Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)

Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)
Rasa yang menyesakkan dada


__ADS_3

Bagaimana rasanya jika orang yang kamu cintai,kini lebih memilih orang lain.Sakit...ya itulah yang kini dirasakan oleh putri.Setiap hari dia harus melihat kemesraan antara Rudi dan kekasihnya.


Saat ini mereka lagi menikmati makan siangnya dikantin kampus seperti biasanya.


"Put,loe mau pesen apa,ntar sekalian gue pesenin" Kata Dewi


"Seperti biasa aja,Wi"


akhirnya Dewi memesan makan mereka.Tak lama kemudian Dewi dtang dgn membawa pesanan mereka berdua.Saat mereka berdua sedang menikmati makan tiba-tiba Rudi dan Aswar dtang.Sementara Rudi langsung meminum minuman putri


"Yahhh Rud,kok loe minum punya gue sih? Kan loe bisa pesen sendiri"


"sorry put,abis gue haus banget nih"


Saat percakapan antara empat sahabat ini sedang berlangsung tiba tiba Fina,kekasih Rudi langsung datang dan duduk disamping Rudi.

__ADS_1


"Sayang,nanti pulang kuliah anterin aku ya.Aku mau shopping" kata Fina seraya merangkul lengan Rudi


"Ok,syang"


"woy..kalo mau pacaran jgn disini" kata aswar


Dan putri yg melihat semua itu hanya bisa tersenyum dan diam.Rasanya sangat sakit saat melihat orang yg kau cintai,sedang bermesraan didepanmu.Dewi yg tau tentang perasaan Putri,langsung menarik tangan putri untuk meninggalkan kantin


"hmmm guys kita duluan ya?" ucap Dewi


Sedangkan Rudi sama sekali tak menanggapi kepergian ketiga sahabatnya,dia malah asyik dengan fika.


Sesampainya dikelas,tangis Putri langsung pecah.Dewi yg melihatnya hanya bisa menenangkan sahabatnya itu.Sedangkan Aswar malah heran melihat putri yg tiba tiba menangis


"ehh.. Put,loe kanapa deh tiba-tiba nangis gitu.Elah klo ada masalah ya cerita dong jgn disimpan sendiri.Kita kan sahabat". Ucap Aswar yg merasa sedih melihat sahabat yg juga sudah dianngapnya adik sendiri.

__ADS_1


"maaf kak,gue ngga apa apa kok.Maaf sudah bikin kak Aswar khawatir.Mending kakak balik kekelas deh" kata putri tanpa melihat lawan bicaranya. Aswar menarik nafas dan langsung meninggalkan mereka berdua.


"Put,udah dong nangisnya.Mau Sampai kapan loe nyembunyiin perasaan loe ini.Gue tau loe pasti tersiksa dengan perasaan loe ini.Tapi gue mohon jgn pernah kayak gini lagi"


"Wi,gue ngga bisa jujur sama Rudi,Krn gue takut klo gue jujur,ntar persahabat kita bisa hancur.Dan gue belum siap kalau itu sampai terjadi." Dewi hanya bisa diam dengan keputusan sahabatnya ini.Putri lebih memintingkan persahabatannya daripada perasaannya sendiri.Dan tak lama akhirnya mereka pulang.Sepanjang perjalanan pulang mereka hanya diam,dengan pikiran mereka masing masing.


Sampai dirumah Putri langsung kekamarnya untuk istirahat,Krn sebenarnya dia lelah dgn perasaannya ini.Tapi tiba tiba ketukan dipintu terdengar dan ternyata itu adalah ibunya.


"Nak,ibu sama ayah mau ngomong sebentar sama putri,apa boleh?"


"Iya Bu boleh,emang ibu sama ayah mau ngomongin apa bikin penasaran saja" Kata putri sambil tersenyum.Mereka menuju ruang keluarga dan disana sudah ada ayah yg duduk menunggu mereka.


"ayah sama ibu mau ngomongin apa sama putri,kayaknya serius.?"


"begini nak,Minggu depan kita akan pindah dari sini dan kita akan pindah ke Makassar" kaya ayah

__ADS_1


Putri diam mendengarnya,dan menerima keputusan orang tuanya.Walaupun dia harus meninggalkan ketiga sahabatnya.Dan mungkin dengan mereka pindah dia bisa melupakan perasaannya terhadap Rudi..


__ADS_2