
"Raka...pikir deh dikit,aku nggak bisa kemana lagi kan,tempatku lari udah kamu sita,kerjaan di bali udah kamu ambil,rekening udah kamu blokir,mamah dan temen tenmenku jugabudah mihak kamu semua,jadi kita ke sepakatan awal aja ya 6 bulan lagi kita nikah"kata Tiara mencoba menenangkanku
"Tiara...aku hanya perlu persetujuanmu nikah 2 minggu lagi,semua yang kukatakan tadi akan aku penuhi,apa bedanya 2 minggu atau 6 bulan lagi"kataku santai
"Raka..."rengek tiara
"nggak Resikoku terlalu besar dan jangan menggodaku lagi,jawab aku sekarang atau aku buka kunci pintu kamar ini,jadi semua orang akan melihat kita, diluar juga sudah rame dan lihat ke pojok sana,ada cctv dikamarku yang hadil rekaman gambarnya tersimpan di emailku"kataku sambil melihat ke arah remote kunci kamarku dan cctv yang sebenarnya sudah rusak dari dulu
"raka...jangan kejam gitu"kata Tiara lagi
"10 detik untuk berpikir"kataku sambil melepaskan tiara dan duduk di sofa kamarku
__ADS_1
"aku punya syarat yang harus kamu setujui"bentak tiara
"sayank, kamu nggak dalam posisi tawar,semua akan berjalan seperti kataku tadi,tidak akan menyentuhmu sampai kamu siap,aku akan menunggumu"kataku tenang
"Raka,kamu kejam"kata Tiara sambil mulai melemparkan bantal ke arahku
"Siapa yang lebih kejam,aku yang menawarkan semua untuk kebaikanmu atau kamu yang slalu mencari cara untuk lari,come one be brave dan jawabanmu?" kataku lagi
"sure,pernikahan kita akan sederhana,selain pihak yang berwenang,hanya akan ada kamu, aku,orang tuaku,ibu ayu, ayahmu sebagai wali syahmu,Neyra,rindu,kak armand,Tristan,margo dan dion,ok?"tanyaku berusaha menutupi rasa senangku dan dijawab anggukan yang lemah oleh tiara
"jadi tanda tangani ini dulu"kataku sambil menyerahkan berkas permohonan pernikahan yang sudah lebih dahulu durandatangani olehku dan ayah tiara
__ADS_1
"kenapa bisa ada tanda tangan ayahku"kata Tiara dengan kesal sambil menanda tangani surat itu,fokusnya hanya pada tanda tangan ayahnya,bukan pada waktu pernikahan yang aku bubuhkan
"dulu saat kesepakatan pertunangan kita,ayahmu nggak sadar kalo kakekku menyelipkan surat ijin pernikahan kita,jadi bisa dibilang ayahmu sudah menyerahkanmu ke aku tepat saat perjanjian pertunangan di tanda tangani"kataku dengan santai dan itu membuat tiara semakin kesal
"jadi Sekarang gimana nyelesaiin kondisi ini,aku nggak mau saat kamu buka pintu,aku malu sama yang lain,gimana caramu ngejelasin semua,pokoknya aku nggak mau semua berpikir aneh tentang kita"kata tiara menantangku
"sayang,tidak akan ada yang berpikiran aneh tentang kita kenapa? itu karena, pertama kamu semalam pulang dalam posisi tidak sadarkan diri,aku bilang kalau kamu panas,kedua pegawe dan seluruh pelayan di rumah ini juga tau semalam tidak ada yang bisa terjadi,karena kamu sedang Mens Sayang..."kataku gemas dan membuka pintu kamar,sementara Tiara hanya bengong dan mulai mencerna apa yang sebenernya terjadi
"What...berarti dari tadi kaku cuma nakutin aku doang"teriak Tiara dengan marah dan mulai bangun dari tempat tidur
"Kak Armand...Bilang ke pak Umar untuk cek pintu kamarku,macet"kataku santai pada kak Armand dan yang lain yang sedang menunggu kami di depan Pintu dan aku hampir tertawa meluhat ekspresi kaget mereka yang melihat Tiara yang marah
__ADS_1
"Raka.....Kamu Licik,kembalikan surat itu"Teriak Tiara yang tiba tiba terduduk di kasur lagi karena melihat dar*h Me*snya yang ternyata menempel di spray ku