
Raka POV
"apa maumu"ucapku langsung pada Maulind yang datang ke meja kami sementara kak Armand memberiku kode untuk bersabar
"a....aku hanya nggak sengaja ketemu Tiara trus sedikit ngobrol tentang masa lalu,tapi dia tiba tiba marah,aku udah jelasin kalo semua udah berlalu" ucap Maulind dengan nada takutnya
"Brapa orang itu membayarmu" tanyaku lagi
"apa maksudmu" kilahnya
"Maulinda Perez sabarku ada batasnya" ucapku dingin
"Raka,aku tau kamu masih perduli aku, buktinya pertemuan kemarin berjalan sempurna kan" ucap Maulind
"kemarin kita hanya makan malam biasa,aku sedang menunggu seseorang lalu kamu datang,hanya sebatas itu"ucapku memancingnya
"tapi kamu nggak menolak atau mengusirku" kilah Maulind
"Raka, kamu jujur deh sama diri sendiri, kamu masih sayang aku kan,aku juga" ucapnya bertekad
"aku tau aku salah,masalah yang dulu aku khilaf, kamu menjauhiku aku kesepian, aku kebujuk temen temen, tapi aku janji itu nggak akan keulang lagi" ucap Maulind dengan nada merayu
"kita mulai dari awal ya,aku nggak bisa hidup nggak ada kamu" ucapnya meyakinkan
"aku bahkan nggak tau apa yang bikin kamu seyakin itu" ucapku mulai kesal
"aku yakin kamu sayang aku,buktinya kamu bantuin ganti hukumannya pake rehab,kamu bahkan ngirim aku ke luar negeri buat perbaiki namaku, kamu tetep jamin bulanan aku" cap Maulind
"kamu lupa ya aku ini udah punya tunangan, bentar lagi nikah, Maulind Please demi masa lalu kita stop bikin aku harus terpaksa buat kejam ke kamu" ucapku mulai capek
__ADS_1
"Maulind satu lagi aku nggak pernah ngebantu proses hukum atau apapun tentang kamu, setelah kejadian itu, keluargaku yang mengurus semua" ucapku lagi
"Bohong, aku tau kamu terpaksa buat jalanin pertunangan itu,kamu takut kehilangan semua kan?" ucap Maulind
"kapan kamu sadar,dari dulu sampai sekarang hanya akan ada satu wanita bagiku,dia adalah Tiara"ucapku
"kalo itu buat kamu susah,aku rela jadi yang ke dua, aku rela jadi orang yang bakal slalu kamu umpetin, aku nggak akan nunjukin diri ke media, selama kamu sama aku, apapun itu aku sanggup"ucap Maulind tidak mau mendengar dan dengan nada memohon
"Cukup Maulind, dari dulu sifatmu nggak pernah berubah, kamu lupa dulu saat kita memulai hubungan itu,aku sudah bilang aku hanya butuh selingan sampe calon istriku mau nerimaku apa adanya,hubungan kita terjadi karena kamu slalu mendengar keluh kesahki,kamu dulu sahabatku dan saat hubungan kita berubah kita sudah sepakat hanya sementara hanya sebatas aku perlu tu*uhmu dan kamu perlu tub*h plus aku akan menjamin kenyamananku, dulu kamu bilang selama kebutuhanmu tercukupi semua aman" ucapku mulai kesal
"Kamu sayang aku" ucapku jijik
"kamu bahkan nggak tau apa arti kata sayang itu, selain di ranj*ng, apa kamu tau apa makanan yang aku suka,aku alergi apa, bagaimana aku mau bajuku setiap hari, kamu sayang aku tapi kamu bersenang senang sama yang lain,kamu sayang aku tapi kamu hancurkan reputasiku, ya ampun akui saja kamu hanya suka samua fasilitas yang kamu terima dariku" ucapku mulai marah
"jadi sebelum kesabaranku habis dan demi persahabatan kita dulu,katakan siapa dan berapa mereka membayarmu untuk muncul di hadapan tunanganku"ucapku dingin
"Raka... sepertinya kita harus pergi dari sini, di luar ada beberapa wartawan" ucap Armand gelisah
"a...aku hanya mau kita kembali bersama" ucap Maulind tak kalah berani
"aku tidak akan menjadi sebesar ini,kalau tidak mampu mengatasi permasalahan sekecil ini, maulind sebelum terkena skandal itu kamu adalah salah satu artis Tenar,kenapa kamu nggak gunakan hal itu untuk hidup mandiri"ucapku lagi
"Cukup Raka,kita sama sama tau Skandal dan Pernyataan Tiara ke pers mematikan Karirku, jadi aku tidak mungkin hanya hidup dari mengandalkan sedikit uang bulanan yang kamu kirimkan" ucap Maulind mulai terbuka
"jadi apa maumu,dan tolong hilangkan kalimat suka dari daftar keinginanmu" ucapku dingin
"Aku mau kita bersama lagi,atau aku akan katakan pada pers kalo hubungan kita nggak pernah berakhir" ancam Maulind
"keserakahan membuatmu B*doh,satu fakta yang tak kau ingat,kamu adalah salah satu artis yang ada di bawah naunganku,dan kontrakmu berlaku 10 tahun,jadi masih ada 4 tahun lagi,lalu apa kau kira aku nggak punya persiapan?"ucapku santai
__ADS_1
"lihatlah sekelilingmu, semua yang ada disini adalah orang orangku"ucapku sambil menunjukkan suasana kafe yang berubah seolah tempat casting,tentu dengan banyak yang menyamar menjadi pelamar,baik pria dan wanita
"jadi aku bisa turunkan berita kalo kamu mengemis pekerjaan dan aku tidak menggubrisnya sama sekali"ucapku santai
"a...apa..."ucap Maulind yang kebingungan melihat perubahan cafe
"aku akan memberimu sedikit pilihan katakan siapa yang membayarmu dan aku akan membuat debut yang baik, atau aku akan menghancurkan hidupmu sampai ke akar akarnya"ucapku kejam
"Dery sastrawijaya "ucap Maulind pasrah
"Pintar,jadi sekarang pergilah,tunggu berita berikutnya dari managermu,dan ingat ini adalah kali terakhir kamu melawanki"ucapku santai sambil melihat kepergian Maulinda
Selamat tinggal masa lalu...
"Raka...kupikir masalahnya nggak se simple ini"ucap Armand dengan ekspresi antara kesal dan menahan tawa sambil memperlihatkan rekaman yang dikirimkan Tristan padanya
"Astaga dia pasti kecapean, dia sungguh Imut" ucapku sambil melihat rekaman Tiara menghancurkan kmarku
"aku nggak akan mengatakan hal yang sama kalo aku di posisimu"aucap Armand terheran heran
"jadi ayo kita tenangkan singa kecil pemarah ini"ucapku
"Aku rasa kita harus sedikit menunggu, aku sedang memesan taxi karena kendaraan kita tadi dan semua mobil yang ada dirumahmu atas perintah nyonya Tiara sedang dibawa ke bengkel untuk pengecekan sistem" ucap Armand yang langsung membuatku tertawa
"Astaga...dia singa kecil yang kejam,hidup akan sangat menarik,jadi ayo cepet cari taxi" ucapku gemes
"sayangnya untuk bertemu Tiara,selain taxi kita juga harus memesan tiket pesawat jakarta jogja dan sebelumnya kita juga harus mencarikanmu beberapa pakaian untuk dipakai" Ucap Armand tanpa ekspresi
"jangan bilang" ucapku ragu
__ADS_1
"Tiara membawa Nayla,Rindu,Margo Tristan dan Andrew kabur, lalu laporan terakhir yang kita terima dari Tristan, saat ini mereka sedang ada di dalam kereta menuju Jogjakarta, Tiara juga berpesam sebelum menyelesaikan semuanya,kamu nggak joleh menyusulnya kesana" Ucap Armand
"jadi apa yang kamu tunggu,ayo susul dia, sepertinya calon Istriku perlu diberi sedikit pelajaran".....