Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)

Ternyata Itu Kamu (Dokter Tampanku)
Perpisahan 4


__ADS_3

Setelah tiba dibandara putri semakin sedih,bukan hanya karena akan meninggalkan sahabatnya tapi juga meninggalkan kepingan hati yang tak bisa menyatu.Ya mungkin inilah akhirnya,dia harus benar benar melupakan rasa cintanya pada Rudi.


Dewi yang melihat putri terus menangis, langsung menarik putri kedalam pelukannya.


"udahlah put,loe ngga usah sedih lagi karena Rudi ngga bisa ngantar loe.Dan gue mohon sama loe,lupain perasaan loe buat dia biarkan dia dengan hidupnya sekarang dan loe juga harus bahagia."


Azwar yang penasaranpun akhirnya bertanya "Sebenarnya loe kenapa,dan kenapa Dewi bilang kalau loe harus ngelupain perasaan loe buat Rudi.Tolong jelasain jangan buat gue bingung."


"Gu-gue sebenarnya cinta sama Rudi tapi gue ngga berani ngomong sama.Gue takut persahabat kita hancur hanya karena perasaan gue ini." Jawab Putri sambil terus menangis


"kenapa loe ngga pernah ngomong sama gue.Kalau loe ngomong,pasti gue bakalan bantuin loe,put."


"Ngga usah,kak biarlah ini menjadi rahasia kita bertiga.Dan gue bakalan berusaha buat ngilangin perasaan gue ini.Dan tolong sampein salam gue buat dia.Kalian jangan pernah lupain gue ya.?"


"Ngga mungkin kita ngelupain loe Put,loe itu sahabat terbaik kita.Dan loe harus ingat, walaupun kita juah,kita tetap sahabat." kata Dewi sambil terus memeluk putri.

__ADS_1


"gue berangkat sekarang ya,jaga diri kalian baik baik." kata putri sambil tersenyum.


****


Sementara itu Rudi yang tidak tahu kalau putri telah meninggalkan kota ini,dia sedang merayakan ultah Fika bersama teman teman Fika.


"sayang makasih yah,udah mau nemenin dan ngerayain ultah aku.Aku bahagia banget bisa bareng kamu dihari yg spesial ini." ucap Fika sambil memeluk Rudi


"iya sama-sama,inikan sudah seharusnya aku lakukan.Kan kamu sekarang adalah pacar aku,jadi aku akan berusaha buat bahagiain kamu."


"kenapa ngga aktif,mungkin hpnya mati.Besok aja deh gue ketemu sama tuh anak."pikir Rudi


Keesokan harinya setelah tiba di kampus,Rudi langsung menuju kelas putri,tapi sayangnya dia tidak melihat putri didalam kelas.Mungkin dia lagi dikantin bareng Dewi dan Azwar.Gue langsung kekantin aja.


Begitu sampai dikantin,dia langsung melihat Dewi dan azwar,lalu Rudi menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Dewi,gue mau nanya.Putri kemana kok ngga bareng kalian dan dia juga ngga ada dikelas.Gue mau nanya soalnya kemarin waktu dikafe."


"buat apa loe nanya,sekarang putri udah ngga disini lagi.Dia udah pindah keluar kota." Azwar langusung menjawab pertanyaan Rudi.


"maksudnya loe apa gue ngga ngerti."


Sekarang giliran Dewi yg menjawab pertanyaan dari Rudi


"Kemarin putri ngajak ketemuan soalnya dia mau pamit karena dia mau pindah keluar kota.Dan loe lebih milih ninggalin dia demi pacar loe itu.Dan asal loe tau kemarin dia seharian nungguin loe.Tapi apa,bahkan jangankan telpon,chat aja loe ngga ngelakuin kan.?"


"gue benar benar ngga tau kalau putri bakalan pindah keluar kota.Dan kemarin gue benar benar sibuk ngerayain ultah Fika makanya gue ngga nelpon putri.


Azwar yg mendengarnya langsung dibuat kesal dan Azwar juga berkata


"dan asal loe tau ya Rudi,dia pergi dengan perasaan sedih dan hancur.Kenapa,Krn dia suka sama loe,tapi loe ngga pernah peka.Bahkan loe lebih milih pergi bareng pacar loe itu daripada ngantar putri."

__ADS_1


Rudi yang mendengar itu semua hanya bisa diam dan menyesali semuanya.


__ADS_2