Terjerat Pertunangan

Terjerat Pertunangan
56.Magang


__ADS_3

"magang disini?"kata Tiara seperti berpikir


"dimana lagi?titi aku pengen kalo kamu lulus ntar kamu kerja disini,aku bakal ngasi salah satu jabatan manager buat kami,jangan bilang ini jalur koneksi ya,aku udah tau kamu waktu ngelola usahamu di bali kan" kataku meyakinkan


"aku pikir ntar kalo kita udah nikah,kamu maunya aku di rumah aja" kata tiara pelan


"it's up to you dear,aku nggak bakal maksain apapun yang kamu mau,kamu bisa nemenin aku terus di kantor,atau main main di rumah sama anak anak kita nanti"kataku aku senang dia sudah mulai berpikir kesana


"tapi kalo aku magang disini otomatis aku pake samaranku ya,apa aman buat kita?trus Neyra magang disini juga?kafeku gimana?"kata Tiara lebih ke dirinya sendiri


"sayang...kamu itu Tiara Senja Winata,apapun tampilan yang mau kamu pake sama aja,aku akan ngelindungin kamu apapun itu,kerjaan selama magang tetep aja sama akan jadi asisten pribadiku,kafe sudah ada yang mengelola kan,kamu hanya perlu memeriksa operasionalnya beberapa kali sebulan kan?dan untuk Neyra kali ini aku bakal punya tugas buat dia,aku mau dia magang di winata grup"kataku santai


"Aku dah bilang nggak mau ngungkit masalah itu ya"kata tiara mulai kesal


"sayang,kemarin kamu hanya sedang kebawa emosi,tapi aku nggak,aku minta maaf atas semua yang terjadi dulu,tapi untuk saat ini dan kedepannya,biar aku yang selesaikan untukmu ya,jadi tanda tangani berkas kuasa ini,aku sudah mengirimkan 1 untuk ibu ayu,dan ibu ayu sudah memberi kuasa penuh padaku untuk mewakilinya"kataku santai


"kok aku nggak tau kamu kirim itu ke ibu,ibu juga kenapa percaya banget sama kamu"Tiara mulai kesal


"sayang..."kataku merayunya

__ADS_1


"kalo kamu seneng banget sama saham,aku akan kasi kuasa sahamku yang 5 persen itu tapi biar adil kamu kasi saham wiley atau Aiden 50% ke aku mau?tantang tiara dan itu membuatku tertawa


"sayang..jangankan 50% semua pun boleh untukmu,tapi sayang baik wiley atau aiden itu usaha dengan kepemilikan tunggal jadi kami masih tradisional sayang,nggak ada saham hanya akan jadi milik keluarga Wiley, jadi tanpa kamu minta pun saat nama Wiley resmi di belakang namaku,usaha itu juga akan jadi milikmu"kataku sambil menariknya mendekat


"paan sih nggak usah deket deket"kata tiara mulai galak


"gimana kalo gini aja,sayangku yang suka uang,gimana kalo seluruh gajiku di wiley grup akan menjadi milikmu,masuk ke rekeningmu, dan kupastikan jumlah gajiku di wiley per bulan jauh lebih besar dari nilai 15 % saham winata, dan aku nggak akan nanya mau kamu pake buat apa?,jadi tanda tangan ya" godaku


"uang itu buat apa"bisik tiara mulai tertekan


"loh kamu tadi minta saham buat apa?masa buat bungkus kacang"kataku senang


"titi nikahnya kita percepat aja ya,rambutmu ini jangan dipendekin lagi ya,aku senang melih rambutmu bertebaran di bantalku"rayuku sambil menggulung rambutnua di jariku lalu aku mulai memegang dagunya dan menci*um lembut bibi*nya,tidak ada penolakan dari tiara tangannya justru melingkar erat di leherku,aku mulai memperdalam cium*nku mencari dimana letak lid*hnya ....


"ehhmm...ehmmm pak Raka maaf ganggu ini,Erni sekretaris bapak membawa minuman mbak Tiara,"kata Kak Armand dengan nada songongnya yang membuatku menghentikan cium*nku,tiara menyembunyikan wajahnya di balik leherku


"ya udah taruh disana lalu keluar"kataku santai tanpa beban


"i...ya pak,maaf mengganggu waktunya,pak untuk jadwal hari ini"kata Erni gelagapan

__ADS_1


"seperti biasa bicarakan sama pak Armand, tidak langsung denganku"kataku dingin


sekretaris ini slalu berusaha mendekatiku,kalau bukan karena hasil kerjanya yang rapi,mungkin aku sudah menggantinya,mungkin karena mendengar nada bicara kami Tiara mulai terusik dan tiba tiba turun dari pangkuanku duduk dengan tegak dan memandang Erni dengan tenang,bahaya..


"Mainan barumu?"ucapnya dengan terlalu tenang,dan yang sangat aku yakin akan dia ucapkan,mendengar hal itu sontak Erni langsung melihat ke arah Tiara dengan tatapan tidak suka


"Erni hati hati pandangmu pada Tunanganku, jika kau brani tidak menghormatinya itu brarti tidak menghormatiku juga,jadi kembali ke pekerjaanmu"kataku tenang tanpa melihat Tiara


"Baik pak,ini minumannya mbak Tiara"kata Erni dengan nada jengkel lalu meninggalkan ruangan


"wah....baju ketat dibalik jas rok pendek, dandanan natural manis, rambut panjang terurai, higheels,wangi yang menggoda,it's really your types ya,bikin betah di kantor ya"kata Tiara santai


"memang sekretarisku,tapi semua pekerjaannya slalu dilaporkan ke kak Armand, mengenai typeku, tipeku slalu kamu,kalau kamu lagi tampil kayak abg gini,brarti typeku yang ABG, jika kamu tampil dewasa brarti typeku yang dewasa, sudahlah waktu akan menjawab semua rasa ragumu ya,sekarang ayo tanda tangan ini dulu,abis itu kamu bisa sedikit belajar tentang apa aja tugasmu sebagai asistenku,"kataku santai sambil menggiringnya untuk duduk di kursiku


"iya ini aku tanda tangan biar kamu puas, eh...tunggu Raka ini kok ada pasal yang bunyinya kalo wakilku di perusahaan akan berperan aktif dalam menentukan kepitusan dalam perusahaan?kamu cuma pegang 15 % apa bakal seberpengaruh itu ya"kata tiara bingung


"lihat kamu emang dasarnya pinter jadi bisa liat pasal ini,sayang saham milik ayahmu ada 15 % milik, bu ayu 5% dan bu raya 5%,kamu dan masing masing adikmu mereka punya 10 % jadi ayahmu sebagai pemegang saham tertinggi dan direktur utama total memegang 55 % saham. di sisi lain om derry sebagai wakil sastrawan yang dulu pernah membantu keluargamu punya saham 10 % jadi total sisa saham yang 35 %,25 % dimiliki direksi dan 10% diperjual belikan di bursa saham,segitu ada yang mau kamu tanya?"tanyaku lembut


"nggak,aku masih bisa ngerti"jawab Tiara

__ADS_1


"mulai hari ini kita akan sedikit menggoyangkan ayahmu,aku memegang 15% sahamnya dan jangan lupa aku juga sudah membeli 5 % saham yang ada di bursa saham serta 15 %saham direksi, jadi kalo digabungkan aku akan punya 35%saham winata , ayahmu tetap menjadi pemegang saham terbesar 40%,tapi kita di peringkat kedua,jadi kita berhak mempertanyakan apa yang terjadi disana"kataku tenang


__ADS_2