Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)

Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)
Aku Kamu Dan Dia


__ADS_3

Hari ini putri dan Daniel serta temannya akan liburan bersama.Seperti biasa,Daniel dan ketiga sahabatnya menjumoit putri dirumahnya.Begitu Sampai dirumah Putri mereka serempak memberi salam.


"assalamualaikum."


"waalaikum salam,ehh ada nak Daniel dan teman temannya.Pada mau kemana pagi pagi begini.? " tanya ibunya Putri


"Mau ngajak putri keluar Tante.Putrinya ada kan.?" Daniel bertanya pada mamanya putri Krn dia tak melihat putri.


"Ada kok,tuh didapur lagi bikin sarapan.Tunggu bentar nanti kita sarapan bersama."


"Ok Tante,kalau masalah makan grtaist mah kita ngga bakalan nolak." kata Ryan sambil tersenyum. Ngga lama makanan sudah tersedia dimeja makan dan mereka semua menuju meja makan untuk sarapan bersama.


"Put,ini beneran loe yang masak.Gue ngga yakin kalau ini masakan loe.?" Kata Rey yang tak percaya kalau putri bisa masak.


"Ya gue lah yang masak,emang loe pikir siapa lagi.Gini gini gue bisa masak ya." Akhirnya mereka menyelesaikan sarapannya dan selesai sarapan mereka langsung berangkat.


***"


Setelah menempuh perjalan yang lumayan jauh,akhirnya mereka tiba ditempat tujuan mereka.Dan putri yang baru pertama kali kesini hanya menatap takjub dengan apa yang dilihatnya.


"gimana,loe suka ngga ketempat ini.?" tanya Daniel pada putri.

__ADS_1


"iya kak,gue suka banget malah.Kan kak Daniel tau sendiri kalau dari dulu aku tuh paling suka kelantai.Makasih ya kak."


"iya sama-sama.Dari dulu suka kepantai tapi ngga bisa berenang.."


"Ngga usah diperjelas juga kali kak,kalau gue ngga bisa renang." ucap putri sambil memajukan bibirnya.


Tak lama Fabian,Ryan dan Rey datang menghampiri mereka berdua dan mengajak mereka untuk berfoto bersama.


Foto pertama Fabian dan Rey merangkul pundak putri,sedangkan foto kedua Daniel mencium pipi putri dan nampak ketiga sahabatnya terwata lebar difoto itu.


*ehh...gue upload ke Ig gue yah,terus gue tag kalian semau." kata Rey.


*****


Disuatu tempat tak sengaja Rudi mendengar teman teman kampusnya yang menyebut nama putri.Karena penasaran,akhirnya dia bertanya pada salah satu mahasiswi yang sedang berbicara pada temannya.


"Tadi loe bilang apa tentang putri." kata Rudi pada perempuan yang bernama Susan.


"Ini loh Rud,gue lagi buka Ig terus gue lihat foto putri sama cowok."


Setelah itu,Rudi langsung meninggalkan mereka dan menemui Dewi dan Azwar.

__ADS_1


"kalian udah lihat,foto putri sama cowok itu.?"


Azwar dan Dewi hanya menjawab dengan anggukan.


"siapa sih cowok itu,kok kelihatannya mereka mereka dekat banget.Ini lagi kepana sih harus nyium pipinya putri.?" kata Rudi dengan emosi. Kedua sahabatnya hanya memperhatikan Rudi saja tanpa berniat untuk menjawabnya.


"Hah elah,kalian ini kenapa sih kenapa cuma diam aja.Jelasin kek nih orang siapa." Rudi semakin kesal saja.


"Gini yah Rudi sayang,loe itu kan ngga ada hubungan apa-apa sama putri jadi buat apa loe kesel kayak gitu.Loe kan ngga peduli sama dia,jadi wajar dong kalau putri sekarang dekat dengan cowok lain." kata Dewi dengan santai.


"Bro putri juga berhak bahagia.Dan kelihatannya tuh cowok juga baik dan bisa ngebahagiain putri.Terbukti dari semua foto yang mereka kirim di Ig mereka." Azwar menimpali.


"ya setidaknya,ngga usah pake cium pipi segala.Gue aja ngga pernah nyium putri kayam gitu.Jujur,gue marah ,kesel gue cemburu lihat putri sama cowok lain."


Dewi dan Azwar hanya tertawa mendengar penyataan Rudi.Mereka sudah menduga kalau semenjak putri pindah,Rudi mulai menyadari perasaannya.


****


"Kenapa sih Put,loe ngga ngasih gue kabar.Loe tau ngga kalau gue tersiksa dengan perasaan gue ini.Gue marah sama diri gue sendiri karena ngga bisa bersama loe.Kenapa harus ada Dia diantar aku dan kamu put.?"


batin Rudi.

__ADS_1


__ADS_2