Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)

Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)
Makan siang


__ADS_3

Setelah Daniel balik ke ruangannya ia keget karena disana sudah ada putri dan Fabian.


"loe ngapain ada disini,bukannya loe harus visit.?" tanya Daniel Daniel


"udah,terus tadi pas gue mau balik keruangan ngga sengaja gue lihat putri dikasarin sama salah satu suster." terang Fabian


"loe ngga apa apakan,ada yang sakit.Terus kenapa bisa loe dimarahin.?" tanya Rudi pada putri dengan nada khawatir


"gue ngga apa apa,susternya ngga bolehin gue masuk keruangan loe kak.Tapi lupakan aja." kata putri


"tidak bisa gitu,loe udah dibentak kayak gitu mana mungkin gue bisa diam aja." kata Daniel dengan marah


"iya put benar kata Daniel,tuh orang musti dikasih pelajaran biar nanti dia ngga ngelajun kesalahan yang sama." kata fabian.


"ngga usah kak,lagian gue ngga baik baik aja kok." kata putri karena dia tau gimana Daniel kalau sudah marah.Apalagi kalau sampai ada yang ngebentak putri.


"Pokoknya gue harus beri peringatan sama tuh orang.Gue aja ngga pernah ngebentak loe,ini malah orang lain berani bentak loe."


"udahlah kak gue kesini bukan mau cari masalah,tapi gue kesini mau ngajakin kalian makan dicafe blue love.Ayolah kak,pasti kalian juga belum makan siangkan.?" tanya putri.


"iya juga sih,ayolah bro gue udah laper banget nih.Gue juga mau nyobain menu dicafe blue love karena gue dengar dengar makanan enak enak." kata Fabian,sementara putri dan Rudi hanya tersenyum


"ya udah buruan,kak Rey sama kak Ryan mana.?" tanya putri.

__ADS_1


"palingan mereka ada di ruangannya." kata Daniel


"ya udah gue telpon mereka dulu deh." kata Fabian


Tak lama Rey dan Ryan pun datang keruangan Daniel,lalu mereka bergegas menuju cafe.


Saat mereka berjalan dilorong rumah sakit,banyak mata memandang iri pada putri bahkan tak sedikit yang ngga suka melihat kedekatan putri dengan dokter idola mereka.


Bagaiman tidak iri kalau Daniel terus saja merangkul bahu putri,dan kadang Febian,Rey dan Ryan juga tampak melakukan hal yang sama pada putri.Bahkan banyak yang berfikir kalau putri itu pacar dokter Daniel.


***


Disinilah mereka sekarang,dicafe blue love yang terkenal dengan kenyamanan dan kerahmahan pelayanannya,tak lupa dengan menunya yang enak.


"Gue dengar sih katanya menu disini enak enak dan ngga nguras isi dompet tentunya." kata Fabian


"ya udah,kita langsung pesan aja." kata Ryan sambil memanggil pelayan,dan pelayan tersebut kaget saat tahu kalau ternyata bis mereka juga ada disitu.


"eh mba putri,mau pesan apa mba.?" tanya pelayan tersebut


" seperti biasa aja,ya." kata putri pada pelayan itu dan sang pelayan langsung mencatat pesanan mereka.


" loe sering kesini,kok kayaknya mereka kenal sama loe.?" tanya Rey

__ADS_1


"kan gue sering nongkrong disini." jawab putri. Ngga lama kemudian pesanan mereka datang dan bersamaan itu pula muncul Doni dari ruangannya


"loh Doni,ngapain loe disini.Loe ada janji.?" tanya Ryan pada doni. karena yang mereka tahu Doni adalah seorang mahasiswa dan dia adiknya Daniel.


"lah kalian ngga tau kalau gue kerja disini.?" tanya Doni


"ngga,bukannya loe kuliah.Terus loe jadi pelayan disini.Kenapa loe ngga kerja ditempat bokap loe aja.?" tanya Rey


"enak aja kalau ngomong,gue itu manager disini." kata Doni dengan bangga


"loe jadi manager,kok bisa.?" tanya Fabian penasara.Sedangkan putri dan Daniel hanya tertawa mendengar pertanyaan mereka pada doni.


" ya bisalah,kan yang punya cafe ini sepupu gue.Makanua gue bisa jadi manager disini." kata Doni lagi sambil memandang putri


"sepupu loe yang mana.Kok gue ngga tahu?" tanya Ryan


"Noh yang duduk bareng kalian.Dia itu pemilik cafe ini." kata Doni sambil nunjuk putri dengan dagunya dan ketiga orang itu dibuat kaget


" Hah...yang bener loe.Jadi ini cafe punya loe Put.Kak gue ngga tau ya.?" kata Ryan


"kalian kan ngga pernah nanya sama gue.Dan ya cafe ini punya gue.Jadi kalian bisa makan sepuasnya,gue kasih gratis buat kalian." kata putri.


Dan mereka benar benar ngga nyangka kalau ternyata putri adalah pemilik cafe yang terkenal ini.Tapi biar begitu,mereka bangga sama putri karena putri tidak pernah menampakkan kekayaannya dan dia lebih memilih hidup sederhana.

__ADS_1


__ADS_2