
Raka POV
"Raka....gue rasa kali ini langkah loe terlalu kejam"ucap Kak Armand
"iya..."kataku mengiyakan
"kenapa"Tanya kak Armand lagi
"kepancing,gue kebawa emosi,waktu Tristan nyaranin pernikahan dimajuin ekspresi tiara ketakutan,itu poin pertama yang buat gue curiga,trus waktu dia nggak sengaja minum minuman faporit loe itu,dia malah nggak sengaja bilang kalo dia nggak mau nikah dulu,dia mau ngukum gue dulu, malah kalo nggak salah dia masih punya niat buat lari dari gue kak,jadi daripada dia kabur lagi,sekalian aja gue ike.dan kalo dipikir ulang tetep akan gue lakuin itu"kataku pasti
"loe nggak takut dia benci loe ka"kata Armand
"Gue lebih memilih dia benci gue kak,daripada dia nggak perduli gue,jauh dari gue bahkan hilang,ini juga demi keamanan tiara,setelah pernikahan dia akan menjadi istri seorang Raka aiden Willey,publik akan segera tau, kemanapun dia pergi akan mudah diketahui,aku akan punya hak untuk mengatur keuangannya,tanpa uang yang banyak,dia nggak akan menghilang,dan penghinaan yang selama ini dia terima akan terbayar lunas,keluarganya terutama omnya akan berpikir ulang sebelum mengganggu seorang willey"kataku mantap
"Ka...gue masih berpikir ini terlalu keras,apa nggak ada cara lain?loe rayu gitu,pasti luluh,gur percaya kalo sebenernya kalian itu saling suka,cuma kejadian dulu itu yang masih jadi luka buat dia,coba loe kasi dia waktu dulu"kata Armand menasehatiku
"gue juga tau kalo gue keras,tapi rayuan juga nggak ada hasilnya kan,kali ini gue mau pake cara yang lain,dia harus ngerti dan mau ngakuin kalo dia nggak bisa jauh dari gue,sama kayak gue nggak bisa jauh dari dia walaupun itu harus pake cara yang keras,tapi gue juga kepaksa kak,gue nggak mau dia kabur lagi,dia harus kuat,dan setau gue om derry udah mulai nyari nyari dia lagi kan,dan inget undangan makan malam dari ayahnya yang nggak mungkin kita tolak terus"kataku lagi
"oh ya ka,dion juga barusan ngelapor,ada yang aneh di winata grup,beberapa bulan terakhir tidak ada keuntungan yang masuk ke rekening tiara dan ibunya,om derry dan ibu raya melaporkan ke manajemen kalo tiara dan ibunya mengatakan kalau rekening itu hilang,jadi sementara pembukuan dipindah ke rekening ayah tiara"lapor Kak Armand
"Astaga...siasat apalagi kali ini,biarkan dulu kak,"kataku lagi
"lalu gimana dengan pernikahannu,kamu tetap perlu ayah tiara sebagai walinya kan?kata armand
"iya, kita perlu menemuinya,sekejam kejamnya dia,kita tetap perlu ijinnya,jadi tolong persiapkan pertemuan kami "kataku tenang
...........
__ADS_1
Tiara POV
"Ney...loe yakin ini bisa"tanyaku ragu sambil menunjukkan kotak makan siang yang tadi kumasak sendiri
"ini satu satunya kesempatan loe buat ngundurin pernikahan loe titi,loe harus bersikap lembut ke dia,rayu dia dikit lah,dan...semangat pren"kata Neyra sambil mendorongku mendekati meja Mbak erni
"eh...ada mbak Tiara,mau carinpak raka ya?duduknbentar mbk,saya infokan dulu"kata mbak erni dengan nada ramah yang kujawab dengan anggukan kepala
"silahkan mbak"katanya lagi sambil mempersilahkan aku masuk ke ruangan raka,dan raka melihatku dengan santai
"hai...perutmu sudah nggak sakit lagi"katanya membuka pembicaraan ketika aku duduk di depannya
"udah mendingan kok,hhmm.... Raka aku bawain kamu makan siang,kamu belum makan kan"kataku dengan nada lembut,seperti yang diajarkan Neyra
"belum...calon istriku memang paling ngerti aku,tau aku sibuk dan kamu mau bawain makan siang,makasi"jawab Raka dengan nada penuh penekanan,sabar titi....
"ini kamu yang masak?wahh...aku baru tau kamu bisa masak dan ini enak"jawab raka tanpa terusik
"Raka...aku janji nggak akan kabur lagi,janji bakal buka hati buat hubungan kita"kataku lagi
"hhmm...jus tomatnya seger,cobain deh"kata raka malah asik memintaku mencoba jus itu dan terpaksa kuminum,but i hate tomato sabarr....
"Sayank...kamu boleh kontrol semua keuanganku deh,aku juga janji nggak bakal lirik cowok lain,jangan paksa aku gini,undur pernikahannya aku nggak mau..."rajukku lagi
"pyang..."suara gelas yang pecah karena terbentur meja,dan itu melukai tangannya
"ya...ampun Raka....tanganmu luka"kataku reflek menariksa tangannya ada pecahan gelas yang tertancap dan itu membuat darah raka mengucur,aku berusaha menahannya
__ADS_1
"ternyata kamu masih punya rasa kawatir ke aku ya"kata raka sambil mengelus kepalaku dengan tangannya yang lain
"sayank...tolong aku ya aku nggak mau kita bertengkar lagi,pernikahan kita tidak akan diundur,bagaimanapun kerasnya kamu merayuku,tapi aku slalu suka kalo kamu merayuku seperti ini"katanya lagi
"Raka...kenapa buru buru,kita masih sama sama muda,kita masih perlu bebas masih perlu saling mengenal,sebelum kita menyesalinya " kataku sambil menunduk
"setidaknya kasi aku waktu untuk mengenalmu lagi"lanjutku
"sampai kapan?menikah sekarang atau besok itu sama saja,aku orang yang sama dengan orang yang 6 tahun lalu mulai kamu cintai,kita sudah saling mengenal,pernikahan kita adalah 1 kali untuk seumur hidup kita,aku berani jamin tidak akan ada penyesalan"kata Raka sambil memelukku
"percayakan semua ke aku,kamu akan slalu aman sama aku"lanjutnya lagi
"kasi aku waktu dikit"kataku mulai mencoba
"satu minggu adalah waktu yang lama,semua akan sama seperti sekarang,setelah menikah kamu akanntetap menjadi pribadi yang bebas,aku hanya akan meminta hakku saat kamu siap memberikannya"kata Raka lembut sambil mencium pucuk kepalaku
"ini terlalu cepat,menikah itu hal yang sangat pentinh"desahku sambil tidak sengaja memeluknya lagi
""sayank...lihat aku,Sekali saja coba jujur pada hatimu, apa kamu pernah punya pikiran untuk menikah dengan orang lain?"tanyanya lembut dan aku hanya menggelengkan kepala
"jadi jangan membuatku marah lagi... percayakan semua ke aku,kita akan baik baik saja" kata Raka lembut dan mulai mengec*p mesra bibirku
"Raka Aku hanya sedikit takut"kataku lagi
"semua hal pasti ada konsekwensinya, aku nggak bisa janji pernikahan kita kelak akan mulus,nggak bisa janji tidak akan ada pertengkaran,yang nisa aku janjikann.adalah aku akan slalu berusaha.membuatmu bahagia,jadi bisakah kita lanjutkan pernikahan kita yang tinggal seminggu lagi"kata Raka dan itu membuatku tertunduk dan menganggukkan kepalaku pelan,
"trimakasih sayank"kata raka sambil kembali menciumku, sebenarnya kedatanganku kesini untuk merayunya atau dirayu..
__ADS_1