
"Tiara,kamu yakin, kamu tau apa yang sebenarnya terjadi kan?aku nggk mau kamu berpikir aku memanfaatkan keadaan" tanya Raka sebelum memulai pernikahan mendadak mereka
"Aku yakin, aku tau kamu akan jaga janjimu tentang pernikahan kita,sampai aku siap dan mereka harus diberi pelajaran tapi apa kedua orang tuamu nggak keberatan" bisik Tiara sambil melihat ke arah kedua orang tua Raka yang tersenyum
"mereka sudah tau situasi ini, pernikahanku adalah keputusanku dan mereka tau cepat atau lambat pernikahan akan terjadi" ucap Raka dingin
"Raka,jangan bilang hubungan kalian belum membaik" tanya Tiara serius
....
"Sah" pernikahan pun telah terjadi
"Armand bawa semua dokumen ini ke kantor catatan sipil, aku mau pernikahan ini sah secara agama dan Negara" ucap Raka
"Margo bawa semua dokumen ini ke pengacara kita, segera urus perubahan nama Nyonyamu" tambah Raka
"dan mama Raya kami sangat bersyukur mama mau menjadi saksi pernikahan kami,maaf aku sempat salah paham ke mamah, aku janji akan jaga Tiara dengan baik dan aku yakin saat ayah sadar nanti,dia pasti akan senang saat tau kami menikah di hadapannya, Andrew, diandra makasi ya" ucap Raka dengan nada senangnya sementara Tiara hanya diam
"Aku turut senang dengan oernikahan kalian, tapi semua sedikit mendadak bagiku" ucap Raya Winata lesu
"Kakak Ipar, aku tau kalian berdua pasti capek,apalagi kalian baru aja dateng dari jogja,gimana kalau kalian pulang sebentar dan beristirahat" ucap Diandra
"tapi ayah de..." Tiara untuk pertama kalinya menyapa adiknya
"kata dokter kondisi ayah membaik, aku akan slalu mengabarimu" ucap Diandra sambil memeluk Tiara
"Dan slamat atas pernikahanmu kak, aku sudah bilang walau lawannya mamah, kali ini kami akan mendukungmu, aku tau mamah salah, aku nggak mungkin memohon ampun atas perbuatannya, tapi demi kamo bisa nggk kakak Jagan terlalu jangan kejam padanya ya" bisik Diandra sambil terisak,Tiara hanya membeku tanpa membalas pelukan diandra
"Sayang gimana kalo kita nginep di hotel yang ada di seberang rumah sakit, jadi kita bisa segera kesini untuk menjaga ayah" Raka berusaha memecah kesunyian
__ADS_1
"Tiara, Raka gimana kalo kita makan malam bareng, sudah lama kita nggak ngobrol bareng" ucap Dewinta Wiley tersenyum pada mereka
"Iya, pernikahan mendadak ini membuat kami sedikit kaget, kita bisa makan malam sambil membicarakan tentang Resepsi kalian kan" tanyanya lagi
"Baiklah Bu, Tiara ayo" jawab Raka dingin
"mamah Raya aku pergi bentar, besok pagi kami akan kesini, dan jangan kawatir,aku adalah salah satu pemegang saham di Rumah sakit ini,jadi ayah pasti akan mendapat pelayan yang terbaik" ucap Raka sementara Raya Winata langsung melongo ngeri, jangan jangan...
"Andrew, Diandra kami pulang dulu, dan tawaran untuk tinggal di mansion kakakmu masih terbuka lebar" ucapnya sambil menarik Tiara mengikutinya keluar dari ruang perawatan.
.....
"Apa kalian bod oh, kenapa kamu menghalangi rencana mamah, kenapa malah menikahkan dia" teriak Raya beberapa saat setelah Tiara dan Raka meninggalkan kamar
"Diandra apa kamu nggak bisa liat gimana perjuangan ibu kalian untuk membuat hidupmu bahagia"
"Andrew Dimana kau letakkan ot akmu" teriaknya jengkel
"mah udah lah ayah nggak akan bangun, atas perintah Kak Raka, dokter tadi menyuntilkan obat tidur dosis ringan ke ayah, Strategi kalian murahan banget, dan lucunya kalian malah memilih rumah sakit milik Kak Raka untuk rencana bisuk ini" ucap Andrew jijik
"plak "
"anak nggak tau diri, aku berusaha membuat ayahmu membencinya,kau malah melindunginya, anak itu cuma anak pembawa si*l, anak yang hanya mengganggu hidup kalian" ucap Raya Winata marah setelah menampar Andrew
"Ibu ini nggak adil, kenaa ibu membenci kakak, dia juga kakakku, dia anak pertama ayah, apa salah kakak, dia menghormatimu, dia memperlakukanmu seperti ibu kandungnya" teriak Andrew tak kalah marahnya
"Andrew sadar dia mengambil Tunangan kakak kandungmu, dan dia hanya orang yang kebetulan menjadi kakak tirimu, dia nggak pantas kamu lindungi" teriak Raya winata sambil mengguncang tubuh Andrew
"mamah yang harusnya sadar,semua pasti gampang menebak strategi murahan ini, aku yakin kak Tiara Dan Kak Raka sudah tau, dia hanya menjaga nama baik ayah tetap utuh dan siapa bilang kak Tiara ngambil tunanganku, dari awal Kak Raka memang tunangannya" ucap Diandra marah
__ADS_1
"Tunangan Raka adalah anak perempuan keluarga winata, jadi Dia bukan tunangan Raka, Diandra sadar kamu jauh lebih baik dari anak si*lan itu, kamu punya hak yang sama" Ucap Raya Winata
"tapi kenapa hak itu mamah minta setelah semua yang kak Tiara alami,mamah cuma mau enaknya aja, kenapa nggak dulu, saat Kak Raka belum keliatan akan jadi kayak sekarang" teriak Diandra
"kalian melawan mamah, mah adalah orang yang melahirkan kalian,kalian mau jadi anak durhaka?" ucap Raya Winata Kejam
"anak durhaka? mamah punya kaca nggak" ucap Andrew dingin
"Kamu..." ucap Raya Winata
"Cukup, pernikahan itu sudah sah, mamah nggak bisa menggangu kak Tiara lagi, jangan buat aku melawanmu mah" ucap Andrew sedih
"sebagai satu satunya anak laki laki di keluarga kita, sudah kewajibanku melindungi kedua kakak perempuanku,jadi mah please hentikan semua, dan aku memang belum punya bukti, tapi aku yakin kepergian kak Tiara dulu, pasti ada sangkut pautnya dengan mamah, dan aku yakin kehidupan susah kak Tiara di bali pasti kuga ulah mamah" ucap Andrew terisak
"bukan salahku kalo dia mengembil keputusan tol*l itu" ucap Raya Winata biasa aja
"mamah kenapa jadi gini mah, dulu kita baik baik aja" ucap Diandra sedih
"Anak dan ibunya yang saki* sakit*n itu nggak pantas untuk kalian bela, aku ibumu,aku hanya mau yang terbaik untuk hidup kita" ucap Raya Winata dingin
"Mah...." ucap Diandra nggak tau harus berbuat apa lagi
"aku malu mamah kayak gini,mulai hari ini aku akan pergi dari rumah Winata, aku nggak sanggup liat mamah kayak gini" ucap Andrew
"Diandra loe mau ikut gue atau gimana" tanyanya pada sang kakak sambil berdiri menghampiri pintu
"Aku ikut" ucap Diandra langsung berdiri
"tunggu, apa kalian pikir bisa seenaknya aja, kalau kalian berani keluar dari kamar ini, aku akan menghentikan semua fasilitas kalian" ucap Raya dingin, Andrew dan Diandra lantas terdiam
__ADS_1
"kami anak anakmu, kami punya otak untuk berpikir dan kami juga punya kemampuan untuk hidup kami bukan pion catur yang bisa seenaknya mamah gerakkan" ucap Andrew sambil menggandeng tangan kakaknya dan keluar dari ruang perawatan ayahnya.