
"sejak kapan kamu ngerancang itu?,buat apa coba kayak gitu"kataku bingung
"sayang,kamu itu anak yang baik dan polos,baik sampe dimanfaatkan,baik sampai tidak membantah dan berkali kali memilih mundur sayangnya dalam kehidupanmu kamu punya dua kesalahan yang tidak bisa kamu tinggalkan lagi, kamu salah mencintai orang jahat dan membuat orang jahat itu bertekuk lutut padamu,jadi sayang orang orang itu akan membayar setiap digit dari yang telah mereka lakukan padamu"kata Raka sambil mencium cepat bib*rku sambil menarikku berdiri dari tempat duduknya dan memangkuku
"kamu itu kebiasaan ci*m ci*m di sembarang waktu,ini juga main pangku aja,aku bisa duduk sendiri,trus disini mau ngapain coba,mending diem di cafe sambil..." kataku mulai kesal
"sambil apa coba jelasin sini? apa yang salah dengan itu,aku menci*m milikku sendiri,dan kalo aku menci*mmu di tempat yang pribadi dan hanya ada kita berdua,apa kamu brani? jadi brapa cowok ganteng yang sudah kamu lihat hari ini di kampus" kata Raka dengan nada lembut dan mengancamnya sambil tetap memangkuku
"nggak ada,nggak sempet liat,males cari gara gara denganmu"kataku acuh
"baguslah kalau udah sadar diri"kata Raka tenang sembil melepaskanku dan aku memilih duduk di sofanya sambil main Hp
"sekarang ngapain?"kataku jenuh
"tunggu sebentar lagi,kita bisa ke bank untuk membuka blokir di 2 atmmu dan traktir aku makan siang setelahnya ya?kata Raka santai
"diihh minta di traktir cewek nggak malu apa?"godaku
"Gimana lagi semua penghasilanku ada di rekening yang ATMnya kamu bawa semua,aku ya cuma bisa minta ke kamu aja"katanya ringan dan aku hanya bisa bengong mendengarnya
"kamu gila ya,nggak takut aku lariin uangmu?" tanyaku lagi
"ya nggak apa apa,aku memang jarang menyentuh gajiku di wiley, jadi sayang aku adalah satu satunya penerus wiley grup, bisa kau bayangkan jumlah uang yang atmnya sedang kamu pegang itu?"tanyanya dengan santai dan itu sanagt membuatku syok
"kamu gila"ucapku terbata
"kenapa syok gitu? it's just ATM sayank,aku masih bisa menariknya tunai atau memblokirnya, selain itu aku masih membawa penghasilanku dari sini kan, itu lebih dari cukup, tunggu coba kita lihat kamu punya tunangan yang ganteng, kaya, dan sangat royal padamu kan, jadi don't ever think to cheating on me ya "katanya dengan bangga
"Kepedean"kataku ketus
__ADS_1
"brak.....Aku mau ketemu kakakku,aku tau dia ada disini, lepas" tiba tiba ruangan Raka terbuka, kak Armand masih memblokir kedatangan orang, Diandra dan Andrew,aku segera lari dan naik ke pangkuan Raka dan menyembunyikan wajahku di balik bahunya, Raka langsung menenangkanku dan mengelis rambutku
.............
"ngga mau ketemu mereka,aku belum siap " kata Tiara sambil menangis,aku sedikit senang dia mencariku untuk kenyamanannya
"Diandra kamu nggak boleh nerobos kayak gini"kata Armand tetap menghalau Diandra untuk masuk
"Sayang tenang,jika kamu nggak mau ketemu mereka tutup matamu,ada aku disini,aku akan menyelesaikannya, Kak Armand biarkan dia masuk"kataku menenangkan Tiara
"aku nggak mau ketemu"kata Tiara menahan tangisnya
"Kak...ini kami,kami hanya ingin ketemu kamu,apa salah kami sampai kamu menjauhi kami,apa kau nggak inget kami"kata Diandra mulai mendekat
"Cukup,jangan mendekat,kalian bisa duduk di sofa itu,dia sudah cukup tertekan melihat kedatangan kalian"kataku memperingatkan mereka
"Bisa tanggung jawab apa kamu padanya?untuk dirimu sendiri saja kau belum mampu" kataku ringan,sambil membwri mereka kode kalau aku hanya sok galak
"Raka..."kata Tiara sedikit membela adiknya
"Kak kami kangen...jangan samakan kami sama mama kak, kami nggak tau apa yang terjadi, kak...setidaknya lihat kami sedikit,kamu satu satunya kakakku" Bisik Diandra sedih
"Kak..apa selama ini kamu baik baik aja"kata Andrew dan mereka hanya bisa terduduk melihat kakak mereka yang biasanya tegar dan memeluk mereka hanya bisa menangis dan pelukanku
"pergi atau aku minta Raka mengusir kalian" hardik Tiara lemah dalam tangisannya
"kak...kami tau kamu nggak akan gitu"kata Andrew memelas
"pergilah dulu,yang penting sekarang kalian tau kakakmu baik baik saja dan jika kalian ketemu pelayan ibumu yang berhasil masuk ke rumahku, Ranita, bilang padanya dia hebat bisa masuk ke kediamanku,tapi bersiaplah untuk hancur,karena aku tidak akan membiarkan apa yang pernah dia lakukan "kataku tenang
__ADS_1
"apa yang terjadi?"tanya Diandra tidak mengerti
"tanya ibu dan nenekmu"kataku santai
"kak...jangan percaya berita aku akan mengambil kak Raka, tak pernah terbersit di pikiranku untuk itu, aku nggak mungkin bersaing denganmu, kau kakakku,dan aku tau bagaimana perasaanmu padanya,bagaimana pengorbanan mu untuknya,apa kau ingat kak aku, Andrew, Rindu slalu disampingmu saat itu kak, jangan hukum kami atas hal yang tidak kami lakukan" kata Diandra yang masih menangis histeris dan ditenangkan oleh Armand
"Tenanglah"kata Armand pada Diandra
"Kak Titi apapun itu,kali ini aku akan membuka mataku lebar lebar, aku akan mulai menjagamu, Kak berita tentang kamu ada dimana mana,kami buru buru kemari karena mendengar ayah akan mencarimu kesini, dia bahkan mengirimkan bodyguard untuk menjemputmu pulang, tidak baik tinggal di rumah kak Raka sebelum menikah,kami kesini untuk memberitahumu kak,pulang ya,biar aku menjagamu" kata Andrew,aku merasa Tiara mulai bergerak gelisah
"Tenang sayang umurmu hampir 20 tahun sekarang, sudah bisa bertanggung jawab atas dirimu sendiri,kalau kamu bilang nggak,nggak akan ada orang yang bisa menyentuhmu,hanya aku,oke"kataku menenangkannya
"Kak,kami sayang padamu,pulanglah dulu,jangan melawan ayah"kata Diandra lemah
"Kalian menghianatiku, pergi .."kata Tiara dalam tangisnya,mendengar hal itu kedua adik Tiara hanya bisa terisak
"tok...tok...tok...eh..Pak Raka maaf mengganggu, ada tamu penting untuk bapak" kata Erni dan langsung tercengang melihat keberadaan kami
"kamu nggak liat aku sedang sibuk dan ada tamu"kataku berang
"Maaf pak tapi ini bapak winata yang ingin bertemu,setau saya dia calon mertua anda"kata Erni cepat dengan tatapan tidak suka pada Tiara mungkin dia mengharapkan adegan mertuaku memergokiku dengan perempuan lain,astaga...sungguh melelahkan
"Diam...pergi dan katakan untuk datang di lain hari,apa kau tidak liat tunanganku sedang tidak enak badan?"kataku kejam
"Tapi Pak"kata Erni
"Kak Armand selesaikan masalah ini, perlihatkan dokumen ini, Katakan pada ayah tunanganku kalau anaknya Tiara senja Winata tidak mau bertemu, Aku pribadi akan mengunjunginya dan beri sangsi pada karyawan ini untuk tidak usil pada urusan pridadi tuannya" kataku geram sambil memberi surat kuasa saham pada kak Armand
"Pak Raka maaf,saya tidak tau kalau dia tunangan bapak,dia terlihat masih muda"kata Erni terbata bata saat Armand menariknya keluar
__ADS_1