyata lebih kaya dari bulenya"ucap nenek winata seolah olah dia jijik
"astaga cukup"ucapku keras hingga banyak tamu yang memandang kami, perset*n dengan makan malam baik baik ini,
"Raka tenang"ucap Tiara dengan wajah yang sudah menahan tangisannya
"jangan nangis tiara,ini tak pantas kau tangisi,aku kesuni untuk meminta ayahmu untuk menjadi wali nikahmu bukan untuk mendengarmu dihina seperti ini"ucapku kesal
"kalian dengar,aku sudah nggak perduli dengan ijin itu lagi,aku bisa menikahinya dengan ada ayahnya atau tidak sama sekali,karena aku sudah punya ijin nikahnya"
"nyonya winata, coba kau pikir sedikit ya, gimana dia bisa punya pasangan di singapura kalau dia bahkan tidak pernah disana,tunggu jangan potong ucapanku dengan logika nggak jelas kalian"
"apa kalian tau?5 tahun lalu saat aku dengan bodohnya sadar tunanganku hilang,aku minta pihak terkait mencekal semua perjalanan ke luar negeri atas namanya dan percayalah aku mampu untuk itu"ucapku marah
"dan Kalian akui atau tidak dia selama ini hidup pas pasan dengan uang hasil keringatnya sendiri dan kedatanganku kesini adalah hanya untuk bertanya selama ini kalian kemanakan uang Tunanganku,sehingga membuatnya hidup seperti itu?"ucapku lagi
__ADS_1