Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)

Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)
Apakah Aku Salah


__ADS_3

"Sudahlah dek,ngga usah mikirin orang kayak gitu." kata Daniel


"kak,apakah salah kalau dulu putri terlalu mencintainya.?"


"loe ngga salah,dianya aja yang bodoh udah nyakitin hati loe." kata Ryan


"udahlah lupain dia.Loe cantik, cerdas,mandiri pasti diluar sana masih masih banyak yang lebih baik dari mantan loe itu." kata Fabian


"mana ada yang sama putri kak."


"ada kok,contohnya gue." kata Fabian sambil mengerlingkan mata pada putri dan dia sukses bikin Rey kesel


"udah lah kak,ngga usah ngomong kayak gitu.Putri tau kok bagaimana tipe wanita idaman kak Fabian."


"loe emang yg paling ngerti." kata Fabian


Dan Rudi melihat kedekatan putri dengan keempat orang itu hanya bisa memandang sedih.Dia tak sanggup melihat putri dekat dengan laki laki lain. Walaupun ia telah menggoreskan luka tak akan pernah bisa terobati.


****


Saat sendiri seperti sekarang ini,putri hanya bisa meratapi hidupnya.Sejujurnya putri belum bisa melupakan semua kenangannya bersama rudi. bahkan setalah dia disakiti hingga begitu dalamnya.Saat putri terus menumpahkan rasa sakitnya,dia mendapat telpon dari Rey


"iya kak Rey ada apa?"

__ADS_1


"loe nangis lagi.?"


"ngga kok kak,putri ngga nangis."


"ck... Putri ngga pintar bohong.Ada apa,cerita sama kak Rey." Kata Rey sambil berdecak


Selama ini Rey memang selalu perhatian pada putri.Dia selalu berusaha agar putri dapat melupakan rasa sedihnya.


"putri ngga apa-apa kok kak.Ada apa kak Rey nelpon.?"


"kakak cuma mau ngajakin putri makan diluar,itupun kalau putri mau."


"putri mau kok kak. Putri kan pernah nolak kalau soalnya makan." kata putri sambil tertawa


"ya udah sekarang siap siap,kak Rey jemput ya."


****


"putri mau makan apa.?"


"putri mau makan bakso yang didepan sana kak,ngga apa-apa kan.?"


"iya ngga apa-apa kok."

__ADS_1


Mereka memesan bakso dan Rey bahagia melihat putri yang sekarang.


"kak Rey boleh nambah ngga.?" tanya putri


"iya boleh kok.Tapi jangan makan sambel banyak ya.?" kata Rey dengan lembut dan putri pun mengiyakannya.


"Makasih ya kak Rey,udah traktir putri makan bakso.Kalau sama kak Daniel pasti putri ngga dibolehin makan bakso."


"sekarang putri mau kemana lagi.?"


"putri mau kesana kak, boleh.?" tanya putri saat melihat ada pasar malam


"apa sih yang ngga boleh kalau putri mau."


Setelah lelah berkeliling Rey memutuskan untuk mengantarkan putri pulang,karena Rey tak mau putri kelelahan.Setelah mengantar putri pulang,Rey langsung menuju apartemen Ryan karena sahabatnya yang lain sudah menunggunya.


"dari mana aja loe,kita udah nungguin loe dari tadi.." tanya Daniel


"dari jalan sama putri,habis nganterin putri balik gue langsung kesini makanya telat.Emang ada apaan.?"


"kalian udah jadian.?" tanya Daniel dengan tatapan menyelidik


"ngga,gue cuma ngajakin dia makan malam.Jadi.?"

__ADS_1


"gini,gue mau rencananya mau ngasih pelajaran sama Rudi dan gue mau kalian bantuin gue." kata Daniel


"kalau gue sih ayo ayo ajalah,gue juga ngga suka lihat dia bahagia diatas penderitaan putri." kata Rey,sementara Fabian dan Ryan hanya mendengarkan saja.Karena mereka sudah pasti akan melakukan apapun untuk mengembalikan wajah ceria putri lagi.


__ADS_2